
Setelah Hanaya dan Min Yoongi selesai makan malam, mereka kembali keruang kerja Hanaya. Min Yoongi yang penasaran tentang pekerjaan dan kehidupan pribadi Hanaya tidak henti-hentinya bertanya. Dan setelah Hanaya menjawab semua pertanyaan Min Yoongi. Hanaya pun melontarkan pertanyaan yang membuat Min Yoongi agak sedikit terkejut.
"Seandainya aku berhenti dari pekerjaan ku yang sekarang, apa kamu tidak keberatan..??"
"Apa, kamu ingin mengundurkan diri maksudnya?"
"Iya, sebenarnya aku sangat suka berkerja di HYBE tapi, aku juga ingin mengurus usaha ku sendiri, dan tidak ingin terlalu membebani Luna sahabatku."
"Terus..?" tanya Min Yoongi.
"Tapi aku masih memiliki waktu satu bulan lagi sebelum kontrak ku habis."
"Dan kita..?"
"Maksudnya kita..?" Hanaya menggernyitkan keningnya.
"Berarti kita akan jarang bertemu setalah satu bulan itu kan..?" Tanya Min Yoongi.
"Tidak, malahan aku akan lebih banyak waktu untuk bisa bertemu dengan kamu, tanpa memikirkan kewajiban aku sebagai staff di HYBE." Hanaya tersenyum sambil menatap Min Yoongi.
"Baiklah, aku akan mendukung apapun yang menjadi keputusanmu." Min Yoongi menggenggam tangan Hanaya.
"Terima kasih sayang." Hanaya memeluk Min Yoongi.
"Tapi mungkin aku akan sedikit sibuk dengan jadwalku yang padat di bulan depan."
"Iya, aku tau kalian bertujuh kan selalu sibuk.".
"Oh ya, makanan di restoran ini lumayan enak, jadi kapan-kapan aku akan bawa member-member yang lain untuk makan disini." ucap Min Yoongi.
"Hmm, ide bagus itu."
Tiba-tiba disela-sela pembicaraan mereka berdua, seseorang pun masuk dan membuka pintu.
"Hana..??" Luna terkejut melihat Hanaya berada didalam ruangannya bersama Min Yoongi.
"Luna, kamu ngapain kesini..?" Hanaya salah tingkah karena dipergoki oleh Luna yang sedang berduaan dengan Min Yoongi.
"Oh my God...!!! itu benar-benar Suga..??" Luna semakin terkejut melihat Min Yoongi.
"Iya, benar." Hanaya yang tadinya gugup menjadi sangat percaya diri karena melihat ekspresi Luna.
"Hai, aku Luna sahabatnya Hana." Luna memperkenalkan dirinya sendiri, sambil mengulurkan tangannya.
"Hai.."
"Gila ini orang putih banget." Luna berbicara dengan bahasa Indonesia kepada Hanaya.
"Sst.." Hanaya mencolek Luna.
Tapi Luna tidak perduli dengan Hanaya, dia masih saja terpesona oleh ketampanan Min Yoongi.
"Apakah kamu tau, Hanaya sangat mengidolakan kamu lho, dan di Indonesia kamarnya penuh dengan foto-foto seorang Suga, melebihi anak-anak SMA."
"Benarkah..?" Min Yoongi menutupi senyumannya dan sedikit salah tingkah, karena pernyataan Luna.
"Luna, udah deh. Oh ya kamu kesini sama siapa..?" tanya Hanaya.
"Sama Aryan, dan Riko." jawab Luna.
"What..? kamu serius..?" Hanaya panik.
Min Yoongi yang melihat ekspresi Hanaya, menjadi penasaran dengan siapa Aryan dan Riko.
"Aryan dan Riko..? siapakah mereka..?"
Beberapa menit kemudian Aryan dan Riko masuk, mereka sangat terkejut dengan keberadaan Min Yoongi, Aryan melangkah menuju kearah Min Yoongi.
"Suga..?"
Min Yoongi tersenyum dingin.
"Hana, ini benar Suga BTS?" Aryan melihat kearah Hanaya.
"Iya." Hanaya sedikit terlihat canggung, terlebih dengan keberadaan Riko, tidak kenapa dia sedikit merasa bersalah.
"Tidak mungkin, tapi ini nyata." Aryan tertawa sambil menepuk pundak Min Yoongi.
"Aryan." Luna menarik tangan Min Aryan.
