
Hari ini adalah hari keberangkatan Nyonya Sandra ke Jepang, dia akan pergi selama beberapa bulan untuk mengurus restoran cabang disana, karena Aryan tidak pernah berminat dengan usaha keluarga. Orang satu-satunya yang bisa turun tangan hanya lah Nyonya Sandra.
"Sayang, maaf ya untuk beberapa bulan kedepan mama ngg bisa nemenin kamu dirumah." Nyonya Sandra memeluk Hanaya dan mencium pipi nya.
ko
"Iya mah,nggak apa-apa, ada kak Arya kok." Hanaya tersenyum.
Semenjak Hanaya sadar dari koma nya, hubungan Nyonya Sandra dan Hanaya menjadi lebih dekat. Nyonya Sandra lebih banyak mengekspresikan kasih sayang nya terhadap Hanaya.
"Aryan, jaga adik mu, mama gak mau mendengar kabar yang macam-macam lagi ya." Nyonya Sandra mewanti-wanti Aryan.
"Siap Bos, perintah dilaksanakan." Aryan pun mencium dan memeluk mama nya. "Hati-hati ya Ma, maaf Aryan belum bisa membantu.
"Memang selalu begitu.." Nyonya Sandra pun berangkat dengan di antar oleh Herman sopir pribadi nya.
Setelah Nyonya Sandra pergi Hanaya pun pergi masuk kedalam kamar nya, dan disusul Aryan yang mengikuti Hanaya dari belakang.
"Ah..hanya tinggal kita berdua dirumah, kita ngapain ya Hana, biar nggak jenuh dirumah..??" Aryan menghempaskan tubuh nya ke atas ranjang Hanaya.
"Hana nggak ingin ngapa-ngapain kak, Hana mau kerja lagi tapi nggak dibolehin sama mama, kalo mau kerja ya bantuin usaha keluarga." Hanaya pun ikut menghempaskan tubuh nya di ranjang bersebelahan bersama Hanaya.
"Kakak penasaran, kok kamu jadi berubah seratus delapan puluh derajat gitu, yang biasanya nggak suka kopi, sekarang suka, sekarang lebih suka sendiri, biasa nya kalo udah sendirian kamu pasti bawa Dewi,Luna dan Maya. Tapi sekarang kamu malah jarang bergaul dengan Mereka. terus kamu kapan belajar bikin sarapan, Kaya nasi goreng, dan sandwich menurut kakak lumayan enak lho bikinan kamu darai pada mama.." Aryan begitu sangat penasaran.
"Nggak tau kak, kaya nya Hanaya udah terbiasa aja gitu, cuma...!!" Nggak tau lah Hanaya juga bingung. "Hanaya pun berdiri dari tempat tidur nya. Dia tidak ingin Aryan bertanya lebih jauh lagi. Padahal dalam hati nya berkata " Itu karena seseorang yang sangat Hanaya sukai kak.."
Hanaya yang sekarang lebih banyak berdiam diri di rumah, membuat Luna hampir setiap hari kerumah Hanaya. Itu pun sekaligus ajang pendekatan kepada Aryan.
"Haiii....!! kaya nya seru banget nih, aku buka pintu aja nggak ada yang tau. Luna pun meletakan barang belanjaan nya di meja makan, lalu bergabung dengan Hanaya dan Aryan yang sibuk main game.
" Tuh, aku dicuekin kan..??!" Luna merajuk.
"Hai lun." Hanaya menyapa tapi tidak melihat ke wajah Luna. Begitupun dengan Aryan dia melakukan hal yang sama kepada Luna.
__ADS_1
"Ini nih,yang bikin sebel." Luna pun langsung membawa barang belanjaan nya ke dapur. Lalu membawa sekotak pizza ke depan Hanaya dan Aryan, yang mencium wangi pizza menghentikan game nya.
"Wah..kamu tau aja ya lun,kita belum pada makan." Arya langsung melahap nya.
"thanks ya lun, kamu udah bisa ngegantiin Mis Sandra dirumah ini.."
"Maksud..??" Luna tidak mengerti.
"Nggak ada maksud apa-apa kok..!!" Hanaya beranjak pergi kekamar nya.
Luna yang ditinggalkan bersama Aryan merasa salah tingkah,dan beranjak ke dapur.
