Fantasi Hana My Yoongi

Fantasi Hana My Yoongi
Sangat berarti


__ADS_3

Setelah bertemu dengan paman Kang Bora salah satu petinggi HYBE, Min Yoongi pun sedikit agak tenang, dia merasa dengan Kang Bora diberhentikan dari pekerjaannya sebagai stylish BTS dia yakin hubungannya dengan Hanaya akan membaik karena tak ada lagi pengganggu diantara dia dan Hanaya, tapi Min Yoongi masih saja tidak bisa menghubungi Hanaya.


Beberapa hari berlalu, Min Yoongi yang masih saja mencari keberadaan Hanaya kembali menemui Kim Mina, dia yakin Kim Mina pasti menyembunyikan sesuatu darinya, dalam perjalanan menuju ruangan Kim Mina tiba-tiba Min Yoongi dicegat oleh Kang Bora, wajahnya penuh dengan amarah, dan sebuah tamparan yang lumayan keras mendarat di pipi Min Yoongi.


"Plaak..."


"Apa yang kamu katakan kepada paman ku..?" tanya Kang Bora dengan penuh emosi.


"Aku hanya mengatakan apa yang seharusnya ku katakan." ucap Min Yoongi sambil mengusap pipinya yang ditampar oleh Kang Bora.


"Hanya demi perempuan ****** itu, kamu meminta paman ku untuk mengeluarkanku dari pekerjaan."


"Jangan sekali-kali kamu menyebut Hanaya sebagai ******, yang ****** itu kamu, manusia ular." Min Yoongi tak bisa membendung amarahnya.


"Aku mohon padamu, tolong tarik kata-kata mu bantu aku agar tidak keluar dari HYBE." Kang Bora yang tadinya penuh dengan emosi sekarang berlutut didepan Min Yoongi.


"Aku tidak bisa melakukan apa-apa, yang ingin memecat mu adalah paman mu sendiri, bukan aku." Min Yoongi pun berlalu dan meninggalkan Kang Bora begitu saja.


"Yoongisie...!!!" Terdengar teriakan dari Kang Bora.


"Liat saja nanti, aku akan membalasmu, aku sangat menyukaimu, tapi ini benar-benar keterlaluan." Kang Bora berteriak sangat keras.


Min Yoongi tak sedikitpun menggubris ucapan Kang Bora, dan terus saja berjalan keruangan Kim Mina.


Setelah sampai didepan pintu ruangan Kim Mina, Min Yoongi pun masuk tanpa permisi, dan membuat Kim Mina agak sedikit kaget.


"Suga, apa yang kau lakukan disini..?" tanya Kim Mina heran.


"Hanaya masih belum masuk..?" tanya Min Yoongi.


Lalu Kim Mina memperlihatkan sebuah amplop yang berada diatas meja.


"Hanaya sudah mengundurkan diri, kemarin sore dia datang hanya untuk memberikan surat pengunduran diri ini, padahal aku sudah mempersiapkan perpanjangan kontrak untuknya.


Mendengar penjelasan dari Kim Mina, Min Yoongi merasa ada yang hilang dari dirinya. Ia tidak percaya Hanaya pergi tanpa ada satu patah katapun untuknya, dan menyesali apa yang sudah diperbuatnya kepada Hanaya.


"Kenapa jadi begini..?" Tanpa disadari butiran bening keluar dari matanya.


"Sebelum Hanaya semakin jauh darimu, ada baiknya kamu harus mencarinya, aku tau Hanaya masih sangat mencintaimu, dan keputusan ini juga sangat berat untuknya."


"Nuna, apa kamu tau jadwal ku hari ini..?" tanya Min Yoongi.


"Setau aku, kamu hanya mempunyai pemotretan siang nanti, dan setelah itu kamu free."


"Oke, temani aku untuk ke apartemen Hanaya malam ini."


"Oke, kabari saja, aku akan menemanimu menemui Hanaya.


***


Jam sudah menunjukan pukul enam sore, Min Yoongi yang tidak sabar untuk menghampiri Hanaya menunggu Kim Mina diparkiran, saat ini dia benar-benar membutuhkan pertolongan dari Kim Mina, untuk memperbaiki hubungannya dengan Hanaya. Karena HYBE dan apartemen Hanaya lumayan dekat, lima belas menit kemudian merekapun sampai di parkiran apartemen Hanaya.


"Suga, kamu harus tenang, dan saya mohon disaat kamu bertemu dengan Hanaya, aku minta kamu jangan dulu membahas tentang foto-foto ya g di sebar oleh Kang Bora." Kim Mina mewanti-wanti Min Yoongi, agar tidak muncul lagi kesalahpahaman.


"Oke, itu sekarang tidak penting lagi, yang penting saat ini aku bisa melihat Hanaya.


Mereka berdua turun dari mobil, dan menuju apartemen Hanaya, tapi setelah sampai disana, Min Yoongi dan Kim Mina hanya bertemu dengan Luna.


"Masih ingat dengan ku..?" tanya Kim Mina.


