Fantasi Hana My Yoongi

Fantasi Hana My Yoongi
Kembali


__ADS_3

Setelah kembali ke Seoul Min Yoongi akhirnya bisa menikmati hari liburnya selama dua hari, sebelum kembali ke jadwal pekerjaannya yang sangat padat. Dia merogoh kantong celananya yang berwarna hitam lalu mengambil ponsel dan langsung menghubungi Hanaya agar bisa segera bertemu, karena pekerjaannya yang diluar kota Seoul satu Minggu sudah mereka tidak bertemu, dan Min Yoongi menjadi sangat merindukan Hanaya.


Berkali-kali Min Yoongi mencoba menelpon Hanaya tetapi tidak ada jawaban dari Hanaya, yang membuat Min Yoongi sedikit kesal.


"Hana, kamu kemana sih, kenapa teleponku tidak kamu angkat"


Min Yoongi mencoba menelpon Kim Mina tapi Kim Mina juga tidak tau Hanaya dimana. Lalu, diapun memutuskan untuk menghampiri Hanaya ke restorannya.


Satu jam berlalu, akhirnya Min Yoongi tiba di depan restoran Hanaya yang sedang ramai oleh para pengunjung, Min Yoongi yang takut kehadirannya akan di ketahui oleh orang-orang sekitar, dia memutuskan untuk masuk melewati pintu belakang. Dia sangat berhati-hati sehingga para pegawai Hanaya pun tidak tau dengan kedatangannya kecuali sang manager restoran tersebut, karena manager tau Min Yoongi adalah pacar bos nya, dia membantu Min Yoongi untuk masuk, dan segera memasuki ruangan Hanaya.


"Manager Lee, Hanaya ada dimana?"


"Nona Hanaya ada didepan tuan, karena pengunjung sangat ramai, dia inisiatif untuk membantu para karyawan yang lumayan kewalahan." jelas manager Lee.


"Oh, gitu ya."


"Saya pamit tuan." manager Lee keluar dan menutup pintu.


Dua jam berlalu Hanaya masih saja belum terlihat, membuat Min Yoongi sedikit gelisah, tapi dia masih sabar menunggu.


Tiba-tiba ponsel Hanaya bergetar, Min Yoongi mencari-cari asal dari suara getaran ponsel tersebut. ternyata ponsel Hanaya persis di sampingnya lalu Min Yoongi mengambil dan melihat ponsel tersebut.


"Dua pesan dari ..?" Min Yoongi penasaran, tapi dia tidak mengerti dengan pesan yang ditulis Riko.


"Aduh, capek banget." Hanaya masuk kedalam ruang kerjanya dan dia sangat kaget setelah melihat apa yang ada di depan matanya.


"Aaaaaaaaaa...., Hanaya apa kamu berhalusinasi lagi..?" Hanaya menampar dan mencubit pipinya.


"Auu, sakit."


"Kenapa..?" Min Yoongi bersuara.


"Ini benar-benar kamu, aku nggak lagi bermimpi kan..??" Hanaya mendekati Min Yoongi.


"Ini aku SUGA...!!!" Min Yoongi menyentuh pipi Hanaya dengan kedua tangannya.


"Sayang, kapan kamu datang kenapa tidak meneleponku?" Hanaya sangat gembira dan langsung memeluk Min Yoongi.


"Aku sudah menelepon mu, tapi kamu tidak menjawabnya."


"Aah, maaf ponselku tertinggal aku sangat merindukan mu...!!" Hanaya kembali memeluk Min Yoongi.


"Benarkah, apa kamu benar-benar sangat merindukanku..?"


"Iya, aku sangat-sangat rindu, mungkin jika kamu belum kembali kesini hari ini aku akan menyusul mu kesana." Hanaya melepaskan pelukannya dari Min Yoongi.


"Kalau kamu benar-benar rindu, sini aku akan memelukmu." Min Yoongi merentangkan tangannya.


Dengan wajah tersenyum Hanaya kembali memeluk Min Yoongi.


"Aku juga, aku juga sangat rindu sekali." Min Yoongi memeluk Hanaya dengan hangat.


"Apakah pekerjaanmu sudah selesai..?" tanya Min Yoongi sambil melepaskan pelukannya.


"Hmm.." Hanaya menganggukkan kepalanya.


"Bisa kita pergi sekarang..?"


"tentu..."


***


Satu jam kemudian.


"Kenapa..??" Min Yoongi melihat kearah Hanaya yang dari tadi selalu menatapnya.


"fokuslah melihat kedepan..!!! Hanaya tidak menjawab pertanyaan Min Yoongi, tetapi malah menyuruh Min Yoongi fokus untuk menyetir.


