
Seminggu telah berlalu, Hanaya kembali dengan pekerjaannya sebagai stylish para anggota Bangtan. Hari-harinya dipenuhi dengan senyuman, bisa melihat orang yang dicintainya pada saat bekerja dia berpikir ini adalah pekerjaan yang sempurna untuknya agar terus bisa bersama Min Yoongi.
Disaat jam makan siang Min Yoongi tidak segan-segan untuk mengahampiri Hanaya untuk menikmati makanan yang dipesan dari restorannya sendiri. Sehingga Kang Bora yang selama ini dikenal dekat dengan Min Yoongi cemburu. Dia merasa setelah Hanaya masuk sebagai sebagai tim Min Yoongi seperti menjaga jarak dengannya.
"Dasar perempuan ******." Kang Bora melirik kearah Hanaya dan Min Yoongi.
"Noona, apa hanya Hyung saja yang kau kasih makan..? Aku juga mau sepertinya enak sekali." Jungkook menghampiri Hanaya dan Min Yoongi.
"Jangan bicara seperti itu. Ini makanlah." Hanaya memberikan makanan yang dipegangnya.
Dan tidak lama sesudah itu disusul oleh ke lima member yang lain. Mereka juga ikut mencicipi makanan yang di pesan Hanaya.
Kang Bora tidak tahan melihat kedekatan Hanaya dengan para member yang lainnya, sehingga dia memutuskan pergi meninggalkan mereka dan mencari makan siang diluar gedung HYBE.
Min Yoongi tidak lagi menutupi hubungannya dengan Hanaya, tapi dengan satu syarat dia harus lebih berhati-hati untuk tetap merahasiakan hubungannya sampai waktu yang belum ditentukan. karena itulah peraturan yang harus dipatuhi oleh Min Yoongi sebagai artis dibawah naungan HYBE entertainment.
Dan para staf, dan orang-orang yang berada di HYBE entertainment juga akan ikut merahasiakan hubungan mereka.
***
"Hana..!!" terdengar suara Min Yoongi dari kejauhan. Dia sedikit berlari untuk menghampiri Hanaya
"Apa kamu sudah mau pulang?"
"Iya, tapi aku harus mengemasi beberapa barang-barang yang akan dibawa oleh Kim Hara dulu.
"Memangnya Kim Hara kemana?" tanya Min Yoongi.
"Dia masih di atas. Kim Mina memintanya untuk mengurus idol lain yang sedang melakukan pemotretan.
"Begitukah."
Hanaya menganggukan kepalanya.
"Apa kamu bisa mencari tempat untuk kita makan malam nanti?" tanya Min Yoongi.
"Baiklah, ada tempat yang cocok untuk kita berdua." jawab Hanaya. Dia langsung berpikir untuk membawa Min Yoongi ke restorannya.
"Baiklah, nanti aku akan jemput mu jam tujuh nanti."
"Baiklah, sampa ketemu nanti malam." Hanaya memberikan kecupan perpisahan di pipi Min Yoongi.
"Hati-hati di jalan disaat pulang."
Mereka pun berpisah, dan Min Yoongi kembali bekerja.
***
Di saat pulang bekerja Hanaya menyempatkan diri untuk datang ke restoran, untuk memberi tau, jika dia akan makan malam bersama Min Yoongi direstorannya. karena dia menganggap disitulah tempat yang paling aman, dan tak akan ada yang bisa mengganggunya.
Sesampainya di restoran dia langsung di sambut oleh Manager Lee.
"Selamat sore Hana, tumben kau datang jam segini ke restoran."
"Ada sesuatu yang harus aku lakuin, Luna ada kan..?" tanya Hanaya.
"Ada, tapi dia sedang ada tamu."
"Siapa..?" tanya Hanaya penasaran.
"Saya sendiri tidak tau, sepertinya baru kali ini dia datang kesini." jelas manager Lee.
Hanaya yang penasaran segera menuju keruangannya, dia mengintip siapa orang yang menjadi tamu Luna. Dia menguping pembicaraan Luna dengan tamu tersebut.
Suara itu sangat familiar sekali, Hanaya yang berdiri didepan pintu langsung masuk, dan berpura-pura menyapa Luna.
"Hai Luna...!!!" Di tertegun di saat melihat siapa yang ada di depan matanya.
"Hai Hana, kebetulan sekali."
"Kak Riko..?" Hanaya mulai menjadi gerogi.
"Hai..!!" Riko melambaikan tangannya.
"Kakak kok bisa disini..?" tanya Hanaya.
"Beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan Aryan, dia bercerita jika kalian berada disini, dan kebetulan hari ini pekerjaanku selesai lebih awal, aku sengaja datang kesini untuk bertemu dengan kalian berdua." terang Riko sambil tersenyum.
