Fantasi Hana My Yoongi

Fantasi Hana My Yoongi
Perpisahan


__ADS_3

Satu hari menjelang kepergian Yoongi.


"Kita akan memasak apa hari ini..?" Tanya Hanaya kepada Yoongi.


"Kita tidak akan memasak apa-apa sekarang" jawab Yoongi santai.


"Loh,emang kenapa..? apa kita pesan makanan aja..??" Hanaya kembali bertanya.


"Tidak.." jawab Yoongi singkat.


"Terus kita nggak bakalan makan apa-apa donk sekarang..??" Hanaya melangkah mendekati Yoongi yang lagi asyik menyirami tanaman,dengan senyuman nakal dari bibir nya.


"Jangan berpikiran mesum..!!" melihat Hanaya yang akan menghampiri nya, Yoongi pun beralih masuk kedalam rumah.


"Ish.." Hanaya kesal di cuekin Yoongi.


Yoongi pun tersenyum melihat Hanaya yang sedikit kesal karena reaksi Yoongi yang menjauh saat akan di dekati Hanaya.


"Udah ah, mending tidur aja sampai besok pagi..!!" Hanaya pun menghentikan kaki nya menuju kamar.


"Mau kemana..??" Yoongi pun bertanya kepada Hanaya.


"Ya tidurlah masa ke Jerman." Hanaya menjawab ketus.


"Yakin mau tidur seharian..??" Yoongi membuat Hanaya penasaran dengan pertanyaan nya.


"Emang kenapa..??" dia kembali turun.


" Aku mau jalan,kalo kamu mau ikut ayo,, tapi kalo nggak juga nggak apa-apa." Yoongi memalingkan wajahnya.


"Aku mau ikut.." tiba-tiba saja Hanaya melompat kepangkuan Yoongi.


Melihat tingkah Hanaya Yoongi pun lalu tersenyum,lalu melingkar kan tangan nya ke pinggang Hanaya.


"Kamu mau kemana..??" tanya Yoongi,sembari memandangi wajah Hanaya yang ceria.


" Hmm..ke puncak aja yuk,ke taman stroberi.."


"Oke.." Mereka pun mulai bersiap-siap untuk perjalanan ke puncak.


Satu jam kemudian Hanaya keluar dari kamar nya Celana jins ketat dengan atasan putih,yang agak sedikit menerawang ditambah makeup yang tipis membuat penampilan Hanaya kelihatan sangat cantik dan natural.


Dari bawah Yoongi sudah memperhatikan Hanaya,di dalam hati Yoongi mengagumi kecantikan Hanaya. "Kalo seperti ini nggak bakalan jadi jalan nih..!! Yoongi berkelakar.


"Oke,aku sudah siap. Ayo..!!" Hanaya begitu tampak bersemangat.


"Sini..!!" Yoongi menyuruh Hanaya mendekati nya.


Hanaya pun dengan polos melompat dan mengalungkan tangan nya keleher Yoongi.


"kenapa..??" Hanaya tersenyum


"Ganti..!!" Yoongi memberikan petunjuk dengan matanya,agar Hanaya mengganti baju nya.


"Kenapa emang nya, ini kan bagus."


"Mau pergi apa mau dirumah aja..??


"Terserah kamu.." Hanaya pun menggoda Yoongi.


"Astaga..apa aku yang akan membantu untuk mengganti baju mu...??" Yoongi sebenarnya mulai gerah melihat Hanaya memakai baju tersebut


"Mau donk..!!" jawab Hanaya nakal.


"Hanaa...!!!" Suara Yoongi menjadi agak sedikit keras.


"Ok..ok..jangan marah donk,,!!" Hanaya langsung berlari ke atas untuk mengganti baju nya.


Beberapa menit kemudian Hanaya keluar dan memakai baju kemeja yang warna nya senada dengan jins yang dia pakai. melihat Hanaya berpakaian agak sedikit sopan Yoongi pun tersenyum.


"Ayo..!!" Hanaya dan Yoongi langsung berangkat.


***


Dalam perjalanan menuju puncak, Hanaya lebih banyak diam,tidak seceria saat akan berangkat tadi. Yoongi yang dari tadi memperhatikan Hanaya pun bertanya.


