
2 Minggu berlalu...
Rachel kini sudah pindah rumah, ia sengaja mempercepat perpindahannya karena sudah tidak ingin terlibat dengan Laysa maupun Diana.
Suara dering ponsel milik Rachel terdengar, ia mulai melihat nama yang ada di layar ponsel miliknya dan itu adalah Jeki.
Pria itu sudah berkali-kali menghubungi tapi Rachel tidak menjawabnya, perlakuan kaki Rachel langsung melangkah keluar dari kontrakan kecil miliknya.
Ia berniat untuk menjual handphone pemberian dari Jeki, setelah apa yang terjadi padanya Rachel memutuskan untuk menghilang dari kehidupan Jeki.
Hingga Rachel berhenti di sebuah konter hp, Rachel tersenyum senang karena handphone pemberian Jeki bisa terjual dengan harga yang sangat mahal.
Kini mata Rachel berhenti pada sebuah berita yang menampilkan sosok Laysa tengah di wawancara dan bahkan di undang ke acara tv karena ia akan menjadi Nyonya besar di keluarga Nugraha.
"Rachel." Terdengar suara panggilan Diana yang memanggil namanya.
Rachel langsung menoleh ke arah Diana, ia melihat wanita itu berjalan dengan 2 asistennya dengan belanjaan yang sangat banyak.
"Ma? Ada apa?" tanya Rachel dengan wajah biasa saja.
"Apa yang sedang kau lakukan di sini? Ku dengar kau keluar dari rumah, apa itu benar?" tanya Diana karena ia sangat sibuk mengurus persiapan pertunangan dan pernikahan Laysa dengan Jeki, hingga ia tidak mengetahui jika Rachel keluar dari rumah.
"Iya Ma." Jawab Rachel.
Diam tersenyum, "Baiklah karena itu keputusan mu, jadi aku tidak bisa melarangnya dan sebentar lagi Laysa akan bertemu dengan keluarga Nugraha untuk membicarakan pernikahan. Ku harap kau tidak datang dan mengacau," ucap Diana memberikan peringatan dengan nada halus.
"Tentu,"
__ADS_1
Setelah itu Rachel langsung pergi meninggalkan Diana, ia enggan untuk berlama-lama dengan wanita itu. Hingga kaki Rachel berhenti melangkah saat melihat Jeki sudah berada di depannya dengan seringai.
Rachel yang takut langsung buru-buru lari saat melihat Jeki, pria itu pun mengejarnya dan langsung membawa nya masuk ke dalam mobil.
"Mau kemana kau?" tanya Jeki yang langsung menyalakan mobilnya.
"Aku mau pulang," jawab Rachel.
Jeki tersenyum, ia langsung mengendarai mobilnya menuju suatu tempat. Rachel melihat sepanjang jalanan yang sangat asing baginya, "Mau kemana kita?" tanya Rachel panik.
"Aku ingin mengajakmu liburan ke suatu tempat."
"Tapi aku tidak mau," jawab Rachel.
"Aku tidak perlu izin darimu," jawab Jeki dengan senyuman mengejek di wajahnya, ia langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh.
"Handphone jelek siapa itu?" tanga Jeki.
"Ini handphone ku."
"Bukankah aku sudah membelikan iPhone terbaru untuk mu, kenapa kau masih menggunakan handphone android yang jelek itu."
Rachel terdiam, ia tidak mungkin mengatakan jika handphone tersebut sudah ia jual. "Jawab Rachel! Jika tidak aku akan menurunkan mu di tengah hutan." Ancam Jeki.
"Oke oke, aku menjualnya." Jawab Rachel.
Jeki mengerutkan keningnya, "Apa kau semiskin itu sampai menjual handphone pemberian dari ku?" tanya Jeki.
__ADS_1
Rachel hanya diam dan tidak menjawab, lalu Jeki mengambil tas miliknya dan melemparkan tas kecil itu ke arah Rachel. "Semua yang ada di tas itu milik mu, aku tidak ingin melihat wanita itu seperti gelandangan." Ucap Jeki seraya tersenyum mengejek.
Rachel membuka tas kecil di depannya, matanya membulat sempurna saat melihat beberapa gepok uang berwarna merah.
Tanya Rachel seperti gemetar karena ini baru pertama kalinya ia melihat uang dengan jumlah banyak, "Ini uang asli?" tanya Rachel.
"Tentu saja, apa kau kira itu uang palsu?"
Rachel terdiam, jiwa miskinnya seperti terluka karena ucapan Jeki. "Aku tidak butuh!" Jawab Rachel seraya melemparkan balik tas tersebut.
Jeki tertawa saat melihatnya, "Sungguh? Kalau begitu buang saja," ucap Jeki.
Rachel langsung melihat ke arah Jeki, "Kau gila, uang segitu banyak ingin di buang?"
"Iya karena aku tidak membutuhkannya." Jawab Jeki dengan senyuman mengejek.
"Jika kau ingin membuangnya, aku akan memungutnya." Jawab Rachel yang langsung mengambil kembali tas berisikan uang di dalamnya.
Jeki kembali melajukan mobilnya hingga berhenti di sebuah villa, Rachel terdiam saat melihat Villa di depan matanya. Vila yang terbuat dari kayu dengan sungai di belakangnya.
"Ayo masuk." Ajak Jeki.
Rachel berjalan mengekori pria itu, hingga Jeki membuka pintu Villa. Mata Rachel mulai melihat sekeliling, hanya ada 1 lantai dengan dapur, ruang tamu dan kamar mandi di satu ruangan. Dan satu kamar tidur yang hanya terhalang sebuah dinding dari kayu.
"Bagaimana apa kau suka?" tanya Jeki.
Rachel tersenyum dan tidak menjawab perkataan Jeki, ia berjalan ke belakang villa yang langsung menghadap ke sebuah sungai dengan air yang sangat jernih.
__ADS_1
Jeki langsung memeluk Rachel dari belakang, ia mulai menciumi leher jenjang wanita itu. "Ini tempat yang bagus untuk saling menghangatkan." Bisi Jeki.