Fantasi Hana My Yoongi

Fantasi Hana My Yoongi
Pasrah


__ADS_3

"Hana, bangun apa kamu akan tidur selama seharian.?" suara itu membangunkan Hanaya dari tidurnya.


"Aah, sudah pukul berapa sekarang..??" tanya Hanaya.


"Sudah jam sembilan malam, ayo bangun, Luna bilang kamu belum makan apapun."


Hanaya yang berusaha bangun tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


"Aku kenapa, kepala ku pusing sekali." Hanaya kembali berbaring dan tidak ingin terlihat panik, dia membuka matanya lalu melihat sosok yang ada disampingnya, dan ternyata yang membangunkannya adalah Riko.


"Kak Riko..?" Hanaya pun tak sadar diri.


"Hana, Hana, Hana, " Riko membangunkan Hanaya, dia menjadi panik, lalu keluar memanggil Aryan dan Luna.


Aryan yang panik langsung berlari ke kamar Hanaya, Aryan adalah sosok kakak yang sangat menyayangi adiknya, meskipun Hanaya sudah dewasa tapi di mata Aryan, Hanaya tetaplah adik kecil yang harus dijaga dan dimanja.


"Telpon dokter cepat,." Aryan berusaha membangunkan Hanaya yang pingsan, dia tidak ingin sesuatu hal terjadi kepada Hanaya.


"Hana, bangun sayang ini kakak, kamu kenapa..? ada apa dengan mu..? apa kamu bermasalah dalam pekerjaanmu..?" Aryan berusaha membangunkan Hanaya.


lima belas menit kemudian dokter pun datang ke apartemen, dan langsung memeriksa Hanaya.


Hanaya akhirnya di infus, karena dokter mengatakan Hanaya sepertinya belum makan ataupun minum seharian, sehingga membuatnya lemas, dan dokter melihat mata Hanaya sedikit bengkak, dia tau itu karena Hanaya mungkin menangis seharian.


"Gimana dok, adik saya tidak kenapa-kenapakan..?" tanya Aryan.


"Tidak, dia hanya butuh penyemangat saja." ucap dokter tersebut yang membuat mereka bertiga heran dengan pernyataan dokter tersebut.


Setengah jam kemudian Hanaya sadar, dia melihat infus yang ada ditangannya, terheran-heran, lalu memanggil Luna.


"Kok aku pake di infus segala, Luna..!! Luna...!!"


Luna segera berlari menuju ke kamar Hanaya.


"Syukurlah kamu sudah sadar." Luna memeluk Hanaya.


"Aku kenapa lun..?" tanya Hanaya.


"Tadi kamu tuh pingsan, pas di bangunin sama Riko." jawab Luna.


"Kak Riko..? Dia disini..?" tanya Hanaya sedikit kaget.


"Iya, kita semua panik melihat kamu lemah tak bertenaga." ucap Luna.


Riko dan Aryan pun datang menghampiri Hanaya, Aryan memeluk adiknya dengan sangat erat.


"Syukurlah kamu sudah bangun, kamu kenapa..? Kok bisa-bisanya nggak makan seharian, dan pingsan gitu aja."


"Mungkin aku kecapean kak, jadi seharian aku tidur terus lupa makan, lupa ngapa-ngapain." jawab Hanaya sambil tersenyum.


Tapi Riko tau Hanaya sedang mempunyai masalah, tidak mungkin seorang Hanaya melewati waktu makannya gara-gara tidur, dan dia melihat mata Hanaya sedikit sembab, berarti dia habis menangis, Riko semakin. bertanya, ada apa dengan Hanaya.


"Rik, lu temenin Hanaya sebentar ya, gue sama Luna mau beli bubur dulu buat Hanaya." Aryan menitipkan Hanaya kepada Riko.


Riko berpikir ini kesempatannya untuk menanyakan apa yang telah terjadi dengan dirinya.


"Hana, kamu kenapa..?" tanya Riko lembut.


"Aku nggak kenapa-kenapa kok." Hanaya menjawab pertanyaan Riko sambil mengalihkan pandangannya ke jendela.


"Mungkin Aryan dan Luna bisa kamu bohongi, tapi tidak dengan aku." ucap Riko.

__ADS_1


"Nggak kenapa-kenapa kok kak aku kecapean doang." Hanaya berusaha menatap mata Riko.


"Kami bilang ini tidak kenapa-kenapa, lihat mata indah mu jadi bengkak begini, kamu ada masalah dengan Min Yoongi..?" tanya Riko.


Seketika itu Hanaya menunduk, lalu menitikkan air mata, dia masih takut untuk jujur tapi Riko membuatnya ingin menceritakan segala hal yang terjadi antara dia dan Min Yoongi.