" Kamu kenapa diam aja dari tadi..? "


"Nggak,,aku hanya memikirkan kan hari esok.."


"Hana,kamu nggak boleh seperti itu,jangan membuat langkahku semakin berat." Yoongi menggenggam tangan Hanaya lalu mencium nya.


Dan Hanaya tersenyum simpul,dan kembali terdiam.


Merekapun akhir nya sampai di puncak, dan memasuki taman bermain. Yoongi memarkirkan mobil nya. Sebelum turun dari mobil Yoongi masih melihat Hanaya masih murung.

__ADS_1


"Hana,,!! Yoongi pun memeluk Hanaya.


Hanaya pun menitikkan air mata nya. " Aku belum siap berpisah dari mu."


Yoongi merasakan kesedihan Hanaya. "Ayo turun.."


Merekapun berjalan sambil bergandengan tangan, dan menuju kebun strawberry.


"Seharusnya kita mencari kebun jeruk.." Hanaya mengeluarkan suara.


Yoongi tau apa yang dimaksud Hanaya, lalu berkata. "mau itu jeruk atau strawbery itu sama aja.


" Bedalah,jeruk ya jeruk, strawbery ya strawberry.."


"Lihat Hana, strawberry nya cantik sekali." Yoongi pun mengajak Hanaya untuk memetik nya.


Merekapun asyik memetik buah strawberry yang sudah matang. dan sesekali mereka saling menyuapi buah strawberry tersebut.


"Manis kan..??" Hanaya pun mulai melupakan kesedihannya.


"Apakah bisa dibawa pulang..?" Yoongi bertanya kepada Hanaya.


" Boleh,tapi kita harus beli lagi."


"Nggak masalah,ayo kita ambil sebanyak mungkin.


Hanaya pun tertawa melihat yoongi.


Mereka sangat menikmati kebersamaan mereka untuk yang terakhir kali nya di kebun strawberry yang pada saat itu hampir semua pohon berbuah. Tidak terasa hari pun mulai beranjak petang. Merekapun merasa lapar dan memutuskan untuk mencari makan terlebih dahulu.


"Mungkin lebih baik kita langsung balik aja.." Yoongi berjalan sambil memegang tangan Hanaya yang terlihat lemah.


"Kenapa harus buru-buru kita masih bisa jalan kemana aja, kan masih sore.." Hanaya masih belum ingin pulang.


Tapi Yoongi tidak mengacuhkan apa yang dibicarakan oleh Hanaya.


Setelah mereka selesai makan, Yoongi dan Hanaya langsung kembali pulang kerumah. Tapi Hanaya agak sedikit kesal karena dia belum merasa puas jalan bersama Yoongi.


"Kenapa muka nya begitu..?" Yoongi mencubit pipi nya Hanaya.


"Kenapa emang..??" Hanaya berdalih.


"Aku tidak mau kamu kelelahan,karena seharian keluar bersama ku." Yoongi berusaha menjelaskan alasan nya membawa Hanaya pulang kerumah.


"Besok malam aku harus berangkat, dan jika kamu sakit aku tidak akan mungkin bisa tenang."


"Senyum donk..!!" Yoongi berusaha untuk menghibur Hanaya.


***


" Yoongi seperti nya pintu rumah terbuka deh.."


Hanaya memperhatikan sekeliling rumah nya. dan melarang Yoongi untuk memasuki rumah terlebih dahulu.


"Memang ada apa..?? Bisa jadi kita lupa mengunci nya,dan pintu nya tertiup angin." Yoongi pun melangkah masuk.


Tapi di cegat oleh Hanaya dan menyuruh Yoongi tetap di belakang nya. " Tunggu,biar aku yang masuk duluan."


Hanaya takut terjadi apa-apa dengan Yoongi karena merasa jika sesuatu terjadi kepada Yoongi,maka dunia akan menjadi heboh,dan dia akan disalahkan.


Hanaya pun masuk secara perlahan,dan mulai membuka pintu selebar mungkin. Tapi ternyata apa yang dilihat Hanaya membuat dia kaget bukan main.


" Ya ampun, apa ini..??" Hanaya mengeluarkan ekspresi yang tak biasa sambil menutup mulut nya.


"Teruslah berjalan masuk.." Yoongi hanya tersenyum melihat reaksi dari Hanaya.


