Fantasi Hana My Yoongi

Fantasi Hana My Yoongi
tatapan yoongi


__ADS_3

Saat ini di Korea telah memasuki musim dingin suhu disana kurang dari tiga derajat Celcius yang membuat Hanaya masih merasa kedinginan meskipun sudah memakai jaket dan mantel yang berlapis.


Pagi itu Hanaya harus berangkat lebih pagi untuk jadwal para member BTS yang akan tampil di acara reality show di stasiun televisi S**. Hanaya memilih untuk berangkat bekerja dengan berjalan kaki, karena Aryan,dan Luna belum keluar dari kamar mereka masing-masing.


Di tengah perjalanan Hanaya sedikit menggigil kedinginan, karena jaket dan mantel yang dipakainya tidak terlalu membuat tubuh nya merasa hangat.


"Aku harus segera sampai di kantor,jika tidak aku akan membeku disini." Hanaya sedikit berlari agar tubuhnya merasa lebih hangat.


Sepuluh menit kemudian Hanaya sampai di gedung HYBE, dia buru-buru memasuki gedung tersebut untuk menghangatkan tubuhnya.


"Hana.." Kim Hara memanggil Hanaya yang akan memasuki lift.


"Hai Noona, kau juga sudah datang aku pikir, aku yang kepagian." Hanaya dan Kim Hara masuk kedalam lift, dan menuju lantai sembilan.


"Apakah kau tidak kedinginan, kenapa kau tidak pakai syal, agar hawa dingin tidak masuk ke tubuh mu." Kim Hara memperhatikan pakaian yang dikenakan Hanaya.


"Oh, iya aku lupa karena buru-buru, tapi tidak apa-apa." Hanaya mengusap lehernya yang begitu dingin.


Mereka tiba di lantai sembilan dan langsung menuju ruang make-up, dan mempersiapkan segala sesuatu yang akan dibutuhkan Jungkook.


"Apakah kamu sudah sarapan?" tanya Kim Hara.


"Belum, aku belum sempat sarapan karena tadi aku berangkat terlalu pagi dengan berjalan kaki." Hanaya menjawab pertanyaan Kim Hara sambil mengemas perlengkapan yang akan dibutuhkan.


"Apakah kamu masih tinggal di daerah sini..?" tanya Kim Hara.


Hanaya menganggukkan kepalanya.


"Di sebelah mana..?" Kim Hara penasaran.


"Di apartemen A." jawab Hanaya singkat.


"What, kamu tinggal disitu setau ku hanya orang-orang kaya yang bisa menyewa apartemen tersebut."


"Orang tua ku membelikan apartemen tersebut, untuk ku tinggal bersama sahabat dan kakak laki-laki ku." Terang Hanaya.


"Wah, ternyata aku tidak salah mengira semenjak pertama kali kita bertemu apalagi kau mempunyai baju yang sama dengan kakak ku." Kim Hara dari awal bertemu dengan Hanaya sudah menebak jika Hanaya bukanlah perempuan kelas menengah kebawah penampilan Hanaya yang fashionable, dan memakai tas bermerk membuat para staf yang lain memperhatikan nya, namun Kim Hara hanya diam, karena dia tidak mau membuat Hanaya merasa tidak nyaman.


"Ah, biasa saja, Noona terlalu memujiku." Hanaya tersenyum. tidak dipungkiri Hanaya sangat menyukai beberapa barang bermerk, karena dia cukup mampu untuk membelinya, meskipun dia bekerja pada saat di Indonesia, tapi Hanaya tetap mendapatkan uang saku dari Nyonya Sandra dan sebuah kartu kredit tanpa batas. Jadi Hanaya bisa berbelanja apapun yang dia mau.


"Sesekali boleh dong, main ke apartemen mu..?" gurau Kim Hara.


"Tentu saja, kenapa tidak nanti Noona akan ku kenalkan dengan kakak ku, dan Luna sahabatku." Hanaya senang dengan pertanyaan Kim Hara yang ingin berkunjung ke apartemennya.


"Hai semua.." Lee Hye jie datang dan menyapa orang-orang yang ada diruangan tersebut.


"Halo Noona sepertinya kau sangat ceria hari ini." tanya Hanaya sambil menyapa.


"Kenapa tidak, pengajuan cuti ku diterima dan aku akan berlibur dengan pacar ku ke Jepang." ke Hye jie meloncat kegirangan.


"Benarkah..?" Kim Hara menoleh ke arah Lee Hye jie.


Lee Hye jie pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum.


"Aaah.. aku juga mau." rengek Kim Hara.


Maklum setelah dua tahun bergabung sebagai staf Big Hit dan berpindah gedung sekarang menjadi HYBE Kim Hara belum sekalipun mendapatkan cuti, karena jadwal BTS yang begitu sangat padat.


