
Dorm BTS
Setelah melalui semua jadwal BTS yang sangat padat para member BTS mendapatkan libur selama satu minggu, mereka akan memanfaatkan waktu libur tersebut dengan pulang ke kampung halaman masing-masing.
V yang sudah selesai mengemas barang-barang yang akan dibawanya untuk pulang, keluar dari kamarnya, lalu menghampiri Min Yoongi yang masih bersantai sambil bermain gitar.
"Hyung apa yang akan kau lakukan, untuk satu Minggu kedepan..?" Tanya V kepada Min Yoongi.
"Yang pastinya, aku akan mengisi waktu luang ku dengan menulis lagu." jawab Min Yoongi.
"Kita diberikan libur selama satu Minggu untuk berlibur kenapa kau masih bekerja." V berkata sambil duduk disamping Min Yoongi.
Jin, Jungkook, Jhope pun keluar dari kamar mereka secara bersamaan, mereka melihat Min Yoongi yang masih santai, dan belum mempersiapkan apapun, sementara mereka sudah bersiap-siap untuk pulang ke daerah masing-masing untuk menikmati libur mereka.
"Hyung, apa kau tidak punya rencana untuk pulang ke Daegu..?" tanya Jhope.
"Iya, Nanti tidak begitu banyak barang yang akan aku bawa, jadi aku masih ingin sedikit santai disini." Min Yoongi masih asyik dengan gitarnya.
"Aku akan berangkat sore ini, aku sangat merindukan ibu dan ayahku." ucap Jungkook.
"Aku juga, sudah lama aku tidak pulang kerumah, aku sangat merindukan lingkungan di perumahan ku." sambung Namjoon yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Aku harap kalian menikmati waktu kalian selama liburan, tapi aku mungkin akan pulang besok pagi, karena masih ada urusan yang harus aku bereskan." Yoongi menatap kelima member sambil tersenyum.
"Oh, ya Jimin mana..?" tanya V.
"Dia masih belum bangun." jawab Jhope.
"Benarkah? ,tapi dia bilang ingin pulang bersamaku." V berdiri, dan langsung menuju kamar Jimin untuk membangunkannya.
"Hyung, apakah kau akan menemui Hanaya dulu sebelum pergi..?" tanya jungkook kepada Min Yoongi.
"Tidak, aku mempunyai janji bersama temanku, jadi sebelum pulang aku harus menghampiri dia dulu." Min Yoongi menjawab pertanyaan dari Jungkook.
"Oh..aku pikir kau akan menemui, Noona cantik itu dulu." goda Jungkook.
"Aaah, jangan berbicara begitu" Min Yoongi tersenyum sambil menepuk pundak Jungkook.
***
Hanaya yang akan menuju ruang Kim Mina, bertemu dengan Kim Hara yang sedang berjalan menuju ruangan idol lain, yang sedang syuting untuk pembuatan videoklip.
"Hana..!!"
"Noona?"
"Yang lagi berseri-seri, setelah ngabisin waktu berduaan sama Min Yoongi" Kim Hara menggoda Hanaya.
"Ssstt, noona jangan asal bicara." Hanaya menutup mulut Kim Hara.
"Kenapa, takut ketahuan sama orang-orang..?"
"Bukan itu, aku tidak ingin Yoongi terkena masalah."
"Aku salut sama kamu, bisa dekat dengan Min Yoongi hanya dalam hitungan bulan."
"Sudah-sudah jangan dibahas lagi." Hanaya menutup wajahnya karena malu.
"Iya, tapi kamu tau nggak Min Yoongi selama seminggu kedepan libur..?" tanya Kim Hara.
"Tidak, dia tidak bilang apa-apa." Hanaya sedikit kecewa karena Min Yoongi tidak mengabarinya.
Tiba-tiba ponsel Hanaya bergetar satu pesan masuk, ternyata itu pesan dari Min Yoongi.
"Kamu dimana?"
"Aku lagi diruangan Kim Mina"
"Pesan dari Yoongi." Hanaya tersenyum sambil melirik Kim Hara.
"Ya sudah, aku pergi dulu ya." Kim Hara pun pergi meninggalkan Hanaya.
