
Lima bulan telah berlalu Hanaya masih saja belum sadarkan diri, Aryan dan ibu nya tidak pernah melihat Hanaya memberikan tanda-tanda bahwa dia akan siuman. Meskipun semua tanda vital Hanaya sudah normal,dan tidak lagi menggunakan alat bantu pernafasan,tapi tetap saja Hanaya tidak ada perkembangan. Setiap hari Aryan,ibu dan, para sahabat Hanaya bergantian untuk menjaga Hanaya.
"Hai,Han selamat pagi..!!" sekarang giliran Luna menjaga Hanaya.
"Han,aku bawain sesuatu yang kamu suka banget nih,kalo kamu liat kamu pasti seneng banget.."
Luna mengeluarkan Photo card SUGA BTS,atau Hana sering menyebut nya Min yoongi karena itu nama asli nya. Luna memajang nya di meja yang ada di samping ranjang Hanaya.
"Han,kamu liat deh di sekeliling kamu begitu banyak foto-foto suga, dan ada album terbaru nya lho Han..!!" Luna mulai meneteskan air mata,dan menghentakkan tubuh nya di kursi yang ada di dekat Hanaya.
"Hana,bangun donk,biasa nya kamu akan marah,saat kita memanggil mu dengan sebutan Han, dan kamu akan bahagia, melompat kegirangan disaat ada yang memberi mu sesuatu yang berkaitan dengan SUGA.."
Luna yang merasa ini tidak adil untuk Hanaya menangis sejadi-jadinya,sehingga Aryan yang baru saja sampai dirumah sakit, segera berlari masuk kedalam ruang perawatan Hanaya.
"Kenapa Lun..? apa sesuatu terjadi kepada Hanaya..??" Aryan memeriksa kondisi Hanaya yang masih saja terdiam di tempat tidur.
"Huuu....!!!" Luna semakin histeris. "Apakah Hanaya akan terus seperti ini..??" tiba-tiba saja memeluk Aryan. Aryan yang kaget hanya bisa terdiam.
Luna yang tersadar melepaskan langsung pelukan nya terhadap Aryan. "Maaf.."
"It's ok.." Aryan merasa kegerahan
Mereka pun hanya terdiam di dalam ruangan sambil menatap Hanaya yang terbaring di atas ranjang rumah sakit.
"Apa masih lama Hanaya akan seperti ini..?" Luna mengeluarkan suara.
"Entahlah,sudah hampir setengah tahun kondisi nya masih sama saja." Aryan menghela nafas.
Lalu tiba-tiba ada suara yang membuka pintu. Aryan pun menoleh kebelakang,dan yang datang adalah Riko.
"Riko..?" Aryan pun langsung menyambut sahabat nya itu dengan pelukan.
"Rik,gue kira Lo nggak bakalan kesini lagi " Aryan senang dengan kehadiran Riko.
"Nggak lah bro,nggak mungkin gue ninggalin Hanaya sendirian disini. Riko pun menghampiri Hanaya.
"Lah, ini kan yang waktu itu ketemu di taman bukan..??" Luna masih mengingat Riko.
"Iya,benar." Riko menganggukkan kepala nya.
"Tau nggak lun,cerita di balik taman tersebut..? itu kan aku juga ada disana, aku kira Hanaya cuma sendiri doank joging nya,ternyata rame-rame,kasian si Riko udah jauh-jauh datang berharap joging ama Hanaya, ternyata dia bawa pasukan.." Mereka pun tertawa, dan hanyut dalam cerita masa lalu.
Sesekali Riko melemparkan pandangan nya ke Hanaya. Dan berbisik dalam hati. " Cepat bangun Hana,semua keluarga,dan sahabat mu menunggu mu,termasuk aku..!! Tuhan..apakah masih ada harapan untuk Hanaya sembuh..??"
Aryan yang melihat ekspresi nya Riko, menarik tangan Luna agar pergi bersama nya keluar. "Lun temani aku untuk beli kopi ke depan yuk..!!"
"Tapi Hanaya gimana..?"
"Tenang aja,ada Riko titip Adek gue ya..!!" Aryan pun langsung keluar.
Riko pun mendekati Hanaya. "Hai Hana, Apa kabarmu..? sudah lumayan lama ya kita nggak ketemu." Riko pun mengusap rambut Hanaya.
"Bolehkah aku mencium kening mu..?" Riko pun mendaratkan sebuah ciuman dikening Hanaya.
"Kamu harus cepat pulih. Oh,iya aku membawakan sesuatu.."