Mereka yang berada diruangan tersebut tiba-tiba saja menjadi terdiam, namun Hanaya berusaha untuk tidak terlihat canggung dan memperkenalkan Aryan dan Riko kepada Min Yoongi.
"Yoongi, perkenalkan ini kakak ku Aryan, dan ini Riko dia adalah sahabat kakak ku."
"Oh." Min Yoongi segera mengulurkan tangan nya kepada Aryan dan Riko.
Riko yang diam terlihat sangat jelas jika dia merasa cemburu, karena keberadaan Min Yoongi, meskipun dia belum mengetahui hubungan Min Yoongi dan Hanaya.
__ADS_1
"Hana, kenapa kamu tidak bilang kalo seorang super star akan makan di restoran kita." Aryan berceloteh.
"Apa-apaan sih kak, kita hanya makan malam doang disini. Oh, ya kak aku dan Min Yoongi pamit dulu ya, ada hal yang mendesak jadi aku akan mengantarkan Min Yoongi ke HYBE." Hanaya tidak sabar ingin pergi dari hadapan Aryan dan Riko.
"Oh, silahkan tapi jangan lama-lama ya, Kakak akan menunggumu disini sampai kamu datang." ucap Aryan.
"Iya.." Hanaya pun menarik tangan Min Yoongi tanpa berpamitan kepada Aryan.
***
Setelah Hanaya pergi dari restorannya, Aryan yang penasaran dengan Min Yoongi, dia mencurigai sesuatu ada sesuatu yang terjadi diantara mereka, kenapa Hanaya dan Min Yoongi bisa berada di restoran, tidak mungkin hanya sekedar untuk makan malam saja.
"Sayang, kamu tau sesuatu tentang mereka berdua..?" tanya Aryan menyelidik.
"Hmm, itu." Luna melihat kearah Riko yang masih saja diam seribu bahasa.
"Itu apanya..?" Aryan tidak sabar mendengar jawaban dari Luna.
"Mereka pacaran."
"Apaaaaa....???" Aryan terkejut, dengan mata terbelalak.
"Mereka pacaran..??" Riko akhirnya mengeluarkan suaranya.
"Iya, mereka pacaran mungkin sudah hampir sebulan." jelas Luna.
"Secepat itu..?" Aryan tidak percaya.
"Tapi itu kenyataannya." Luna sebenarnya tidak enak mengatakannya didepan Riko yang terlihat jelas masih sangat mencintai Hanaya, dia merasa bersalah tapi karena Aryan mendesaknya dia terpaksa harus jujur.
"Tapi aku tidak ingin Hanaya terluka, dia tidak tau apa, berhadapan dengan apa, jika para wartawan dan media tau, aku takut mereka disuruh putus, dan mungkin saja Suga hanya mempermainkan adikku saja." Aryan mulai gelisah.
"Kamu jangan berpikir yang aneh-aneh, belum ada yang tau kok, kecuali orang-orang HYBE, pasti mereka akan menutup rapat tentang ini." Luna berusaha menenangkan Aryan.
"Iya, aku berharap Hanaya tidak tersakiti." Riko terlihat sangat terguncang.
"Tapi aku berharap kalian bisa memperbaiki hubungan kalian kembali." Luna melirik Riko.
"Kenapa dengan hubungan mereka..?" Aryan penasaran.
"Nggak tau Lun, aku kesini memang bertujuan untuk memperbaikinya, tapi Hanaya ternyata sudah mencapai keinginannya, dan sepertinya aku tidak mempunyai harapan lagi." Riko pesimis.
"Apa aku aja disini yang nggak tau apa yang terjadi diantara kalian..?" Aryan menatap Luna dan Riko.
Sementara itu, Min Yoongi yang merasa tidak enak dengan Aryan menyuruh Hanaya untuk kembali ke restoran, dia tidak ingin Aryan berpikir yang buruk tentang hubungan mereka karena tiba-tiba saja Hanaya mengajak dia pergi begitu saja, tanpa mengatakan sepatah katapun kepada Aryan.
"Hana, cukup mengantarkan aku sampai disini, kembalilah kedalam."
"Aku tidak mau, kakak mu menganggap ku buruk, sebenarnya aku ingin memperkenalkan diriku secara baik kepada kakak mu tapi mungkin ini bukan waktu yang tepat."
"Padahal aku masih ingin lebih lama bersama mu." Hanaya merajuk.
