Gadis Cantik Milik Sang Mafia

Gadis Cantik Milik Sang Mafia
Bab 45


__ADS_3

Rachel menatap tajam ke arah Andrew, ia bangkit dan memaki pria itu dengan suara lantang.


"Apa kau pikir yang ada di dalam perut ku ini sebuah mainan? Ini adalah bayi yang memiliki nyawa."


Andrew diam dengan tatapan yang masih sama, "Anak itu tidak akan pernah memiliki seorang ayah, karena pria itu tidak akan mau bertanggung jawab."


"Jaga ucapan mu, Jeki bukan orang seperti itu. Dia sangat mencintai ku dan dia akan menikahi ku." Jawab Rachel yang kesal.


Andrew tersenyum, "Jadi menurutmu dia pria baik?" tanya Andrew dengan senyuman mengejek.


"Tentu saja." Jawab Rachel yakin.


"Jika dia pria baik, dia tidak akan meniduri mu sebelum kalian menikah. Dan kau masih membanggakan pria seperti itu, bisa saja sebelum dengan mu dia sudah pernah tidur dengan wanita lain?" Ucap Andrew dengan senyuman di wajahnya.


Rachel terdiam dan tidak mampu menjawab, "Dan kau masih menganggap orang seperti itu adalah pria baik, Rachel. Aku telah lama mengenal pria itu, bahkan lihat ini." Ucap Andrew yang menunjukkan bekas luka pada wajahnya.


Rachel menatap Andrew dengan tatapan bingung, ia bisa melihat bekas luka yang cukup lebar tepat di wajah pria itu.

__ADS_1


"Dan kau tahu, siapa yang melakukan hal ini? Pria itu, pria yang kau anggap baik. Dialah yang telah membuat wajah ku menjadi seperti ini, pria yang selalu bersama perempuan dan obat-obatan, bahkan terlibat perdagangan senjata ilegal dan kau masih menganggap jika dia adalah pria baik-baik?" Ucap Andrew dengan tawa mengejek.


"Oke aku tahu, tapi kau dan ayah juga sama seperti dia. Kau bahkan hampir membunuh ku, dan kau juga seorang Mafia sama seperti Jeki. Dan kau tidak bisa merendahkan Jeki seperti itu, apalagi menilai dirinya buruk karena kau sama seperti dia." Jawab Rachel.


Andrew tertawa saat mendengar hal itu, "Aku akui, aku juga seorang mafia yang terlibat berbagai macam kejahatan. Tapi ada satu hal yang tidak sama, apa kau ingin tahu?" tanya Andrew.


Rachel menatap tajam ke arah Andrew, "Aku tidak pernah merusak seorang gadis, apalagi mengambil kesuciannya." Jawab Andrew dengan tatapan mata serius.


"Kau pikir aku percaya dengan perkataan mu itu." Ucap Rachel menyangkal hal itu.


Rachel terdiam dan tidak mampu menjawab, ia hanya bisa memalingkan wajahnya.


"Dan kau masih menganggap jika pria itu adalah pria yang baik? Bahkan dari cara dia mengambil kesucian mu pun itu sudah tidak di anggap baik, dia memperkosa mu bukan?" tanya Andrew dengan tatapan mengejek.


"Cukup!!" Teriak Rachel.


"Kenapa, ini adalah faktanya. Dia memperkosa mu tapi kau malah termakan bujuk rayuannya dan kini budak s*x nya." Ucap Andrew.

__ADS_1


"Ku bilang cukup, hentikan seperti omong kosong mu itu." Rachel langsung duduk di atas ranjang dengan suara Isak tangis.


"Aku tidak habis pikir dengan cara pandang mu itu, aku memang brengsek dan aku pernah membunuh. Tapi aku belum pernah meniduri wanita ataupun merusak seorang gadis, dan kau malah menganggap pria seperti itu sebagai orang baik? Dimana akal sehat mu." Ucap Andrew yang menatap Rachel dengan tatapan tajam.


"Cukup! Kau belum puas membuat ku seperti ini, sekarang kau terus memaki ku dan menghina Jeki." Teriak Rachel.


"Kau sudah buta karena cinta, kau masih membela pria itu. Meski kau sendiri tahu jika dia adalah pria brengsek."


"Jeki pria seperti itu."


"Kenapa kau sangat yakin, aku sudah mengatakan jika dia adalah pria brengsek tapi kau terus mengatakan jika dia adalah pria baik."


"Karena aku mencintainya dan kau tidak akan pernah mengerti bagaimana rasanya mencintai dan di cintai, dan Jeki dia sangat mencintai dan aku juga mencintainya."


Andrew terdiam, "Itu bukan cinta Rachel, itu adalah nafsu." Jawab Andrew yang membuat Rachel terdiam.


Andrew pun berbalik pergi keluar dari kamar Rachel dengan suara pintu yang di banting dengan sangat keras.

__ADS_1


__ADS_2