Fantasi Hana My Yoongi

Fantasi Hana My Yoongi
mulai mendekat


__ADS_3

Keesokan harinya Hanaya kembali bekerja seperti biasanya, dia mendapatkan tugas untuk ikut bersama tim yang akan syuting diluar kota untuk beberapa hari , sebenarnya Hanaya ingin tetap tinggal dan bekerja di tim lain yang bukan menangani BTS, dia ingin menghindar agar tidak bertemu dengan Min Yoongi, tapi Kim Mina sudah mengaturnya, Kim Hara yang melihat Hanaya yang tidak bersemangat lalu menghampirinya.


"Hana, kamu kenapa sepertinya tidak bersemangat hari ini." tanya Kim Hara.


"Bisa kah aku bertukar tempat dengan seseorang agar aku tidak ikut bersama tim..?" Hanaya tidak menjawab pertanyaan Kim Hara, tapi malah berbalik bertanya.


"Tidak bisa Hana, kita sudah dipilih oleh pimpinan dan tak bisa mengubahnya." Kim Hara mengambil koper dan peralatan yang dibutuhkan karena satu jam lagi mereka akan berangkat.


Hanaya menarik nafasnya dalam-dalam.


"Ayolah Hana, bukankah ini yang kau mau, bisa sepuas-puasnya menatap Min Yoongi dan tak akan ada yang akan mengusik mu, Karena hanya ada kru dan tim kita.


"Bukan begitu." Hanaya pun mengambil barang-barang yang akan dibawanya.


Kim hara tidak tau apa yang telah terjadi antara Hanaya dan Min Yoongi, dia berpikir Hanaya mungkin mempunyai masalah yang lain, sehingga dia menjadi murung dan tidak bersemangat.


Para anggota BTS sudah berangkat terlebih dahulu, Hanaya dan Kim Hara bersama tim juga bersiap-siap untuk berangkat.


***


lima jam kemudian akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, ternyata tempat mereka tuju adalah pedesaan yang terletak dipinggir danau.


pemandangan yang bagus membuat Hanaya menikmati indahnya siang itu, dan sedikit melupakan permasalahan yang ada. Dia segera turun dari mobil dan membawa masuk barang-barang kedalam vila yang akan digunakan anggota BTS untuk syuting.


Karena syuting akan dimulai besok pagi, Hanaya dan Kim Hara tidak menyia-nyiakan waktunya, mereka berdua memisahkan diri dari tim dan berjalan keluar untuk menikmati pemandangan.


"Disini bagus sekali tempatnya, benar-benar cocok untuk berlibur tanpa ada gangguan, dan kebisingan. Kim Hara membentangkan tangannya.


"Jika kita break bekerja mari berlibur bersama." Ajak Hanaya.


"Tentu saja." terdengar suara Jimin menyauti perkataan Hanaya dari belakang.


" Si tampan dari mana yang datang menghampiri kita." Kim Hara melihat kearah Jimin.


Dari kejauhan terdengar suara salah satu staf memanggil Kim Hara, lalu tanpa berpamitan Kim Hara pergi menemui staf tersebut.


Sekarang hanya tinggal Jimin dan Hanaya, mereka menikmati pemandangan dipinggir danau sebelum terlibat percakapan yang serius.


"Apakah kau benar-benar ingin berlibur kesini?" tanya Jimin.


"Hmm" jawab Hanaya.


"Mari berlibur bersama, aku juga ingin menikmati libur ku disini." Ajak Jimin.


Hanaya yang mendengarkan ajakan Jimin tersenyum.


"Benarkah kau ingin mengajakku..??" tanya Hanaya sambil tertawa.


"Tentu, kenapa tidak." jawab Jimin.


"Kamu jangan mengada-ada, mana ada waktu untuk kalian berlibur, jadwal kalian begitu padat." timpal Hanaya.


"Benar juga, tapi kapan-kapan ayo pergi bersama disaat jadwal ku tidak padat lagi, atau aku sudah tidak berada lagi di BTS." Jimin menjadi sangat serius.


"Tentu, jika kamu bukan lagi si malaikat di hati para penggemar mu." Hanaya tersenyum sambil memandangi Jimin.


Jimin membalas senyuman dari Hanaya, dan berkata.


"Hana, kamu terlihat lebih cantik hari ini, dan kamu berbeda dari Noona yang lainnya." Jimin memandangi Hanaya dengan ekspresi yang tak biasa.


Sebenarnya Hanaya didalam hatinya meleleh dengan perkataan Jimin, tapi dia berpura-pura santai dan hanya membalas ucapan Jimin dengan senyuman.


"Hmm, tapi namamu mengikatkan ku dengan Yoongi Hyung yang selalu bermimpi tentang wanita yang bernama Hana." Jimin menatap Hanaya dengan mata indahnya.


"Benarkah..?" Hanaya jadi penasaran.