"Jangan seperti anak kecil, besok kita masih bisa bertemu lagi." Min Yoongi mengecup kening Hanaya.
"Baiklah.." Hanaya tersenyum.
"Sampai bertemu besok.." Min Yoongi masuk kedalam mobilnya.
"Hmm.."
"Hana.." Min Yoongi memanggil Hanaya.
"Iya, kenapa..?"
"Bisa kesini sebentar..?"
Hanaya tanpa ragu menghampiri Min Yoongi, lalu menundukkan kepalanya melihat kearah Min Yoongi yang berada didalam mobil.
"Apa kamu meninggalkan sesuatu..?" tanya Hanaya.
"Iya, aku melupakan sesuatu." jawab Min Yoongi.
Lalu tiba-tiba Min Yoongi mencium bibir Hanaya.
"Hei...kamu " Hanaya tersenyum
"Aku pergi ya." Min Yoongi tersenyum dan menutup kaca jendela mobilnya lalu melajukan kendaraannya.
"Yoongisie, kamu membuatku semakin cinta.." Hanaya mengusap bibirnya bekas ciuman dari Min Yoongi.
Hanaya kembali masuk kedalam restoran dia menemui Aryan, Luna, dan Riko.
"Hana, bukannya kamu pergi bersama Suga?" tanya Luna.
"Tadinya sih, dia nggak mau aku ninggalin kalian gitu aja, dia merasa bersalah sama kak Aryan karena nggak maksimal memperkenalkan dirinya." ucap Hanaya.
"Tanpa memperkenalkan diri juga, kita-kita udah tau siapa dia." celetuk Aryan.
__ADS_1
"Ih, kakak nggak jelas."
"Rik, Adek gue lagi berbunga-bunga ternyata jika ada tekat dan usaha, apapun bisa menjadi nyata." Aryan secara tidak langsung menyindir Riko.
"Iya, benar sekali." ucap Riko datar.
"Hana, aku senang bisa melihat kamu disini, meskipun hati ini sedikit sakit, tapi melihat kamu tersenyum seperti itu, aku bisa mengesampingkan rasa sakit di hati ini." Riko berbicara dalam hati sambil menatap Hanaya yang sedang mengobrol dengan Luna.
Aryan yang melihat Riko merasa kasian, dia tau perasaan Riko kepada Hanaya belum berubah sedikitpun. Dia menghampiri Riko dan berdiri disampingnya, Aryan berbisik.
"Jika Lo mau berusaha kenapa tidak."
Riko menatap Aryan, dia tau sahabatnya lebih memilih dirinya dari pada seorang Min Yoongi, meskipun Min Yoongi super star yang dikenal dunia, Aryan tidak ingin adik satu-satunya tersakiti karena mempunyai kekasih seorang Min Yoongi pasti begitu banyak rintangan, dan tidak dipungkiri Min Yoongi selalu di kelilingi wanita-wanita cantik yang menyukainya.
"Kita liat saja nanti, apakah aku masih mempunyai peluang atau tidak." tersenyum sambil menundukkan kepalanya menunjukan sikap pesimis, tapi masih ingin berjuang.
***
Hanaya dan Riko berjalan dipinggir sungai Han, setelah Aryan dan Luna meninggalkan mereka berdua di restoran dengan alasan mempunyai urusan yang harus diselesaikan malam ini, dengan mengajak Luna untuk menemaninya. Urusan apa yang akan diselesaikan oleh Aryan malam-malam begini, jika bukan memberikan kesempatan untuk Riko berduaan dengan Hanaya dengan harapan mereka akan lebih dekat.
Hanaya yang menikmati hembusan angin malam dipinggiran sungai Han mengingatkannya pada saat dia bersama Min Yoongi, Hanaya mengeluarkan senyuman penuh arti, sehingga Riko yang disampingnya bertanya-tanya. Apa yang sedang dipikirkan Hanaya, dia seperti tidak menganggap Riko yang ada di dekatnya.
"Apa kamu sering kesini..?" tanya Riko membuka obrolan.
"Tidak, ini kali kedua aku berada disini pada malam hari." Hanaya tersenyum sambil menoleh ke arah Riko.
"Ya tuhan, senyuman itu yang membuat aku menggila." Riko bergumam dalam hati.
"Oh, kamu pasti kesini bersama Min Yoongi kan..?" Riko menebak.
