Gadis Cantik Milik Sang Mafia

Gadis Cantik Milik Sang Mafia
Bab 58


__ADS_3

Rachel berbaring di atas ranjang, ia menangis tak terima jika semua orang mulai menyalahkannya. Kenapa hanya karena Laysa ia harus di salahkan seperti itu, bukankah selama ini ia hidup sengsara di atas kebahagiaan Laysa.


Diana membuka pintu kamar Rachel, ia melihat Rachel terbaring di atas ranjang dengan wajah yang di tutupi oleh selimut.


"Rachel." Panggil Diana dengan suara lembut, ada rasa penyesalan di benaknya karena ia malah memarahi Rachel atas kematian Diana.


Rachel menatap dengan tatapan kesal dan marah, "Ada apa?" tanya Rachel yang kembali membuang muka dan memilih mengabaikan sosok Diana.


"Mama minta maaf." Diana tersenyum dan duduk di samping Rachel.


Rachel langsung bangkit, ia menatap tajam ke arah Diana. "Kenapa? Kenapa kalian harus menyalahkan ku atas kematian Laysa?!" Rachel menangis dengan wajah yang memerah, ia tidak bisa menyembunyikan perasaan marah dan kesalnya.

__ADS_1


"Apa Mama lupa bagaimana kalian memperlakukan ku dulu? Kalian menjadikan ku sebagai pembantu, kau bahkan tak pernah menganggap ku sebagai anak."


Diana menatap sayu Rachel, "Waktu itu Mama terpaksa sayang."


"Terpaksa? Tapi semua itu terasa sangat nyata, meski terpaksa tapi rasa sakitnya tetap membekas di hati ku." Jawab Rachel dengan mata yang berkaca-kaca.


Diana mencoba memeluk Rachel, tapi Rachel memilih mendorong tubuh Diana. Ia tidak ingin di sentuh oleh Diana, wanita yang dulu melukai hatinya.


"Meski Mama bilang semua itu terpaksa, tapi apa Mama tahu. Bagaimana perasaan ku saat itu, saat itu hati ku hancur. Mental ku terpukul dan semua itu gara-gara Laysa, dan sekarang kau juga melukai ku. Hanya karena kematian Laysa, semua orang menyalahkan ku." Ucap Rachel dengan nada tinggi, ia bangkit dari tempat tidur dan berjalan menjauh.


Diana bangkit dan kembali mencoba memeluk Rachel, Rachel menangis dan tidak membalas pelukan Diana. Dihatinya hanya ada satu kata, benci. Ia sangat membenci keluarga yang telah membuangnya dari dulu dan sekarang mereka menyalahkan dirinya atas kematian seseorang yang tidak ada hubungan dengannya.

__ADS_1


"Mama tahu Mama salah, Mama ingin minta Maaf. Saat itu Mama terlalu sedih," bisik Diana yang ikut terlarut dalam penyesalan yang luar biasa.


Rachel melepaskan pelukan Diana dengan paksa, ia tidak ingin mendengarkan kata-kata apapun dari mulut Diana. "Aku memang anak kandung mu, tapi di hatimu masih ada Laysa." Jawab Rachel yang langsung berjalan pergi meninggalkan Diana.


Tapi langkahnya seketika terhenti saat merasakan sakit yang luar biasa di perutnya, rasa keram yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.


"Arg..." Rachel menahan sakit, kedua kakinya tak mampu menopang tubuhnya. Ia kini tergeletak di atas lantai dengan kedua mata yang menutup.


"Rachel." Diana berjalan mendekat dengan ekspresi yang panik, ia menepuk-nepuk kedua pipi Rachel agar wanita itu sadar.


"Rachel bangun! Rachel Bangun!"

__ADS_1


Diana langsung berteriak memanggil pelayan dan Dewa, melihat Rachel yang pingsan di lantai membuat Dewa panik. "Ada apa dengan Rachel?" Tanya Dewa, ia langsung meminta pelayan laki-laki untuk membawa Rachel masuk ke dalam mobil.


"Aku tidak tahu, tiba-tiba Rachel jatuh pingsan."


__ADS_2