"Oh, begitu." Sebenarnya Hanaya senang melihat Riko, tapi waktunya tidak tepat apalagi dia akan makan malam dengan Min Yoongi di restorannya. Hanaya ingin meminta maaf setelah kejadian di malam itu. Dia menyadari Riko adalah laki-laki yang baik, dan mungkin saja lebih baik dari Min Yoongi.
"Tadi Aryan telpon kita bertiga disuruh ke apartemen, karena masih ada satu pekerjaan lagi yang harus diselesaikan, jadi nanti selesai bekerja dia langsung pulang." Luna memberitahukan pesan Aryan kepada Hanaya.
"Apa..?" Hanaya kaget dengan ucapan Luna.
"Iya, kita disuruh balik duluan."
"Kalian pulang duluan aja, aku masih ada urusan sedikit, nanti kalau urusanku sudah selesai, aku langsung menyusul."
"Apa kamu sangat sibuk, atau menghindar dari aku..?" tanya Riko.
"Bukan begitu kak, aku senang bisa bertemu dengan kakak disini, tapi waktunya tidak tepat."
"Ayo lah Hana, emang nggak bisa ditunda dulu urusannya? Riko udah jauh-jauh kesini lho." Luna berusaha meyakinkan Hanaya.
"Huuff, oke." Hanaya akhirnya mengalah.
"Ayo, kita pulang, Aryan dan Riko pengen makanan Indonesia, jadi buat makan malam aku yang jadi kokinya." Luna mengambil tas dan mantelnya berjalan terlebih dahulu dari Riko dan Luna.
"Ya ampun, gimana caranya aku tidak mungkin ngebatalin acara makan malam ku bersama Yoongi." Hanaya bicara dalam hati.
Tapi sebelum keluar dari restoran Hanaya menemui manager Lee, dia menyuruh manager Lee mempersiapkan satu ruangan untuk dia makan malam bersama Min Yoongi.
"Manager Lee, nanti saya jam tujuh nanti akan kembali kesini, jadi tolong siapkan ruangan untuk saya makan malam bersama teman saya, tapi jangan bilang kepada Luna dan Aryan Oke..!!"
"Untuk berapa orang..?" tanya manager Lee.
"Hanya untuk dua orang." jawab Hanaya.
Hanaya yang sudah ditunggu oleh Luna dan Riko, segera bergegas menuju kearah mereka. Dan merekapun berangkat ke apartemen Hanaya.
Dalam perjalanan menuju apartemen, telpon Hanaya berdering, dia melihat layar ponselnya ternyata itu telpon dari Min Yoongi. Hanaya bingung untuk menjawab telpon Min Yoongi didepan Luna dan Riko. sehingga dia mengabaikan telpon dari Min Yoongi tersebut.
__ADS_1
Telpon Hanaya pun tak henti-hentinya berdering, sehingga menyita perhatian Riko.
"Telpon mu dari tadi berdering, kenapa tidak kamu jawab..?" tanya Riko.
"Oh, gak penting kok nanti aku telpon balik setelah sampai dirumah." Hanaya terlihat panik.
Luna yang memperhatikan Hanaya sejak tadi mulai mencurigai Hanaya, dia yakin ada sesuatu yang disembunyikan Hanaya, sehingga dia tidak ingin menjawab teleponnya didepan dia dan Riko.
***
Akhirnya mereka sampai di apartemen Hanaya, Luna segera menuju ke dapur untuk menyiapkan makan malam, setelah mempersilahkan Riko duduk, Hanaya pamit ke kamarnya untuk berganti pakaian.
"Kak, aku ke kamar dulu ya, buat ganti baju."
"Oh, iya silahkan."
Hanaya bergegas masuk kedalam kamarnya. Lalu mengambil ponselnya untuk menelpon Min Yoongi, dia takut Min Yoongi akan marah karena tidak mengangkat telponnya.
Telpon tersambung.
"Halo." Min Yoongi dari balik telpon.
"Chagii, maaf tadi aku tidak mendengar telpon darimu." Hanaya mengeluarkan suara yang sedikit manja, agar dia tidak dimarahi oleh Min Yoongi.
"Iya, tidak apa-apa, apa kamu sudah mendapatkan restoran untuk kita makan malam..?" tanya Min Yoongi.
"Sudah, nanti aku kirim alamatnya, dan kita bertemu disana jam tujuh."
"Oke, kamu sedang apa..?" tanya Min Yoongi.
"Oh, aku lagi dirumah, mau bersiap-siap dulu."
"Apa mau aku jemput..?" tanya Min Yoongi dibalik telpon.