"Aaaa, bagaimana aku bisa fokus dari tadi kamu hanya menatapku." Hanaya membuat Min Yoongi menjadi malu.


"Min Yoongi...!!!


"Kenapa..??"


"kenapa kamu manis sekali..??"


"hug...hug...hug..." ucapan Hanaya membuat Min Yoongi terbatuk-batuk.


"Apa kamu baik-baik saja, minum dulu." Hanaya mengambil sebotol air mineral dan memberikannya kepada Min Yoongi.


"Aku tidak butuh minum."


"????.."


"Aku hanya butuh kamu."


"Hahahaha..." Hanaya tertawa karena Min Yoongi membalasnya.

__ADS_1


"Kenapa..??" Min Yoongi ikut tertawa.


"Yoongisie...!!"


"Hmm.."


"I love you.." Hanaya mendorong tubuhnya kearah Min Yoongi dan mencium pipinya.


Min Yoongi pun tersenyum.


"Aku juga.." lalu menggenggam tangan Hanaya.


"Oh ya kita mau kemana, kenapa dari tadi masih belum sampai..?" tanya Hanaya.


"Sedikit lagi kita akan sampai." jawab Min Yoongi.


Beberapa menit kemudian.


"Wah...ini dimana..? tanya Hanaya dengan kekagumannya pada saat mereka memasuki pekarangan yang luas.


"Tempat yang selalu aku pilih untuk beristirahat sendiri." jawab Min Yoongi.


"Oh, bagus sekali."


"Ayo, turun." Min Yoongi selesai memarkir mobilnya.


Mereka berdua berjalan memasuki rumah yang sangat luas tersebut, dan membuat Hanaya kagum dengan apa yang ada didalam rumah itu, terlebih lagi dihalaman belakang ada sebuah danau buatan, dan membuat udara semakin sejuk, di akhir musim panas.


"Tempatnya sangat luas, kenapa kamu tidak mengajak yang lain..?" tanya Hanaya.


"Mereka sibuk dengan urusan masing-masing."


"Oh, begitu."


"Apa kamu menyukai tempat ini..?" tanya Min Yoongi.


Hanaya menganggukkan kepalanya, dan membuat Min Yoongi sangat senang.


"Satu bulan kedepan aku akan sangat sibuk dengan persiapan konser nanti di LA, jadi kita diberi waktu dua hari untuk beristirahat, dan aku akan memberikan dua hari itu untuk kamu."


Perkataan Min Yoongi membuat Hanaya merasa bersalah tapi tidak dipungkiri dia juga merasa sangat senang.


"Maaf, aku sudah mengganggu waktu istirahat mu."


"Kenapa kamu minta maaf, aku mengajakmu kesini karena aku sangat merindukanmu, dan ingin berduaan denganmu." menghampiri Hanaya lalu memeluknya dari belakang.


"Min Yoongi...!!" Hanaya melepaskan pelukan Min Yoongi.


"Perutmu semakin membuncit.." Hanaya meremas perut Min Yoongi.


"Apa..?? Benarkah...??"


"Iya, kamu harus diet jangan sampai kamu susah bergerak saat konser nanti." Hanaya meninggalkan Min Yoongi lalu berjalan menuju halaman belakang.


"Iya,, baiklah tanpa kamu suruh aku akan diet, tapi nanti." jawab Min Yoongi sambil menyusul Hanaya.


"Waaah....indah banget, mungkin udara pagi akan lebih menyegarkan."


"Tentu, aku akan menikmati pagi ku disini dengan secangkir kopi dan nona Hanaya disini."


"Apa..?"


"Kita menginap, dan sorenya kita akan pulang."


"Tapi Luna dan kak Aryan aku belum meminta izin kepada mereka." Hanaya mencari-cari alasan.


"Apa gunanya kamu memiliki ponsel mahal, kalau hanya untuk menghubungi mereka tidak bisa."


"Bukan begitu.."


"Telpon mereka, tidak... sini ponselmu." Min Yoongi mengambil ponsel Hanaya.


"Biar aku saja."


"Selesai..." Min Yoongi mengembalikan ponsel Hanaya.


"Aku sudah kirim pesan ke mereka, jadi tidak ada yang harus kamu khawatirkan."


"Dasar.." Hanaya tersenyum.


***


Min Yoongi berjalan perlahan menuju Hanaya dengan dua kaleng soda ditangannya, melihat Hanaya yang sedang asyik menatap cahaya yang keluar dari tubuh kunang-kunang yang sedang beterbangan membuat Min Yoongi tersenyum.


"Indah bukan..?" tanya Min Yoongi dan menyodorkan sekaleng soda yang dibawanya.


"Ya, sangat indah...!!!" Hanaya tersenyum.