"Eeh, mau kemana kok pada ninggalin Abang nya sih..??" Aryan berbicara dengan mulut yang penuh berisi pizza.
"Mau ke dapur dulu tadi mamah nitip Sop iga buat Hanaya jadi aku panasin dulu." Luna mencari alasan agar lepas dari hadapan Aryan.
"Ntar aja, temenin aku dulu aja sini..!!" Aryan memaksa.
"Nggak apa-apa kak, santai aja." Luna pun berlari ke dapur.
Karena kasian akhirnya Aryan akhirnya membantu Luna. Aryan berdiri persis didepan Luna dan mengulurkan tangan nya ke atas. Luna yang terkejut membalikan badan nya,tapi kepala nya terbentur oleh dada Aryan yang bidang.
"Auu."
Luna mengusap-usap jidat nya, dan menengadah melihat Aryan yang Hanya berjarak beberapa centimeter dari nya. Bak adegan di film-film romantis, Aryan belum menggeser langkahnya dari Luna, begitupun sebalik nya, mereka saling bertatapan, sehingga membuat jantung Luna berdetak begitu cepat.
"Sial, kenapa dia yang nongol sih seperti nya jantung ku mau copot gara-gara dia terlalu dekat, Hana bantu aku keluar dari situasi ini.." Luna berbicara dalam hati.
Tapi tak disangka Aryan pun juga menjadi gugup disaat mata mereka saling bertatapan.
"Kenapa jadi deg-degan begini..?" Aryan pun tersenyum tapi langsung panik.
Tanpa mereka sadari ternyata Hanaya sudah cukup lama berdiri di depan meja makan, dn memperhatikan adegan romantis tersebut. Tanpa berpikir panjang dia pun beranjak keluar lalu masuk lagi ke dalam kamar nya. seketika itu wajah Hanaya pun berubah murung.
__ADS_1
"Mengapa mereka mengingatkan ku padamu..?" Hanaya berjalan menuju poster besar yang ada di dinding kamar nya.
"Yoongi..!! kenapa kau tau tak pernah muncul lagi di hadapan ku..?" seketika itu Hanaya langsung menitikkan air mata.
"Aku sangat merindukan mu."
selang beberapa saat kemudian, ada suara yang memanggil nya.
"Hana..!! kamu nggak mau keluar, apa mau dikamar terus..??" terdengar suara Aryan berteriak dari bawah. Hanaya pun langsung keluar kamar Dena menghapus air mata nya.
"iya,tunggu sebentar." dia pun keluar dari kamar.
"Hana, mamah tadi nitip Sop iga kalo mau makan, sop nya udah aku panasin.."
"Iya, udah tau." Hanaya pun langsung ke dapur.
Luna yang mendengar jawaban dari Hanaya jadi Salah tingkah, dalam hati nya bertanya-tanya. "Luna nggak ngeliat aku sama Aryan kan, di dapur tadi..??" wajah nya agak sedikit memerah.
Beberapa menit kemudian Hanaya keluar dengan secangkir kopi cappucino hangat, langsung duduk di sebelah Aryan lalu berkata.
"Kalo mau pacaran, pacaran aja ngapain ngumpat-ngumpat di dapur." mendengar ucapan Hanaya Luna langsung menampik nya.
"Siapa yang pacaran, iih, asal ya kalo ngomong.." Luna kelihatan malu.
"Emang boleh kakak pacaran sama Luna..?" pertanyaan Aryan membuat wajah Luna semakin memerah dan menjadi salah tingkah.
"Ya boleh-boleh ajalah,siapa yang ngelarang lebih cepat lebih baik. Kelamaan menjomblo nggak baik buat kesehatan." Hanaya pun beranjak dari tempat duduk nya, tapi di cegat oleh Aryan.
"Kamu mau kemana lagi..?" Aryan menarik tangan Hanaya dan membuat kopi tumpah ke baju Hanaya.
"Kakak...liat ni, kena baju Hana kan." Hana kesal dan langsung menuju kamar nya untuk mengganti pakaian.
***
__ADS_1
"Lun, aku di taman ya, kalo ada apa-apa,atau kak Aryan macam-macam tinggal teriak aku pasti dengar kok." Hanaya sepertinya ingin memberikan kesempatan untuk Aryan dan Luna berduaan, dan berharap mereka benar-benar bisa pacaran.