"Jangan, eh maksudku tidak usah, kita bertemu di restoran saja, satu jam lagi."
"Oke."
"Sampai ketemu di restoran." Hanaya mematikan ponselnya.
Hanaya bersyukur Min Yoongi tidak memaksa untuk menjemputnya ke apartemen, dia tidak tau akan bereaksi seperti apa, jika Min Yoongi benar-benar menjemputnya lalu bertemu dengan Riko.
"Hana..." terdengar suara Luna memanggil.
"Masuk"
"Cie, rapi banget, biar di liat Riko lebih cantik ya..??" goda Luna.
"Bukan" Hanaya menarik tangan Luna, dan menutup pintu.
"Kenapa..?"
"Lun, aku sebenarnya udah ada janji dengan Yoongi buat makan malam, aku tidak mungkin membatalkannya, jadi tolong buat kali ini bantu aku ya..!!" Hanay memohon kepada Luna.
"Tapi Riko ada disini."
"I know, makanya aku minta tolong buat ngeyakinin kak Aryan biar dia nggak marah, kalo masalah kak Riko biar aku yang akan menejalaskan."
"Tapi mau gimana lagi, tapi untuk setengah jam kedepan aku bisa menemani kak Riko, tapi untuk makan malam aku nggak bisa." ucap Hanaya.
"Ya, sudah terserah kamu." Luna keluar dari kamar Hanaya.
Tidak lama setelah Luna keluar dari kamarnya, Hanaya pun keluar dan menemui Riko, dia sedikit gugup, tapi melihat senyum Riko yang tulus, membuat hati Hanaya terenyuh.
"Ya ampun, kenapa dia sangat manis sih" Hanaya bergumam.
Hanaya pun duduk di samping Riko.
"Maaf ya sedikit lama menunggu." ucap Hanaya memulai pembicaraan.
"Oh, gak apa-apa kok. "
"Kak Riko apa kabar..?" tanya Hanaya
"Baik, kamu sendiri gimana..?" tanya Riko.
"Aku baik."
"Aku dengar kamu bekerja di HYBE ya..?" tanya Riko.
"Iya, tapi mungkin sebulan lagi kontrak ku habis."
"Oh, gimana sudah ketemu dengan Min Yoongi..?" tanya Riko.
"Aa..?" Hanaya gugup.
"Pasti sangat senang dong, bisa bertemu dengan sang idola yang kamu puja-puja."
Perkataan Riko membuat Hanaya menjadi tidak enak hati.
"Biasa aja." Hanaya mengalihkan pandangannya.
"Aku masih ingat malam itu, aku kalah dari Min Yoongi, dan aku juga ingin minta maaf untuk ucapan ku waktu itu."
"Aku juga ingin meminta maaf, kakak nggak salah kok, seharusnya aku tidak berkata seperti itu." Hanaya berkata sambil melihat kearah Riko.
Untuk beberapa detik merekapun saling bertatapan, entah apa yang dipikirkan Riko tapi yang terlihat dari tatapan Riko, dia masih mempunyai perasaan yang sama terhadap Hanaya.
Hanaya mulai gelisah, dia melihat jam yang ada ditangannya sudah menunjukan pukul setengah tujuh, tapi dia tidak tau caranya untuk mengakhiri percakapannya dengan Riko.
Telpon Hanaya kembali berdering, dan dia mengambil kesempatan itu untuk alasannya pergi.
"Ya ampun kak, aku lupa hari ini aku ada janji dengan atasan ku, aduh gimana ya..??" Hanaya pura-pura panik.
"Ya sudah, bertemu dengan atasan mu lebih penting." ucap Riko.
"Tapi aku nggak mungkin dong ninggalin kakak." Hanaya berbasa-basi.
"Masih ada lain waktu, untuk kita bertemu atau aku akan menginap disini agar kita bisa bercerita lebih lama."
"Ide bagus, aku berangkat ya kak." Hanaya mengambil baju hangat dan mantelnya, lalu berlari keluar sambil berteriak.
__ADS_1
"Luna aku pergi ya..!!"
"Iya hati-hati..!!" sahut Luna dari dapur.
Riko yang melihat Hanaya pergi terburu-buru, membuatnya tersenyum.
"Dia masih ceroboh dasar manis."
***
Di restoran.
Min Yoongi ternyata sudah tiba di restoran terlebih dahulu, dia menunggu Hanaya dengan hati sedikit kesal.
"Seharusnya yang datang telat itu aku, kenapa sekarang aku yang menunggunya." Min Yoongi berbicara sendiri.
Diluar Hanaya baru saja datang, dan langsung menghampiri manager Lee, lalu bertanya.
