Fantasi Hana My Yoongi

Fantasi Hana My Yoongi
Harapan


__ADS_3

Hanaya mematikan laptopnya, pertanda pekerjaannya hari ini telah selesai, Luna yang sudah menunggu dari tadi, di luar ruangan Hanaya menggerutu.


"Yang katanya cuma sampe jam enam, sekarang liat udah jam berapa..??"


"Baru jam setengah delapan, masih sore..!!" Hanaya melangkahkan kaki nya ke arah lift.


"Sore dari mana nya, udah malam ini, seharus nya aku udah rebahan di tempat tidur, sambil telponan sama Aryan." Luna menyusul Hanaya dari belakang.


"Udahlah sekali-kali nemenin adik ipar lembur kan bisa jadi nilai plus, jadi mempermudah jalan untuk kalian kedepannya."


Mendengar ucapan Hanaya, membuat Luna tertawa kesel.


"Apa..?? nilai plus bukan nya kamu yang selalu minus kelakuan nya..??" Luna mendahului Hanaya masuk kedalam lift.


" Kita mau makan apa, biar aku yang traktir.." Hanaya sudah mengetahui karakter dari Luna, jika sudah merasa lapar, emosi Luna terkadang tidak bisa dikontrol, terkadang semua orang yang ada dihadapan nya selalu salah.


"Ya udah, kita makan stik di depan kantor aja, lebih dekat..!!" Hanaya pun menarik tangan Luna yang sudah kelaparan karena menunggu Hanaya selesai dari pekerjaan nya.


***


"Aah...!!" Selesai mandi Hanaya menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur, bekerja hampir tiga belas jam yang lumayan menguras tenaga dan pikiran membuat tubuh Hanaya letih, itu terbukti tidak lama sesudah itu Hanaya pun terlelap, masih dengan handuk tergulung diatas kepalanya.


"Hana...!!" seseorang membangunkan Hanaya.


"hmm.." Hanaya merespon panggilan tersebut, tetapi dia tidak membuka matanya.


"Bangun Hana, sudah pagi..!!" Suara itu tidak asing di telinga Hanaya.


"Bangunkan aku jam 12 nanti, sekarang kan weekend aku mau sedikit lebih lama untuk beristirahat." Hanaya masih saja belum membuka matanya, dia merubah posisinya dan sekarang membelakangi orang yang membangunkan nya itu.


"Yakin, kamu tidak mau bangun..??" suara itu sekarang agak sedikit menjauh.


Hanaya, yang menyadari suara itu membuka matanya, lalu membalikan badannya dan melihat orang yang membangunkan nya.


Hanaya bangun, dan bangkit dari tempat tidurnya, lalu menghampiri orang tersebut, yang sekarang berdiri didepan teras kamar Hanaya.


"Yo..Yoongi..?" Hanaya langsung memeluk Yoongi dari belakang.


"Kenapa kamu baru datang hari ini..?" Hanaya menahan tangisnya.


Yoongi pun membalikan badan nya, lalu membalas pelukan Hanaya.


"Maaf, aku tidak bisa disamping mu, begitu banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan." Yoongi mengusap kepala Hanaya.


"Paling tidak beri kabar kepadaku,atau ucapkan sesuatu disaat kamu tampil di tv, entah itu hanya satu kata, atau apalah semacam kode jika kamu masih mengingat aku." Hanaya tidak melepaskan pelukannya dari Yoongi.


"Sekarang kan aku sudah ada disini, jadi itu buat apalagi..?" Min Yoongi tersenyum, lalu melepaskan pelukan nya.


"Jika kamu pergi kali ini kamu harus mengajak aku.." Hanaya merajuk.


Yonggi hanya tersenyum.

__ADS_1


"Kamu belum makan, aku akan membuatkan mu sarapan, tunggu sebentar." Yoongi yang akan keluar dari kamar ditahan oleh Hanaya.


"Tidak, aku tidak ingin jauh darimu sekarang kamu harus menemaniku untuk tidur." Hanaya menarik tangan Yoongi menuju ranjang.


Yonggi hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku Hanaya, dan hanya mengikuti apa yang dikatakannya.


"Ayo kita tidur, sampai pagi-pagi seterusnya..!!" Hanaya bertingkah seperti anak kecil.


"Benarkah, apakah kamu tidak akan makan, ke kamar mandi, dan pergi bekerja..??" Yoongi melepaskan tangan Hanaya.


"Jika itu mampu membuat ku bisa terus bersama kamu kenapa tidak..?!!" Hanaya menjawabnya dengan santai.


"Baiklah, kalo itu mau mu." Yoongi pun berbaring dan merentangkan tangan nya.


"Ayo, kesini kita akan tidur Sampai kamu bosan untuk tidur.." Yoongi menarik Hanaya kedalam pelukannya.


"Kamu tau, disinilah tempat ternyaman yang pernah aku rasakan.." Hanaya memeluk Yoongi.


"Benarkah..?? Berarti kamu harus ikut bersama ku ke Korea." Yoongi membalas pelukan dari Hanaya.


"Benarkah..? aku boleh ikut bersama mu..?? Hanaya mendongakkan kepalanya untuk melihat Yoongi.


"Hmm..tentu saja. Aku jadi ingin tidur..!!" Yoongi makin mempererat pelukannya.


Merekapun akhirnya terlelap.


***


"Hana, mama masuk ya..!!"


Ternyata Hanaya masih tidur, sedangkan jam sudah menunjukan pukul 1 siang.


