Fantasi Hana My Yoongi

Fantasi Hana My Yoongi
Liburan


__ADS_3

07.30


"Aku tunggu di restoran hotel"


Pesan dari Min Yoongi membuat Hanaya buru-buru turun dari tempat tidurnya, dan langsung bersiap-siap.


"Oh my good Yoongi....!!!!""" Hanaya panik.


08.15


"sayang aku lagi dijalan menuju restoran, maaf aku sedikit terlambat."


Hanaya mengirim pesan singkat kepada Min Yoongi. Tapi Hanaya sedikit ketakutan karena pesan yang dikirim hanya di baca saja, dan tidak ada respon sama sekali.


"Apa Yoongi marah, ya...Tuhan jangan sampai dia marah."


Lima belas menit berlalu akhirnya Hanaya sampai di restoran tempat mereka janjian, perlahan-lahan Hanaya mendekati Min Yoongi dengan sangat hati-hati, dan secepat kilat Hanaya mengecup pipi Min Yoongi dari belakang.


"Maaf aku telat.." Hanaya langsung duduk di kursi yang telah disediakan.


"Iya, nggak apa-apa." Min Yoongi di tersenyum.


"What..?? dia nggak marah, syukur deh." Hanaya bergumam dalam hati.


Setelah selesai sarapan, Hanaya dan Min Yoongi memutuskan untuk jalan-jalan mengitari Los Angeles, hanya ada mereka berdua dan merasa bebas menikmati liburan disela-sela pekerjaan. Min Yoongi sangat senang dan merasa nyaman karena tidak ada penggemar atau pun kamera yang mengikuti mereka. Dan perjalanan mereka berakhir di sebuah pantai dengan pemandangan yang sangat indah.


"Waaah....indah sekali, aku ingin suatu hari nanti kita bisa setiap hari seperti ini." Hanaya berkata membentangkan tangannya menghadap ke pantai.


"Apa kita cari penginapan yang didekat pantai..?" tanya Min Yoongi.


"Aku mau banget, tapi sebentar lagi kamu akan kembali ke Korea, dan aku akan berangkat lusa nanti."


"Jangan khawatir, kita akan berlibur untuk beberapa hari disini."


"Kita..?" Hanaya sedikit ambigu dengan pernyataan Min Yoongi.


"Iya, kita, aku dan kamu." Min Yoongi mendekat dan memeluk Hanaya dari belakang.


"Yang lainnya..?" tanya Hanaya


"Mereka juga ada acara masing-masing, ada yang pulang lebih awal, dan ada juga beberapa yang berlibur."


"Benarkah..? Apakah kita akan berlibur sedikit lebih lama disini..??" Hanaya melompat kegirangan dan memutar badannya menghadap kearah Min Yoongi.


"Hmm..." Min Yoongi tersenyum.


"Ternyata kedatanganku kesini tidak sia-sia, aku bisa berlibur bersama pacarku ketempat yang indah." ciuman kilat mendarat dibibir tipis Min Yoongi.


Min Yoongi hanya bisa tertawa melihat tingkah Hanaya yang agak kekanak-kanakan.


Beberapa hari berlalu, Hanaya dan Min Yoongi sangat menikmati liburan mereka, maklum saja setelah sekian lama menyandang status sebagai sepasang kekasih, Hanaya dan Min Yoongi selalu disibukan dengan pekerjaan mereka masing-masing.

__ADS_1


Hanaya mulai berkemas dan menyusun pakaiannya kedalam koper, karena dia akan berangkat terlebih dahulu dari Min Yoongi, karena Min Yoongi masih ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikannya.


"Kamu sudah mulai merapikan pakaianmu..?" tanya Min Yoongi dari belakang Hanaya.


"Aaa...." Hanaya kaget dengan kedatangan Min Yoongi tiba-tiba.


"Kapan kamu masuk, kenapa aku tidak mendengar suara pintu terbuka..?"


"Hahaha....apa kamu kaget??" Min Yoongi tertawa senang.


"Kamu benar-benar ya, ingin membuat jantungku copot." Hanaya memukul pelan dada Min Yoongi.


"Maaf." Min Yoongi tertawa melihat wajah pucat Hanaya.


"Kamu yakin untuk pulang sendiri..?" Min Yoongi meyakinkan Hanaya.


"Iya, ada banyak pekerjaan yang aku tinggalkan, jadi aku harus membereskannya."


"Oke, baiklah."


"Jangan macam-macam selepas aku pergi ya."


Min Yoongi tersenyum mendengar ucapan Hanaya.


"Apa kamu meragukan aku..??" tanya Min Yoongi.


"Aku harus meragukan kamu, karena kamu pasti banyak kenalan perempuan-perempuan cantik disini."


"Oke, aku akan percaya kepadamu." Hanaya tersenyum.


"Apakah aku harus menemanimu tidur malam ini..?" goda Min Yoongi.


"Hmm....no, no, no..!!!"