"Aku ingin bertemu denganmu"
Yoongi membalas pesan dari Hanaya.
"Oke."
"Aku tunggu diparkiran"
Hanaya yang begitu sangat senang langsung menemui Kim Mina untuk meminta pulang lebih awal.
"Noona...!!!" Hanaya masuk tanpa mengetuk pintu.
Tapi dia melihat pemandangan yang kurang mengenakkan, dia melihat Kim Mina yang sedang menangis.
"Noona kenapa?"
"Oh, Hana kamu datang, aku tidak kenapa-kenapa." jawab Kim Mina sambil menghapus air matanya.
"Tapi kenapa menangis..?" Hanaya yang merasa sudah dekat dengan Kim Mina langsung memeluknya.
"Ceritakan padaku, apa permasalahan mu." Hanaya menawarkan diri untuk mendengarkan permasalahan yang sedang di hadapi Kim Mina.
"Besok aku akan ke pengadilan untuk mengurus perceraian ku." Kim Mina tak bisa lagi menutupi kesedihannya, dan dia kembali memeluk Hanaya dengan air mata yang deras mengalir di pipinya.
"Astaga, aku tidak tau jika kau telah menikah, tetapi aku sekarang malah mendengarkan kau akan bercerai." Hanaya ikut sedih mendengarkan cerita Kim Mina.
"Ya, aku memutuskan bercerai meskipun aku masih mencintainya."
"Apa hubungan kalian tidak bisa diperbaiki lagi, kenapa harus menempuh perceraian..?" Hanaya penasaran.
"Aku tidak bisa memaafkan perselingkuhan suamiku Hana, pernikahan kami baru berjalan satu tahun, tapi dia berani-beraninya mengkhianati ku." Kim Mina terlihat begitu marah.
"Yang sabar Noona, semoga apa yang menjadi pilihanmu itu yang terbaik." Hanaya berusaha untuk menyemangati Kim Mina.
Sementara Min Yoongi yang telah menunggu Hanaya cukup lama, sedikit merasa kesal, dan berulang kali mencoba menelpon, tapi tak ada jawaban dari Hanaya.
"Hana, kamu kemana tidak mungkin berjalan ke parkiran membutuhkan waktu lebih dari setengah jam." Min Yoongi keluar dari mobilnya.
Masih dengan suasana hati yang kesal, karena Hanaya tak kunjung datang, dari arah belakang terdengar seseorang memanggil Min Yoongi.
"Yoongi..!!"
Min Yoongi menoleh kebelakang, dia melihat perempuan cantik berpenampilan sexy datang menghampirinya, dan tanpa basa basi langsung memeluk Min Yoongi.
Min Yoongi pun terlihat senang melihat perempuan tersebut, dan membalas pelukannya.
"Hye Rin, kamu disini..?"
"Iya, aku senang bisa bertemu denganmu disini."
Hye Rin adalah putri salah satu petinggi HYBE, meskipun dia tidak bekerja di HYBE entertainment tetapi dia cukup sering bertandang ke HYBE, dan terkadang hanya untuk pergi berolahraga.
"Kau mau kemana..?" tanya Hye Rin.
"Aku sedang menunggu seorang teman." jawab Min Yoongi.
Sementara itu di ruangan Kim Mina.
Hanaya yang melihat Kim Mina sudah mulai merasa tenang, memberanikan diri, untuk meminta izin pulang lebih cepat, dan setelah mendapatkan izin, dia langsung berlari menuju ke parkiran, dia melihat layar ponselnya ada tujuh panggilan tak terjawab dari Min Yoongi, Hanaya sedikit takut karena akan membuat Min Yoongi marah.
Tapi setelah sampai di parkiran dia melihat Min Yoongi bersama perempuan cantik, mereka terlihat begitu akrab sehingga membuat Hanaya merasa cemburu.
"Hah, aku berlari kesini karena mengkhawatirkan mu, tapi kau malah asyik bersama perempuan lain." Hanaya sangat kesal, lalu menendang ban mobil yang ada di depannya, sehingga alarm mobil tersebut berbunyi.
Yoongi yang melihat Hanaya dari kejauhan menyudahi obrolannya bersama Hye Rin, lalu berpamitan.