Sebenarnya permasalahan Hanaya dan Min Yoongi hanya masalah sepele, disaat Min Yoongi menghampiri Hanaya, jika bukan karena ego masing-masing mereka akan baik-baik saja sekarang, tapi Hanaya yang merasa bersalah membuat situasi semakin rumit, dan menyalahkan Min Yoongi.


"Aku bertengkar dengan Yoongi kak, hanya karena aku tidak menjawab telpon darinya, aku berusaha menemuinya dan dan ingin menjelaskan apa yang terjadi, tapi aku malah di anggap angin lalu, dia tidak mendengarkan ala yang aku katakan." Hanaya kembali menangis."


Hati Riko terasa dicabik-cabik, melihat Hanaya menangis hanya karena Min Yoongi mengabaikannya. dia berusaha menenangkan Hanaya dengan cara memeluknya, tapi di dalam hatinya Riko berkata.


"aku cemburu Hana, karena kamu begitu mencintainya."


"Sudahlah, kamu harus tenang besok kamu temui kembali Min Yoongi dan jelaskan apa yang terjadi, tapi kalo dia masih tidak menerima penjelasan mu, putuskan saja dia, dan larilah kesini." Riko semakin mempererat pelukannya.


"Apa..? kakak berharap aku putus dari Yoongi..?" Hanay melepaskan pelukan Riko.


"Bukan begitu.." Riko tertawa


Tiba-tiba Hanaya memukul dada Riko yang bidang.


"Apa aku putus saja dengan dia, karena aku memang salah." Hanaya kembali berputus asa.


"Selesaikan lah baik-baik, jika tidak ada jalan lain, aku tidak mau melihat orang yang sangat aku sayangi terluka, aku hanya ingin melihat kamu bahagia, dan tak ada tangisan." Riko menggenggam jemari Hanaya.


"Kenapa kakak tidak mencari perempuan lain, aku yakin dengan kebaikan kakak seperti ini, pasti para wanita banyak yang mengantri buat kakak." ucap Hanaya.


Riko hanya tersenyum mendengarkan ucapan dari Hanaya. karena itu tidak mudah untuknya, dia belajar dari kisah cinta pak Herman ayah tiri Hanaya yang puluhan tahun menunggu Nyonya Sandra, dan akhirnya mereka bersatu. Dan Riko pun berharap kisah cintanya akan berakhir seperti itu.


"Ponsel kamu mana, kenapa tidak aktif dari kemarin." Riko mengalihkan pembicaraannya.


"Oh, iya aku lupa aku mengisi daya batrai ponselku, dan aku matikan." Hanaya menunjuk ke atas meja tempat ponselnya diletakan.


Hanaya menyalakan ponselnya, ada ratusan panggilan tidak terjawab dan puluhan pesan yang masuk.


"Ya ampun." Hanaya melihat pesan yang masuk, terutama dari Kim Mina yang menanyakan kabarnya, lalu Lee Hye, dan Kim Hara.


Dan yang terakhir adalah pesan dari Min Yoongi ada puluhan pesan dari Min Yoongi yang masuk Hanaya yang membacanya menangis, karena dia telah salah menilai Min Yoongi.


"Hana, kamu dimana, apa Kamu baik-baik saja..? tolong hubungi aku jika kamu membaca pesanku."


"Apa kau baik-baik saja, Hana jangan membuatku panik, aku ingin ke apartemen mu tapi aku mempunyai pekerjaan yang tidak bisa di tunda."


" Jangan membuatku panik Hana, aku sedang bekerja, kenapa ponsel mu masih tidak aktif, tolong maafkan aku, aku seperti itu karena terlalu mengkhawatirkan mu, jika nanti sampai jam sepuluh nanti tidak ada kabar darimu aku akan datang ke apartemen mu."


Hanaya yang membaca beberapa pesan dari Min Yoongi menangis dia merasa bersalah, ternyata dia begitu mengkhawatirkan Hanaya, Hanaya melihat jam di dinding kamarnya, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat sepuluh menit.


Dan bel pun berbunyi, tak ada yang membukakan pintu karena Luna dan Aryan keluar untuk membeli makanan. Mau tidak mau Riko lah yang harus membuka pintu.


"Siapa malam-malam datang bertamu." ucap Riko sambil menatap Hanaya.


Hanaya diam, dia yakin itu pasti Min Yoongi, Hanaya mulai panik karena dia hanya berdua dengan Riko di apartemennya, dia takut Min Yoongi akan semakin salah paham.


Riko berjalan keluar untuk membukakan pintu, dan Hanaya mendengar suara Min Yoongi yang sedang menanyakan keberadaannya, Min Yoongi lalu berlari ke kamar Hanaya.


