Fantasi Hana My Yoongi

Fantasi Hana My Yoongi
Pasrah


__ADS_3

Dua bulan sudah berlalu, tetapi kondisi Hanaya masih tetap sama. Aryan dan ibu nya sudah mulai pasrah dengan keadaan Hanaya. Apakah melepaskan Hanaya itu jalan terbaik, Meraka mulai pasrah karena kondisi Hanaya tidak menunjukan perkembangan. Riko yang dari sebulan lalu tidak pernah absen untuk merawat Hanaya berusaha untuk meyakinkan Aryan dan ibu nya, bahwa Hanaya akan kembali sadar.


"Kita nya membutuhkan waktu sedikit lama Aryan." Riko berusaha meyakinkan Aryan.


"Tapi gue tidak tega melihat Hanaya menderita seperti ini Rik." Aryan tertunduk lesu.


"Gue yakin, Hanaya akan sembuh, percaya sama gue Yan." Sebenarnya Riko juga hampir sama dengan Aryan,agak sedikit putus asa,tapi dia meyakinkan diri nya jika Hanaya bisa pulih.


"Gimana dengan kerjaan Lo Rik,Lo harus balik lagi,jangan sampai ini mengganggu Lo,dan masa depan Lo." Aryan tidak ingin membebankan Hanaya kepada Riko.


"Lo ngg usah khawatir, tapi mungkin gue besok balik dulu ke Korea,untuk menyelesaikan projek yang tertunda kemarin."


"Ya Rik,nggak apa-apa,masih ada gue dan nyokap kok."


"Tapi Lo nggak boleh membuat keputusan yang nanti nya Lo sesalkan ya..!!" Riko mewanti-wanti Aryan.


"Thanks ya,Lo udah ada buat Hanaya,gue dan nyokap." Aryan memeluk Riko.


"Santai bro,biarpun mungkin disaat Hanaya sadar dan perasaan gue nggak berbalas,gue ngg bakalan menyesal kok untuk semua nya."


"Sekali lagi makasih ya,Lo emang sahabat gue yang paling baik." Aryan kembali memeluk Riko.


"Hari ini gue harus siap-siap dulu,dan besok gue langsung berangkat,tapi gue ke Hanaya dulu."


"Ok.." Aryan dan Riko pun berjalan menuju ruangan Hanaya.


Riko menghampiri Hanaya,dan duduk di sebelah nya,lalu mengajak Hanaya berbicara.


"Hana,aku balik dulu ke Korea,ada yang harus aku urus,nanti jika semuanya sudah selesai aku akan balik lagi dan, setelah kembali dari Korea aku ingin melihat mu sudah bisa berlari di depan rumah sakit sana." Riko pun tersenyum dan memegang tangan Hanaya.


Aryan yang mendengar ucapan Riko,tidak bisa membendung kesedihan nya,dia ingin menutupi kesedihan nya tetapi tidak bisa. Riko yang akan bangkit dari tempat duduk nya, merasakan tangan Hanaya yang mulai bergerak,lalu memperhatikan nya, beberapa kali jari Hanaya bergerak.


"Aryan, Aryan, Lo liat tangan Hanaya bergerak." Riko memanggil Aryan.


"Serius Rik..?" Aryan sedikit tidak percaya.


"tunggu gue panggilan dokter dulu." Aryan segera berlari untuk menghampiri dokter.


***


"Gimana dok, dengan adik saya..?" Aryan tidak sabar menunggu keterangan dari dokter.

__ADS_1


"Syukurlah,Hanaya sudah tidak perlu memakai alat bantu pernafasan lagi,semua alat yang ada di tubuh nya sudah bisa di copot,dan pindah ke ruangan rawat inap.


"Thanks God..!!" Aryan begitu sangat bahagia.


"Gue telpon nyokap dulu ya Rik.." Aryan pamit keluar.


Melihat kondisi Hanaya yang menunjukan perkembangan yang bagus,Riko begitu sangat bahagia.


"Hanaya, Jika kamu benar-benar sudah sadar nanti, ijin kan aku untuk menikahi dan membahagiakan kamu, apapun itu kondisinya nanti.." Riko pun menggenggam tangan Hanaya dan mencium nya.


Melihat Riko yang begitu baik,dan mencintai adik nya,Aryan tanpa sadar meneteskan air mata, lalu mengurungkan niat nya untuk masuk ke dalam ruangan Hanaya,dan memberi kesempatan untuk Riko menemani Hanaya.


Riko akhir nya keluar,dan melihat Aryan duduk menyendiri diruang tunggu,lalu menghampiri nya.


"Lo disini..? gue kirain Lo masih telponan sama nyokap Lo."