"Manager Lee, apa teman ku sudah datang..?"
"Sudah, dia sudah berada diruangan tapi bukannya itu Min Yoongi." tanya manager Lee penasaran.
"Ssstt.. jangan ngomong kencang-kencang, nanti di dengar orang-orang."
"Oh, maaf." manager Lee menundukkan kepalanya.
Hanaya segera menghampiri Min Yoongi yang sudah menunggunya dari tadi. Hanaya mengetuk pintu, lalu masuk kedalam ruangan yang sudah di siapkan.
"Hai.." sapa Hanaya.
Min Yoongi hanya tersenyum dingin.
"Maaf, aku sedikit terlambat."
"Tidak apa-apa, ayo makan." min Yoongi menunjukkan senyuman yang dipaksakan.
"Aku harus melakukan apa ,sampai kamu mau memaafkan ku." Hanaya berusaha membujuk Min Yoongi.
"Panggil pelayanannya aku sudah lapar." ucap Min Yoongi dingin.
Hanaya hanya bisa mengikuti permintaan Min Yoongi, dia memanggil pelayan untuk memesan makanan.
Setelah makanan tiba, Min Yoongi masih saja diam, dia lebih fokus ke makanan yang dimakannya.
Hanaya menjadi sangat kesal melihat tingkah Min Yoongi.
"Yoongisie...apa kau akan mendiamkan aku seterusnya..?" tanya Hanaya.
Min Yoongi masih saja diam, dan itu benar-benar membuat Hanaya sangat kesal.
"Aku akan bertanya sekali lagi, apakah kamu akan mendiamkan ku terus..?" nada suara Hanaya agak sedikit meninggi.
Tapi Min Yoongi masih saja tidak bergeming. Hanaya melemparkan sapu tangan yang menutupi bajunya lalu berdiri.
"Oke, sepertinya kita sudahi saja makan malamnya, aku seperti duduk di depan batu."
"Kamu mau kemana..?" tanya Min Yoongi.
"Balik ke Daegu." jawab Hanaya sembari keluar.
Mendengar jawaban Hanaya Min Yoongi pun tertawa, dia kaget dengan jawaban Hanaya yang spontan disaat marah.
Min Yoongi pun mengeluarkan ponselnya lalu menelpon Hanaya yang sedang berada di ruangannya.
"Kembali." perintah Min Yoongi.
"Tidak akan." jawab Hanaya lalu mematikan ponselnya.
Min Yoongi yang belum selesai makan akhirnya keluar dan mencari Hanaya, dia bertanya kepada pelayanan yang mengantarkan makanan ke meja mereka tadi.
"Maaf, apa anda melihat perempuan yang bersama saya tadi..?"
"Maksud anda nona Hanaya..?" tanya pelayan tersebut.
"Iya.." jawab Min Yoongi sambil berpikir kenapa pelayan itu kenal dengan Hanaya, apa dia sering makan disini, sehingga mereka sudah tau dengan Hanaya.
"Nona Hanaya tadi saya liat menuju ke ruangannya."
"Apa, ruangannya..?" Min Yoongi menjadi semakin bertanya-tanya.
"Mari saya antarkan." pelayan itu pun berjalan didepan Min Yoongi.
"Ruangan nona Hanaya berada diatas, anda tinggal naik saja, lalu menoleh sebelah kanan disitu ruangan nona Hanaya. pelayan memberikan arahan menuju ruangan Hanaya.
Min Yoongi tanpa berpikir panjang langsung berjalan mengikuti arahan yang diberikan pelayan tadi, dan dia mendengar celotehan Hanaya yang kesal.
"Kalau hanya untuk di diamkan kenapa harus mengajakku untuk makan malam, aku kan sengaja tidak makan dari siang tadi, agar bisa menikmati makan malam bersama dia, tapi dia kok bikin kesel gini." Hanaya menggerutu seperti anak kecil.
"Tok..tok.." terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Masuk..!!" ucap Hanaya.
Hanaya terkejut, melihat Min Yoongi masuk kedalam ruang kerjanya
"Apa begitu caramu, meninggalkan aku pada saat kita makan malam bersama..?"
"Kenapa kamu bisa disini..?"
"pelayanmu yang mengantarku." jawab Min Yoongi dan menghampiri Hanaya.
"Ooh.."
"Kamu belum makan bukan, ayo kita makan lagi." ajak Min Yoongi.
"Iya, aku lapar sekali." perut Hanaya berbunyi sehingga dia merasa malu terhadap Min Yoongi.
"Ayo, kita makan lagi." Min Yoongi pun menarik tangan Hanaya.
"Oke, tapi jangan mendiamkan aku seperti tadi.."
"Iya.."
__ADS_1