__ADS_1


"Iya, Begitu indah." Min Yoongi menatap Hanaya.


"Sangat indah, ditambah dengan langit malam yang penuh dengan bintang, aku sangat menyukainya."


"Iya, aku juga sangat menyukainya." Min Yoongi terus saja menatap Hanaya, yang masih terpana dengan kunang-kunang yang semakin banyak beterbangan.


Min Yoongi menarik tangan Hanaya dan mencium bibirnya, spontan Hanaya terkejut, dengan apa yang dilakukan Min Yoongi tapi tidak butuh waktu lama Hanaya pun mengikuti alur yang diatur Min Yoongi, mereka tenggelam dengan perasaan yang sangat menggebu, dengan waktu yang sangat terbatas untuk mereka bersama, mereka meluapkan semua hasrat yang ada, Min Yoongi masih saja tidak ingin melepaskan bibir Hanaya, dia terus menerus mengulum, dan menggigit bibir Hanaya, dan...


"Aah.." Hanaya meringis kesakitan.


"Kenapa..??" Min Yoongi tersadar dengan apa yang dilakukannya.


"Sakit."


"Maaf, aku tidak bisa mengendalikan diriku, apa lukanya dalam..?" Min Yoongi merasa bersalah.


"Entahlah.."


"Maaf.." Min Yoongi memeluk Hanaya dan tertawa.


"Kenapa tertawa..?" tanya Hanaya.


"Kamu juga menggigitku.."


"Benarkah, mana apakah sakit..??" Hanaya melepas pelukan Min Yoongi dan melihat kearah bibirnya.


Melihat tingkah Hanaya membuat Min Yoongi kembali mencium Hanaya.


merekapun melanjutkan adegan romantis yang ditemani lampu taman, dan cahaya kunang-kunang, suasana yang sangat mendukung untuk mereka saling melepas rindu.


Nafas mereka pun menjadi tidak beraturan, jantung mereka berpacu dengan cepat, cukup lama untuk mereka berciuman, dan rasa sakit bekas gigitan pun mulai tidak terasa.


Beberapa menit kemudian.


"Aku tidak akan melakukan lebih dari ini..." Min Yoongi melepaskan ciumannya dari bibir Hanaya dan mengecup keningnya.


"Terimakasih sudah menjagaku." Hanaya memeluk Min Yoongi.


"Kamu wanita ku, jadi aku akan menjagamu."


"Aku lapar.." tiba-tiba perut Hanaya keroncongan.


"Oh, sebentar aku akan membuatkan spaghetti untukmu, tunggu ya..!"


"Hmm" Hanaya menganggukkan kepalanya.


Karena bosan menunggu Hanaya menyusul Min Yoongi ke dapur, dia berniat hendak ingin membantu Min Yoongi, tapi apa yang dilihat Hanaya membuat dirinya panik seketika.


"Haaaaaaa........"


"Kenapa, kenapa..? Kenapa kamu berteriak..?"


"Bibirmu, leher mu..." Hanaya malu dan menutup matanya.


"Kenapa bibir dan leherku..?"


"Maaf, kenapa bibirmu lukanya sangat terlihat jelas..??" Hanaya benar-benar merasa bersalah, dan malu.


"Benarkah..?" Min Yoongi membuka kamera ponselnya untuk bercermin.


"Wah, Hanaya kamu benar-benar garang, lihat lah bukan bibirku saja, tapi leherku." Min Yoongi menggoda Hanaya.


"Jangan begitu, aku malu..." Hanaya membelakangi Min Yoongi.


"Kenapa malu..?" Min Yoongi mencium pipi Hanaya, sambil membawa spaghetti bikinannya keatas meja makan.


"Ayo, makan."


Hanaya berjalan perlahan, dia masih sangat malu dengan perbuatannya sendiri.


"Aku ingin ke kamar mandi dulu."


"Oke.."


Dan....


"Aaaaaaaaaa...!!!!"


"Hana, kenapa..?" Min Yoongi langsung berlari ke kamar mandi.


"Kenapa aku juga ada....!!!" Hanaya kaget dan semakin malu.


Melihat tingkah Hanaya seperti itu Min Yoongi menjadi sangat geli, dan tidak bisa menahan tawanya, dia yakin ini adalah kali pertama Hanaya mendapatkan tanda merah dilehernya, dan membuatnya panik.


"Masih kurang, mau aku tambah lagi..?" Min Yoongi mencium leher Hanaya.


"Jangan..." Hanaya langsung mengelak.

__ADS_1


Min Yoongi sangat senang bisa menjahili Hanaya.


"Ayo makan, keburu dingin spaghettinya." Dan Min Yoongi menarik tangan Hanaya keluar dari kamar mandi.


__ADS_2