Gadis Cantik Milik Sang Mafia

Gadis Cantik Milik Sang Mafia
Bab 61


__ADS_3

Rachel berjalan dengan langkah cepat, ia melihat ke kanan dan ke kiri. Sebuah rumah besar dan mewah, dengan penjagaan yang ketat.


"Dimana ini?" Tanya Rachel, Natan melihat ke arah Rachel dengan tatapan malas.


"Sebaiknya kau diam dan jangan banyak bertanya, bisakah seseorang yang tengah di culik itu bisa diam dan jangan menanyakan banyak pertanyaan yang selalu itu-itu saja." Omel Natan yang kesal, ia meminta anak buahnya untuk membuka pintu rumah.


"Dimana Bos?" tanya Natan, pria itu lalu pergi meninggalkan Rachel bersama dengan para penjaga yang lain.


Nicolas berjalan dengan pelan, ia menatap malas ke arah semua orang. Lalu pria itu langsung duduk di sofa dan melanjutkan tidur cantiknya.


Rachel menatap seseorang yang baru datang, pria paruh baya dengan tongkat di tangannya. Ia menatap Rachel dari atas sampai bawah, pria itu duduk di hadapannya dengan tatapan arogan yang menunjukkan siapa dirinya.


"Apa kau tahu alasan mu di bawa ke sini?" Tanya Brian dengan nada dingin, tidak ada kesan ramah sama sekali.

__ADS_1


Rachel menggelengkan kepalanya, ia memang tidak tahu apa maksud dan tujuan orang-orang itu membawanya ke sini.


"Kau kenal Laysa?" Tanya Brian dengan tangan yang mengambil sebuah minuman dari seorang pelayan.


"Iya." Jawab Rachel singkat, jantungnya terus berdetak dengan kencang. Ia seperti seekor kelinci yang berada di kandang harimau yang lapar.


"Kemarin kami salah mengambil seorang wanita dan malah membawa wanita itu, dan alhasil wanita itu mati." Sambung Brian dengan senyum di wajahnya.


"Kau monster!" Pekik Rachel dengan mata yang menatap Brian.


Rachel melihat ke kanan dan ke kiri, ia perlahan duduk di atas sofa. Matanya melihat ke arah Nicolas yang tengah tertidur lelap tanpa merasa terganggu oleh perbincangan mereka, Brian melirik ke arah mana Rachel melihat. "Ini putra ku, Nicolas. Dia memang tukang tidur, jadi kau maklumi saja sikap nya." Jelas Brian.


"Jadi kenapa kau membawa ku ke sini?" Rachel langsung pada pembicaraan inti dari semua ini, ia tidak ingin berlama-lama berada di tempat seperti ini.

__ADS_1


"Kau pikir aku membawamu untuk apa?" Tanya Brian dengan senyuman di wajahnya.


"Apa kau ingin membunuh ku sama seperti kau membunuh Laysa?" tanya Rachel dengan jantung yang terus berdetak dengan kencang.


Terdengar suara tawa dari Brian, ia perlahan menatap Rachel. "Kenapa kau berpikir seperti itu? Apa kau pikir aku orang yang sangat kejam?" Tanya Brian.


Rachel hanya diam dan tidak menjawab, "Baiklah, aku paham jika kau telah salah menilai ku. Aku sebenarnya tidak berniat untuk membunuh wanita itu, tapi dia sudah tahu terlalu banyak dan saat itu dia sekarat. Aku hanya ingin membantunya lepas dari semua rasa sakit itu." Jawab Brian.


"Lalu untuk apa kau membawa ku ke sini?" Tanya Rachel dengan nada tinggi.


"Tentu saja untuk menjaga mu, bukankah kau sedang mengandung anak dari seorang monster. Bagaimana jika ayah dari bayi itu tahu, kau ada di tangan ku? Aku sangat tidak sabar membayangkan ekspresi orang itu." Jawab Brian dengan senyuman di wajahnya.


"Apa yang sebenarnya kau inginkan, Jeki sudah pergi. Dia meninggalkan ku, dan jika kau menginginkan uang. Keluarga ku memiliki banyak uang." Jawab Rachel dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Brian kembali tertawa terbahak-bahak, "Apa kau pikir aku adalah orang miskin yang menculik orang hanya untuk meminta uang tebusan, maaf sayang. Kau salah sangka, aku bukan orang seperti itu." Brian lalu bangkit dari tempat duduknya, ia meminta para pengawal membawa Rachel ke salah satu kamar yang sudah di sediakan.


Rachel terus berteriak dan meronta-ronta, ia tidak ingin berada di tempat ini. "Lepaskan!"


__ADS_2