"Teman ku sudah datang, lain kali obrolannya kita lanjutkan."
__ADS_1
"Oke, sampai ketemu lagi ya Agust D." Hye Rin mencium pipi Min Yoongi.
Hanaya yang melihat adegan tersebut, wajahnya memerah, dia tidak bisa menyembunyikan rasa cemburu, dan bersembunyi dibalik tiang yang berada didekatnya.
"Tin..tin.." terdengar suara klakson mobil.
"Hana, sampai kapan kau akan berdiri disana." Min Yoongi melihat Hanaya yang kesal, Hanaya tidak menyadari jika Min Yoongi sudah ada disampingnya.
"Ayo masuk."
"Iya."
Hanaya masuk kedalam mobil, lalu membanting pintu mobil sehingga Min Yoongi pun terkejut, tapi dia hanya tersenyum melihat tingkah Hanaya yang terlihat jelas jika dia sedang cemburu.
Min Yoongi pun melajukan mobilnya. Di tengah perjalanan Min Yoongi berusaha memecahkan keheningan, dia bertanya kenapa Hanaya begitu sangat lama keluar, tapi Hanaya tidak menjawab pertanyaannya, sehingga membuat Min Yoongi pun ikut kesal.
"Bilang jika kamu tidak ingin pergi dengan ku." Min Yoongi menghentikan mobilnya dipinggir jalan.
"Maksudmu..?" tanya Hanaya
"Kamu kenapa diam saja dari tadi, sehingga membuatku kesal."
"Kesal..? Ok kamu kesal kepadaku, aku akan turun."
Min Yoongi membiarkan Hanaya turun dari mobilnya, dia tidak menghalanginya untuk keluar dari dalam mobil.
Hanaya yang merasa sangat kesal, hanya bisa menangis, lalu memilih untuk berjalan kaki. dia begitu sakit hati, karena Min Yoongi tidak melarangnya turun dari mobil, dan membiarkannya pergi begitu saja.
"Hanaya, dari awal kamu harus sadar, kamu siapa jangan pernah berharap lebih." Hanaya berbicara sendiri, sehingga orang-orang yang melihatnya menganggap Hanaya gila.
Dia terus berjalan, sehingga dia tidak menyadari Min Yoongi mengikutinya dari belakang.
Ponsel Hanaya berdering, dia tidak melihat kearah layar ponselnya, dan langsung menjawab telpon tersebut.
"Halo"
"Masuklah kedalam mobil, apa kau tidak malu menangis di sepanjang jalan"
Hanaya terkejut, karena yang menelpon adalah Min Yoongi, dia mematikan ponselnya, lalu melihat mobil yang ada dibelakangnya.
"Ayo masuk, sebelum orang-orang melihatku." teriak Min Yoongi dari dalam mobil.
Hanaya yang masih sangat kesal, berusaha tenang dan masuk kedalam mobil.
"Apa itu caramu meminta maaf, kamu tau aku hampir satu jam menunggumu diparkiran." Min Yoongi pura-pura marah.
"Tapi kamu sepertinya tidak sedang menungguku, kamu asyik mengobrol dengan perempuan sexy tadi." Hanaya bicara tanpa melihat kearah Min Yoongi.
"Kamu cemburu..?"
Hanaya hanya diam, dia tidak menjawab pertanyaan min Yoongi.
"Jika kita benar-benar berkencan, apakah setiap hari kita akan bertengkar hanya gara-gara perempuan yang kutemui."
"Bukan begitu." Hanaya tak bisa berkata setelah mendengarkan ucapan Min Yoongi.
"Apakah kamu tau, berapa orang wanita seperti Hye Rin yang aku temui setiap harinya..?" tanya Min Yoongi.
"Tidak..?" jawab Hanaya singkat.
"Sudahlah jangan membahas itu, aku ingin mengajakmu jalan, karena satu Minggu kedepan aku akan pulang kerumah Daegu."
"Iya aku sudah tau."
"Jadi tolong, jangan berpikiran seperti anak SMP yang baru puber."
Min Yoongi memegang tangan Hanaya, lalu menciumnya.
"Aku ingin bertanya sesuatu kepadamu."
"Tentang apa..?" tanya Min Yoongi.
