Gadis Cantik Milik Sang Mafia

Gadis Cantik Milik Sang Mafia
Bab 64


__ADS_3

Rachel duduk terdiam dengan mata yang menatap hujan, sekeliling rumah yang ia tempati hanya terdapat hutan tidak ada satupun bangunan lain.


Sudah hampir 1 bulan ia tinggal di sini, tapi tak ada kepastian kapan ia di bebaskan. Bukan Rachel selalu berpikir, kenapa mereka memperlakukannya dengan sangat baik. Bukankah ia wanita yang merupakan kekasih dari Jeki, dan kenapa ia tidak di perlakukan sama seperti Laysa.


"Nona, saatnya makan siang." Seorang pelayan datang, ia mengajak Rachel makan siang.


Dengan langkah malas, Rachel berjalan mengikuti pelayan yang sudah mengurusnya selama 1 bulan di sini.


"Apa Brian ada?" tanya Rachel, ia ingin berbicara serius dengan pria itu.


"Tuan besar ada di ruang makan," jawab Pelayan dengan nada sopan.


Rachel langsung berjalan cepat ke ruang makan, ia melihat pemandangan seperti biasa. Natan, Nicolas dan Brian tengah duduk di tempat mereka masing-masing.


"Hey, wanita. Bisakah kau lebih cepat?!" Omel Natan yang sudah sangat lapar, berbeda dengan Natan, Nicholas terlebih memejamkan matanya.


"Sebenarnya apa mau mu?" Tanya Rachel dengan mata yang melihat ke arah Brian, ia muak karena terus di tahan di tempat ini tanpa penjelasan yang pasti.

__ADS_1


"Sebaiknya kau makan dulu." Jawab Brian yang langsung meminta pelayan untuk menyiapkan makanan.


"Kapan kau akan membebaskan ku?" tanya Rachel heran, entah kenapa ia terus di tahan di tempat ini.


"Kenapa kau ingin bebas? Apa dengan kau bebas, orang-orang itu akan mencari mu?" Tanya Brian dengan senyuman di wajahnya.


Rachel terdiam, "Dan lagi, Jeki sama sekali tidak peduli dengan mu. Aku sudah mengirimkan video waktu itu, tapi tak ada tanggapan dari Jeki. Dan kau tahu artinya? Kau telah di buang, kau sudah tidak di inginkan olehnya." Sambung Brian dengan tangan yang memotong daging steak di depannya.


"Kau bohong." Jawab Rachel.


Nicolas membuka matanya, ia menatap kedua orang yang tengah berbincang. Nicolas bisa melihat tatapan mata Brian yang serius, "Jika pria tua itu sudah berkata serius, maka dia tidak berbohong." Timpal Nicolas, perkataan Nicholas membuat Rachel melihat ke arah pria itu.


"Rachel, sebaiknya kau diam dan jangan banyak bertanya tentang banyak hal. Aku akan menjamin jika kau hidup dengan layak di sini tanpa ada orang yang menggangu hidup mu dan juga bayi mu." Jawab Brian.


Rachel menatap heran pria itu, "Kenapa kau ingin membuat ku tinggal di sini, aku tidak mengenal mu dan kau adalah seorang pembunuh. Kenapa aku harus tinggal dengan seorang pembunuh?" Tanya Rachel, ia menatap penuh rasa curiga pada Brian.


"Aku melakukan ini semuanya, hanya karena ingin saja tidak lebih. Dan sebaiknya kau makan makan mu, aku yakin bayi mu sudah lapar." Sambung Brian.

__ADS_1


Pria itu langsung bangkit dan mengambil tongkat miliknya, ia berjalan menjauh dari meja makan dan kembali ke kamar tidurnya.


Rachel menatap makanan yang ada di depannya, ia tahu jika makanan ini sengaja di buat untuk ibu hamil. Tapi kenapa pria itu bersikap baik kepadanya?


"Aku melihat banyak pertanyaan yang tersimpan di benak mu." Ucap Nicolas dengan senyuman di wajahnya, ia perlahan memakan steak miliknya.


"Tentu, apa kau bisa mengatakan alasan Brian memperlakukan ku seperti ini? Karena semua ini, terasa aneh bagi ku." Jawab Rachel, yang ia inginkan hanyalah sebuah jawaban dari semua perlakuan Brian kepadanya.


"Aku tak tahu, tapi ayah selalu mengatakan jika ia memiliki seorang adik perempuan yang telah berkhianat kepadanya dan dia sangat membenci adik perempuannya itu." Jawab Nicolas.


Rachel mengerutkan keningnya, ia tidak paham. "Lalu apa hubungannya dengan ku?" tanya Rachel heran.


"Mana ku tahu, lagi pula aku tidak mengurusi hal seperti itu." Jawab Nicolas dengan wajah tak peduli.


"Sebaiknya kau senang karena di perlakukan baik oleh pria tua itu, apa kau lupa bagaimana wanita itu di bunuh? Dia sangat kejam, tanpa melirik siapa dirimu. Mau wanita atau laki-laki, jika pria itu sudah tidak suka maka kau akan di habisi." Jawab Natan karena ia tahu sikap Brian.


Rachel terdiam, ia menatap penuh rasa takut dan curiga. Tempat ini di isi oleh orang-orang yang aneh dan membuatnya harus di kelilingi oleh banyak pertanyaan.

__ADS_1


__ADS_2