"Iya, tentu kamu adalah atasan Hanaya kan..?" Luna berusaha memberikan senyuman yang tulus, walaupun dia tau Kim Mina adalah cinta pertama Aryan.


"Hanaya kemana..?" Min Yoongi sudah tidak sabar.


"Oh, Hana aku pikir dia sudah memberitahu kamu, Hanaya kembali ke Indonesia Tante Sandra mama Hanaya lagi sakit."


Mendengar ucapan Luna, Min Yoongi seperti disambar petir disiang bolong.


"What..? Hanaya balik ke Indonesia..?" Kim Mina pun tak kalah terkejutnya dari Min Yoongi.


"Iya, karena dia anak perempuan satu-satunya, Hanaya tidak ingin membuat Tante Sandra sendirian, disaat beliau sakit."

__ADS_1


"Hanaya, akan kembali kesini kan..?" tanya Min Yoongi putus asa.


"Mungkin, karena Hanaya tidak mengatakan apapun kepadaku."


"Oke, aku pamit." Min Yoongi pun pergi dan meninggalkan Kim Mina sendiri.


"Hana, kenapa kamu pergi, aku tidak bisa menghubungimu, aku benar-benar frustasi." Min Yoongi berteriak dengan air mata yang deras mengalir di pipinya.


"Maafin aku Hana, aku baru menyadari ternyata kamu benar-benar sangat berarti, dan aku belum siap melepaskan mu, Hana aku mohon kembalilah, aku akan menunggu." Min Yoongi pun berkendara dengan sangat cepat, sehingga dalam waktu 10 menit dia telah tiba kembali di gedung HYBE, tanpa memikirkan Kim Mina yang ditinggalkan di apartemen Hanaya.


Min Yoongi mengurung diri dikamar, dia mengabaikan keenam member BTS yang sedang makan malam.


"Hyung, apa kau tidak mau makan..?" tanya jungkook.


"Tidak." jawab Min Yoongi singkat.


"Oke." Jungkook pun melanjutkan makannya.


Setelah beberapa jam Min Yoongi mengurung diri dikamar, Jungkook pun menghampirinya, dia berusaha untuk membangunkan Min Yoongi, meskipun agak sedikit takut.


"Hyung, apa kau tidak mau makan, dari siang aku melihat kamu belum makan apapun, nanti kamu sakit." Jungkook menarik selimut Min Yoongi.


"Aku hanya menginginkan Hanaya." Min Yoongi kembali menarik selimutnya.


Jungkook yang mendengar ucapan Min Yoongi keluar dengan senyuman yang membuatnya sedikit geli, dia merasa sedikit aneh, dengan seorang Min Yoongi yang kalem ternyata bisa-bisanya menjadi budak cinta.


Semenjak kepergian Hanaya ke Indonesia, Min Yoongi kembali menjadi pendiam, bahkan lebih parah dari sebelumnya, dia jarang tersenyum, bahkan hampir tak terlihat, meskipun ada hal yang sangat lucu, dia tak akan pernah tersenyum, entah apa yang sedang dipikirkannya, yang jelas Min Yoongi tak seperti biasanya.


***


Empat bulan kemudian


*Indonesia*


22.30. Hanaya duduk di balkon depan kamarnya, Ia bersantai dengan segelas teh hangat menemaninya, sambil memutar lagu yang akhir-akhir ini sering didengarnya "Zero O'clock" by BTS.


"Hai sayang, langitnya sangat indah ya." Nyonya Sandra sedikit mengganggu ketenangan Hanaya.


"Oh, mama." Hanaya mematikan musik yang diputarnya melalui ponsel.


"Kenapa malam-malam kak Riko kesini..?" Hanaya penasaran.


"Eh, tapi tunggu dulu kapan dia dari Korea..?"


"Ya, mana mama tau." Nyonya Sandra tersenyum lalu pergi meninggalkan Hanaya.


"Ya udah ma, suruh dia keatas aja." ucap Hanaya.


"Hmm." Nyonya Sandra berlalu.


Beberapa menit kemudian Riko pun datang, dia tersenyum melihat Hanaya, seperti ada beban yang terlepas dari pundaknya.


"Hai kak, apa kabar kapan ke Indonesia?" tanya Hanaya berdiri menghampiri Riko.


"Pagi tadi, aku beristirahat sebentar dan langsung kesini." ucap Riko masih dengan senyuman yang mengambang dari bibirnya.


"Bagaimana kabar kamu sendiri Hana..?" Riko berbalik bertanya.


"Hmm, i'm fine." jawab Hanaya singkat.


"Syukurlah." Riko pun duduk disebelah Hanaya.


Tapi tiba-tiba Hanaya beranjak dan sedikit menjaga jarak.


"Kenapa Hana..?" tanya Riko heran.


"Aaah, nggak kenapa-kenapa kak." Hanaya tersenyum.


"Gimana, apa kamu berniat kembali ke Korea.?" tanya Riko memulai pembicaraan.


"Belum tau kak, sekarang aku ingin lebih menenangkan diri, dan sedikit lebih bersantai." Hanaya meminum teh nya yang mulai dingin.

