
Dua Minggu berlalu akhirnya karantina Min Yoongi pun berakhir, Hanaya yang tidak sabar untuk bertemu dengan Min Yoongi terpaksa harus bersabar kembali, karena sebagai idol dan produser musik pekerjaan pun sudah menantinya. Hanaya begitu sangat kesal dia berpikir kenapa harus menunggu berminggu-minggu untuk bertemu dengan kekasihnya sedangkan mereka masih di satu negara, dan di satu daerah.
Luna yang melihat Hanaya yang sedang menggerutu di dalam kamar, lalu menghampirinya, dan bertanya.
"Kamu kenapa Hana?"
"Aku kangen Yoongi Luna." Hanaya merengek seperti anak kecil.
"Oooo, aku pikir ada apa ternyata cuma kangen." Luna memelankan suaranya.
"Apa kamu bilang, cuma...?." Hanaya kesal.
"Bukan begitu, aku pikir kamu mempunyai masalah serius gitu, yang benar-benar urgent."
"Tapi ini juga sangat-sangat urgent." Hanaya tiba-tiba memeluk Luna.
"Cup, cup, cup, kasian yang kangen sama pacar." Luna menepuk-nepuk punggung Hanaya pelan.
"Lun, aku akan keluar sebentar, pengen nyari udara segar." Hanaya melepaskan pelukannya.
"Apa mau aku temani?" tanya Luna.
"Nggak usah, kamu istirahat aja temani kak Aryan saat dia ada dirumah." Hanaya mengambil mantel bulunya, dan berlalu.
***
Hanaya memilih untuk berkeliling mengendarai mobilnya sendiri, dia bingung dengan apa yang harus dilakukan karena rindu yang sangat menyiksa, sepuluh menit berlalu, Hanaya teringat dengan Kim Mina, dan diapun memutuskan untuk menelponnya.
"Hai nuna,"
"Hai Hana." terdengar suara Kim Mina dari balik.
"Apa kau sibuk sekarang, aku ingin bertemu denganmu."
"Aah, sedikit lagi pekerjaanku selesai, kau bisa menjemput ku didepan gedung, kebetulan aku hari ini tidak membawa mobil."
"Oke." Hanaya mematikan ponselnya.
Beberapa saat kemudian Hanaya pun tiba di depan gedung hybe dia tidak ingin memasukinya karena akan terdengar bisikan-bisikan aneh dari staf-staf yang berlalu lalang.
"Hai...." Terdengar suara Kim Mina memanggil Hanaya.
"Hai.." Hanaya melambaikan tangannya kearah Kim Mina.
Mereka pun memasuki mobil Hanaya dan berlalu, di perjalanan Hanaya sudah tidak sabar untuk menanyakan kabar dari Min Yoongi, dan langsung bertanya.
"Apa kita bisa ketempat Min Yoongi sekarang?" Hanaya tersenyum.
"Hana, belum dua menit aku berada di dalam mobil mu, haruskah kita membahas Min Yoongi sekarang?" Kim Mina menghela nafas.
"Tentu, aku sudah tidak sabar nuna untuk bertemu dengannya rindu ini menyiksaku." Hanaya memukul pelan dadanya, sehingga membuat Kim Mina tertawa melihat tingkah laku Hanaya.
"Oke, tapi jika Min Yoongi memarahiku kamu yang bertanggung jawab ya..!!" Kim Mina menyerah, dan akhirnya membawa Hanaya kepada Min Yoongi yang sedang melakukan pertemuan dengan musisi yang akan berkolaborasi dengannya.
Hanaya dan Kim Mina tiba di tempat Min Yoongi yang sedang melakukan pertemuan, karena Hanaya tidak berani untuk menelpon langsung kepada Min Yoongi akhirnya Kim Mina mengirim pesan kepada sang manajer yang sedang mendampingi Min Yoongi.
Dua jam berlalu, Hanaya yang kegerahan menunggu Min Yoongi di dalam mobil memutuskan untuk keluar dari mobilnya, namun di tahan oleh Kim Mina, dia tidak ingin ada wartawan yang mengetahui keberadaan Hanaya dan Kim Mina.
"Kamu mau kemana?" menarik tangan Hanaya.
"Aku bosan, aku tunggu diluar." membuka pintu mobil.
"Jangan..!!"
"Kenapa..??" tanya Kim Mina penasaran.
"Kamu mau jadi sasaran empuk para wartawan..?" menarik kembali tangan Hanaya.
__ADS_1
"Oh, sorry." Hanaya menutup kembali pintu mobilnya, dan memperlihatkan deretan gigi rapinya kepada Kim Mina.
"Dasar." Kim Mina hanya bisa tersenyum, karena dia merasa tingkah Hanaya sangat menggemaskan.