Ternyata Yoongi membuat kejutan untuk Hanaya. Dia menghias seluruh ruangan dengan ribuan kelopak bunga mawar putih. Dan menyalakan lilin-lilin kecil di pinggiran bunga tersebut. Hanaya terus melangkahkan kaki masuk kedalam rumah,dan melihat Lukisan diri nya yang sedang duduk di teras kamar nya, lukisan itu begitu besar tertempel dinding. Hanaya pun jadi terharu, karena melihat lukisan tersebut.


"Kapan kamu melakukan nya..?"


"Aku hanya mendesign nya, orang-orang suruhan ku lah yang melakukan nya."


"Ya ampun,tapi tetap aja..!!" Hanaya langsung berlari dan memeluk Yoongi.


"Terimakasih untuk kebahagian nya.."


"Terimakasih untuk segalanya, sekarang aku akan rela melepaskan mu pergi,dan mungkin saja kamu tak akan pernah kembali lagi kesini." Hanaya pun menitikkan air mata.


"Berbahagialah Hanaya setelah aku pergi.." Yoongi membalas pelukan dari Hanaya.


Hanaya pun menganggukan kepala nya,pertanda dia mengiyakan ucapan yoongi.


Malam itu dilalui dengan sangat indah, Hanaya merasa begitu sangat dicintai,meskipun itu hal yang mungkin saja mustahil,tapi dia begitu sangat bahagia. Mereka menghabiskan malam dengan berbaring dan bercengkrama di depan teras kamar Hanaya. Dengan berbantalkan tangan Yoongi Hanaya tampak menikmati hangat nya tangan Yoongi di kepala nya. Begitu banyak hal yang mereka bahas,dan sesekali suara tawa menghiasi suasana hening di malam itu.


"Hana, apakah kamu bahagia saat bersama ku..??" Yoongi mengajukan pertanyaan kepada Hanaya.

__ADS_1


"Ya,aku sangat bahagia, tak ada hal yang lebih membahagiakan dari pada ini. Jujur aku ingin sedikit lebih lama bisa berada di samping mu, tapi itu mustahil." Hanaya pun memeluk Yoongi dengan erat.


***


Hari pun mulai pagi,sinar matahari membuat Hanaya terbangun,masih dengan posisi mereka saat sebelum tidur. Hanaya melihat Yoongi yang tertidur pulas, tidak berani membangunkan nya. Dia hanya memandangi wajah Yoongi,den sesekali tersenyum. Karena Yoongi seperti nya benar-benar pulas. Hanaya pun beranjak kedalam untuk mandi,dan bersiap membuatkan sarapan.


Hanaya telah selesai membuat sarapan,dan membawakan nya ke kamar untuk Yoongi. karena Hanaya yakin Yoongi pasti belum bangun. Dan benar, Yoongi masih saja terbaring di lantai teras kamar Hanaya meskipun matahari sudah mulai meninggi.


"Chagii...bangun,sudah pagi. Aku sudah siapkan sarapan untuk mu." Hanaya pun membangunkan Yoongi dengan kecupan selamat pagi di pipi nya.


Akhir nya Yoongi terbangun,dan langsung merangkul Hanaya kedalam pelukannya.


" Kami sudah bangun..?"


" Bangunlah. Lalu mandi,aku sudah membawakan mu sarapan."


Yoongi masih saja enggan beranjak dari teras tersebut, Hanaya yang sudah beranjak dari Yoongi kembali lagi menghampiri nya, dan menarik tangan Yoongi memaksa untuk segera mandi.


Hanaya sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk kepergian Yoongi, dia mengecek barang-barang Yoongi apakah masih ada yang tertinggal.


Tiba-tiba Yoongi dari belakang mengejutkan Hanaya dengan kecupan di pipi dari belakang. Rambut Yoongi yang masih basah, mengenai bahu Hanaya membuat Hanaya meronta kecil.


"Iih..rambut mu masih basah.." Hanaya berusaha menghindar.


Yoongi makin menjadi-jadi, dia memutar-mutarkan kepala nya ke kanan dan ke kiri,agar Hanaya semakin basah. Hanaya pun berlari ke dapur, dan masih saja di kejar oleh Yoongi.


Hanaya pun terpojok,dan saat ini dia tidak bisa mengindari Yoongi lagi.


