Fantasi Hana My Yoongi

Fantasi Hana My Yoongi
Ingin selalu bersama


__ADS_3

Setelah selesai makan, Hanaya dan Min Yoongi memutuskan untuk menonton tv di ruang tamu, mereka seperti tak bisa dipisahkan karena Min Yoongi selalu memegang tangan Hanaya. Malam pun semakin larut, tapi sepertinya mereka tidak merasakan kantuk sedikitpun.


"Apa kau tidak mengantuk?" tanya Hanaya sambil mengambil selimut yang terletak diujung sofa tempat mereka duduk.


"Sedikit, tapi aku belum ingin tidur." jawab Yoongi.


"Mau ku buatkan kopi?"


"Ide yang bagus." Yoongi menganggukan kepalanya.


Hanaya pun berdiri lalu menyelimuti Yoongi dengan selimut yang diambilnya.


"Seharusnya aku yang melakukannya." ucap Min Yoongi sambil menatap Hanaya.


"Tidak masalah, siapa yang melakukannya tapi aku tidak mau laki-laki didepan ku merasa kedinginan." Hanaya mengecup bibir Min Yoongi.


Yoongi tertawa dengan tingkah Hanaya.


"Yaa, seharusnya adegan itu bagianku." ucap Min Yoongi yang merasa gemas terhadap Hanaya.


"Tunggu sebentar ya."


Hanaya berjalan kedapur beberapa menit berlalu Hanaya kembali dengan dua gelas kopi ditangannya.


Dia menyuguhkan kopi buatannya kepada Yoongi, lalu kembali duduk disampingnya sambil masuk kedalam selimut yang dipakaikan kepada Min Yoongi.


"Terimakasih untuk kopinya."


"Hmm.."


Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari, tiba-tiba bel berbunyi yang membuat Hanaya panik bukan kepalang.


"Oh my God, kak Aryan pulang." Hanaya kalang kabut.


"Siapa yang datang..?" tanya Min Yoongi.


"Pasti kakak ku dan tunangannya." jawab Hanaya panik.


"Bagus kalo begitu, aku bisa berkenalan langsung dengan kakakmu." ujar Min Yoongi.


"Bukan, bukan. Bukan saatnya kamu berkenalan dengan kak Aryan. Ayo kamu harus bersembunyi di kamarku dulu. Hanaya menarik tangan Min Yoongi lalu menyuruhnya masuk ke kamarnya.


"Hana, Hana, kenapa kau mengunci pintu dari dalam." terdengar suara Aryan memanggil Hanaya.


Hanaya segera keluar, dan menyuruh Min Yoongi untuk tidak keluar dulu dari kamarnya.


"Kakak, kenapa sudah pulang?" tanya Hanaya.


"Maksudmu..?" tanya Aryan.


"Luna tadi mengabari ku jika dia ingin mengajak kakak untuk keluar, dan akan pulang besok pagi." ucap Hanaya gugup.


"Oh, iya kakak mau mengambil beberapa baju ganti dulu karena mungkin perjalanan kami akan memakan waktu beberapa hari."


Hanaya yang mendengar perkataan Aryan merasa sangat senang.


"Benarkah..?" Hanaya melonjak kegirangan.


"Kenapa kami sangat senang kakak pergi, apa ada sesuatu..?" Aryan mulai mencurigai Hanaya.


"Bukan, bukan. Maksudku aku senang kakak bisa mengajak Luna untuk jalan berduaan semenjak datang ke Korea kakak sangat sibuk dengan pekerjaan kakak sehingga sedikit mengabaikan Luna." Hanaya berkilah.


"Iya, makanya kakak akan mengajak Luna untuk berlibur ke Jeju tiga atau empat hari ini, dan Luna meminta kamu untuk mengemasi barang keperluannya."

__ADS_1


"Oke siap." Hanaya segera masuk ke kamar Luna untuk mengambilkan barang-barangnya.


***


Akhirnya Aryan pun pergi. Hanaya yang merasa bebas berteriak kegirangan, tapi dia teringat dengan Min Yoongi yang dikunci di dalam kamar.


"Ya ampun Yoongi." Hanaya berlari menuju kamarnya.


Hanaya memasuki kamarnya, dia mendapati Min Yoongi yang tertidur lelap, lalu Hanaya menghampirinya, dan menatap Min Yoongi dengan penuh rasa cinta.


"Kucingku, kenapa kamu terlihat menggemaskan sekali." Hanaya berbicara dan duduk disamping Min Yoongi yang tertidur.