"Apa nama untuk hubungan kita sekarang..?" tanya Hanaya.
Meskipun Min Yoongi tidak menjawab pertanyaannya, Hanaya tidak mempermasalahkan itu karena dia tau untuk menjalani hubungan dengan Min Yoongi dia akan melewati rintangan, dan tak akan mulus seperti yang ada di mimpinya, dia memutuskan untuk menikmati hubungan yang entah apa namanya bersama Yoongi. Yang pasti Hanaya sangat bahagia bisa jadi bagian dari cerita Min Yoongi suatu hari nanti.
Setelah berjalan tanpa tujuan, Min Yoongi pun membawa Hanaya untuk menikmati indahnya pemandangan sungai Han di malam hari.
"Ayo turun."
Min Yoongi segera turun dari mobilnya, lalu membukakan pintu untuk Hanaya.
"Terimakasih." Hanaya terlihat jelas dia merasa diperlakukan istimewa oleh Min Yoongi.
Min Yoongi memegang tangan Hanaya sambil menelusuri jalan di sepanjang pinggiran sungai Han, di tampak sangat menikmati waktu berdua dengan Hanaya.
"Kamu tidak takut, jika orang-orang akan mengenalimu..?" tanya Hanaya.
"Tidak akan ada yang mengenaliku, kami sering keluar pada malam hari dan orang-orang jarang yang menyadari keberadaan kami." jawab Min Yoongi santai.
"Benar juga sih, apalagi kamu berpakaian seperti itu, jangankan orang-orang aku saja susah untuk melihat wajahmu yang tertutup topi itu."
"Apa sebaiknya aku buka saja topinya biar kamu bisa melihat wajah tampan ku." ucap Min Yoongi sambil membuka topinya.
"Eeh, jangan tetap pakai topi mu." Hanaya memakaikan kembali topi yang dibuka Min Yoongi.
"Kamu juga takutkan..?"
"Soal apa..?" tanya Hanaya.
"Jika orang-orang akan berdatangan dan memotret kita." jawab Min Yoongi.
"Tidak akan, malah aku akan merasa senang."
"Kenapa bisa begitu?" tanya Min Yoongi sambil menggernyitkan alisnya.
"Iya, aku bisa memberi tahu semua orang jika Min Yoongi adalah milikku." Hanaya berkata dengan sangat percaya diri.
Mendengar perkataan Hanaya, Min Yoongi tersenyum sambil menatap Hanaya.
"Hana."
"Iya, kenapa."
"Apa kamu tidak akan marah jika hubungan kita hanya sebatas ini?" tanya Min Yoongi.
"Aku sadar diri, untuk terlalu yakin bisa menjadi seseorang yang spesial di kehidupan mu, tapi begini saja aku sudah merasa bahagia, tidak masalah bagiku jika hubungan kita tidak mempunyai nama, yang pasti saat ini dari sekian juta wanita yang mengagumimu, aku adalah yang paling beruntung, bisa berduaan, dan berpegangan tangan denganmu disepanjang sungai Han." Hanaya berkata sambil menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya.
"Aku tidak tau apa aku harus senang mendengarkan perkataan darimu, yang pasti saat ini aku merasa sangat nyaman bisa menghabiskan waktu bersama mu."
Hanaya tersenyum karena seorang Min Yoongi bisa merasa nyaman berada disampingnya, meskipun Hanaya mengharapkan lebih, tapi Hanaya untuk saat ini tidak ingin terlalu berharap lebih.
"Aku lapar." Hanaya melihat kearah Min Yoongi.
"Oh, ayo kita cari makan dulu sebelum aku mengantarkan mu pulang."
"Jangan, jika kita pergi makan bersama orang-orang pasti akan memperhatikanmu, dan pasti akan menimbulkan keributan" Hanaya menolak tawaran Min Yoongi.
"Benar juga." Min Yoongi membenarkan apa yang dikatakan Hanaya.
"Ya sudah, sekarang kamu antarkan aku pulang, dan aku bisa memesan makanan dan makan dirumah saja."
"Baiklah, ayo aku antar pulang."