Min Yoongi yang memperhatikan Hanaya dan Jimin dari kejauhan memutuskan untuk menghampiri mereka.


"Serius sekali, apa yang sedang kalian berdua bicarakan?" tanya Yoongi.

__ADS_1


"Ah, Hyung kami tidak membicarakan apa-apa, hanya sedang menikmati pemandangan disini yang begitu indah, dan tenang." jawab Jimin terbata.


"Iya, pemandangan disini memang sangat indah." Yoongi berkata sambil melirik Hanaya.


"Oh iya, aku masuk dulu ya." Jimin meninggalkan Hanaya dan Yoongi.


Hanaya mengacuhkan Yoongi, dan berusaha tenang sambil memandang air danau yang terlihat tenang dan jernih. Yoongi yang melihat Hanaya yang tidak ingin melihatnya menyodorkan buku diary Hanaya.


"Kenapa buku diary ku ada bersamamu..?" tanya Hanaya kaget setengah mati, lalu mengambil diary tersebut dari tangan Yoongi.


"Kau menjatuhkan nya." jawab Yoongi singkat.


"Oh, terimakasih." Hanaya menundukkan kepalanya.


"Maaf." tiba-tiba Yoongi meminta maaf kepada Hanaya.


"Untuk apa..?" tanya Hanaya sambil memeluk buku diary nya.


"Saat aku memberikan syal kepadamu, kita dilihat oleh manager ku, lalu dia melarang ku untuk dekat denganmu, karena dia tidak ingin mengiring opini publik, dan para wartawan memberitakan hal-hal yang negatif." Terang Yoongi kepada Hanaya.


"Lalu kenapa kau disini, bukankah citra mu akan buruk jika berada di dekat ku, dengan seorang staf biasa." Hanaya menundukkan kepalanya.


"Disini tidak akan ada yang melihat kita, aku bebas melakukan apapun yang aku mau. Disini hanya ada para staf HYBE yang akan menutup mata tentang apa yang akan kita para member lakukan." Yoongi mulai mendekat kepada Hanaya.


Hanaya hanya diam, dan tidak berkutik, dia terlihat sangat gugup, karena Yoongi berdiri terlalu dekat disampingnya.


"Apa kamu tidak akan beristirahat, syutingnya akan dimulai besok jam lima pagi, kamu harus beristirahat yang cukup." Hanaya berbicara tanpa melihat Yoongi.


"Bagaimana denganmu..?" tanya Yoongi sambil meraih pundak, dan memutar tubuh Hanaya agar Hanaya berbicara melihat kearah nya.


"Apa yang kau lakukan..?" tanya Hanaya gemetaran.


"Ini kan yang kamu mau, bisa menjadi dekat denganku, atau perlukah aku mencium mu disini."


Ucapan yoongi membuat pipi Hanaya memerah, dia hanya terdiam, sambil menatap Yoongi yang hanya berjarak beberapa sentimeter darinya.


"Apa yang kau pikirkan, apa aku benar-benar perlu untuk mencium mu disini..?" tanya Yoongi lalu mendekatkan wajah nya ke wajah Hanaya.


"Jangan kau lakukan itu, jika tidak aku tidak akan bisa mengendalikan diriku sendiri." Hanaya berkata masih dengan matanya yang terpejam.


"Memangnya apa yang akan kau lakukan..?" tanya Yoongi, dan semakin mendekatkan wajahnya.


Hanaya kembali memundurkan langkahnya.


"Tolong jangan lakukan itu padaku, jika tidak aku akan menggemparkan dunia." Hanaya beralih menatap mata Yoongi, yang sangat dekat dengannya.


"Ah, omong kosong memangnya kamu akan melakukan apa padaku?" Yoongi seakan menantang Hanaya.


"Begitukah, apakah kau menantang ku..?" tanya Hanaya.


"Aku penasaran dengan apa yang akan kamu la.." sebelum Yoongi menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba Hanaya mencium bibir Yoongi. Dan membuat Yoongi diam terpaku, dan tidak bergerak sama sekali.


"Jangan salahkan aku, karena kau lah yang bersalah disini." Hanaya pergi meninggalkan Yoongi sendirian.


Ternyata Jimin yang memperhatikan Hanaya dan Yoongi, hanya bisa tersenyum dan berkata.


"Apakah dia Hana yang ada di mimpi Hyung.." dia merasa tak ada lagi kesempatan untuk mendekati Hanaya.


***


Pagi pun datang disaat orang-orang belum bangun dari tidur mereka. Namun Hanaya sudah berada dipinggir danau dengan segelas kopi di tangannya, dia tidak bisa tidur sehingga memilih keluar, dan begadang semalaman.


Meskipun cuaca diluar sangat dingin Hanaya bisa menahannya dengan hanya mengenakan jaket yang tidak terlalu tebal. Lalu melihat kopi yang ada ditangannya sembari berkata.