Hanaya mengecup bibir Min Yoongi, tapi karena mata yang begitu mengantuk Min Yoongi tak sedikitpun merasa terusik.


Lalu Hanaya turun dari ranjang dan duduk dilantai persis disamping Min Yoongi yang tertidur. Di duduk sengaja membelakangi Min Yoongi.


"Begitu banyak yang ingin aku ceritakan kepadamu, tapi itu sepertinya tidak penting hanya saja aku masih ingin menceritakan apa yang ku alami disaat aku koma dalam kurun waktu yang lumayan lama." Hanaya tersenyum.


"Kamu tau. Disaat aku koma, aku bermimpi kita bertemu, kamu mendatangi ku dan kamu merawatku, kamu selalu ada untukku, kamu merawatku hingga aku sembuh, memainkan gitar untuk ku, memasak makanan untukku, bermain di kebun strawberry, meskipun kamu ingin pergi ke kebun jeruk, kita tidur bersama, dan bangun bersama, setiap pagi ku selalu yang aku lihat adalah wajahmu yang membuatku setiap hari jatuh cinta." Hanaya menghela nafas panjang.


"Tapi setelah aku terbangun dari koma, hampir satu tahun aku tidak ingin berbicara kepada siapapun, aku tidak ingin melupakan setiap detik yang ku lalui bersamamu, meskipun perpisahan kita menyakitkan tapi aku tidak bisa melupakan mimpi itu, dan sehingga aku memutuskan menerima tawaran mamaku untuk mengurus usaha kita yang ada disini." Hanaya kembali mengenang masa-masa sulitnya.


"Dan kamu tau? aku bukanlah seseorang yang menyukai kopi, tapi karena kamu aku menjadi sangat menyukai aromanya." Hanaya berdiri dan melangkahkan kakinya untuk keluar, karena dia tidak ingin Min Yoongi merasa terganggu.


"Kamu mau kemana..?" Min Yoongi memegang tangan Hanaya.


"Apa kamu sudah bangun dari tadi..?" tanya Hanaya gerogi.


"Tidurlah disini, atau kamu ingin tidur diluar..?" tanya Min Yoongi.


"Bu,bukan begitu." Hanaya merasa gugup.


"Kesinilah, tidurlah di sampingku."Min Yoongi menarik tangan Hanaya sedikit kencang, sehingga tubuh Hanaya jatuh menimpa Min Yoongi.


Hanaya yang terkejut diam seperti patung, jantungnya pun berdegup kencang, sehingga Min Yoongi merasakan detak jantung Hanaya yang tepat berada diatasnya.


"Ah, maaf aku tidak sengaja." Hanaya buru-buru berpindah kesamping Min Yoongi.


"Ya ampun, Hana... apa yang kau lakukan, jangan seperti wanita murahan..!!" Hanaya berbicara dalam hati.


"Apa kakakmu sudah pergi..?" tanya Min Yoongi.


"Ya, dia sudah pergi mereka akan pergi ke pulau Jeju selama akhir pekan ini." jawab Hanaya.


"Oh, begitu."


"Ya." Hanaya tersenyum.


"Hmm, di saat kamu koma, lalu bermimpi apakah kita melakukan ini setiap malam..?" tanya Min Yoongi sambil memiringkan tubuhnya menghadap Hanaya.


"Jadi kamu tidak tidur, dan berarti kamu mendengarkan perkataan ku..?" tanya Hanaya penasaran.


"Aku tadi benar-benar tertidur, tapi disaat kamu duduk di dekatku. Aku menyadari jika kamu ada di sampingku.


"Benarkah, aku menjadi malu." Hanaya tersenyum sambil menekuk wajahnya.


"Kenapa harus malu, aku senang jika aku sangat berperan penting untuk kesembuhan mu dari koma." Min Yoongi sedkit menyombong.


Hanaya tersenyum sambil menatap wajah Min Yoongi, dia masih tidak percaya jika seorang Min Yoongi bisa ada di sampingnya saat ini.


"Bisakah kamu tinggal beberapa hari lagi bersama ku disini..?" tanya Hanaya.


"Entahlah." jawab Min Yoongi sambil merangkul Hanaya dan membawanya kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Besok akan aku pikirkan, aku sangat mengantuk, mari kita tidur." Min Yoongi memejamkan matanya.


"Hmm" Hanaya begitu sangat nyaman dan tertidur diperlukan Min Yoongi.