Dan tak lama kemudian, dia melihat Min Yoongi keluar, dan tanpa sadar Hanaya membuka pintu dan berlari kearah Min Yoongi.
"Yoongiiiaaaa.....!!!! Hana tidak perduli dengan teriakan Kim Mina dari dalam mobil, dan langsung memeluk Min Yoongi.
"aku rindu sekali padamu."
Min Yoongi pun membalas pelukan Hanaya, tapi sang manajer membisikan sesuatu kepada Min Yoongi, dan membuat Min Yoongi langsung melepaskan pelukan Hanaya, lalu menarik tangan Hanaya untuk masuk kedalam mobil Van yang sudah terparkir di depannya.
"Eh, eh, mobil ku ada Kim Mina didalamnya." Hanaya menunjuk kearah mobilnya yang terparkir bersebrangan dengan mobil Van nya Min Yoongi.
"Biar Kim Mina yang bawa." jawab Min Yoongi singkat.
Sementara itu, Kim Mina masih merasa gugup dengan tingkah Hanaya, dia sangat takut akan dimarahi atasannya seandainya kejadian ini bocor ke media, tapi setelah melihat sang manajer Min Yoongi yang cekatan, dia agak bernafas lega.
"Syukurlah, Hana kamu benar-benar bisa membuatku terkena serangan jantung." ucap Kim Mina sambil menyalakan mesin mobil, dan berlalu pergi.
Min Yoongi pun hanya menatap Hanaya dengan tatapan yang sangat dalam, Hanaya terkadang membuatnya takut, takut jika Hanaya suatu hari nanti akan tersakiti karena mencintainya.
"Hana, apa kamu bodoh?" tanya Min Yoongi
"Apa, bodoh..? Kenapa kamu berkata seperti itu?" Hanaya tidak mengerti dengan perkataan Min Yoongi.
Dan tiba-tiba Min Yoongi menarik tangan Hanaya, dan menyuruhnya duduk dipangkuan Min Yoongi.
"Apa kamu sangat merindukan aku?" tanya Min sambil mengalungkan tangannya ke pinggang Hanaya.
"Hmm, aku sangat rindu sehingga membuatku seperti orang gila." jawab Hanaya tanpa ragu.
"Aku juga, tapi aku tidak bisa menemuimu, aku takut kamu juga nanti tertular."
"Tapi sekarang kamu sudah sembuh, dan juga sudah bekerja, tidak ada alasan lagi untuk aku bisa bertemu dengan kamu kan..?" tanya Hanaya lugas.
"Tunggu sebentar." Hanaya pun kembali ketempat duduknya karena melihat Min Yoongi agak kesusahan merogoh kantong celananya.
"Kim Mina." ucap Min Yoongi, setelah melihat layar ponselnya.
"Halo, ada apa nuna?"
"Kalian akan pergi kemana, biar nanti mobil Hanaya aku antar ketempat kalian nanti." terdengar suara Kim Mina dari balik ponsel.
"Oh, antarkan ke apartemen ku saja." ucap Min Yoongi.
"Oke." dan Kim Mina menutup ponselnya.
"Apartemen..?" Hanaya menengok ke arah Min Yoongi.
"Aku ingin beristirahat sebentar, nanti malam jam delapan aku harus ke studio ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan." Min Yoongi mengalungkan bantal lehernya, lalu memejamkan matanya.
"Katanya rindu, apa begitu caranya." Hanaya menghentakkan kakinya seperti anak kecil.
"Mau makan ramen di tempatku..?" tiba-tiba suara Min Yoongi membuat Hanaya menghentikan hentakan kakinya.
"Diam tidur saja, jangan bicara yang macam-macam." Hanaya menutup mulut Min Yoongi, dan sekilas mengecup ringan bibir tipis Min Yoongi.
Min Yoongi tersenyum dengan tingkah Hanaya yang menggemaskan dan meneruskan tidurnya.
***
Untuk pertama kalinya Hanaya masuk kedalam apartemen Min Yoongi, dia sangat kagum dengan tatanan ruangannya dan dominan berwarna putih.
"Wah, aku ngg nyangka tempat kamu sangat nyaman."
"Tentu, makanya sering-sering main kesini." ucap Min Yoongi dan langsung masuk ke kamarnya.
__ADS_1
"Pasti mau lah, apalagi kalo udah berstatus nyonya Min Yoongi" Hanaya bergumam dalam hati.
Min Yoongi pun keluar dari kamarnya, setelah selesai mandi.
"Apa kamu mau mandi..?"
Pertanyaan Min Yoongi membuat Hanaya kelabakan, dia menjadi salah tingkah, dan sedikit takut.
"Aah? Mandi..? Aku sudah mandi, jadi tidak perlu mandi lagi." Hanaya menjadi sangat gugup.