"Ya ampun Hana, udah siang lho, masa anak gadis bangunnya siang terus, udah tidurnya nggak pake baju lagi, handuk kemana-mana..". Nyonya Sandra mengoceh.


Melihat Hanaya yang masih saja tidur, tak sedikitpun terusik oleh ocehan Nyonya Sandra, akhirnya Nyonya Sandra menarik guling yang dipeluk oleh Hanaya.


"Hanaya... bangun buruan..!!"


Dan akhirnya Hanaya pun terbangun, itupun hanya untuk mengambil guling yang ditarik Nyonya Sandra.


"Yoongisie...kamu mau kemana lagi..??" Disini saja.."


"Ya ampun Hanaya, mama tunggu 1 jam untuk turun kebawah, jam 2 mama akan pergi sama Hendra ke luar kota, mama akan menemui klien, jadi kalo kamu nggak bangun mama akan langsung pergi, Ayo nak bangun.." Nyonya Sandra akhirnya keluar dari kamar Hanaya.


Tidak lama kemudian, Hanaya terbangun, dan melihat sekeliling tempat tidur nya, lalu menekuk kepalanya.


"Ternyata cuma mimpi.." Hanaya pun bangkit dari tempat tidur, dan langsung menuju kamar mandi, sebelum masuk ke kamar mandi dia berdiri sejenak di depan poster Min Yoongi yang terpampang besar di dinding kamarnya.


"Hai pria dingin, aku akan menyusul mu ke Korea, tunggu aku disaat aku sudah fasih dengan bahasa mu, kemanapun kamu, Aku akan mengikuti mu.


Kali ini Hanaya begitu terlihat sangat ceria, dan senyum nya selalu mengambang di pipinya. Sehingga Nyonya Sandra pun heran melihat tingkah putri nya.

__ADS_1


"Hana, mama pergi dulu ya, Mama sudah menelpon Luna, sebentar lagi dia akan kesini.." Nyonya Sandra mendaratkan ciuman kasih sayang ke kening Hanaya.


"Iya ma, have fun ya, Pak Herman jagain mama ya, awas tua-tua begitu masih banyak yang naksir lho.." perkataan Hanaya membuat Herman tertawa dan mengangkat Jempol nya pertanda dia mengiyakan ucapan Hanaya.


"Da...mama, hati-hati, ya..!!" Hanaya melambaikan tangannya ke mobil yang sudah melaju.


Tidak lama kemudian, Luna pun datang dia membawakan makan siang untuk Hanaya, Hanaya yang kelaparan langsung mengeluarkan makanan yang dibawa oleh Luna.


"Heii.. pelan-pelan sis, tenang aja ini memang dibawain buat kamu kok..!!" Luna senang melihat Hanaya yang selalu suka dengan makanan yang dibawa nya, dan selalu mengingatkan dia terhadap Aryan.


"Lun, mau nggak tahun depan kita ke Korea..?" Hanaya bertanya kepada Luna.


"Ke Korea, serius..??" Luna kaget dengan pertanyaan Hanaya.


"Ho,oh.." Hanaya menganggukkan kepalanya.


"Pekerjaan kita gimana..? Nggak mungkin dong pekerjaan kita tinggalin, yang ada bisa di pecat sama atasan tiba-tiba minta izin ke Korea." Luna sebenarnya ingin sekali ke Korea dan bisa bertemu dengan Aryan.


"Ini kalau kamu mau ya..!! Aku memang akhir tahun mau resign dari pekerjaan, karena mama sudah meminta ku untuk mengurus usahanya yang ada di Korea dan Jepang. Dan aku akan meminta mama untuk kamu ikut ke Korea agar bisa membantuku disana." Hanaya tau jika Luna tidak akan menolak ajakannya.


"Hmm..oke, kita akan sama-sama resign dari pekerjaan.." Luna menerima tawaran Hanaya.


"Oke, deal kita akan ke Korea.." merekapun bersalaman.


"Min Yoongi,,,aku akan menemui mu....!!!" Hanaya berteriak sehingga suaranya bergema di setiap sudut ruangan rumah nya yang besar.


Luna yang melihat tingkah Hanaya. Hanya bisa menggelengkan kepala nya.


"Hanaya..kamu benar-benar kacau."


"Iya..kacau karena Min Yoongi.." Hanaya menarik tangan Luna, lalu memeluk Luna sambil tersenyum, dan mengajaknya berdansa.


"Min Yoongi...!!"


"Eeh, lepas tolong ya, kamu bikin aku ngeri Hana..!" Luna melepaskan pelukan Hana.


"Lun, kira-kira aku bisa nggak ya ketemu langsung sama Min Yoongi..??"


Luna berpikir sejenak untuk menjawab pertanyaan Hanaya.


"Hmm, pertanyaan yang sangat sulit aku jawab Hana, kamu berdoa saja semoga kamu bisa bertemu dengan idola mu yang membuat kamu menjomblo begitu lama.." Luna menjawab pertanyaan Hanaya dengan candaan yang membuat Hanaya agak kesal.


"Kok jawaban nya begitu sih, jangan bikin aku jadi pesimis gitu dong...!!"


mendengar ucapan Hanaya, Luna pun mendekat lalu berkata.


"Hana, aku bahagia jika kamu bahagia dan aku juga berharap kamu bisa mendapatkan yang terbaik, dan aku juga berharap kamu bisa ketemu dengan SUGA."


Hanaya tersenyum mendengar perkataan Luna, lalu memeluknya sambil berkata.


"Thank you my friend, kamu memang yang terbaik dan selalu mendukung apapun yang aku lakuin.

__ADS_1


__ADS_2