Gadis Cantik Milik Sang Mafia

Gadis Cantik Milik Sang Mafia
Bab 9


__ADS_3

Rachel berusaha melawan, tapi pria asing dengan badan kekar itu seperti sedang nafsu berat. Ia juga mencium bau alkohol yang menyengat dari tubuh pria itu, di saat Rachel ketahuan dan panik.


Pria asing itu langsung merobek gaun nya dan memperlihatkan sedikit belahan dada yang sangat montok.


"Tolong..." Teriak Rachel panik.


Hingga pintu kamar mandi di buka dengan keras, seorang pria langsung datang dan menarik tubuh pria itu. Rachel hanya bisa memejamkan matanya saat melihat pria yang ingin memperkosanya di pukuli sampai babak belur.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya pria itu.


Rachel langsung bangkit dan hendak berterimakasih, tapi ia terdiam dengan mata yang semakin membulat sempurna karena ia ingat wajah pria yang sudah menodainya.


Jeki tersenyum tipis yang terkesan membuatnya jauh lebih tampan, tapi senyuman itu malah membuat Rachel semakin takut.


Wanita itu langsung mendorong Jeki dan hendak pergi, tapi Jeki langsung memeluk pinggangnya dan menahan tubuh Rachel.


"Mau kemana? Bukankah harusnya kau berterimakasih karena aku telah menolong mu." Bisik Jeki yang membuat buku kuduk Rachel berdiri.


"Lepaskan." Pinta Rachel dengan sedikit memberontak.


Tapi Jeki tidak melepaskan gadis itu, "Apa kau ingin keluar dengan pakaian yang terbuka seperti itu?" Tanya Jeki dengan mata yang melihat bagian dada Rachel.


Rachel langsung menutupi bagian atas tubuhnya, Jeki pun langsung melepaskan jas miliknya dan di pasang di tubuh Rachel.

__ADS_1


"Kalian semua keluar dan bereskan pria itu." Ucap Jeki memberikan perintah.


Rachel menundukkan kepalanya, ia mencengkram erat jas milik Jeki untuk menutupi tubuhnya.


Jeki tersenyum tipis, ia langsung menggendong tubuh Rachel dan membawanya keluar dari toilet.


"Turunkan aku." Pinta Rachel.


"Sebaiknya kau diam dan tutupi wajah mu, apa kau ingin ada berita buruk tentang mu yang sampai ke telinga kedua orang tua mu." Bisik Jeki.


Rachel yang mendengar hal itu pun diam, ia langsung menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan dengan wajah yang di tempelkan di dada bidang Jeki.


Semua orang yang mengenal Jeki di club malam hanya bisa diam dengan rasa penasaran terhadap sosok wanita yang berada di pangkuan Jeki.


"Dia wanita yang sangat beruntung bisa mendapatkan perhatian dari Bos Jeki."


"Jika saja aku yang berada di pelukan Bos Jeki."


Rachel bisa mendengar semua perkataan dari orang-orang, ia mulai berpikir apakah pria ini sangat istimewa dan terkenal sampai para wanita ingin sekali berada di dalam pelukannya.


Tapi jika waktu bisa di putar, Rachel memilih untuk tidak pernah bertemu dengan pria itu. Jeki membawa Rachel masuk ke dalam mobilnya, kini Rachel hanya bisa diam. Ia meminta Jeki untuk membawanya pulang ke rumah sahabatnya.


Tapi Jeki hanya tersenyum dan tidak mendengarkan perkataan dari Rachel, "Sebaiknya kau tutupi dadamu itu, apa kau ingin aku melakukannya di sini?" Ucap Jeki dengan mata yang melihat dada Rachel.

__ADS_1


Rachel kembali menutupi dadanya, ia mulai panik dan takut jika berlama-lama dengan pria itu. Terlebih atas kenangan buruk yang pria itu lakukan, hingga mobil yang di tumpangi oleh Rachel berhenti di sebuah rumah besar.


Rachel langsung keluar dari mobil, ia terpana saat melihat rumah besar di depan matanya. Tapi ia mulai sadar jika ini tempat asing baginya, "Antarkan aku pulang." Pinta Rachel.


"Ini sudah malam dan aku sangat lelah untuk mengantarkan mu pulang." Jawab Jeki dengan senyuman di wajahnya.


Rachel yang kesal dan takut langsung berbalik pergi untuk pulang, tapi Jeki langsung memegang tangan Rachel dan menggendong tubuh wanita itu dan membawanya masuk ke dalam rumah.


"Turunkan aku." Pinta Rachel.


"Sebaiknya kau jangan banyak bergerak, jika tidak aku akan melemparkan mu dari lantai 2." Ancam Jeki yang membuat nyali Rachel ciut.


Jeki membawa Rachel ke kamarnya, wanita itu langsung di duduk kan di atas ranjang. Ia menatap penuh rasa takut dan marah ke arah Jeki, "Ada apa dengan tatapan mu itu? Apa aku melakukan kesalahan sampai kau membenciku seperti ini?" tanya Jeki dengan wajah sedih.


"Kau memperkosa ku dan itu adalah kejahatan." Jawab Rachel yang mulai menjauh dari Jeki, tapi Jeki kembali mendekat ke arah Rachel


"Aku tidak memperkosa mu, aku hanya ingin menjadi mu sebagai seorang wanita dewasa. Dan kini kau telah berubah dari seorang gadis menjadi seorang wanita," bisik Jeki.


Jeki melihat jika Rachel tidak menggunakan kalung yang ia berikan, "Dimana kalung yang terpasang di leher mu?" tanya Jeki dengan tatapan mata yang serius.


"Aku membuangnya ke tong sampah." Jawab Rachel dengan tegas.


Jeki tertawa saat mendengar hal itu, Rachel tidak mengetahui seberapa berharga nya cincin yang ada di kalung tersebut. Bahkan banyak wanita yang berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan cincin itu karena cincin itu menandakan jika wanita itu adalah milik Jeki.

__ADS_1


__ADS_2