Fantasi Hana My Yoongi

Fantasi Hana My Yoongi
Restu


__ADS_3

Matahari mulai meninggi, sementara Hanaya masih tertidur pulas di ranjang. Melihat Hanaya yang masih tertidur lelap dan sepertinya enggan untuk beranjak dari sana membuat Min Yoongi tidak tega untuk membangunkannya, dia mulai memikirkan tentang kejadian semalam Min Yoongi mulai bertanya-tanya apa yang ada didalam pikiran Hanaya, kenapa dia berpikiran seperti itu. dia sangat ingin menanyakan tentang hal tersebut, karena selama ini Hanaya akan sangat bahagia jika Min Yoongi bisa menahan hasrat laki-lakinya disaat berduaan dengan Hanaya, tapi sekarang kenapa Hanaya menjadi marah, dan sedikit tidak terkendali.


"Apa Hanaya mendengarkan gosip yang bukan-bukan selama kita tidak bertemu..?"Min Yoongi berbicara sendiri sambil melihat ke arah Hanaya yang masih betah dengan selimut tebal yang melingkar di tubuhnya.


Min Yoongi mengambil ponsel yang terletak di sebelah Hanaya, lalu menghubungi menegernya, dia meminta jadwal untuk hari ini di undur.


Suara Min Yoongi yang sedang menelpon sang meneger, membuat Hanaya terbangun sembari mengucek-ngucek mata nya Hanaya duduk, dan mendekat kepada Min Yoongi.


"Pagi sayang." ucap Hanaya sambil memeluk Min Yoongi.


"Ini bukan pagi lagi tapi udah mau siang." Min Yoongi mengacak-acak rambut Hanaya yang berantakan.


"Benarkah..?" Hanaya melihat jam di ponselnya.


"Ya sudah, kamu mandi dulu habis itu kita keluar buat cari makan." Min Yoongi melepaskan pelukan Hanaya.


"Tapi aku harus menelepon kak Aryan dulu." Hanaya tampak begitu malas beranjak dari hadapan Min Yoongi.


"Tenang aja aku sudah menelepon Aryan kok." Min Yoongi tersenyum.


"Ya sudah, tapi pakaianku..?" tanya Hanaya.


"Sudah aku siapkan. "Min Yoongi menunjuk kearah kursi.


"Aku tunggu diluar ya."


"Oke." Hanaya berjalan masuk ke kamar mandi.


Satu jam yang lalu.


"Nuna, apa aku bisa minta tolong?" Min Yoongi berbicara dengan Kim Mina melalui ponsel.


"Tentu, apa yang harus aku bantu?" tanya Kim Mina.


"Hanaya masih di tempatku, apa nuna bisa membelikan beberapa pakaian untuk Hana?"


"Oh, oke nanti aku akan mampir, kebetulan aku tidak jauh dari apartemen mu, tapi sebelum itu aku akan mampir di butik terdekat."


"Terimakasih nuna, aku ingin sebelum Hanaya bangun nuna sudah sampai disini."


"Oke.." Kim Mina langsung mematikan ponselnya.


"Kebiasaan." Min Yoongi tersenyum.


Tiga puluh menit berlalu Kim Mina datang dengan membawa sepasang pakaian dan sepatu untuk Hanaya, dan dia melihat Hanaya masih tertidur dan tidak terganggu sedikitpun oleh suara percakapan Kim Mina dan min Yoongi.


"Apa yang kalian lakukan kenapa Hanaya tampak begitu lelah..?" tanya Kim Mina sambil tersenyum.


"Aku tidak melakukan apa-apa, ada insiden kecil semalam, jadi mungkin itu yang membuatnya lelah. Min Yoongi menjawab pertanyaan Kim Mina sambil menatap Hanaya dari dari pintu kamar.


"Iya, semalam dia meneleponku dia ingin aku menjemputnya, dan pada saat aku di dalam perjalanan kesini, lalu kau meneleponku."

__ADS_1


Min Yoongi tersenyum dan seperti tidak ingin melanjutkan perbincangannya.


"Entahlah." Min Yoongi menarik napasnya agak sedikit dalam.


"Ya sudah aku akan pergi lagi, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan."


"Thanks nuna." ucap Min Yoongi.


"Ok." Kim Mina pun berlalu.


***


Melihat Hanaya keluar dengan pakaian yang dibelikan Kim Mina, Min Yoongi menjadi terpesona, dia begitu terlihat cantik di mata Min Yoongi.


"Cantik." Min Yoongi tersenyum melihat Hanaya.


"Ooh, jadi selama ini aku tidak terlihat cantik?" goda Hanaya.


"Bukan, maksudnya apapun yang kamu kenakan selalu terlihat bagus." elak Min Yoongi.


"Ya, ya, ya. Oh ya ngomong-ngomong kamu dapat baju ini dari mana?" tanya Hanaya penasaran.


"Kim Mina yang membelikannya untukmu." jawab Min Yoongi.


"Dan nuna nya kemana..?" tanya Hanaya sambil celingak-celinguk.


"Dia kesini hanya mengantarkan pakaian untukmu lalu pergi."


