Fantasi Hana My Yoongi

Fantasi Hana My Yoongi
hari keberuntungan


__ADS_3

Hanaya yan sangat gembira, keluar dari gedung HYBE, dan langsung menuju restoran, sepanjang perjalanan Hanaya masih saja tersenyum, sehingga orang-orang yang melihatnya ikut tersenyum.


Sesampainya di restoran Hanaya di sambut oleh,manager Lee.


"Selamat sore Hana." manager Lee menyapa Hanaya.


"Sore..?" Hanaya terdiam,dan melihat jam ditangannya.


"Tadi tuan Aryan, dan nona Luna mencari kamu Hana." manager Lee memberi tahu jika Aryan dan Luna sedang sibuk mencari Hanaya.


"Biarin aja, mereka mencari ku, nanti juga ketemu." Hanaya menjawab datar dan langsung menuju ruangannya.


karena manager Lee merasakan sesuatu yang aneh, dia memutuskan untuk menelpon Aryan, dan memberitahunya bahwa Hanaya sudah berada di restoran.


Tidak lama kemudian Aryan sampai di restoran, dan langsung berlari keruangan Hanaya.


Aryan yang melihat Hanaya yang sedang bekerja tertegun, melihat ekspresi Aryan, Hanaya pun berdiri dari tempat duduknya.


Aryan menghampiri Hanaya, dan mendaratkan sebuah tamparan diwajahnya. Hanaya kesakitan tapi Aryan malah memarahinya.


"Dasar bodoh, kau tau aku hampir menjadi gila karena mencari mu kemana-mana.


Hanaya yang menangis tak bisa berkata apa-apa, dia hanya diam seribu bahasa.


Arya yang tak bisa menahan tangisnya memeluk Hanaya.


"Kamu pergi kemana..? kakak sangat takut kamu kenapa-kenapa." Aryan berbicara dengan suara bergetar.


Hanaya yang tadinya menangis tanpa suara, sekarang menangis dengan suara yang sangat kencang.


"Maafin Kakak sudah memarahi mu sekarang terserah,kamu akan melakukan apapun, kakak tidak akan melarang mu, yang penting kamu jangan pergi tanpa memberitahu kakak." Aryan memeluk adiknya dengan erat.


Luna yang melihat Aryan yang begitu mencintai adiknya jadi ikut meneteskan air mata, dan ternyata dibelakang Luna ada manager Lee yang juga melihat adegan adik-kakak yang mengharukan tersebut membuatnya matanya berkaca-kaca, dan teringat dengan saudari kembarnya.


Setelah suasana diruangan Hanaya sedikit agak tenang Luna memberanikan diri untuk bertanya kepada Hanaya.


"Kamu kemana aja dari pagi, kita sudah mengitari Yongsan lho buat nyariin kamu."


Hanaya tidak menjawab pertanyaan Luna, dia hanya terdiam, dia takut Aryan akan memarahinya lagi.


"Mulai saat ini, kakak tidak akan melarang kamu untuk apapun yang akan kamu lakuin." Aryan menggenggam tangan Hanaya.


"Benarkah..?" Hanaya seperti mendapatkan jackpot setelah mendengarkan ucapan Aryan.


"Tentu saja." Aryan mengusap rambut adiknya, meskipun Hanaya sudah menjadi gadis yang dewasa, tapi Aryan selalu menganggap Hanaya adik kecilnya yang harus di perhatikan.


"Termasuk HYBE..??" tanya Hanaya.


"Apapun itu, jika kamu mau kakak akan meminta bantuan kepada kenalan kakak yang ada di HYBE." Aryan bukan saja kakak yang baik, tapi dia juga selalu memikirkan apa yang akan menjadi kemauan adiknya.


"Sebenarnya, aku tadi ke HYBE untuk melakukan wawancara kerja."


"Serius, kamu belum nyampe satu Minggu lho, tapi kok bisa..?" Aryan dan Luna tidak percaya begitu saja.


