Gadis Cantik Milik Sang Mafia

Gadis Cantik Milik Sang Mafia
Bab 52


__ADS_3

1 bulan berlalu...


Kabar kebangkrutan perusahaan milik Jeki mulai tersebar luas, entah apa yang terjadi hingga perusahaan terbesar seperti itulah bisa gulung tikar.


Rachel terdiam dengan mata yang masih menatap layar ponselnya, ia masih tidak percaya jika perusahaan Jeki gulung tikar karena perusahaan itu sedang berada di masa jayanya.


"Mungkin pria itu terkena karma karena telah menolak bertanggung jawab." Ucap Diana yang membawa sebuah apel di tangannya.


Rachel hanya tersenyum tipis, ia melihat Andrew yang sedang duduk dengan mata yang masih memperhatikan layar ponselnya.


"Ada apa?" tanya Rachel heran karena pria itu terlihat seperti sangat serius.


"Perusahaan Jeki di kabarkan gulung tikar," jawab Andrew.


"Baguslah, dia memang pantas mendapatkan hal itu." Jawab Rachel yang masih sangat kesal dengan Jeki karena pria itu tidak mau bertanggung jawab kepadanya.


Tapi tatapan mata Andrew berbeda, pria itu terlihat lebih serius dalam menyikapi berita ini. Andrew pun langsung bangkit, ia berjalan ke ruang kerja Dewa.


"Kabar ini pastinya tidak benar," ucap Andrew kepada Dewa.


Pria paruh baya itu hanya duduk dengan tatapan mata yang serius, "Aku mendapatkan informasi jika pria itu telah kembali ke kota ini." Jawab Dewa dengan tatapan mata yang serius.


Andrew menatap Dewa dengan lekat-lekat, ia tidak paham siapa yang ayahnya maksud.

__ADS_1


"Siapa pria itu yang ayah maksud?" tanya Andrew.


"Mereka memanggil kelompok itu dengan sebutan Dark, dan dulu mereka pernah kalah. Dan kau tahu siapa yang melakukannya?" tanya Dewa, Andrew hanya menggelengkan kepalanya.


"Aku dan mendiang ayah Jeki, pada tahun 90 an, saat itu aku masih remaja tapi sudah terjun kedua kejahatan. Dark itu sangat kejam dan jahat, bahkan dia mampu memonopoli perdagangan di negara ini dan menyuap para petinggi negara. Hingga aku dan mendiang ayah Jeki bekerja sama untuk mengusir Dark, dan kami berhasil." Ucap Dewa.


Dewa menghela nafas saat mengingat hal itu, "Tapi beberapa tahun berlalu, mereka membalas dendam pada keluarga Jeki. Tepatnya pada Jacob dan itu adalah hal yang sangat mengerikan." Jawab Dewa dengan tatapan mata yang serius.


Andrew terdiam, ia tahu betul apa yang terjadi pada Jacob 5 tahun yang lalu. "Jadi kejadian yang menimpa Jacob di sebabkan oleh orang itu?" tanya Andrew yang baru tahu pelakunya.


"Iya, dia." Dewa nampak sedikit frustasi saat mengatakan hal itu.


"Ada apa ayah?" tanya Andrew.


"Targetnya dulu adalah keluarga Jeki dan bisa saja sekarang target mereka adalah kita." Jawab Dewa yang mulai bangkit dari tempat duduknya.


"Kau tidak tahu seberapa menakutkan pria itu, sebaiknya kita bersiap dan perketat keamanan rumah." Jawab Dewa yang berjalan keluar dari ruang kerjanya.


"Dan satu lagi, pria itu pasti akan mencari tahu siapa saja orang-orang yang pernah berhubungan dengan Jeki." Sambung Dewa.


Sementara itu di tempat lain...


Laysa berteriak dengan keras, kedua tangannya di seret oleh seorang pria dengan tubuh kekar ke dalam ruangan gelap.

__ADS_1


"Kumohon lepaskan." Pinta Laysa.


Hingga tubuh Laysa di angkat dan di masukkan ke dalam sebuah ruangan dengan di lempar ke lantai, "Arg..." Laysa menahan rasa sakit di tubuhnya, saat tubuhnya di lempar ke lantai.


"Jadi kau wanita yang pernah berhubungan dengan Jeki?"


Laysa melihat ke arah pria di depannya, ia bisa melihat sosok pria yang tengah duduk dengan sebatang rokok di tangannya.


Laysa hanya diam dan tidak menjawab, "Jawab aku wanita!" Pria itu langsung mencengkram erat dagu Laysa.


"Aku tidak kenal dengan orang yang kau maksud." Jawab Laysa.


Pria itu tersenyum mengejek, "Kau ingin berbohong? Bukankah kau kekasih Jeki?!" Pria itu memberikan berita yang dulu pernah ada.


Laysa terdiam sejenak, "Aku bukan kekasihnya, aku hanya mengaku saja." Jawab Laysa karena itulah kenyataannya.


"Sungguh? Tapi bukankah kau memang kekasihnya." Pria itu kembali tersenyum, Laysa terdiam. Ia baru tahu jika berita tentang kepura-puraan menjadi kekasih Jeki sudah menghilang, yang ada hanyalah berita jika dirinya adalah kekasih asli pria itu.


"Jadi, apa kau ingin menjawab dimana pria itu sekarang?"


"Aku bersumpah, aku tidak tahu dimana pria itu." Ucap Laysa yang memang berkata jujur.


"Jika kau masih tidak mengatakan dimana dia, maka aku akan membuatmu bicara." Pria itu tersenyum dan langsung meminta anak buahnya.

__ADS_1


Laysa berteriak dengan mata yang membulat, ia takut dan panik dengan apa yang akan terjadi kepada dirinya.


"Ku mohon, jangan....."


__ADS_2