"Tenang saja, nanti pasti ada gilirannya kok." Lee Hye jie menepuk pundak Kim Hara.


"Ini gara-gara kakak ku nih." Kim Hara jadi menyalahkan kakaknya Kim Mina.


"Oh, ya ngomong-ngomong Kim Mina umurnya berapa sih, jika Noona adalah adiknya." Hanaya penasaran dengan umur Kim Mina.


"Tahun ini, umurnya masuk 35, satu angkatan dengan Lee Hye jie. jawab Kim Hara.


"Masa sih, tapi kenapa dia bilang umurnya cuma beda satu tahun dari ku." Hanaya bingung.


"Dia selalu mengatakan umurnya Hanya beda satu tahun ke setiap staf baru." terang Kim Hara.


"Tapi memang sih, dia masih kelihatan muda banget, beda sama adiknya." Hanaya melirik Kim Hara.


"Apa, kau sudah mulai lancang ya." Kim Hara pun menggelitik Hanaya.


"Huu, tumben Hara akrab sama junior nya, hanya dalam hitungan hari." sela Lee Hye jie.


"Noona, apakah kau tau Hanaya tinggal dimana..??" Kim Hara melompat kearah Lee Hye jie.


"Dimana?" tanya Lee Hye jie.


"Apartemen A." bisik Kim Hara.


"Kamu tidak salah..?" tanya Lee Hye jie penasaran.


"Entah lah, tapi Hanaya bilang dia tinggal disitu." Kim Hara menjadi kurang yakin.


"Hana, apa benar kau tinggal di apartemen A..?" tanya Lee Hye jie.


"Iya." jawab Hanaya singkat.


"Coba buktikan jika memang benar, pasti kau mempunyai ID CARD untuk masuk ke apartemen tersebut kan..?" Lee Hye jie masih tidak yakin.


Hanaya pun mengeluarkan kartu berwarna gold yang berlambang huruf A dari dalam dompetnya.


"Ternyata kau bukan orang sembarangan Hana." Lee Hye jie mendekat dan tersenyum kepada Hanaya.


Hanaya tersenyum, dia berharap kedekatan mereka bukan karena Hanaya orang yang berada. Dia ingin mempunyai teman yang benar-benar tulus tanpa melihat latarbelakang.

__ADS_1


***


Para member BTS sudah bersiap-siap. Meraka keluar secara bersamaan menuju parkiran dan masuk ke dalam mini bus yang sudah menunggu mereka.


Sementara itu Hanaya, Lee Hye jie dan Kim Hara berada dalam satu mobil khusus staf yang akan mengurusi keperluan para member.


Dua jam berlalu mereka akhirnya sampai di stasiun televisi, Hanaya sibuk merias wajah Jungkook, Lee Hye jie bertanggung jawab menata rambutnya, sementara Kim Hara sudah mempersiapkan baju yang akan dipakai Jungkook.


Mereka fokus dengan pekerjaan masing-masing, Tapi tawa Min Yoongi seketika menyita perhatian Hanaya. Hanaya sesekali menoleh kepada Yoongi dan tersenyum.


Lee Hye jie dan Kim Hara yang memperhatikan Hanaya saling melempar kode, mereka akhirnya tau jika Hanaya mengagumi laki-laki kalem tersebut.


"Hana, fokuslah dengan pekerjaan mu." Goda Kim Hara.


"Aah, tentu saja ini sudah selesai." Hanaya menyudahi pekerjaannya.


Jungkook yang puas dengan pekerjaan Hanaya,dan Lee Hye jie memuji pekerjaan mereka.


" Noona, sepertinya aku semakin tampan setelah kalian dandani." Jungkook memperhatikan penampilannya di depan kaca.


"Ah, bisa aja kang cilok" Hanaya berkelakar dengan bahasa Indonesia sambil menepuk lengan Jungkook yang kejar.


"Apa..? Noona berbicara apa..?" tanya jungkook bingung sambil tertawa kecil, tapi dia tau Hanaya sedang bercanda.


"Oh, tidak jangan dipikirkan." Hanaya tersenyum.


Jungkook menghampiri Hanaya lalu berbisik.


"Noona kau sangat cantik, tapi apa kau tidak merasa dingin di luar sana jika memakai mantel yang tidak terlalu tebal." ternyata Jungkook telah memperhatikan Hanaya disaat keluar dari gedung HYBE.


Hanaya sedikit menjadi salah tingkah oleh perhatian Jungkook tersebut. Dan dari kejauhan Yoongi juga sudah memperhatikan Hanaya. Dia penasaran dengan apa yang Jungkook dan Hanaya bicarakan.