Min Yoongi mengendarai mobilnya dengan pelan, sebenarnya dia masih ingin bersama Hanaya dan menghabiskan waktunya sebelum pergi ke Daegu. Tapi karena popularitas Min Yoongi yang membuat dia tidak bisa bebas kemanapun yang dia inginkan.
"Apa kau mengantuk..?" tanya Hanaya.
"Belum, aku tidak terbiasa tidur cepat."
__ADS_1
"Tapi kenapa kamu menyetir seperti itu, sangat pelan sehingga aku tidak merasakan mobil ini sedang melaju." Hanaya meledek Min Yoongi.
"Apa tempat tinggalmu masih jauh..?" Min Yoongi bertanya karena ingin mengalihkan pembicaraan.
"Lima menit lagi kita akan sampai." jawab Hanaya.
Akhirnya mereka tiba di depan Apartemen A, dan menyuruh Min Yoongi memberhentikan mobilnya.
"Turunkan aku disini." ucap Hanaya.
"Kamu tinggal disini..?" tanya Min Yoongi sambil melihat ke arah apartemen A.
"Iya." jawab Hanaya.
"Sendiri..?"
"Aku tinggal bersama kakak, dan sahabatku tapi sekarang mereka sedang melakukan perjalanan bisnis keluar kota." jawab Hanaya berbohong.
"Ayo, kita akan makan bersama, aku akan memasak untukmu." Yoongi langsung menuju parkiran tanpa bertanya terlebih dahulu kepada Hanaya.
Dalam hati Hanaya begitu sangat senang, dia berhasil dengan taktiknya, dan segera mengirimkan pesan kepada Luna.
"Luna, aku ingin kamu ngajakin kak Aryan untuk tidak pulang kerumah."
"Memangnya kenapa..?"
"Ada Min Yoongi dirumah, dia ingin memasak untuk ku"
"hahaha, kamu serius..?"
"Iya, please jangan pulang dulu ke apartemen oke, terserah kamu mau ngajakin kak Aryan kemana..!!"
"Gila kamu, awas jangan macam-macam."
Min Yoongi yang melihat Hanaya yang asyik dengan ponselnya, tiba-tiba mencium pipi Hanaya, sehingga membuat Hanaya kaget, dan sedikit panik.
"Kamu berkirim pesan dengan siapa, sepertinya penting sekali." tanya Min Yoongi.
"Oh, nggak kok. Ayo turun"
Hanaya langsung turun dengan jantung yang masih berdetak tidak beraturan.
***
Min Yoongi cukup kaget dengan apartemen yang ditempati oleh Hanaya, menimbulkan segudang pertanyaan di benak Min Yoongi, dia tau bukan orang sembarangan yang bisa tinggal ditempat sebagus itu, dan mulai bertanya-tanya siapakah Hanaya sebenarnya. Jika dia mampu untuk tinggal di sebuah apartemen yang mewah berarti dia tergolong orang yang cukup mampu, dan kenapa dia memilih untuk bekerja sebagai stylish di HYBE.
"Dapurnya dimana?" Min Yoongi ingin langsung menuju dapur, karena dia berpikir pasti Hanaya pasti sangat lapar.
"Sebelah sana." jawab Hanaya sambil menunjuk kearah dapur.
"Oke." setelah meletakkan baju hangatnya diatas sofa Min Yoongi langsung menuju dapur.
"Aku ganti baju dulu ya." teriak Hanaya.
Saat masuk kedalam kamarnya, dia melihat kearah lukisan Min Yoongi yang terpampang di dinding kamarnya, seketika itu dia menjadi panik dan bingung harus berbuat apa.
"Aku tidak mungkin menurunkan lukisan itu sendirian, tapi aku tidak mau jika Yoongi melihatnya." Hanaya sangat panik.
"Hana..!!"
Terdengar suara Min Yoongi memanggilnya.
"Iya, tunggu sebentar." Sahut Hanaya dia semakin panik.
"Di dapur tidak ada bahan yang bisa aku masak, kita pesan makanan saja." Min Yoongi membuka pintu kamar Hanaya.
Hanaya yang reflek langsung menutup pintu yang telah dibuka Min Yoongi, sehingga hidung Min Yoongi terbentur oleh pintu.
"Auu.." Min Yoongi kesakitan.
"Yoongi..?" Hanaya membuka kembali pintu kamarnya.