Riko mengeluarkan foto SUGA yang ada tanda tangan nya,Riko bersusah payah agar dia mendapatkan tanda tangan tersebut, agar bisa mendapatkan apa yang slalu diinginkan oleh Hanaya.
***
Yoongi yang sibuk mengemas barang-barang nya ke dalam tas melihat Hanaya agak sedikit murung, akhir-akhir ini dia lebih sering melihat Hanaya melamun, entah apa yang sedang dia pikirkan. Yoongi pun menghampiri nya.
"Apa yang sedang kamu pikirkan..?" Yoongi lalu duduk di samping Hanaya.
__ADS_1
"Aku kepikiran sama mama,dan kak Aryan kenapa nomor telpon nya tak ada satupun yang aktif..?? mereka juga tidak memberikan kabar." Dari raut wajah nya Hanaya sangat sedih.
"Kamu kangen mama,sama Arya..?" Yoongi pun bertanya."
"Aku kangen banget sama mereka, biarpun aku selalu berantem sama mama,tapi kenapa mamah yang paling aku rindukan..??"
Yoongi mengerti perasaan Hanaya,tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa memeluk Hanaya dan menenangkan nya.
"Kamu belum minum obat lho,makanya kamu jadi stres begitu, jangan pikirkan yang macam-macam..!!" Yoongi mengambilkan obat Hanaya yang berada di atas meja.
"Minum dulu.." Yoongi menyuguhkan obat,dan segelas air putih kepada Hanaya.
Hanaya pun meminum nya, dan Yoongi membawa Hanaya kekamar untuk beristirahat.
"Hari ini,kamu harus banyak-banyak istirahat,nggak boleh stres,nanti makan nya akan aku bawakan kesini, Ok..!!"
Hanaya pun hanya bisa mengiyakan perkataan Yoongi. "Thank you, sudah merawat ku.." Hanaya pun memejamkan mata nya dan tertidur.
Yoongi pun turun dan, kembali keruangan nya.
Tidak berselang lama, tiba-tiba Hanaya muncul di ruang kerja nya Yoongi. dan menatap Yoongi yang sedang mengemasi barang-barang nya seperti bersiap-siap akan pergi.
"Tumben,kamu beresin semua nya kok pada di masuk-masukin kedalam ransel mu..??"
Hanaya yang penasaran menghampiri Yoongi.
"Hana,kamu tidak jadi tidur..??" Yoongi mengalihkan pembicaraan.
"Jangan mengalihkan pembicaraan." tiba-tiba Hanaya melihat Tiket pesawat di atas meja Yoongi,lalu mengambil nya.
"Apa ini..?" Hanaya mengambil tiket tersebut.
"kamu juga mau pergi..??" Hanaya langsung emosi.
"Hana, bukan begitu.."
Yoongi yang melihat Hanaya marah, Hanya bisa terdiam,dan menghempaskan tubuh nya ke atas sofa yang berada persis dibelakang nya.
Hanaya pun tak henti-hentinya menangis, sehingga dia tertidur dalam tangisannya tersebut.
Yoongi yang menyusul Hanaya kekamar nya,melihat gadis tersebut tertidur dengan air mata yang masih membasahi pipi nya,membuat nya tidak tega meninggalkan Hanaya sendirian, tapi apa mau dikata dia tidak bisa berlama-lama meninggalkan pekerjaan nya. Yoongi menghampirinya dan menyeka air mata yang menempel di hidung mancung Hanaya.
" Maafkan aku Hana,aku tak bisa berlama-lama disini menemani mu, Kamu masih punya keluarga yang menanti mu.." Yoongi mengusap kepala Hanaya lalu mencium kening nya.
***
Hanaya pun terbangun dari tidur nya,dan melihat Yoongi berdiri di depan jendela entah apa yang dilihat nya sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Hanaya pun beranjak dari tempat tidur nya. Yoongi yang melihat Hanaya yang sudah bangun lalu menghampiri nya.
"Kamu sudah bangun..?" Yoongi memegang pundak Hanaya,tetapi di tepis nya.
"Sudahlah, jika kamu mau pergi,silahkan.." Hanaya pun pergi menuju kamar mandi.
Yoongi pun hanya bisa menunggu Hanaya keluar dari kamar mandi.Tetapi, Hanaya tak kunjung keluar,dia melihat jam tangan nya,dan memperkirakan hampir dua jam Hanaya berada dikamar mandi. Yoongi pun masuk untuk melihat keberadaan Hanaya.