Acara mereka pun dimulai, para staf pun bisa sedikit beristirahat sambil memperhatikan para Bangtan, sesekali Hanaya melemparkan senyumannya kepada Jungkook.


Mereka menjadi akrab karena sifat Jungkook yang blak-blakan, tapi pemalu, sedangkan Hanaya tipe perempuan yang apa adanya dan berterus terang.


Hanaya yang fokus dengan ke tujuh member BTS, di kejutkan oleh kehadiran Aryan.


"Hana...!!" Aryan memanggil Hanaya.


"Kakak..?" Hanaya menghampiri Aryan lalu memeluknya.


Seketika itu mata para staf yang berada di ruangan tersebut melihat adegan adik-kakak yang mengira itu adalah pacar Hanaya.


beberapa staf berbisik


" Apakah itu pacarnya?" tanya salah satu staf ke staf yang lain.


" Entahlah,tapi mereka sangat serasi" Jawab staf yang lain.


Dan mereka pun terdiam karena Yoo Min adalah senior disana.


Dari awal Hanaya masuk bekerja, Kang Yoo Min sudah tidak menyukai keberadaan Hanaya. Dia selalu sinis melihat Hanaya bisa langsung akrab dengan Kim Mina dan Jungkook.


"Itu siapa?" tanya Kim Hara kepada Lee Hye jie.


"Aku juga tidak tau, apakah dia kakaknya..?" Lee Hye jie balik bertanya.


"Ooh, benar Hana pernah bilang jika dia mempunyai kakak laki-laki yang bekerja disini." jelas Kim Hara.


Hanaya yang tampak sangat senang membawa Aryan bertemu dengan Lee Hye jie,dan Kim Hara,lalu memperkenalkan mereka kepada Aryan.


"Kakak, mereka adalah senior ku." Hanaya dengan bangga memperkenalkan senior nya.


"Halo, saya Aryan kakak Hanaya." Aryan mengulurkan tangannya.


Kim Hara pun menyambut tangan Aryan,dan memperkenalkan diri.


"Saya Kim Hara calon sahabat Hanaya"


Aryan tertawa mendengarkan ucapan Kim Hara.


"Halo saya Lee Hye jie." diapun mengulurkan tangannya kepada Aryan.


Mereka berempat pun mengobrol, dan sesekali terdengar suara tawa aryan. Tidak terasa satu jam pun berlalu, dan para member BTS pun break Lima belas menit. sebelum melanjutkan shooting nya para member pun memperbaiki penampilannya.


Hanaya pun berlari kearah Jungkook untuk memperbaiki make-up nya, di ikuti oleh Hara dan Hye Jie dari belakang.


Melihat Hanaya yang sangat gigih bekerja, membuat Aryan tersenyum, tapi dia tau jika Hanaya bekerja disini karena ingin dekat dengan idola nya. Aryan pun menghampiri Hanaya untuk pamit pergi, karena dia juga harus melanjutkan pekerjaannya.


"Hana, kakak pamit ya.." Aryan mencium puncak kepala Hanaya.


"Noona,apakah kau memiliki pacar disini?" tanya jungkook.


"Oh, bukan, dia Kaka ku."


Jungkook menganggukkan kepalanya, setelah mendengar jawaban dari Hanaya.


Di sisi lain terlihat Yoongi memperhatikan Hanaya, dia menganggap jika Aryan adalah pacarnya.


"Noona apakah kau juga membawa pacarmu kesini untuk bekerja..?" tanya Yoongi kepada Kang Yoo Min.


"Aa,kau sedang memperhatikan anak baru itu ya..?" tanya Kang Yoo Min.


Yoongi tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan Kang Yoo min.


***

__ADS_1


Setelah selesai merias Jungkook, Hanaya pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka, dia merasa sedikit mengantuk, dan itu tidak baik menurutnya.


Setelah kembali dari kamar mandi, mata Hanaya tertuju kepada Yoongi yang asyik dengan ponsel nya, dia teringat dengan nomor telpon waktu itu, lalu mencoba menghubunginya, berharap jika itu memang nomor telpon Yoongi.


"Aku akan coba menelpon." Hanaya mengambil ponsel yang dikantongi nya.


Hanaya mulai menelpon, telpon itu tersambung, tapi Yoongi masih asyik memainkan ponselnya.


Hanaya sangat kecewa, tapi dia mencoba beberapa kali menelpon nomor tersebut, tapi tetap saja dia tidak mendengar nada dering dari ponsel tersebut.


Hanaya pun putus asa, lalu memutuskan untuk menghapus nomor yang hampir dua tahun disimpannya.


Hanaya berjalan dengan wajah yang di tekuk, dia berpikir semua itu hanya kebodohan yang membuatnya hampir gila. Dia tidak menyadari langkah kakinya tertuju pada Yoongi.