"Hidungku..!!" Min Yoongi memegang hidungnya yang memerah.
"Tunggu aku ambilkan kompres dulu." Hanaya berlari kedapur.
Setelah kembali dari dapur dan membawa kantong es untuk mengompres hidung Min Yoongi yang sakit, Hanaya tidak melihat Min Yoongi, dan dia seketika itu langsung panik.
"Oh, tidak." Hanaya langsung masuk kedalam kamarnya.
Dia melihat Min Yoongi yang sudah berdiri didepan lukisannya yang memenuhi separuh dinding kamar Hanaya.
"Yoongi.." suara Hanaya begitu pelan.
Min Yoongi menatap Hanaya, dan tidak percaya jika Hanaya mempunyai lukisan dirinya yang begitu besar tergantung dikamar nya.
"Lukisannya bagus sekali." ucap Min Yoongi.
"Kenapa kamu masuk.." Hanaya menutup matanya.
"Memangnya kenapa, apa aku tidak boleh masuk ke kamarmu?" tanya Min Yoongi.
"Bukan begitu, tapi aku malu." Hanaya membalikan badannya dan melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar.
Tapi Min Yoongi menahan tangan Hanaya, sambil tersenyum dan menatap Hanaya.
"Buka matamu, kenapa kamu harus merasa malu." ucap Min Yoongi.
Hanaya membuka matanya perlahan, tapi dia tidak berani menatap Min Yoongi.
"Kenapa harus malu..?" Min Yoongi semakin mendekat kepada Hanaya.
"Aku tidak ingin kamu melihatnya, aku tidak mau kamu tau jika aku begitu sangat menyukaimu, bukan hanya sebagai fans tapi juga sebagai laki-laki." Hanaya memberanikan diri untuk menatap Min Yoongi.
Min Yoongi tak bisa berkata apa-apa, dia hanya menatap Hanaya yang tak henti-hentinya bicara.
Tiba-tiba saja Min Yoongi memeluk Hanaya.
"Maafkan aku."
"Untuk apa..?" tanya Hanaya.
"Untuk semuanya." Min Yoongi semakin mempererat pelukan nya.
"Dua bulan yang lalu aku berharap suatu hari nanti kamu benar-benar bisa tinggal di kamar ini bersama ku, tapi setelah aku jalani, ternyata ini sangat sulit, tak segampang yang ada di pikiranku."
"Aku tidak ingin membuatmu berharap lebih dariku, tapi ayo kita coba untuk menjalaninya."
"Maksudmu..?" tanya Hanaya sambil melepaskan pelukan Min Yoongi.
"Mari kita coba untuk memulainya." Yoongi pun mencium kening Hanaya.
Hanaya yang mendengar ucapan yoongi membuat dia begitu sangat bahagia, dan tanpa di sadari butiran bening jatuh membasahi pipinya.
"Aku tidak peduli apakah aku bermimpi lagi, atau bukan, tapi saat ini aku benar-benar bahagia dan berharap ini akan selamanya."
Min Yoongi pun perlahan-lahan mendekap Hanaya, dan mencium bibir Hanaya yang masih basah karena air mata. Hanaya pun membalas ciuman dari Yoongi, dan merasakan ketulusan Min Yoongi.
Dan kali ini Min Yoongi benar-benar mulai jatuh hati terhadap kepolosan Hanaya.
Disaat mereka masih tidak ingin melepaskan ciumannya satu sama lain. Perut Hanaya pun mengeluarkan suara yang membuat mereka harus menghentikan adegan romantis diantara mereka.
"Ayo, kita masak ramyeon saja sepertinya perutmu tak bisa mentoleransi nya lagi." Yoongi menarik tangan Hanaya keluar dari kamarnya.
Beberapa menit kemudian
"Ayo makan." Min Yoongi menghidangkan ramyeon yang sudah di masaknya.
"Waah, ramyeon yang dimasak mu pasti sangat enak." puji Hanaya.
__ADS_1
"Semua ramyeon rasanya pasti sama." jawab Min Yoongi sambil tersenyum.
Merekapun menikmati makan malamnya, meskipun hanya dengan ramyeon buatan Min Yoongi.