"Apa kamu sudah siap..?" tanya Min Yoongi.


"Tentu." jawab Hanaya sambil memperlihatkan senyum manisnya.


"Ayo." Min Yoongi mengulurkan tangannya.


Di dalam perjalanan menuju restoran yang akan mereka tuju, Min Yoongi berusaha perlahan mempertanyakan tentang apa yang dirasakan Hanaya sehingga dia tiba-tiba ingin pergi dari apartemennya.


"Semalam kenapa kamu tiba-tiba ingin pergi?" tanya Min Yoongi dan berusaha menata kata-kata agar Hanaya tidak tersinggung.


"Tidak kenapa-kenapa, tapi aku hanya penasaran aja dengan apa yang kamu rasakan terhadap aku." jawab Hanaya santai.


"Kenapa kamu harus penasaran, kamu tau jika aku sangat mencintaimu." jawab Min Yoongi sambil meraih tangan Hanaya lalu menciumnya.


"Iya, disaat aku pasrah dengan keadaan dan tidak mempermasalahkan kita akan melakukannya, tiba-tiba kamu berhenti dan pergi, itu membuatku bertanya-tanya apa yang sedang kamu pikirkan, dan apakah ada seseorang yang mengingatkan mu dengan sesuatu." jelas Hanaya.


Tiba-tiba Min Yoongi meminggirkan mobilnya.


"Kenapa kamu berhenti?" tanya Hanaya kebingungan


"Ayo kita menikah, agar kita bisa melakukan apapun yang aku dan kamu mau." Min Yoongi berbicara sangat lantang.


"Apa kamu bercanda?" tanya Hanaya sedikit kesal.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak sedang bercanda, ayo menikah'" Min Yoongi mempertegas ucapannya.


"Aku tidak mau lagi ada batasan diantara kita."


Sementara itu, Hanaya merasa Min Yoongi berkata seperti itu hanya untuk pelampiasan hasrat semata, dia jadi tidak bisa untuk mencerna perkataan Min Yoongi.


"Braak.." Hanaya keluar dari mobil dan dan membanting pintu mobil.


"Hana, kamu mau kemana..?" Min Yoongi pun keluar dari mobilnya.


"Pergi.."


"Ayolah jangan seperti anak-anak." Min Yoongi menarik tangan Hanaya.


"Siapa yang seperti anak-anak..? aku..??? terserah...!!!" Hanaya melangkah pergi.


"Apa itu yang kamu mau..?" tanya Min Yoongi.


Hanaya masih saja meneruskan langkahnya, dia tidak peduli dengan teriakan Min Yoongi.


"Baiklah, jika kamu ingin pergi, terserah aku tidak akan melarang mu pergi, tapi ingat jika kamu tidak berbalik dan masih melangkahkan kakimu, berarti hubunganku berakhir." Min Yoongi berteriak sekuat tenaga.


Mendengar perkataan Min Yoongi, langkah Hanaya menjadi terhenti dia sedikit takut dengan ucapan Min Yoongi, tapi dia harus menjaga gengsinya dan terus saja melangkahkan kakinya.


"Hanaya.........!!!!!! Menikahlah dengan ku.........!!!!!" teriakan Min Yoongi berubah menjadi permintaan.


Seperti dikendalikan oleh perkataan Min Yoongi kaki Hanaya langsung saja berhenti, dia benar-benar kesal terhadap Min Yoongi.


"Dasar sialan, apa begitu cara dia untuk mengajak seorang perempuan untuk menikah."


Tapi Hanaya tiba-tiba kepikiran dengan orang-orang disekitar, dan berpikir ini akan jadi Boomerang untuk karir Min Yoongi jika ada yang mengenalinya, Hanaya langsung berlari dan menghampiri Min Yoongi.


"Dasar bodoh." Hanaya menggerutu.


Sedangkan Min Yoongi dengan percaya diri tersenyum angkuh, karena Hanaya berbalik kearahnya.


"Hana, kamu tidak akan bisa pergi dariku." tersenyum sinis seperti orang jahat.


"Dasar bodoh, apa kau mau di tonton oleh orang banyak..? Hanaya menarik tangan Min Yoongi dan menyuruhnya masuk kedalam mobil.


Min Yoongi hanya bisa terdiam, dia terdiam dengan reaksi Hanaya, disaat dia membayangkan Hanaya berbalik dan akan memeluknya, tetapi malahan mendapatkan umpatan.


"Min Yoongi, kamu tidak berpikir apa dengan apa yang kamu lakukan, akan mengundang banyak orang, dan itu akan menjadi buruk buat kita terutama kamu." Hanaya masih tetap saja mengoceh.


"Hana, apa kamu juga tidak berpikir aku melakukan itu gara-gara siapa..?" Min Yoongi tidak mau disalahkan, dan berusaha balik menyalahkan Hanaya.


Beberapa menit mereka terdiam, mereka bingung dengan apa yang telah mereka lakukan, dan suasana berubah menjadi kaku.


"Aku lapar." Min Yoongi bersuara.


"Aku juga." jawab Hanaya singkat.

__ADS_1


__ADS_2