Fantasi Hana My Yoongi

Fantasi Hana My Yoongi
Restu


__ADS_3

Di Restoran, Hanaya yang sedang bingung memilih menu makanan tiba-tiba dikaget kan dengan kedatangan Aryan dan Luna, Hanaya pun panik, dan mencari-cari keberadaan Min Yoongi tapi dia tidak melihat batang hidungnya.


"Kakak, Luna..??" akhirnya Hanaya menyapa dengan sedikit rasa takut.


"Dua hari ini kamu kemana, kenapa tidak memberi kabar..?" tanya Aryan sedikit tegas.


"Hmm, aku dirumah teman kak." Hanaya mulai gugup.


"Kan Yoongi bilang dia udah bilang ke kak Aryan kalo aku bersama Kim Mina." Hanaya menggerutu dalam hati.


"Halo kak, kalian sudah datang..?" terdengar suara Min Yoongi dari arah berkalang Hanaya.


"Oh, iya kami Baru saja datang." senyum Aryan tampak ramah.


Hanaya menjadi bingung, apa yang telah terjadi kenapa Aryan sangat baik kepada Min Yoongi, sedangkan dia tau Aryan termasuk orang yang kurang menyetujui hubungannya dengan Min Yoongi.


Hanaya semakin bingung kenapa mereka menjadi begitu akrab, Luna pun hanya tersenyum melihat keakraban Aryan dan Min Yoongi.


"Ayo silakan pilih menu makanannya."


"Apa yang kamu lakukan." bisik Hanaya kepada Min Yoongi.


"Aku tidak melakukan apa-apa." jawab Min Yoongi sambil tersenyum.


"Tapi kenapa Luna dan kak Aryan da disini?" tanya Hanaya sambil mencubit paha Min Yoongi.


"Aaa, kenapa kau mencubit ku?" Min Yoongi tertawa sambil menahan sakit.


"Apa ada sesuatu..?" Aryan memecahkan ketegangan Min Yoongi dan Hanaya.


"Oh, nggak kak." jawab Hanaya dengan senyum yang dipaksakan.


Makanan yang mereka pesan sudah datang, masing-masing mereka memesan menu yang berbeda, tampak Aryan dan Min Yoongi melahap makanannya dengan tenang, dan sementara itu Luna sibuk dengan memberikan kode terhadap Hanaya, tapi itupun sia-sia, karena Hanaya tidak mengerti dengan kode yang di berikan oleh Luna tersebut.


Setelah mereka berempat selesai makan Min Yoongi akhirnya membuka suara dan menjelaskan semua tujuannya mengundang Aryan dan Luna.


"Hana, aku minta maaf jika aku tidak memberi tahumu tentang aku mengundang Aryan dan Luna untuk kita makan siang bersama, tetapi disini saya tidak akan berbicara panjang lebar, dan saya meminta izin, dan restu kalian untuk saya menikahi Hanaya."


Hanaya yang penasaran dengan apa yang akan dikatakan Min Yoongi menjadi beku, dia tidak percaya jika Min Yoongi mengundang kakaknya Hanaya untuk meminta restu, Hanaya kehilangan kata-kata, matanya tak berkedip sedikitpun, dan memandangi Min Yoongi yang begitu terlihat tampan setelah kata-kata yang keluar dari mulutnya.


"Hana..?" suara itu memecahkan lamunan Hanaya.


"Ah, iya kenapa?"


"Hana, apa kamu mau menikah dengan Min Yoongi?" tanya Aryan.


Tanpa basa-basi Hanaya mengangguk-anggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Iya kak, aku ingin menikah dengannya."


Jawaban Hanaya membuat Min Yoongi tersenyum malu di depan Aryan.


"Ok, aku akan memberikan restu untuk kalian, dan paling utama, mintalah restu kepada mama Sandra."


Melihat Aryan yang begitu ramah bicara kepada Min Yoongi membuat Hanaya bahagia, dan bersyukur pada akhirnya Aryan memberikan restu kepada mereka berdua.


***


"Huff....!!!" Min yoongi menghempaskan tubuhnya di atas ranjang yang masih menyisakan aroma vanila dari tubuh Hanaya.


"Apakah keputusanku sudah tepat?" Min yoongi berpikir sejenak. "Iya, tentu saja aku mencintai Hana, begitu juga sebaiknya." Min yoongi pun bangun dari tempat tidurnya, dan bersiap untuk kembali ke studionya di HYBE.


