Fantasi Hana My Yoongi

Fantasi Hana My Yoongi
kesempatan


__ADS_3

Hanaya yang bersemangat telah selesai membuat surat lamaran kerjanya, dan tinggal menelpon nomor yang diberikan oleh wanita yang di temui nya tempo hari.


"Halo.." telpon Hanaya langsung di angkat oleh orang yang mempunyai nomor telpon tersebut.


"Selamat siang, saya Hanaya ingin melamar pekerjaan sebagai make-up artis di HYBE, kalau saya boleh tau, saya harus mengirimkan lamarannya kemana ya..?"


"Oh, jadi kamu ingin melamar pekerjaan sebagai make-up artis, kamu langsung saja datang besok untuk interview kerja ke gedung HYBE, dan langsung menemui saya di lantai sembilan, dan katakan ingin bertemu dengan Kim Mina.


"Oke, terimakasih kak." Hanaya menutup telponnya.


"Aaaaaa....."


Hanaya begitu sangat senang, karena disuruh langsung untuk datang ke gedung tersebut, dan berharap bisa bertemu dengan Min Yoongi.


Selang beberapa saat kemudian, Aryan dan Luna datang ke restoran, dan langsung menuju ruangan Hanaya.


"Cie.. kayaknya ada yang lagi bahagia nih." Aryan melihat Hanaya yang lagi tersenyum sambil menatap ponselnya.


"Apaan sih kak, biasa aja." Hanaya segera memasukan ponselnya kedalam tas.


"Hana, kamu sudah makan siang..?" Luna bertanya dan membawakan sekotak pizza kesukaan Hanaya.


"Wah, kakak ipar ku tau aja, aku belum makan." Hanaya langsung mengambil pizza yang dibawakan Hanaya.


"Gimana hari ini Hana, semuanya lancarkan..?" Aryan bertanya sambil duduk di kursi tempat Hanaya bekerja.


"Lancar kak." Hanaya menjawab dengan mulutnya yang berisi pizza.


"Oh ya kak, ada sesuatu yang mau aku omongin sama kakak."


"Kamu mau ngomong apa Hana." Aryan berpindah duduk kesamping adiknya.


Hanaya meletakkan pizza yang ada ditangannya dan langsung ke pokok pembahasan, sebenarnya dia sedikit agak ragu mengatakan niatnya yang ingin melamar pekerjaan di HYBE entertainment.


"Gini kak, aku ingin bekerja di HYBE.


"What..?? kamu jangan bercanda." Aryan terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Hanaya.


"Iya kak, aku serius." Hanaya menundukkan kepalanya.


"Kamu gila ya, kamu kesini bukan buat mencari pekerjaan Hana, kamu kesini untuk mengurus restoran kita." Aryan sedikit meninggikan nada suaranya.


"Kakak kok marah sih, nggak bisa apa bicara pelan." Hanaya balik marah.


"Kakak bukannya marah, tapi kamu terlalu mengada-ada, nggak segampang itu masuk kesana, dan kamu tau nggak dunia dibalik itu semua." Aryan mengatakan itu karena dia pernah merasakan bekerja disalah satu agensi di Korea, sebelum bekerja di stasiun tv s**. Dulu dia sempat dikucilkan karena bekerja terlalu giat, dan membuat atasannya selalu memujinya, tapi staf-staf yang lain tidak menyukainya, bahkan sempat Di bully.


"Nggak marah, tapi suara kakak bikin gendang telingaku hampir pecah."


"Kakak nggak setuju jika kamu ingin bekerja disana, kamu cukup disini, dan mengelola restoran kita. Aryan melarang Hanaya, karena dia sangat menyayanginya.


"Ini kesempatan aku kak." Hanaya memohon.


"Terserah kamu deh Hana, kakak tidak akan melarang kamu, tapi jangan harap kamu mendapatkan perhatian dari kakak, dan kakak akan bilang ke mama untuk menarik kamu kembali ke Indonesia." Aryan mengancam Hanaya.