Hanaya mengeluarkan kontrak kerja yang dia tanda tangani.


"Taraaaa...mulai Minggu depan aku akan menjadi make-up artis di HYBE selama tiga bulan.


"Are you serious..?" Luna kaget dengan apa yang dilihat.


Meskipun tidak terlihat, namun didalam hatinya Aryan merasa sedikit merasa bangga, tak segampang itu untuk orang baru masuk kedalam HYBE.


"Dan untuk waktu tiga bulan itu aku mau Luna yang akan mengurus restoran untuk sementara." Hanaya menyerahkan tanggung jawabnya kepada Luna.


"Oke, siap. Ngomong-ngomong kamu akan megang artis mana..?" tanya Luna.


"Nggak tau, tapi kemungkinan salah satu member BTS.." Hanaya begitu bersemangat.


"Aaa.. akhirnya bisa bertemu SUGA." Luna ikut merasakan kebahagian Hanaya.


Aryan yang memperhatikan Hanaya dan Luna tersenyum melihat tingkah mereka berdua.


***


Seminggu kemudian, tiba saatnya Hanaya untuk masuk bekerja, Hanaya begitu sibuk untuk memilih baju yang akan di kenakan nya.


'" Cie.. yang mau kerja, tapi kok jadi berantakan gini." Luna melihat pakaian yang berantakan di lantai.


"Bingung milih baju yang mana.." Hanaya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Yaelah, kamu mau kencan apa mau kerja." Luna memilihkan baju untuk dipakai oleh Hanaya.


"Nih, pakai yang ini aja." Luna memilihkan celana jins, dan kemeja putih lengan pendek.


"Lumayan." Hanaya langsung mengganti pakaiannya.

__ADS_1


"Ya udah, aku keluar sebelum pergi harus sarapan dulu." Luna pun keluar dari kamar.


"Oke."


Satu jam berlalu Hanaya pun keluar dari kamar, dan menuju meja makan, Aryan yang baru saja keluar dari kamarnya melihat Hanaya yang sudah rapi memuji adiknya.


" Wah, adik siapa nih kok cantik banget wangi lagi." Aryan menghampiri Hanaya lalu mencium tepat di atas ubun-ubun Hanaya.


"Pagi kak, sepertinya aku akan selalu lebih pagi berangkat dari pada kalian." Hanaya tersenyum.


"Habis sarapan kakak akan mengantar kamu bekerja."


"Oke.."


Mereka pun sarapan dengan lahap.


"Ayo kak, aku nggak mau hari pertama datang telat." Hanaya mengambil tas dan baju hangat nya.


" Ayo, sayang aku nganterin Hanaya dulu ya." Aryan pamit ke Luna.


"Oke, good luck Hana." Luna menyemangati Hanaya.


"Thank you lun, doain hari pertama ku berjalan dengan lancar.


***


Hanaya pun sampai di depan gedung HYBE, dia begitu sangat gugup, dia tidak tau akan bekerja dengan dengan artis siapa. sebelum turun dari mobil Hanaya menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nya.


"Kak, doain aku ya kak, semoga pekerjaan aku berjalan lancar." Hanaya memeluk kakaknya.


"Tentu, hati-hati ya..!!" Aryan sedikit takut jika terjadi sesuatu kepada Hanaya, karena mengingat pengalamannya bekerja disebuah agensi.


Hanaya sudah memasuki gedung HYBE, dia langsung menuju resepsionis, untuk mengambil ID CARD agar dia bisa keluar masuk gedung HYBE.


Dia langsung menuju lantai sembilan untuk bertemu dengan Kim Mina. Sesampainya di depan ruangan Kim Mina, Hanaya mengetuk pintu, dan masuk kedalam ruangan tersebut.


"Selamat pagi." Hanaya menyapa Kim Mina yang sudah sibuk didepan komputernya.


"Pagi Hana, bagaimana kabar mu hari ini, sudah siapkah kamu bekerja..?" Kim Mina bertanya dan langsung berdiri menghampiri Hanaya.