Min Yoongi terpaku melihat Hanaya yang di infus, dia melihat wajah Hanaya yang pucat, tanpa berpikir panjang Min Yoongi langsung memeluk Hanaya.


"Aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf, apa yang terjadi dengan mu, pantas saja perasaan ku tidak enak seharian tadi, ternyata kamu.." Min Yoongi kembali memeluk Hanaya.


Riko yang berdiri di depan pintu hanya bisa melihat adegan romantis antara Hanaya dan Min Yoongi, hatinya merasa sakit, tapi dia tau jika Min Yoongi adalah kebahagiaan Hanaya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian bel pun kembali berbunyi, Riko yang sedari tadi berada di depan pintu kamar Hanaya berjalan kearah pintu untuk membukakan pintu untuk tamu yang tidak diundang tersebut.


"Halo, selamat malam, Hanaya nya ada..?" tanya Kim Mina.


"Anda siapa..?" tanya Riko.


"Saya Kim Mina atasan Hanaya dikantor."


Riko mempersilahkan Kim Mina untuk masuk kedalam kamar Hanaya, ekspresi Kim Mina tidak jauh berbeda dengan Min Yoongi yang baru pertama kali melihat Hanaya, dia sangat kaget dengan infus yang ada ditangan Hanaya.


"Hana, are you okey..?" tanya Kim Mina.


"Iya, Nuna aku baik-baik saja." ucap Hanaya sambil tersenyum.


Kim Mina yang melihat Min Yoongi tersenyum, lalu kembali melihat kearah Hanaya.


"Kamu tau Hana, seorang Min Yoongi panik, disaat ponsel pacar kesayangannya tidak aktif " Kim Mina berusaha menghibur Hanaya dengan meledek Min Yoongi.


"Nuna, jangan berkata seperti itu." Min Yoongi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Melihat keakraban Kim Mina dan Hanaya Riko memutuskan beranjak pergi dari kamar Hanaya menuju ruang tamu.


Hanaya menoleh kearah Riko, dia sangat tau apa yang dirasakan Riko saat ini tapi hati tidak bisa diatasi jika Hanaya lebih mencintai Min Yoongi dari pada Riko.


Oh, ya apa kamu sudah makan, apa mau aku masakan sesuatu..?" tanya Kim Mina.


"Tidak usah, kakak ku sudah keluar untuk membeli makanan." ucap Hanaya.


"Aku saja yang akan membuatkan mu bubur, pasti mereka akan lama, membuat bubur hanya butuh waktu beberapa menit saja." Min Yoongi segera kedapur dan membuatkan bubur untuk Hanaya.


Riko yang melihat Min Yoongi dengan santainya masuk kedapur, lalu menghampiri Min Yoongi.


"Kau sedang apa..?" tanya Riko.


"Aku sedang membuatkan bubur untuk Hanaya, kasian dia jika menunggu terlalu lama." ucap Min Yoongi.


Riko memperhatikan gerak-gerik Min Yoongi, dan semakin penasaran.


"Kenapa dia tau segala sesuatunya disini, sepertinya dia tidak asing lagi dengan rumah ini, apa dia sering main kesini..?" Riko bertanya-tanya dalam hati.


Beberapa menit kemudian bubur pun sudah matang, Min Yoongi menyiapkan bubur yang akan dibawa untuk Hanaya ke kamar, tanpa menghiraukan keberadaan Riko, dia langsung kembali masuk ke dalam kamar Hanaya.


***


Akhirnya Aryan dan Luna pun datang mereka begitu banyak membawakan makanan, Aryan meminta tolong kepada Riko untuk membawakan tentengan yang berisi makanan ke dapur, tapi Riko berkata sehingga Aryan sedikit terkejut.


"Hanaya sudah selesai makan, kalian beli makan dimana kenapa lama sekali."


"Benarkah, Hanaya makan apa..??" tanya Aryan.


"Sang pujaan hatinya datang dan membuatkan bubur dengan rasa cinta yang tak terhingga."


Riko jelas sekali jika dia sangat cemburu, tapi Aryan yang menyadarinya berkata


"Sebelum janur kuning melengkung bro..!!"


"Bisa aja Lo..!"


Ary yang penasaran menghampiri Hanaya dan min Yoongi ke kamarnya, tapi disaat dia memasuki kamar Hanaya, Aryan seperti disambar petir di siang bolong. Di melihat Kim Mina sang cinta pertamanya. Mereka saling bertatapan, tapi Kim Mina sudah mengetahui jika Hanaya adalah adiknya Aryan laki-laki Indonesia yang menyukainya.


"Mina..??" Aryan terperanjat.

__ADS_1


"Hai, sudah lama tidak bertemu." Kim Mina tersenyum, dan membuat jantung Aryan berdetak sangat cepat.


__ADS_2