"Begitukah..?" Min Yoongi mendekat lalu memeluk Hanaya.
Aroma tubuh Min Yoongi membuat Hanaya meleleh dan membalas pelukan Min Yoongi.
"Apa kamu tau aku juga sangat merindukanmu, setelah selesai karantina aku mau menemui langsung, tapi pekerjaan ku sudah terlalu lama menunggu, dan menumpuk, dan jadwalku bertemu dengan orang-orang penting waktunya tidak bisa diundur lagi, jadi dengan terpaksa aku harus menunda pertemuan kita." Min Yoongi semakin mempererat pelukannya.
"Iya, aku tau kamu sangat sibuk dari awal aku sudah mempersiapkan mental ku untuk hal-hal seperti ini." Hanaya tersenyum.
"Terimakasih untuk pengertiannya." Min Yoongi melepaskan pelukannya lalu mencium kening Hanaya.
"Apa kamu lapar?" tanya Min Yoongi.
"Hmm.. aku lapar sekali akhir-akhir ini aku tidak bisa makan dengan benar." jawab Hanaya manja.
"Ya sudah, aku akan membuatkan mu makanan tunggu sebentar ya..."
Min Yoongi melihat kearah jam. waktu menunjukan pukul satu siang dan dia berpikir masih bisa memasak makanan untuk Hanaya.
Tidak lama kemudian Min Yoongi membawa dua piring spaghetti menuju ruang tamu dimana Hanaya sedang asyik menonton acara televisi favoritnya.
"Taraaa, makanannya sudah datang." Min Yoongi memberikan sepiring spaghetti kepada Hanaya.
"Wah, terimakasih sayang." lalu mengecup bibir Min Yoongi.
"Ayo makan."
"Apa mau sebotol wine..?" tanya Min Yoongi.
"Hmm, no..no..!! aku akan menyetir dan kamu akan bekerja, jadi jangan." Hanaya menggelengkan kepalanya.
"Aaa, kamu benar maaf ya." Min Yoongi tersenyum.
"Aku ingin melihat kamu di In The Soop." ucap Hanaya.
"Ayo, kita akan menghabiskan waktu untuk menontonnya." Min Yoongi mengganti saluran televisi.
Mereka akhirnya selesai menyantap makanannya, namun mereka masih asyik dengan tontonan nya, sesekali ada gelak tawa yang terdengar karena melihat tingkah lucu para member.
"Apa kamu tau, saat aku menonton acara ini, disaat melihat Jin dengan kekonyolannya aku ingin mempunyai satu orang kakak lagi yang tingkahnya seperti dia, mempunyai teman seperti Jhope, jimin, yang selalu bisa mencairkan Suasana, dan mempunyai adik yang tampan seperti V agar aku bisa pamer kepada teman-teman ku."
"Hmm." Min Yoongi hanya menanggapi ucapan Hanaya dengan anggukan kepala, tapi tiba-tiba dia tersadar dengan tiga member BTS yang belum disebutkan namanya oleh Hanaya.
"Bagaimana dengan Namjoon, jungkook, dan aku..?" tanya Min Yoongi sangat penasaran.
"Jujur, aku sangat menyukai kalian bertiga aku suka RM dengan kecerdasannya, dan tubuhnya yang tinggi, dan Jungkook dari awal aku lebih mengidolakan dia, dia itu manis, tubuhnya makin berotot, pesonanya main menjadi-jadi." tanpa sadar Hanaya begitu sangat jujur dengan perkataannya, dan tidak memikirkan dia sedang berbicara dengan siapa.
"Oh ya..? Lalu Min Yoongi?" Dia sangat penasaran dengan tanggapan Hanaya tentang dirinya pada saat itu.
"Min Yoongi, lelaki keren, cowok yang sempurna untuk dijadikan pasangan, pintar memasak, perhatian, dan tidak terlalu banyak bicara, aku suka semua tentang dia, pria Daegu yang mempesona."
Mendengar perkataan Hanaya tentang sosok dirinya dimata Hanaya. Min Yoongi tersipu malu dan terlihat sangat jelas jawaban Hanaya membuat dirinya sangat puas.
"Seperti itukah?" tanya Min Yoongi dengan hati berbunga-bunga.
"Iya, dia yang terbaik." dan tiba-tiba Hanaya terdiam dia tersadar dengan perkataan dan pujiannya terhadap member BTS yang lainnya, dan dia sangat yakin sekarang Min Yoongi pasti sangat ke ge-eran, tapi juga kesal karena dia tau jika aku juga menyukai Namjoon dan Jungkook.
Tapi Hanaya salah, disaat Hanaya menoleh ke arah Min Yoongi, ternyata Min Yoongi hanya menatap layar televisi 60 inci tersebut dengan senyuman yang merekah di bibirnya.
__ADS_1