Tapi entah apa yang terjadi, pakaian yang mereka kenakan ternyata sama yang membedakan mereka berdua hanya sepatu yang di pakai Hanaya, dia lebih memilih menggunakan boot, dan Kim Mina memakai high heels.


Kim Mina tercengang.


"Hana,kenapa kita berpakaian sama..?" Kim Mina tertawa.


"Tidak usah, aku tidak salah untuk memilihmu aku tau kamu mempunyai selera yang bagus." Kim Mina memuji Hanaya.


"Terimakasih" Hanaya menundukkan kepalanya.


" Hana, kamu siap untuk bekerja..?" tanya Kim Mina.


"Siap." Hanaya menegakan kepalanya.


"Kamu tau, kamu akan saya tempatkan dimana..?" Kim Mina bertanya.


Hanaya menggelengkan kepalanya.


"Sebagai karyawan baru, kamu harus kuat mental, biasanya tidak ada yang kuat bukan karena diperlakukan tidak baik, tapi karena jadwal mereka yang sangat padat, kamu harus mengatur pakaiannya make-up nya, dan menata rambut, kamu akan bekerja sama dengan Lee Hye jie dan Hara, dan aku berharap kamu bisa akur dengannya.


Sekali lagi Hanaya hanya menganggukan kepalanya.


"Kamu akan menangani salah satu member BTS, dan kamu adalah staf yang termuda, jadi aku berharap kamu tidak akan down."


Mendengar perkataan dari Kim Mina, Hanaya sangat bersemangat, Karena dia akan bertemu dengan para member BTS yang sangat di idolakan nya.


Di sela pembicaraan Hanaya dan Kim Mina, terdengar suara ketukan pintu dari luar.


"Masuk." Kim Mina menyuruh orang dibalik pintu tersebut masuk.


Hanaya begitu sangat terkejut melihat orang yang ada di depan matanya, ternyata dia adalah wanita yang memberikan nomor telpon Kim Mina kepadanya.


"Kamu..?" Hanaya menunjuk kearah orang tersebut.


"Hai, aku Hara." dia mengulurkan tangannya kepada Hanaya.


"Ha, hai, aku Hanaya" Hanaya masih tidak percaya.


"Hara, Hana akan berada di tim kamu." Kim Mina memberikan perintah.


Hara tersenyum, dia begitu tampak sangat ramah, dari pada Lee Hye jie.


"Hanaya saatnya kamu bekerja, semangat ya..!!" Kim Mina memberikan semangat kepada Hanaya.


"Ayo Hana, saatnya kita menikmati indahnya para pemuda tampan." Hara langsung membawa Hanaya ketempat mereka harus bekerja.

__ADS_1


Mereka berdua menaiki lift menuju lantai 12, dan memasuki ruangan yang penuh dengan perlengkapan alat make-up.


"Hana kita akan bekerja disini, kita akan mendandani Jeong Jungkook, sebentar lagi mereka akan tiba disini." Hara memberitahu setiap detail pekerjaan yang harus dilakukan, didalam ruangan yang cukup luas tersebut terdapat tujuh kursi untuk para member BTS yang akan di dandani.


"Apakah semua member akan berkumpul disini..?" Hanaya penasaran.


"Hmm.." Hara menganggukan kepalanya.


Tidak lama kemudian Lee Hye jie pun datang.


"Hai Hana, selamat bergabung dengan kita." Hye jie mengulurkan tangannya, lalu disambut ramah oleh Hanaya.


"Mohon bimbingannya nya." Hanaya memberikan hormat kepada Lee Hye jie.


Dari kejauhan terdengar suara ribut, dan tawa Hanaya sudah tak asing lagi dengan suara tawa tersebut, tapi Hanaya tidak mendengar suara dari Min Yoongi.


Para member Bangtan akhirnya masuk keruangan make-up, mereka menyapa para staf yang ada disana dengan ramah.