"Tega ya, ternyata kakak kejam dan nggak sayang sama aku, aku kira kakak akan mendukung apa yang akan aku lakuin. Hanaya mengambil mantel dan tas nya lalu pergi.


"Aryan, kamu kok gitu sih ngomongnya, kamu kan bisa pelan-pelan bicara sama Hanaya." Luna juga merasa Aryan agak sedikit kasar terhadap Hanaya.


"Pusing, mengahadapi Hana yang kecintaan sama boyband nggak jelas itu." Aryan kali ini benar-benar marah.


"Kamu nggak boleh gitu ngomongnya, kan kamu sendiri yang bilang kalo kamu memberikan kebebasan sama Hanaya." Luna jadi ikutan kesal melihat Aryan.


"Entahlah, aku juga nggak ingin bertengkar dengan kamu." Aryan masih merasa kesal terhadap Hanaya.


Sementara itu, Hanaya memutuskan pulang ke apartemen dengan berjalan kaki, dia menangis, karena kecewa terhadap Aryan, karena untuk pertama kalinya Aryan marah terhadap Hanaya.


Disepanjang jalan pulang Hanaya masih bersedih, air matanya tak bisa berhenti, mengingat Aryan yang sangat marah kepadanya. namun tiba-tiba Hanaya di hentikan oleh teriakan-teriakan remaja yang ada didepannya. Tanpa di sadari dia telah berada di depan gedung HYBE, dan melihat beberapa minibus yang memasuki gedung HYBE.


Ternyata didalam mobil itu adalah para member BTS, yang baru datang entah dari mana, Hanaya tertegun dan memperhatikan mobil tersebut, dan dia melihat sosok Yoongi didalam mobil tersebut, sambil melambaikan tangannya kepada Army Yanng antusias melihat mereka.

__ADS_1


Hanaya terus melihatnya, dia sangat senang ternyata bisa melihat langsung seorang pesohor dunia, yang hanya ada didalam khalayan nya, Hanaya tersenyum tanpa di duga Hanaya menarik perhatian Min Yoongi, dia memperhatikan Hanaya, dari sekian banyak para fans yang berada di sekelilingnya.


Memang Hanaya sedikit mencolok dengan orang-orang yang ada disekitarnya, meskipun dia berasal dari Indonesia, wajah dan penampilannya tidak kalah dari orang-orang yang berpenampilan keren di Korea.


Setelah mobil itu menghilang Hanaya melanjutkan perjalanannya. dia menjadi sangat yakin untuk melamar pekerjaan di HYBE.


Sesampainya di apartemen Hanaya langsung masuk kedalam kamarnya, lalu mengunci pintu dia tidak ingin Aryan dan Luna masuk kedalam kamarnya. dia berdiri di jendela sambil menatap gedung HYBE.


"Ya Tuhan, selama ini aku belum pernah meminta apapun kepada mu, dan sekarang aku hanya ingin, bisa bekerja di HYBE aku mohon kabulkan lah permintaan ku." Hanaya berdoa dalam hati.


Tiba-tiba ponsel Hanaya berdering, ternyata itu adalah panggilan telpon dari Luna, Hanaya mengabaikan telpon tersebut, dan mematikan ponselnya.


Sementara di restoran Aryan dan Luna masih menunggu Hanaya kembali ke restoran, dan sedikit mulai cemas, memikirkan Hanaya yang belum kembali.


"Dia tidak mengangkat telponnya." Luna panik.


"Ya sudah, kita kembali ke apartemen siapa tau saja disana." Aryan dan Luna bergegas untuk kembali ke apartemen.


Sepuluh menit kemudian mereka berdua telah sampai di apartemen, dan segera menuju kamar Hanaya. Luna mengetuk pintu kamarnya, tapi tidak ada suara. Disaat Luna akan masuk ternyata pintu kamar dikunci dari dalam.


