Gadis Cantik Milik Sang Mafia

Gadis Cantik Milik Sang Mafia
Bab 12


__ADS_3

Rachel kini berada di kampus, ia langsung di datangi oleh Via dengan wajah panik dan khawatir.


"Semalam kamu kemana? Sumpah, aku khawatir banget." Via dengan nada sedih dan panik langsung menanyakan kemana perginya Rachel yang tiba-tiba menghilang.


"Aku di jemput oleh orang rumah," jawabnya bohong karena tidak mungkin jika Rachel mengatakan yang sebenarnya terjadi.


"Syukurlah, aku kira kamu di culik om om."


Rachel tersenyum karena tebakan Via benar, semalam ia di culik oleh pria kejam dan di paksa melakukan hubungan intim.


"Tapi apa kau tahu, semalam saat di club aku melihat CEO dari perusahaan Axion membawa seorang wanita di pangkuannya." Via mengatakan hal itu dengan semangat yang membara.


Rachel mengerutkan keningnya karena ia sama sekali tidak mengetahui CEO yang di maksud Via.


"Aku tidak tahu, memangnya itu penting?"


"Tentu saja penting, CEO Axion itu sangat tampan dan ku dengar jika dia sangat sulit di taklukkan. Tapi semalam dia membawa seorang wanita ke dalam pangkuannya, berarti wanita itu sangat beruntung karena bisa mendapatkan perhatiannya."


"Memangnya nama CEO itu siapa?"


"Dasar kuper! Namanya Jeki, ah.. Menyebut namanya membuat jantung ku tidak karuan." Via tertawa dan tersenyum membayangkan wajah tampan Jeki.


Rachel seketika terdiam dengan tubuh yang menegang, ia baru mengetahui identitas lain dari pria psikopat itu.

__ADS_1


"Rachel, kenapa?" tanya Via heran melihat sikap aneh Rachel yang seperti sedang gugup.


"Enggak,"


Perhatian Rachel dan Via langsung tertuju pada suara gaduh para wanita yang tengah mengelilingi Laysa.


Via dan Rachel yang penasaran pun ikut menghampiri, Rachel bisa melihat jika Laysa tengah menggunakan kalung yang ia buang waktu itu.


"Laysa, kau sangat beruntung bisa mendapatkan cincin ini."


"Sungguh? Memangnya ini cincin apa?" tanya Laysa dengan wajah bingung dan heran.


"Ini Cincin turun temurun milik Jeki, CEO dari perusahaan Axion dan ku dengar jika dia memberikan Cincin itu pada seorang wanita. Maka wanita itu akan menjadi istrinya," jelas wanita lain yang ikut bersemangat saat menceritakan hal tersebut.


Laysa tersenyum seakan tidak percaya apa yang telah ia dengar, "Mana mungkin, aku tidak sengaja bertemu pria asing dan dia memberikan ku cincin ini." Jawab Laysa dengan wajah senang bercampur bingung.


Terdengar suara tepuk tangan dan ucapan selamatnya kepada Laysa, wanita itu tersenyum dengan wajah yang memerah karena malu.


Rachel dan Via langsung pergi meninggalkan kelompok Laysa, "Aku gak habis pikir selera dari Jeki Arisandi Nugraha itu sangat rendah, bahkan dia bisa menyukai seorang Laysa." Ucap Via yang masih tidak percaya jika pria terkenal seperti Jeki bisa menjadi Laysa sebagai seorang istri.


Rachel sama sekali tidak merespon karena ia tidak peduli dengan kehidupan Jeki, malahan Rachel sangat bersyukur karena ia sudah tidak ingin lagi bertemu dengan pria itu.


"Apa jangan-jangan wanita yang ada di club malam waktu itu adalah Laysa?" tanya Via yang mulai menebak-nebak.

__ADS_1


"Emm.. Bisa saja." Jawab Rachel.


"Jika aku tahu itu dia, akan ku lempari wanita itu dengan air kotor." Oceh Via dengan emosi yang membara.


Rachel hanya tertawa saat mendengar ocehan Via, hingga tatapan mata mereka langsung tertuju pada Erik yang baru datang dan langsung menarik Laysa pergi dari kantin kampus.


"Kenapa tuh?" tanya Via heran karena pria itu tidak biasanya menarik tangan Laysa dengan kasar di depan banyak orang seperti itu.


"Mungkin pria itu marah karena mendengar jika kekasihnya akan jadi istri orang lain." Jawab Rachel dengan nada bicara yang terdengar tidak peduli.


"Iya yah, biar pria itu tahu bagaimana rasanya di buang seperti sampah. Dia bahkan meninggalkan mu dan membuang mu seperti sampah hanya karena ingin berpaling pada Laysa. Dan sekarang dia mendapatkan karma nya." Ejek Via dengan senyuman senang di wajahnya.


Rachel hanya tersenyum tipis dan langsung fokus ke baso miliknya yang masih hangat.


Erik dan Laysa kini berada di tempat sepi, Erik dengan penuh rasa emosi langsung bertanya tentang gosip yang baru saja ia dengar.


"Sebaiknya kita akhiri hubungan ini." Ucap Laysa dengan suara lantang dan acuh seakan tidak peduli terhadap hubungannya dengan Erik.


"Enggak bisa, kau tidak bisa mengakhiri hubungan kita secara sepihak seperti itu." Erik langsung proses dengan nada tinggi, amarahnya terlihat jelas dari pancaran matanya.


"Kak aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita lagi, aku lihat kalung ini. Aku sudah milik pria lain," ucap Laysa dengan tangan yang menunjukkan kalung milik Jeki.


Erik langsung menggelengkan kepalanya, ia tidak terima dengan keputusan Laysa. "Pokoknya aku tidak ingin putus!" Jawab Erik dengan tegas.

__ADS_1


"Maaf kak, ini sudah keputusan ku."


Laysa langsung pergi meninggalkan Erik begitu saja, ia mengabaikan panggilan dari Erik dan hanya memasang ekspresi wajah tidak peduli dengan mantan kekasihnya.


__ADS_2