"Hmmm..kamu mau kabur kemana..??" Yoongi semakin menyudutkan Hanaya.


"Nggak, aku menyerah, jangan di lakuin lagi lihat wajah ku basah semua, kamu harus mengelap kering rambut mu."


Yoongi pun memberikan handuk kerangan Hanaya. Hanaya pun sudah langsung mengerti apa yang dimaksud Yoongi.


"Apa kau puas sekarang..?" Hanaya menggoskan handuk kepala nya yoongi untuk mengeringkan rambut nya.


Melihat Hanaya yang agak kesusahan mengelap rambut nya sambil berdiri, Yoongi menarik tangan Hanaya ke ruang tamu, lalu duduk dan menyuruh Hanaya kembali mengeringkan rambut nya.


Hanaya hanya bisa tersenyum, berbicara dalam hati " Ini hal yang bisa aku lakukan untuk terakhir kali kepada mu, meskipun ini sepele, tapi aku sangat bahagia bisa sedekat ini denga mu."


Yoongi yang melihat Hanaya Langsung tau ada yang dipikirkan Hanaya,langsung memeluk nya.


"apa yang sedang kamu pikirkan..??" tanya Yoongi.


"Nggak,aku nggak memikirkan apa-apa.." Hanaya tersenyum.


"Aku akan pergi ke bandara jam 4 sore,karena nanti aku akan menaiki pesat jam 7 malam.."


Mendengar pernyataan Yoongi,Hanaya pun beranjak pergi dari hadapan Yoongi,dan menuju dapur lalu membuatkan teh hangat untuk nya. Yoongi tau perasaan Hanaya,dan membiarkan nya.


"Ini teh nya.." Hanaya menyuguhkan teh kepada Yoongi, sambil melihat jam.


"Masih ada beberapa jam lagi,untuk kita bersama." Yoongi menarik tangan Hanaya, sehingga jatuh kepangkuan Yoongi.


"Kamu mau ngapain..??" Hanaya yang merasa malu,berusaha melepaskan genggaman tangan Yoongi.


"Aku akan mengambil sesuatu dikamar.." Hanaya mencari alasan.


"Nanti saja,tidak banyak waktu untuk kita.." Yoongi mendaratkan sebuah ciuman nya ke bibir mungil Hanaya.


Hanaya yang tidak akan pernah bisa menolak sentuhan dari Yoongi pun pasrah,dengan apa yang dilakukan nya.


"Jangan membuatku tidak ingin melepas mu.." Hanaya berusaha menghindar. Tapi Yoongi tetap tidak melepaskan bibirnya dari bibir Hanaya.


Hanaya pun pasrah, dan dia hanya bisa menerima apa yang dilakukan Yoongi.


***


Hanaya akhir nya benar-benar akan melepas kepergian Yoongi. Di bandara Hanaya tak henti-hentinya menangis,tanpa mengeluarkan suara. Yoongi yang melihat Hanaya tersebut memeluk nya, dan berusaha menyemangati nya, padahal tak ada yang tau Yoongi juga merasakan hal yang sama dengan Hanaya.


Sudah tiba waktu nya bagi Yoongi untuk pergi, diapun berpamitan dengan Hanaya.


"Hati-hati disana, tetap jaga kesehatan mu.." Hanaya melambaikan tangan nya kepada Yoongi.


Yoongi pun mulai menghilang dari pandangan Hanaya, dan Hanaya pun menangis sejadi-jadinya sambil menundukkan kepala nya. Namun tiba-tiba ada yang berlari ke arah Hanaya dan memeluknya erat.


Ternyata Yoongi balik lagi hanya sekedar memberikan pelukan perpisahan. Dan Hanaya melihat jika Yoongi menitikkan air mata nya. Disitu Hanaya sadar jika Yoongi juga merasakan hal yang sama untuk nya.


Tanpa melihat ke arah Hanaya Yoongi pun kembali masuk kedalam.


Hanaya pun menuju ke parkiran, masih dalam keadaan bersedih Hanaya masuk kedalam mobilnya. Hanaya kembali menangis, dan masih tidak percaya Yoongi pergi meninggalkan nya.


Setelah merasa agak tenang,Hanaya melajukan kendaraan nya.


Dan tiba-tiba....

__ADS_1



__ADS_2