
Jeki berjalan dengan kemeja biru tua miliknya, di ikuti oleh Sam yang menatap layaknya saga ke setiap penjuru tempat yang akan jadi pertemuan mereka.
Jeki melihat sosok pria tua tengah duduk di sebuah kursi, di belakangnya ada dua pria yang sudah mengawal pria itu.
"Kau sudah sangat besar rupanya." Ucap Brian dengan senyuman di wajahnya.
Jeki tersenyum, ia langsung duduk berhadapan dengan Brian. Jeki melihat ada Natan dan Nicholas yang senantiasa menjaga Brian layaknya seorang pengawal.
"Dan kau juga sudah sangat tua, kenapa kau belum pensiun saja? Dan berikan alih pada anak mu." Ucap Jeki dengan nada santai.
Natan dan Nicholas nampak serius menanggapi candaan Jeki, tatapan penuh menyelidik dan waspada terlihat jelas pada kedua orang itu.
"Hahaha... Kau berbeda dengan Kakak mu, kau lebih humoris." Jawab Brian dengan tangan yang meminum minumannya.
Jeki hanya diam, ia tidak menanggapi hal tersebut. Ada rasa marah saat Brian membahas masalah Kakaknya, terlebih orang itulah yang membunuh Jacob dengan cara yang sangat brutal.
__ADS_1
"Kita langsung pada intinya, aku ingin bertemu dengan Rachel." Ucap Jeki, ia tidak ingin berlama-lama bersama dengan pria tua itu.
Brian tersenyum, "Kenapa buru-buru, bukankah tidak enak jika kita langsung pada tujuan utama." Jawab Brian yang nampak santai menanggapi perkataan Jeki.
Jeki terdiam, ia melirik ke arah Sam yang tetap terus waspada dengan keadaan di sekeliling mereka.
Brian pun tertawa, ia meminta Nicolas untuk membawa Rachel ke sini. Jeki langsung bangkit saat Nicolas membawa seorang wanita dari dalam mobil, tapi Jeki menatap aneh saat melihat sosok Rachel.
Wanita itu terasa berbeda, tatapannya kosong seakan telah di hipnotis. "Apa yang kau lakukan kepadanya?" Tanya Jeki, ia hendak mendekati Rachel tapi Natan langsung menghentikan pria itu dengan mengacungkan senjata miliknya.
Dengan tatapan tajam, ia langsung menurunkan senjatanya. Meski ada rasa kesal di benak Natan, ia tetap mengikuti perintah dari Brian.
"Hahaha... Maafkan anak buah ku, dia memang sedikit temperamental." Ucap Brian, Jeki tidak menanggapi hal itu. Matanya tetap melihat Rachel yang kini duduk berdampingan dengan Brian.
"Apa yang kau lakukan pada Rachel?" Tanya Jeki.
__ADS_1
Brian tersenyum tipis, "Aku hanya meminta gadis itu sedikit lebih menurut pada ku." Jawab Brian, ia mendekatkan bibirnya pada telinga Rachel dan berbisik sesuatu.
Seketika tatapan mata Rachel langsung mengarah pada Jeki, wanita itu bangkit dengan membawa sebuah pistol di tangannya. Jeki terkejut saat melihat Rachel yang seperti ini, Sam langsung maju untuk memukul Rachel tapi Jeki menghentikannya. Ia tidak ingin sampai Rachel terluka.
"Kau memang pengecut, sampai menjadikan seorang wanita sebagai tameng." Ejek Jeki.
Mendengar hal itu wajah Brian berubah 180°, tidak ada senyuman ramah lagi di wajahnya. Ia menatap Sam dan Nicholas, seakan tahu apa arti dari tatapan mata Brian mereka langsung menyalakan pistol suar yang membuat anak buahnya langsung keluar.
Sam tidak ingin kalah, ia langsung memberikan kode pada anak buahnya yang sudah bersiap untuk menyerang. Akhirnya pertempuran pun tidak bisa di hindari, semua orang saling menyerang satu sama lain.
Sam langsung menghampiri Natan dan menyerang pria itu habis-habisan, keduanya terlihat imbang tidak ada yang mau kalah satu sama lain. Meski keadaan Sam yang masih belum sembuh sepenuhnya.
Jeki mengeluarkan pistol miliknya, ia ingin menembak Brian tapi langsung di halangi oleh Nicholas. Dengan kemampuan fisiknya yang kuat Nicholas menyerang Jeki, tapi pria itu tak kalah hebat. Ia menangkis dan menyerang Nicholas dengan serangan yang lebih kuat lagi.
Brian tersenyum tangannya memegang pundak Rachel, ia kembali berbisik pada Rachel. Wanita itu hanya menatap kosong, kedua tangannya seketika terangkat lurus ke depan. Sebuah piston dengan pelatuk yang siap di tembakkan.
__ADS_1
Dor...