"Kenapa nomor ini terus-menerus menelpon ku." Hanaya mendengar perkataan Yoongi yang berbicara sendiri.


Hanaya langsung tertegun.


"Ternyata pemilik nomor itu adalah Yoongi." Hanaya berbicara dalam hati. Seketika itu Hanaya langsung berubah menjadi ceria. dan melihat Yoongi yang ternyata juga memperhatikan nya.


Hanaya menatap Yoongi tanpa berkedip. mereka saling bertatapan, dalam hati Hanaya ingin berlari dan memeluk Yoongi tapi itu tidak mungkin,jika dia melakukan itu, siap-siap besok dia tidak perlu lagi untuk masuk bekerja.


Yoongi melangkahkan kakinya untuk menghampiri Hanaya, tapi Hanaya takut jika dia tidak bisa menahan diri, dan memilih pergi untuk menghindarinya.


Namun, tiba-tiba Yoongi memegang tangan nya, Hanaya yang terkejut gemetaran setengah mati. lalu melepas tangan Yoongi.


"Apa aku mengenal mu sebelumnya..?" tanya Yoongi.


"Iya, kita pernah bertemu dan sangat dekat." Hanaya terbawa suasana, dan membalikkan badannya lalu menatap Yoongi.


"Kalau boleh tau nama mu siapa..? tanya Yoongi penasaran.


"Nama ku Hanaya, tapi aku lebih suka dipanggil Hana."


Bak petir disiang bolong Yoongi begitu sangat terkejut dengan ucapan Hanaya.


"Jadi kamu benar-benar ada." Yoongi tersenyum sinis.


"Maksudmu..??" Hanaya tidak mengerti dengan ucapan yoongi.


"Hana, Hana, Hana" Yoongi menyebut nama Hanaya dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang terjadi.


"Maaf aku harus pergi karena aku tidak ingin keluar dari pekerjaan ku karena tidak bisa menahan diri." Hanaya pergi meninggalkan Yoongi, dan menuju ke arah Lee Hye jie dan Kim Hara.


Hanaya membuat Yoongi sangat penasaran dengan dirinya.


Shooting pun akan segera dimulai, dan Yoongi telah dipanggil oleh staf untuk kembali bergabung dengan ke enam member.


Hanaya yang menatap Yoongi dari kejauhan tersenyum, dan Yoongi pun melihatnya. Dia tidak membalas senyuman Hanaya tapi segera memalingkan wajahnya.


Hanaya sedikit kesal,tapi Yoongi memang tipe sosok yang cuek dan pendiam.


Satu jam berlalu, dan acara pun selesai.


Semua staf mulai merapikan barang-barang yang menjadi keperluan shooting yang telah selesai.


Hanaya meminta izin kepada seniornya untuk menemui kakaknya dia ingin berpamitan pulang.


Didalam perjalanan Hanaya yang ingin menemui Aryan bertemu dengan Yoongi, entah apa yang sedang dilakukan, yang pasti Hanaya menjadi sangat gugup.


Hanaya menundukkan kepalanya, dan menyapa Yoongi. Tapi tak disangka Yoongi menghadang langkah Hanaya sehingga dia menabrak Yoongi yang tiba-tiba berada tepat di hadapannya.


"Bruuk"


"Auu.." Hanaya kesakitan di kepala nya.


"Cuaca sangat dingin diluar kau harus berpakaian sedikit lebih tebal lagi." Yoongi mengalungkan syal di leher Hanaya.


"Tidak usah, kau lebih membutuhkan." Hanaya melepaskan syal yan telah di kalung kan Yoongi.


Tapi Yoongi menghentikan Hanaya membuka syal tersebut.


"Jangan membantah jika kau masih ingin bekerja." Yoongi bersikap dingin.


Hanaya pun tersenyum.


"Kenapa tersenyum..?" tanya Yoongi dingin.


"Aah..? siapa yang tersenyum? Hanaya berkilah.


Disaat Yoongi akan pergi Hanaya menghentikannya.


"Tunggu." Hanaya mengusap bahu Yoongi yang ditabrak dengan kepalanya.


"Maaf, aku telah menabrak mu, apakah sakit?" Hanaya sedikit khawatir.


Yoongi senang melihat Hanaya yang perhatian terhadapnya. Lalu berpura-pura kesakitan.


"Aduh.." Yoongi meringis pura-pura sakit.


" Ya Tuhan apa yang akan aku lakukan, aku sudah merusak aset negara. reflek Hanaya memeluk Yoongi.


Mendengar ucapan Hanaya, Yoongi tertawa.


Dia merasa tidak asing dengan pelukan dari Hanaya.


"Apakah kamu benar-benar Hana yang ada didalam mimpi ku..?" Yoongi berbicara dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2