Luna agak sedikit tenang, Hanaya ternyata ada disana. lalu menghampiri Aryan yang duduk di sofa ruang tamu


"Hanaya ada dikamar, tapi dia mengunci pintunya."


"Syukurlah." Aryan sangat lega.


Aryan dan Luna membiarkan Hanaya untuk menyendiri, mereka akan mengajak Hanaya berbicara besok pagi, berharap setelah tidur mereka bisa bicara secara baik-baik dengan Hanaya.


***


Jam menunjukan pukul enam lewat dua puluh menit, Hanaya yang telah bangun dari tadi, bersiap-siap pergi ke gedung HYBE untuk interview kerja. Dia berjalan mengendap-endap agar tidak terdengar oleh Aryan dan Luna.


Akhirnya Hanaya pun bisa keluar tanpa diketahui oleh Aryan dan Luna, dia sedikit bergegas, agar tiba lebih cepat digedung HYBE.


Karena masih pagi, Hanaya mampir di cafe yang tidak jauh dari gedung HYBE untuk sarapan.


"Masih ada satu jam lagi sampai kepukul sembilan, mending aku sarapan dulu, biar nanti lebih bersemangat." Hanaya memesan kopi dan sandwich sebagai sarapan paginya, karena tidak akan membutuhkan waktu yang lama untuk memakannya.


Aryan sudah keluar dari kamarnya, giliran Hanaya untuk dibangunkan, Luna pergi ke kamar Hanaya, dan langsung membuka pintu, tapi dia tidak menemukan Hanaya di dalam kamar, dan itu membuatnya panik.


"Sayang, Hanaya tidak ada di kamarnya." Luna berlari menghampiri Aryan.


"Masa sih..?" Aryan berlari ke kamar Hanaya, dan benar Hanaya tidak ada di kamarnya.


"Ya ampun Hana, kamu kemana lagi pagi-pagi begini." Aryan mulai sedikit menyesal dan menyalahkan dirinya sendiri, dia berpikir seharusnya kemarin dia tidak memarahi Hanaya.


"Coba telpon pak Lee, siapa tau aja dia udah berada di restoran." Luna mengambilkan ponsel Aryan dan menyuruhnya menelpon ke restoran.


"Kamu benar." Aryan pun langsung menelpon.


Tapi Aryan menjadi sangat panik setelah menelpon manager Lee, ternyata Hanaya tidak ada di sana.


"Hana, kamu kemana sih, apa segitu marahnya kamu sama kakak." Aryan takut jika terjadi apa-apa kepada Hanaya.


***


Hanaya telah berada di depan pintu gedung HYBE, dan dia melangkahkan kakinya masuk kedalam lalu menuju resepsionis.


"Permisi saya Hanaya, ingin bertemu dengan nona Kim Mina."


"Apakah anda sudah membuat janji untuk bertemu." tanya resepsionis tersebut.


"Oh, sudah." Hanaya menganggukan kepalanya.


"Tunggu sebentar." resepsionis tersebut menelpon, keruangan Kim Mina.


"Nona Hanaya, silakan anda akan diantar oleh teman saya." resepsionis tersebut mempersilahkan Hanaya dan di hantar oleh staf yang bekerja disana.


"Terimakasih kasih." Hanaya langsung mengikuti staf yang akan menghantar nya, lalu memasuki lift yang telah tersedia.

__ADS_1


Merekapun sampai di lantai sembilan, staf tersebut langsung mengantarkan Hanaya keruangan Kim Mina.


"Silakan, anda sudah ditunggu." staf yang mengantarkan nya tadi langsung pergi.


Hanaya mengetuk pintu, dan terdengar suara seseorang untuk menyuruh masuk.


"Masuk."


Hanaya pun segera masuk, dan memberi salam, ternyata ada beberapa orang didalam ruangan tersebut.