Sementara itu di apartemen Hanaya, Aryan sedang mengintrogasinya, dia mempertanyakan kepergian Hanaya selama dua hari, dan agak sedikit mencurigakan kenapa yang selalu memberi kabar adalah Min Yoongi, sehingga Aryan berpikiran apakah Hanaya mempunyai masalah pribadi yang sedang ditutupi.


"Semalam kakak di telpon Min Yoongi, dia mengatakan kepada kakak jika dia ingin bertemu, dan secara resmi meminta restu untuk hubungan kalian, apa ada sesuatu yang terjadi..?" Aryan bertanya dengan tenang kepada Hanaya.


"Yang terjadi..?" Hanaya gugup.


"Kamu harus jujur Hana, kakak tidak mau terjadi sesuatu hal yang nantinya bisa membuat mama menyalahkan kakak."


Sudah bisa ditebak maksud dari perkataan Aryan, Hanaya terdiam perkataan Aryan sudah menyakiti hatinya, tapi sebenarnya di dalam hati Hanaya juga merasa bersalah seandainya Min Yoongi juga lepas kendali pada malam itu mungkin dia tidak akan memaafkan dirinya sendiri.


"Kakak bisa nggak dipikirin dulu apa yang mau kakak katakan?" Hanaya kesal.


"Tenang aja kak Min Yoongi menjagaku dengan baik, jadi kakak tidak usah khawatir." Hanaya langsung pergi dari hadapan Aryan dan memasuki kamarnya.


"Hana, kakak belum selesai bicara." teriak Aryan.


"Sudah, kamu apa-apaan sih biarin aja lagian kamu ngomongnya kelewatan." Luna ikut kesal.


"Bukan begitu sayang, aku nggak mau nantinya Hana hamil duluan sebelum nikah."


"Huss...jangan sembarangan." Luna semakin dibuat kesal oleh ucapan Aryan.


"Aku begini karena aku sangat menyayangi Hana, aku mau yang terbaik buat dia, aku kaget disaat Min Yoongi meminta restu kepadaku, dan akan menikahi Hana." Aryan menekuk wajahnya.


"Iya, aku tau." Luna mengusap-usap punggung Aryan.


"Aku berharap tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.


"Semoga saja." Luna memeluk Aryan.


Ponsel Hanaya bergetar, satu pesan masuk dari Min Yoongi, Hanaya dengan perasaan gembira membuka pesan tersebut.


"Kamu lagi ngapain?"

__ADS_1


"Aku lagi tiduran sambil memikirkan kamu, kamu lagi dimana?"


"Aku lagi di studio, setelah makan siang tadi aku pulang sebentar dan langsung kembali ke studio."


"Ooh, aku bahagia sekali."


"Benarkah, apa kamu ingin kita percepat saja?"


"maksudnya?"


"Menikah"


"Tentu saja, aku ingin segera tinggal satu atap denganmu."


"Aku juga, aku mencintaimu."


"Aku juga"


"Aaaaa......" Hanaya berteriak kegirangan.


"Tok, tok" terdengar ketukan pintu dari luar.


"Masuk, kecuali kak Aryan." teriak Hanaya.


"Gak boleh begitu." ternyata yang masuk adalah Luna.


"Lunaaaa......!!!! Hanaya melompat kegirangan dan memeluk sahabatnya tersebut.


"Selamat ya, aku ikut senang."


"Aku nggak bisa berkata apa-apa Lun, Min Yoongi orang yang sangat baik, dan aku yakin dia yang terbaik."


"Iya aku tau, aku ikut senang Lun." Luna membalas pelukan Hanaya.


"Tapi kamu jangan marah ya, aku ingin menanyakan sesuatu hal." Luna tampak tidak yakin dengan pertanyaannya sendiri.


"Apa lun?"


"Apa kamu melakukan itu bersama Min Yoongi?" tanya Luna pelan.


"Hahahaha....enggak lun, sumpah Min Yoongi ngg pernah melakukan itu, begitu banyak kesempatan buat kami untuk melakukan lebih, tapi dia benar-benar menjaga aku." Hanaya menjawab mantap.


"Syukur deh, soalnya itu yang di takuti Aryan, kamu tau sendiri disini gaya pacarannya sangat bebas."


"Iya, aku tau kok maksud dari kak Aryan tadi.." Hanaya tersenyum.


"Apa kamu akan meminta Tante Sandra untuk kesini?" tanya Luna.

__ADS_1


"Belum, nanti saja aku hanya ingin memastikan keputusan Min Yoongi benar-benar tepat, bukan karena perasaan sesaat.


__ADS_2