"Ada noona baru disini." Jimin memberikan hormat kepada Hanaya.


Hanaya sangat senang bisa bertemu dengan para idolanya secara langsung, meskipun Jimin memanggilnya Noona Hanaya tidak mempermasalahkan nya.


"Apakah noona ini yang mendandani ku.?" Jungkook menghampiri Hanaya dan memberi salam.


"Ya ampun aslinya ternyata ganteng-ganteng semua" Hana berbicara didalam hati.


"Jungkook, kau beruntung mendapatkan noona cantik.." Jin meneriaki Jungkook.


"Maaf, Aku tidak setua itu" Hanaya menyahuti omongan Jin.


"Oh,benarkah..?" Jin terkejut.


Hanaya tersenyum, didalam hatinya Hanaya sangat kegirangan bisa berbicara santai dengan para idolanya.


Disaat Hanaya akan memulai dengan pekerjaannya, Min Yoongi pun datang, sepertinya dia baru bangun dari tidurnya.


"Hyung, apakah kau memimpikan Hana lagi..?" Jimin meneriakinya, lalu para member tertawa mendengarkan pertanyaan Jimin.


Seketika itu, jantung Hanaya berdetak sangat kencang setelah mendengar nama Hana, Jungkook yang ada di depan nya pun mendengar detak jantung Hanaya yang sangat kencang.


"Noona apakah kau gugup..??" tanya jungkook dengan ramah.


"Ya, kenapa..? Oh bukan." Hanaya berkilah.


"Noona kamu harus santai." Jungkook tersenyum.


Setelah Hara selesai menata rambut Jungkook, Hana melanjutkan mewarnai bibir Jungkook, dan sedikit menata alisnya.


Lee Hye ji menyuruh Hanaya mengambil baju yang akan dipakai oleh Jungkook, dan secara tidak sengaja dia mendengarkan Namjoon, dan Jimin memuji dirinya.


"Dia cocoknya jadi artis,bukan stylish." Namjoon tersenyum sambil menata ulang rambutnya.


"Benar, dia sangat cantik tapi dia sepertinya bukan orang Korea." Jimin melirik Hanaya dari kaca.


Hanaya kembali dari mengambil baju Jungkook, dan diam-diam Melirik Min Yoongi.


Dan, tanpa disengaja Yoongi pun melirik kearah Hanaya. Hanaya menjadi gugup.


"Ya ampun, ternyata seperti ini bertemu dengan dia." Hanaya bicara didalam hati.


Beberapa jam kemudian mereka pun selesai,dan waktu untuk para Bangtan pergi kelantai dua puluh satu untuk pemotretan.


" Hana, ayo kita harus ikut kemanapun mereka pergi." Hara tersenyum lalu merapikan barang-barang keperluan Jungkook.


Yoongi yang masih menata rambutnya masih berada diruangan make-up, sepertinya dia kurang menyukai tatanan rambutnya.


Hanaya pun memberanikan diri untuk menawarkan bantuan.


"Sini saya bantu." Hanaya mengambil hairsprey lalu Hanaya menyemprotkan ke rambut Min Yoongi.


"Apakah kita pernah bertemu sebelumnya..?" tanya Yoongi.


" Mungkin, bisa jadi."


"Benarkah..?" Yoongi penasaran.


"Sudah selesai, yang lain sudah menunggu" Hanaya meninggalkan Yoongi sendiri.


Sebenarnya dia sangat ingin memeluk Min Yoongi tetapi itu tidak mungkin dia harus menahan diri, agar tidak menjadi pengacau.


Min Yoongi memperhatikan Hanaya dari belakang.


"Hana..?"


"Ya, kenapa..?" Hanaya menoleh kebelakang.

__ADS_1


"Oh,tidak" Yoongi berjalan mendahului Hanaya.


"Tidak mungkin itu Hana yang ada di mimpiku." Yoongi bergumam lalu menyusul ke enam member Bangtan.


__ADS_2