"Jika ini mimpi aku tidak ingin terbangun dari mimpi ini, aku ingin sedikit lebih lama merasakan kebahagian ini, bersama dia itulah harapan ku dalam hidup, Tuhan aku tau ini suatu dosa tapi apa yang bisa aku lakukan aku benar-benar sangat mencintainya, meskipun disaat aku terbangun nanti, dia sudah tidak ada lagi di hadapanku, aku akan menyimpan rasa ini untuk selamanya, aku tidak akan pernah membagi rasa cinta ini kepada yang lainnya, karena saat ini dia membuat aku benar-benar jatuh cinta kepadanya."


***


Pagi pun datang menjelang, Hanaya yang terbangun dan membuka matanya, benar saja dia tidak melihat sosok Min Yoongi di sampingnya, dia bangun dan berlari keluar. Tak ada jejak sedikitpun tentang Min Yoongi tertinggal di apartemennya, dan dia kembali masuk ke kamarnya dan menuju kamar mandi, tetap saja Min Yoongi tidak ada, dia pergi seperti mimpi, menghilang disaat terbangun.


Hanaya menghempaskan tubuhnya, dia merasa lelah dan tidak berdaya. ternyata semua itu hanyalah mimpi.


"Aku benar-benar sudah gila." Hanaya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Tiba-tiba dari luar terdengar suara bel, dia berpikir pasti itu adalah Aryan dan Luna. Dia tidak memperdulikan suara bel tersebut karena berpikir jika mereka tetap bisa masuk tanpa harus membukakan pintu.


Tapi tetap saja bel terus saja berbunyi, sehingga membuat Hanaya kesal dan berjalan menuju pintu untuk membukakan pintu.


"Apa-apaan sih kak, kalian bisa membuka pintu tanpa harus membunyikan bel." Hanaya membukakan pintu lalu kembali masuk kedalam tanpa melihat siapa yang datang.


"Begitukah kau menyambut tamu yang datang..?"


Hanaya tertegun mendengarkan suara tersebut, dia membalikan badannya dan dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Yoongi..?" Hanaya terperangah, dia tidak percaya dengan apa yang telah dilihatnya.


"Apakah ini benar-benar kamu..?" Hanaya menghampiri Yoongi yang berdiri didepan pintu.


"Siapa lagi, bukankah kamu yang memintaku tingga selama beberapa hari disini..?" Yoongi masuk kedalam, lalu menutup pintu.


Hanaya tersenyum, lalu berlari menyusul Min Yoongi yang akan menuju kamarnya.


"Ternyata ini bukan mimpi." Hanaya memeluk Min Yoongi dari belakang.


"Apa yang kau lakukan, masih pagi jangan memancingku."


"Maaf." Hanaya melepaskan pelukannya.


"Aku akan membantumu untuk menaruh kopernya." Hanaya merebut koper yang dibawa Min Yoongi.


Hanaya berlari masuk ke kamarnya, lalu keluar kembali untuk memastikan Min Yoongi tidak menghilang.


"Kenapa? Apa kau harus melihatku seperti itu..?" tanya Min Yoongi sambil berjalan menuju ruang tamu.


Hanaya berlari, dan kembali memeluk Min Yoongi dari belakang.


"Kenapa lagi, apa kau akan bersikap seperti ini terus." Min Yoongi dibuat gemas dengan tingkah Hanaya.


"Hmm, aku harus memastikan jika kau benar-benar nyata."


"Baiklah." Min Yoongi membalikan badannya, dan menghadap ke Hanaya.


"Perhatikan baik-baik, kita bukan berada di mimpimu, aku akan membuktikan jika aku benar-benar ada disini. Min Yoongi memeluk Hanaya.


"Auu..!!" Hanaya merasa sakit di bagian lehernya.


"Sudah, aku memberikan bukti kepemilikan dileher mu, jika kamu tiba-tiba tidak bisa melihatku, kamu tinggal bercermin dan lihat tanda yang ada dileher mu itu." Min Yoongi tersenyum, dan merasa apa yang telah dia lakukan itu adalah hal lucu sehingga dia berusaha untuk menutupi tawanya.


"Bukan begitu juga caranya." Hanaya berlari kedepan cermin untuk melihat bekas gigitan Min Yoongi.


"Yoongisie...!!! Kamu ternyata sudah gila ya, jika orang-orang melihatku seperti ini mereka akan berpikiran yang aneh-aneh." Hanaya sedikit kesal.


"Hahaha, apa nya yang aneh itu cocok berada di lehermu." Min Yoongi tidak bisa menahan tawanya melihat ekspresi Hanaya lalu segera pergi kedapur dan membuatkan sarapan untuk Hanaya.

__ADS_1


"Yoongisie......!!!" Hanaya berteriak kesal.



__ADS_2