Gadis Cantik Milik Sang Mafia

Gadis Cantik Milik Sang Mafia
Bab 35


__ADS_3

Rachel duduk dengan perasaan yang bingung dan kacau, ia masih tidak percaya jika pria yang menculiknya adalah kakak kandungnya sendiri. Mata Rachel menatap ke arah Diana yang dari tadi hanya diam dan tidak berbicara, "Ma, aku ingin tinggal di sini." Ucap Rachel yang langsung menolak untuk tinggal di tempat ini.


"Mama juga bingung," jawab Diana yang masih bingung.


"Kalian berdua tidak boleh meninggalkan rumah ini." Suara bariton Dewa terdengar jelas yang membuat kedua wanita itu langsung melihat ke arah pintu.


"Kau tidak bisa mengurung ku dan putri ku di sini." Ucap Diana yang langsung bangkit.


"Diana, aku akan berbicara hal ini nanti. Tapi sekarang aku ingin berbicara dengan Rachel," jawab Dewa yang langsung mengalihkan pandangannya pada Rachel.


"Kau tidak bisa pergi meninggalkan rumah ini." Ucap Dewa dengan nada tegas.


"Kenapa?" tanya Rachel.


"Karena kau adalah putri kandung ku, aku berjanji akan menjagamu dengan baik." Jawab Dewa dengan nada hangat.


"Tidak, aku tidak bisa tinggal dengan orang-orang jahat." Teriak Rachel.


"Rachel jaga bicara mu," pinta Diana.


"Jika kalian ingin tahu, orang yang merupakan Kakak kandung ku itu hampir membunuh ku. Dia menculik ku dan membawaku ke gedung kosong lalu menghancurkan gedung itu." Ucap Rachel, Diana seketika menatap ke arah Dewa.

__ADS_1


"Apa maksudnya ini, kau menyuruh Andrew untuk membunuh putri ku?" tanya Diana yang kesal dan marah.


"Biarkan Andrew sendiri yang menjelaskannya karena aku sudah lama tidak mengurus permasalahan seperti itu." Jawab Dewa.


Andrew berjalan pelan memasuki kamar, ia melihat ke arah Rachel dan tersenyum mengejek. "Aku melakukan hal itu karena kau adalah wanita dari pria itu," jawab Andrew.


Rachel terdiam dengan kesal, "Tapi harusnya kau tidak sampai membunuh ku."


"Aku tidak membunuhmu, kau lihat dirimu saja sekarang masih hidup." Jawab Andrew dengan nada enteng.


"Sudah hentikan, memang apa yang dilakukan oleh Andrew salah tapi saat itu dia tidak mengetahui jika kau adalah adik kandungnya. Dan menyangkut Jeki, sebaiknya kau tidak berhubungan lagi dengan pria itu." Ucap Dewa dengan tatapan mata yang serius.


"Itu adalah masalah keluarga, dari dulu keluarga kita tidak cocok dengan mereka." Jawab Andrew yang langsung duduk di samping Rachel.


"Aku dan Diana akan beristirahat, sebaiknya kalian memperbaiki hubungan karena kalian berdua adalah adik kakak." Ucap Dewa dengan nada tegas, ia lalu langsung mengajak Diana untuk segera pergi ke kamar utama yang berada di lantai 2.


Rachel hanya bisa menghela nafas, ia tidak bisa berbuat apa pun untuk saat ini karena ia sekarang berada di tempat yang keamanannya di jaga ketat. "Aku akan mengajakmu berkeliling." Andrew langsung bangkit dan berjalan pergi.


Rachel pun berjalan mengikuti Andrew, banyak sekali ruangan yang ada di rumah ini. Rachel melihat banyak foto-foto masa muda Dania dan juga Dewa yang terpajang di dinding rumah. "Apa ayah kita sangat bucin?" tanya Rachel.


Andrew seketika tertawa saat mendengar pertanyaan yang di katakan oleh Rachel, "Iya dia orang yang sangat bucin, bahkan sudah bertahun-tahun dia mencari keberadaan Ibu dan juga kau. Hingga akhirnya dia jatuh sakit dan tidak sanggup lagi untuk mengurus bisnis miliknya."

__ADS_1


"Tapi kenapa kalian tidak bisa menemukan kami? Bukankah selama ini, kita tinggal di negara yang sama?" tanya Rachel penasaran.


"Ada satu orang yang berhasil menghapus semua informasi tentang kalian berdua dan itu sangat menyulitkan, tapi pada akhirnya orang itu juga yang mengatakan keberadaan kalian berdua." Jawab Andrew.


Rachel terdiam sesaat, tak beberapa lama handphone miliknya berbunyi. Rachel melihat nama Jeki tertera di layar ponselnya.


"Rachel, kau dimana?"


"Aku di..."


Sebelum menyelesaikan perkataannya, Andrew langsung merebut ponsel milik Rachel. "Jeki sebaiknya kau berhenti menghubungi Rachel."


"Siapa kau? Jangan coba main-main dengan ku!"


"Aku Andrew dan Rachel adalah bagian dari ku, sebaiknya kau berhenti menghubunginya. Dan ku pastikan kau tidak akan bisa bertemu dengannya lagi."


Andrew langsung mematikan panggilan dari Jeki, ia juga menyita handphone milik Rachel. "Kembalikan ponsel ku."


"Aku akan menyitanya, dan aku akan membelikan ponsel baru untukmu."


Andrew langsung meminta pelayan untuk membawa Rachel ke kamarnya, sementara pria itu langsung pergi entah kemana.

__ADS_1


__ADS_2