"Hana, kamu baik-baik aja kan..?" Yoongi mencari-cari keberadaan Hanaya, dan ternyata Hanaya tertidur kembali di pinggiran badtab kamar mandi nya. Yoongi tau Hanaya kembali menangis,dan pipi nya masih dibasahi air mata. Dia lalu membangunkan Hanaya.
"Hana, sedang apa kamu disini, ini bukan tempat tidur, jika masih mengantuk, tidurlah di tempat tidurmu."
Hanaya pun terbangun. "Tidak,aku tidak tidur,aku mau mandi,silakan kamu keluar." Hanaya tidak berani menatap wajah Yoongi.
Yoongi pun tidak mau keluar,dia masih saja berdiri di depan Hanaya. "Keluarlah, mari kita bicarakan baik-baik.."
Hanaya yang tidak berdaya mengikuti apa yang di perintahkan Yoongi.
__ADS_1
"Tiga hari lagi aku akan pergi,dan itupun karena tuntutan pekerjaan ku, Aku tidak bisa berbuat apa-apa,karena ini adalah janji yang telah aku buat.
Hanaya hanya terdiam. "Aku yakin,tanpa aku kamu pun masih bisa menikmati hidup dan berbahagia.." Yoongi berusaha membujuk Hanaya.
Hanaya yang sedikit agak mulai tenang, mulai mengerti dengan apa yang dikatakan Yoongi.
"Baiklah, aku akan membiarkan mu pergi,dan berjanji lah, kamu akan kembali."
Yoongi pun hanya bisa mengangguk, agar Hanaya bisa tenang. Yoongi pun memeluk Hanaya, sembari berkata.
"Semoga kamu bahagia tanpa aku, dan lebih mencintai dirimu sendiri."
Hanaya pun membalas pelukan Yoongi dengan erat, dan sadar,dari awal pun dia sudah mengetahui,hal ini akan terjadi.
"Jangan pernah lupakan aku,dan aku berharap kamu akan merindukan ku, sama seperti aku yang akan selalu merindukanmu,dan aku akan menunggumu."
"Iya, baiklah.
***
Dua hari sebelum keberangkatan Yoongi ke Korea.
"Chagii...tolong bantuin aku dong.." Hanaya memanggil Yoongi.
"Aku tidak bisa membersihkan ikan ini,terlalu licin."
"Ya sudah, kamu cukup duduk manis, dan biarkan aku yang akan memasak nya. "Yoongi mengambil alih pekerjaan Hanaya.
"Oke, aku akan melihat mu saja dari sini,tapi kalo ada yang harus aku bantu, jangan sungkan ya..!!"
Yoongi hanya bisa tertawa melihat tingkah Hanaya.
tidak memakan waktu lama,masakan Yoongi pun sudah dihidangkan.
"Yee, akhir nya, terima kasih Chagii.." Hanaya mendaratkan ciuman di pipi Yoongi,sebagai ungkapan terima kasih.
"Sini..??" Yoongi meminta Hanaya untuk mencium pipi nya yang di sebelah nya.
"Oke," Hanaya pun mencium nya.
"Satu lagi.." Yoongi menunjuk ke arah bibir nya.
"Oh,no..no..!!" Hanaya tidak mau.
Tapi kali ini Yoongi yang bergerak,dia mencium lembut bibir Hanaya, membuat Hanaya terperangah.
"Ah,kamu curang." Hanaya pun berdiri. dan langsung menarik celemek yang masih dipakai oleh Yoongi.
"Jika mau menciumku jangan setengah-setengah.." Hanaya menggertak Yoongi dengan candaan nya.
Tapi ternyata Yoongi menanggapi ucapan Hanaya dengan serius. Yoongi pun langsung ******* bibir Hanaya,dan mengangkatnya ke atas meja.
"Apakah ini yang kau mau..??" bisik Yoongi di telinga Hanaya.
"Bukan.." belum sempat Hanaya menyelesaikan kalimat nya, Yoongi langsung mendarat kan bibir nya,ke leher Hanaya. tidak dipungkiri Hanaya menikmati nya.
Hanaya pun menarik kepala Yoongi, lalu mencium bibir Yoongi. Yoongi pun membalas nya.
"Untuk kali ini aku tak akan melepaskan mu..!!" Yoongi menarik Hanaya menuju kamar nya.
"Yoongi, apa yang akan kau lakukan pada ku..??"
"Lihat saja nanti.." Yoongi pun kembali ******* bibir Hanaya.
__ADS_1
Dan, hari itu adalah hari yang penuh dengan gairah untuk mereka berdua.