
Rachel diam dengan perasaan takut, Jeki mulai mendekati bahkan semakin dekat. "Jangan mendekat!" Ucap Rachel yang hendak mendorong tubuh Jeki.
Tapi Jeki langsung menarik kaki jenjang Rachel yang membuat wanita itu kini terbaring di atas ranjang, Rachel hanya bisa menangis dan memohon agar Jeki menjauh darinya.
Jeki perlahan naik ke atas tubuh Rachel, ia mulai mencium bibir Rachel dengan lembut. Tapi Rachel sama sekali tidak merespon, ia menutup rapat-rapat bibirnya hingga tangan Jeki mencubit pinggang Rachel yang membuat wanita itu berteriak.
Jeki tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia langsung mencium bibir Rachel dengan lembut dan dalam.
Jeki mulai menghentikan ciumannya, ia melihat wajah Rachel yang memerah dan mata yang berkaca-kaca. Bukannya kasihan, Jeki malah semakin bernafsu melihat wajah cantik dan imut Rachel.
"Ku mohon jangan." Pinta Rachel dengan suara pelan.
"Kenapa? Bukankah kita sudah pernah melakukannya, jadi untuk apa kau takut." Jawab Jeki yang langsung membuka semua pakaian Rachel.
Wanita itu mulai memberontak tapi Jeki dengan mudah menangani Rachel, ia mengikat kedua tangan Rachel.
Rachel hanya bisa menangis saat Jeki mulai menjamah seluruh tubuhnya.
Hingga Rachel berteriak dengan perasaan yang aneh, rasa kesal tapi bercampur kenikmatan terus menyelimuti Rachel. Ia terus bersuara tak karuan yang membuat Jeki semakin puas dan tersenyum penuh kesenangan.
__ADS_1
Berjam-jam mereka bermain Jeki akhirnya mengakhiri permainannya, ia langsung berbaring di samping Rachel yang sudah pingsan duluan.
Jeki terus mencium wangi tubuh Rachel yang membuatnya kecanduan, wanita yang baru pertama kali ia temui itu sangat menarik perhatian dan nafsunya.
Hingga malam berganti pagi, Rachel terbangun dengan tubuh yang terasa remuk. Seluruh tubuhnya sangat sakit dan bahkan ia tidak sanggup untuk bangun.
Ia mulai bangkit dengan rasa sakit di seluruh tubuhnya, Rachel mulai mengambil sebuah handuk yang berada tak jauh darinya. Ia kembali mencari kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sangat lengkap.
Hingga setengah selesai mandi, Rachel mencari pakaian yang bisa ia gunakan. Tapi ia tidak menemukan satupun pakaian wanita yang ada hanya pakaian pria.
Tanpa banyak berpikir, Rachel mengambil kemeja putih milik Jeki yang sangat besar dan panjang.
Dengan langkah perlahan Rachel langsung keluar dari kamar pria itu, ia ingin segera pulang dan tidak mau berlama-lama tinggal di rumah pria yang sudah menodainya 2 kali.
Rachel terdiam dengan tubuh yang gemetar, ia takut jika pria itu akan memaksanya untuk berhubungan seperti yang ada di film-film.
Perlahan Jeki mendekat ke arah Rachel, wanita itu langsung spontan menyilangkan kedua tangannya yang membuat Jeki tertawa melihatnya.
"Apa kau lapar, ayo kita makan." Ajak Jeki.
__ADS_1
"Aku tidak lapar, aku ingin pulang." Jawab Rachel dengan nada tegas.
Tapi sedetik kemudian terdengar bunyi perut Rachel yang membuat Jeki tertawa, Rachel pun hanya bisa menundukkan kepalanya karena malu.
"Ayo." Ajak Jeki dengan tangan yang menarik tubuh Rachel dan membawanya ke dapur.
Di dapur sudah terdapat banyak makanan yang sangat enak, Jeki langsung duduk di depan meja makan dan begitu juga dengan Rachel.
Wanita itu diam dengan perasaan takut dan bingung, tapi ia juga sangat lapar. "Jangan malu-malu, makan saja." Ucap Jeki yang seperti mengetahui isi pikiran Rachel
Rachel dengan sikap dingin langsung memakan makanan di depannya dengan lahap, ia terdiam dengan rasa makanan yang sangat enak bahkan lebih enak daripada makanan yang sering di sajikan di rumahnya.
Jeki tersenyum tipis saat melihat wajah Rachel yang kegirangan karena sebuah makanan, hingga acara makan pun selesai. Jeki langsung menyuruh pelayan menyiapkan pakaian yang pantas untuk Rachel.
Setelah berganti baju, Jeki langsung mengantarkan Rachel pulang ke rumahnya. Di sepanjang jalan Rachel hanya diam dan tidak berani bersuara, ia ingat bagaimana kejamnya pria itu saat membunuh seseorang tanpa rasa bersalah.
"Kita sudah sampai." Ucap Jeki dengan senyuman di wajahnya.
Rachel pun langsung keluar, tapi pria itu menahan tubuh Rachel dan memeluknya.
__ADS_1
"Kita akan bertemu lagi." Bisik Jeki dengan memberikan kecupan di pipi Rachel, lalu ia langsung melepas pelukannya pada Rachel.
Wanita itu langsung pergi tanpa menjawab perkataan Jeki, entah kenapa Rachel malah semakin takut bertemu dengan pria itu.