"Kamu Hanaya bukan..?" tanya salah satu orang yang ada diruangan tersebut, Hanaya tidak yakin apakah itu Kim Mina, atau orang lain, dia hanya menganggukkan kepalanya.


"Iya"


"Kamu kesini mau casting atau mau melamar menjadi make-up artis..?" pertanyaan itu terlontar dari orang yang berbeda.


"Saya mau menjadi make-up artis." jawab Hanaya mantap.


"Oke Hanaya, apa bisa kamu membuktikan kemampuan kamu..?" tanya seseorang yang berada dibalik kursi yang membelakanginya.


"Tentu saja." Hanaya yakin jika orang itu adalah Kim Mina. wanita cantik, tapi berpenampilan sederhana. dia merasa wanita tersebut tidak jauh berbeda dari dirinya sendiri.


"Hye jin, kamu akan di make-up oleh Hanaya." dia.


"Oke." orang yang bernama Lee Hye jin tersebut berdiri dan duduk dimeja rias, yang penuh dengan alat make-up.


Hanaya yang sudah terbiasa dengan alat make-up, tanpa ragu memulai pekerjaannya.


Melihat Hanaya yang cekatan, dan seperti seseorang yang profesional Kim Mina mengangguk-anggukkan kepalanya. dia mengagumi keterampilan Hanaya dan bekerja sangat santai, tapi tidak mengecewakan.


Setengah jam berlalu, Kim Mina sangat penasaran dengan hasil make-up Hanaya. Lalu dia menghampiri Hye jin.


"Wah amazing." Kim Mina sedikit kaget dengan hasil make-up Hanaya.


Hye jin yang dari awal agak sedikit jutek kepada Hanaya, sekarang berbalik memujinya.


"Hanaya sebelum kesini, kamu dulu bekerja dimana..? ini jauh dari ekspektasi ku, ini benar-benar sempurna." Lee Hye jin sangat puas dengan hasil make-up Hanaya.


"Oke, Hanaya silakan duduk." Kim Mina menyuruh Hanaya untuk duduk.


"Ya, terimakasih."


Kim Mina pun mulai bertanya tentang informasi pribadi Hanaya, tapi Hanaya menyodorkan CV yang sudah disiapkannya.


"Semuanya ada disini." Hanaya tersenyum.


"Oh, oke saya suka dengan orang yang peka." Hanaya tidak tau apa yang di maksud Kim Mina.


"Oh, ternyata kamu berasal dari Indonesia..?" tanya Kim Mina.


"Iya.." Hanaya mulai deg-degan dia takut karena dia berasal dari Indonesia dia tidak akan diterima bekerja.


"Tapi bahasa Korea mu lumayan." Kim Mina sedikit memuji.


"Tidak juga, saya masih dalam tahap belajar."


"Oke, Hanaya karena saya menyukai kamu, pasti mereka juga menyukainya, mulai minggu depan kamu mulai bekerja disini." Kim Mina langsung menerima Hanaya bekerja.


"Oh, My God benarkah..? Hanaya sangat senang sekali, dan tak henti-hentinya mengatakan terimakasih.


"Santai saja, Hmm...panggil saya Kim Mina saja, karena kita hanya beda satu tahun.


Melihat Kim Mina yang sangat baik Hanaya pun berkata.


"Panggil saja saya dengan Hana, itu lebih gampang." Hanaya tersenyum.


Mereka pun bersalaman.


"Jangan lupa, kontrak nya" Hye jin mengingatkan kontrak kerjanya.

__ADS_1


"Oh, iya karena baru kita akan mengontrak mu untuk tiga bulan di awal, tapi jika pekerjaan mu bagus, kontrak akan kita perpanjang." Kim Mina menyodorkan sehelai kertas yang harus di tandatangani oleh Hanaya.


"Oke." Hanaya langsung menandatangani tanpa berpikir panjang.


__ADS_2