"Udah, Rik gue cuma pengen ngasih lo kesempatan untuk berbicara kepada Hanaya." Aryan pun menghampiri Riko,dan memeluk nya.


"Eh,, apa-apaan sih,perasaan dari tadi lo meluk gue Mulu, jangan-jangan Lo suka ama gue ya..?" Riko menepis pelukan Aryan.


"Gila Lo ya..." Aryan pun tersenyum.


***


"Caghii...aku membuatkan teh untuk mu.."


Hanaya menuju keruangan Yoongi untuk mengantarkan minuman,tetapi dia melihat Yoongi yang tertidur sambil duduk dipinggir kursi nya. Hanaya tetap melanjutkan langkah nya,dan meletakan minuman yang dibawa nya ke atas meja.


Hanaya menghampiri nya,dan menatap wajah Yoongi yang tertidur pulas.


"Aku ingin memilikinya, dia begitu sangat manis,aku ingin mencium kening nya,mata nya hidung nya dan, bibir nya apakah aku bisa..??" Hanaya berbicara dalam hati.


"Ya ampun Hanaya, apa yang sedang kamu pikirkan..?" Hanaya tersadar sendiri.


Disaat Hanaya akan beranjak, Yoongi pun terbangun,dan Hanaya pun kaget,jarak wajah Mereka berdua hanya beberapa cm,dan itu membuat Hanaya gugup. Hanaya menarik badan nya dari Yoongi,tetapi tangan Yoongi menahan tubuh Hanaya, sehingga Hanaya jatuh kedalam pelukan yoongi.


"Mati aku,kenapa kami begitu bodoh Hana, kenapa mendekati macan yang sedang tidur...!!" Hanaya berbicara dalam hati.


"Kenapa kamu mengganggu ku tidur..?" Yoongi semakin mempererat cengkraman tangan nya di pinggang Hanaya.


"Siapa yang mengganggu mu,tidak ada." Hanaya berusaha mengelak sekuat tenaga.

__ADS_1


"Kamu senang kan di perlakukan seperti ini..?" Yoongi menggoda Hanaya.


"Enggak kok,kamu ngomong apa sih..?" Pipi Hanaya memerah dan berusaha melepas kan tangan Yoongi. Tetapi tangan Yoongi lebih kuat.


"Mama datang,aku keluar dulu." Hanaya mencari alasan.


"Jangan bohong mama mu tidak ada, iya kan..??" Yoongi semakin mendekatkan wajah nya,dan sekarang hidung mereka beradu.


"Nggak kok,aku nggak bohong." jantung Hanaya berdegup kencang,mungkin bisa dirasakan oleh Yoongi.


Yoongi menatap mata Hanaya,dan benar-benar membuat Hanaya kehilangan akal.


"Jangan bikin aku tidak ingin kehilangan mu Yoongi." Hanaya mulai berani karena hasrat yang ada pada diri nya.


"Terus kamu mau apa..??" Yoongi menantang Hanaya.


Tanpa berpikir panjang Hanaya langsung ******* bibir Yoongi dia sangat menikmati nya dan Yoongi pun membalas nya dengan gairah yang tidak kalah dari hanaya, dia tidak bisa menahan nya lagi,dia berfikir entah ini nyata atau tidak,tapi kesempatan ini tidak akan di sia-siakan nya. Kesempatan ini belum tentu datang untuk ke dua kali nya. Mereka begitu menikmati dan entah apa yang terjadi setelah itu.


"Hana,Hana.." Yoongi membangunkan Hanaya yang tertidur di lantai ruang kerja Yoongi.


"Hmm.." Hana menggeliat.


"Waktu nya makan malam,dan meminum obat mu." yoongi menarik selimut Hanaya dan menarik tangan nya agar berdiri,lalu membawa nya ke kamar mandi.


"Ayo cuci muka mu dulu,biar ngantuk nya hilang."


"Ho'oh.." Tetapi masih saja memejamkan mata nya.


Mau tidak mau Yoongi lah yang membasahi wajah Hanaya. "Dasar wanita pemalas ya,disuruh makan saja bermalas-malasan."


"Yoongi..kok kamu sama kaya papa ku,ngomel terus,tapi baik hati.." Hanaya yang masih setengah sadar memeluk Yoongi.


Yoongi yang melihat tingkah Hanaya hanya bisa tersenyum. "Apakah perlu ku gendong kau ke meja makan..??"


"Iya.." Hanaya menganggukkan kepala nya.


"Baik lah.."


"Nggak usah,cuma bercanda.." Hanaya tersenyum dan mencium pipi Yoongi,lalu pergi menuju meja makan.


Yoongi yang melihat tingkah Hanaya,hanya bisa menggelengkan kepala nya.

__ADS_1



__ADS_2