"Hmm.." Hanaya menatap sungai Han yang samar-samar diterangi lampu-lampu pinggir jalan.
"Pasti menyenangkan bukan, berada disini dengan orang yang kamu suka."
"Iya, sangat menyenangkan apalagi tempat ini sangat romantis pada malam hari." Hanaya berkata tanpa memikirkan perasaan Riko.
"Hana.." Riko menatap Hanaya.
"Iya..?"
"Apa kamu ingin pulang..?" tanya Riko.
Seketika Hanaya tersadar jika perkataannya tadi membuat Riko merasa tersinggung, dan tersakiti, Ia berpikir seharusnya dia tidak membahas Min Yoongi saat bersama Riko.
"Apa kakak merasa bosan..?" tanya Hanaya berpura-pura tidak tau tentang perasaan riko.
"Bukan seperti itu, tapi udaranya sedikit tidak bersahabat di tubuhku, aku merasa kedinginan." Riko memberikan alasan yang membuat Hanaya melihat kearah baju hangat dan mantel yang dikenakan oleh Riko.
"Apakah kakak masih merasa kedinginan dengan jaket berlapis yang kakak kenakan..?" tanya Hanaya.
"A...aa bukan begitu." Riko terlihat gugup.
"Tapi angin malam ini, membuat hatiku terasa ditusuk-tusuk, dan sedikit sakit." Riko berucap sambil mengalihkan pandangannya ke kanan dan ke kiri lalu berjalan meninggalkan Hanaya.
"Ah, kakak jangan seperti itu.." Hanaya berlari mengejar Riko dan bergelayutan di lengan Riko.
Mereka berdua pun tertawa dan, berjalan menelusuri pinggiran sungai Han, yang dipenuhi oleh sepasang muda-mudi yang berkencan.
"Hana, kira-kira apa aku masih ada kesempatan untuk mendapatkan cintamu..?" tanya Riko.
"Entahlah.." Hanaya menjawab singkat, dan seperti tak ada beban dengan pertanyaan Riko.
"Apa kamu bahagia bersama Min Yoongi..?" tanya Riko tiba-tiba.
Mendengar pertanyaan Riko Hanaya menjadi bingung dengan perasaannya, di dalam hati' sebenarnya ada rasa untuk Riko, tapi karena cintanya yang terlalu dalam kepada Min Yoongi, Hanaya menjadi acuh dengan rasa yang sudah mulai tumbuh kepada Riko setahun yang lalu.
"Untuk saat ini aku sangat bahagia." jawab Hanaya dan menundukkan kepalanya.
Riko berhenti sejenak, lalu memutar tubuhnya kearah Hanaya, dia menatap Hanaya dengan penuh rasa cinta. Hanaya pun hanya terdiam dan membalas tatapan Riko.
"Jika suatu hari nanti Min Yoongi menyakitimu, larilah kepadaku, karena disini masih aku biarkan kosong, agar suatu saat nanti kamu bisa mengisinya."
Mendengar ucapan Riko, Hanaya hanya bisa menundukkan kepalanya, dan tanpa disadari butiran bening jatuh membasahi pipinya.
"Terimakasih untuk semua cintamu untuk ku, maaf tapi aku tak bisa membalasnya, dan aku tidak tau seandainya aku tersakiti oleh laki-laki lain, apakah aku akan mampu berlari kearah mu, aku berharap kamu bisa menemukan perempuan yang benar-benar mencintaimu."
"Hei, apa kamu menangis..?" tanya Riko sambil memegang kedua pipi Hanaya.
"hiks...Aaaaaa......!!!" Hanaya menangis sejadi-jadinya.
"Yang seharusnya menangis itu aku.." Riko tersenyum melihat Hanaya.
"Maaf aku belum bisa membalas perasaanmu kak."
Riko memeluk Hanaya, satu hal yang baru saja diketahuinya, tanpa sadar Hanaya ternyata mempunyai rasa kepadanya, meskipun tidak sebesar rasa cintanya kepada Min Yoongi. Tapi dia takut keliru dan tidak ingin memaksakan diri.
"Maafin aku.." Hanaya membalas pelukan Riko dan menangis sejadi-jadinya.
__ADS_1
Tanpa diketahui Hanaya, Riko pun diam-diam menitikkan air matanya, dan di dalam diam dia berdoa.
"Tuhan, jadikan dirinya jodohku."