__ADS_1


"Oh, ya aku buatkan minuman ya, tunggu sebentar." Hanaya beranjak dan turun kebawah menuju dapur.


Tidak lama kemudian Hanaya membawa dua cangkir teh hijau dengan makanan ringan disampingnya.


"Thank you." Riko mengambil segelas teh yang disodorkan Hanaya kepadanya.


"Pekerjaan kakak apakah berjalan lancar..?" tanya Hanaya sambil duduk lalu menyilangkan kakinya.


"Ya, berkat doa kamu semuanya berjalan lancar." jawab Riko sambil menyeruput teh hijau yang dibuatkan Hanaya.


"Syukurlah." Hanaya mengangguk-anggukan kepalanya.


Pandangan Riko tertuju pada buku yang ada didepannya, buku harian Hanaya beberapa tahun yang lalu, yang sempat dibaca dan semua yang ditulis adalah tentang Min Yoongi atau lebih dikenal dengan nama Suga.


"Apa kabar dengan Suga..?" tanya Riko yang membuat Hanaya sedikit kaget.


"Aku tidak tau, mungkin dia lagi bahagia." jawab Hanaya sambil menyunggingkan senyuman di pinggir bibirnya yang tipis.


"Apa kamu benar-benar sudah mengakhiri semuanya dengan Suga..?" tanya Riko penasaran


"Aku juga tidak tau kak, yang pasti aku memberikan kebebasan untuknya, aku ikhlas jika dia sekarang mempunyai perempuan lain, dan mungkin saja hubungan kita benar-benar sudah berakhir."


Riko melihat Hanaya bicara tanpa ekspresi, dan dia tidak bisa menebak apa yang ada didalam hati dan pikiran Hanaya, tapi buku diary yang berada didepannya membuat Riko berpikir jika Hanaya masih belum melupakan Min Yoongi.


"Aku tau, kamu belum sepenuhnya melupakan Suga, aku yakin itu." Riko bicara didalam hati.


Hanaya bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan kepinggir balkon, dia menengadahkan kepalanya dan melihat bintang-bintang yang cukup banyak malam itu.


"Sangat indah bukan..?" Riko berjalan mendekati Hanaya.


"Hmm, sangat indah." Hanaya tersenyum masih dengan menengadahkan kepalanya keatas.


"Ya, benar-benar sangat indah, tapi susah untuk digapai." Riko menatap Hanaya.


"Tentunya, karena mereka terlalu tinggi, dan tidak mungkin untuk kita bisa miliki." Hanaya menundukkan kepalanya.


"Cukup kita pandangi saja, itu lebih baik dari pada tidak sama sekali." Riko juga menundukkan kepalanya.


"Hana, apa kamu tidak mau memberikanku kesempatan?" tanya Riko.


Hanaya pura-pura tidak mendengar perkataan Riko.


"Hana."


"Ya, kenapa..?"


"Maaf." Riko langsung memeluk Hanaya.


Hanaya bingung dengan apa yang dilakukan Riko terhadapnya, tapi dia cukup terkejut dengan apa yang dilakukan Riko. Hanaya hanya bisa pasrah dan membiarkan Riko memeluknya, entah apa yang dirasakan oleh Riko, tapi sepertinya dia benar-benar tidak bisa menahannya lagi.


"Maaf Hana, aku begitu lancang, tapi aku mohon biarkan aku memelukmu, aku tidak peduli apakah kamu akan marah atau tidak, yang pasti aku sangat merindukanmu." Riko semakin mempererat pelukannya.


"Apa kakak benar-benar sangat merindukan ku..?" tanya Hanaya sambil tersenyum.


"Iya, dan aku meledak hari ini."


Mendengar perkataan Riko, Hanaya menjadi tertawa, dia tau Riko begitu sangat mencintainya meskipun dia juga tau Hanaya sangat mencintai Min Yoongi, dan tidak bisa membalas cintanya.


"Meledak..??? hahahha...!! Ada-ada saja."


Hanaya pun menepuk-nepuk punggung Riko.


"Lepaskan rindumu kak, aku juga sangat merindukannya." Hanaya bergumam dalam hati.


Tidak lama kemudian Riko pun melepaskan pelukannya, dia tau tidak baik untuknya berlama-lama memeluk Hanaya.


"Terimakasih kak, kamu sudah begitu baik nggak ada laki-laki manapun yang seperti kamu." Hanaya meletakkan kedua tangannya ke pipi Riko.


"Jangan pernah lakukan ini padaku Hana, aku tidak ingin aku akan menjadi salah paham kepadamu." Riko melepaskan tangan Hanaya.


"Terimakasih sudah mencintai aku kak, aku berharap suatu saat kak Riko bisa bertemu dengan perempuan yang lebih baik."

__ADS_1


"Ahh.....kenapa aku merasa semua ini tidak adil." Riko berteriak.


"Haha..apaan sih kak, kedengaran mama sama ayah lho." Hanaya mencubit pinggang Riko.


__ADS_2