"Karena kau Yoongi aku menjadi suka dengan caffeine ini." Hanaya tersenyum.


"Kenapa kau menyalahkan aku, karena menyukai kopi." tanya Yoongi. Ternyata dia lebih dulu bangun dari Hanaya, dan karena dia melihat Hanaya berjalan kearah pinggir danau dia lalu memutuskan untuk mengikutinya dari belakang.


Hanaya tersenyum, diam berusaha bersikap dingin dan acuh dengan pertanyaan Yoongi.

__ADS_1


"Disini sangat dingin ayo masuk, sebentar lagi orang-orang akan bangun. Yoongi mengajak Hanaya untuk kembali ke villa.


"Aku akan menghabiskan kopi ku. masuklah terlebih dahulu." Hanaya menolak ajakan Yoongi.


Tapi Yoongi malah menghampiri Hanaya, lalu mengambil kopi yang ada ditangannya, dan meminumnya hingga habis.


"Ayo, nanti kamu sakit." Yoongi menarik tangan Hanaya.


Tapi Hanaya masih saja tidak ingin beranjak dari tempatnya berdiri.


"Benarkah kamu tidak ingin masuk..?" tanya Yoongi.


"Masuk lah terlebih dahulu." Hanaya tersenyum kepada Yoongi.


Yoongi melihat sekeliling tempat mereka berdiri tak ada satupun orang lain selain mereka berdua.


"Benarkah kamu tidak ingin masuk?" tanya Yoongi sekali lagi.


"Hmm."


Yoongi pun menarik tangan Hanaya, dan membawanya ke dalam pelukannya. Apa yang dilakukan Yoongi membuat Hanaya berdebar, dan jantungnya berdetak begitu cepat.


"Jika kamu terlalu lama diluar kamu akan membeku kedinginan." Yoongi memasukan Hanaya kedalam mantel besarnya.


"Apa yang sedang kamu lakukan, lepaskan aku sebelum orang-orang melihat kita." Hanaya berusaha melepaskan pelukan yoongi.


"Kamu ingin menggemparkan dunia kan..? Lakukanlah sekarang." Yoongi semakin merapatkan tubuhnya ke ketubuh Hanaya.


Hanaya pun menatap Yoongi dalam-dalam, dia sudah lama menunggu momen seperti saat ini, dan dia berpikir selangkah lagi dia akan bisa mendapatkan Yoongi.


Merekapun saling bertatapan.


"Kau yakin akan menggemparkan dunia?" tanya Yoongi sekali lagi.


Hanaya menganggukkan kepalanya.


Yoongi pun mengecup kening Hanaya, sembari berkata


"bersiap-siaplah" Yoongi langsung mendaratkan ciuman ke bibir Hanaya, dan Hanaya pun langsung membalas ciuman Yoongi, Hanaya yang sudah lama menahan diri tidak ingin melepaskan bibirnya dari bibir Yoongi, dia pun mengalungkan tangannya kepundak Yoongi.


Disaat bibir mereka masih beradu Hanaya pun menitikkan air mata, dan membuat Yoongi menghentikan aksinya.


"Kamu kenapa..?" tanya Yoongi sambil memegang pipi Hanaya.


"Apakah aku terlalu kencang menggigit mu..?" tanya Yoongi sambil mengelus bibir merah Hanaya.


"Bukan, tapi aku takut ini hanyalah sebuah mimpi." Hanaya menekuk wajahnya.


Yoongi tersenyum.


"Apakah kau sering memimpikan aku..?" tanya Yoongi.


"Hampir setiap hari" Jawab Hanaya.


"Benarkah..,?" Yoongi memeluknya.


"Ya, di mimpiku kita selalu melakukan hal seperti ini, aku tau aroma tubuhmu, parfum yang kamu pakai, dan pernah sekali aku memimpikan kita pernah melakukan hal yang lebih dari ini." Terang Hanaya.


"Wah, kamu perempuan mesum ya ternyata." Yoongi mencubit hidung Hanaya yang mancung.


Tapi sebenarnya Yoongi juga memikirkan tentang mimpinya, dan ternyata mimpinya tersebut sama dengan apa yang dimimpikan Hanaya.


"Kenapa kamu bilang aku mesum..?" Hanaya melepaskan tangan Yoongi yang sedang memeluknya.


"Ayo kita masuk, sudah hampir jam empat sedikit lagi yang lain akan terbangun" Yoongi menarik tangan Hanaya.


***


Syuting pun di mulai, hari itu sangat berarti bagi Hanaya, dia bekerja begitu bersemangat, dengan wajah yang sangat berseri sehingga kecantikan Hanaya terlihat semakin mempesona.

__ADS_1


Yoongi yang memperhatikan Hanaya disela-sela syuting nya juga ikut tersenyum, dan tidak dipungkiri Min Yoongi mulai tertarik terhadap Hanaya.


__ADS_2