"Kenapa..??" tanya Min Yoongi dan mengernyitkan dahinya.


"Jika malam ini kamu tidur disini, yang ada aku tidak akan jadi berangkat besok pagi." Hanaya bangkit dari pelukan Min Yoongi, tapi dia menahannya dan tidak memperbolehkan Hanaya beranjak darinya.


"Memang kenapa..?"


"Tidak usah aku jelaskan, sudah sana mandi, aku ingin mengajakmu untuk membeli beberapa oleh-oleh." Hanaya berdiri dan langsung menarik tangan Min Yoongi dan mendorongnya keluar dari kamar.


"Oke, oke, tapi aku kesini ingin...." Min Yoongi memonyongkan bibirnya, tapi di tepis Hanaya dan tetap mendorong Min Yoongi keluar dari kamarnya."


***


Keesokannya.


"Hana, kamu hati-hati setelah sampai di Korea kamu telpon aku ya." Min Yoongi memeluk Hanaya yang akan berangkat ke bandara.


"Iya, kamu juga hati-hati disini, jangan lupa makan tepat waktu, jaga kesehatan." Hanaya membalas pelukan Min Yoongi."

__ADS_1


"Maaf aku tidak bisa mengantarmu."


"Iya, jaga kesehatan disini, tiga hari cukup lama buat aku jauh dari kamu." Hanaya tersenyum.


Min Yoongi mengecup mesra bibir tipis Hanaya, sebagai salam perpisahan mereka, dan Hanaya pun membalas kecupan Min Yoongi.


"Ah, rasanya tidak ingin aku melepaskan mu."


"Jangan seperti anak kecil." Hanaya tersenyum.


"Aku pergi ya.." Hanaya melepaskan pelukannya.


"Hati-hati, i love you." ucapan Min Yoongi membuat Hanaya tersenyum bahagia.


"I love you too....da...." Hanaya pun berlalu.


"Hug...hug.."


"Apa kamu kurang enak badan..?" tanya salah satu staf kepada Min Yoongi.


"Ah, nggak kenapa-kenapa kok, tenggorokan ku agak sedikit gatal, aku akan mengambil minum."


***


Tiga hari berlalu, akhirnya Min Yoongi kembali ke Korea, tapi keadaannya agak semakin memburuk, sehari setelah tiba di Korea, Min Yoongi mengalami demam tinggi, dan di haruskan untuk dia pergi ke rumah sakit.


Dan tidak berselang lama kemudian HyBe mengeluarkan pernyataan jika Min Yoongi positif terkena covid-19, Hanaya yang mendengarkan kabar tersebut, langsung panik, dan menelpon Min Yoongi, namun Min Yoongi tidak menjawab ponsel Hanaya, dia menjadi lebih panik. Seketika itu dia langsung menghubungi Kim Mina dan meminta alamat tempat Min Yoongi di isolasi. Dan jawaban dari Kim Mina membuat Hanaya sedikit kecewa, perusahaan melarang siapapun untuk menemui Min Yoongi.


"Yoongi apa kamu baik-baik saja sekarang?" Hanaya berbicara sendiri di kamarnya.


Tiba-tiba ponsel Hanaya berdering, dan alangkah senangnya Hanaya ternyata yang menelponnya adalah Min Yoongi, tanpa basa-basi Hanaya langsung menjawab teleponnya.


"Halo, apa kamu baik-baik saja, apa kamu sudah makan, aku akan mengantarkan makanan kesana ya.." Hanaya sangat mencemaskan Min Yoongi.


"Aku tidak apa-apa, aku hanya sedikit demam, aku hanya butuh istirahat untuk beberapa hari." terdengar suara serak dan sedikit lemas dari balik ponsel Hanaya.


"Aku ingin menemui mu." Hanaya mulai menangis.


"Ahhh, aku tidak apa-apa jangan menangis kamu harus bersabar untuk dua minggu kedepan, kita harus mengikuti peraturan yang berlaku, aku akan mengirimkan pesan setiap hari untukmu, tenggorokanku agak sedikit sakit, jadi aku mungkin tidak akan menelpon mu dulu."


"Kenapa..?? kamu jangan bikin aku takut." tangis Hanaya semakin menjadi.


"Hana, aku tidak apa-apa aku hanya harus beristirahat agar bisa cepat pulih."


"Aku pasti akan sangat merindukanmu." masih terdengar suara isak tangis Hanaya.


"Aku juga, kamu kaga kesehatan ya aku tutup telponnya dulu kepalaku agak sedikit pusing."


"Cepat sembuh, jangan bikin aku khawatir, makan yang banyak, minum obat teratur, aku tidak bisa menunggu terlalu lama."


"Iya, aku akan secepatnya sembuh, aku akan tutup telponnya, jangan menangis lagi."

__ADS_1


Namun Hanaya tidak menghiraukan ucapan Min Yoongi, dia masih saja dengan perasaannya yang sedih, dan menangis sejadi-jadinya.


__ADS_2