
Rachel langsung menutupi tubuh bagian atasnya dengan handuk, sementara Jeki nampak Santai.
"Ini baju yang anda minta." Ucap Natalia dengan mata yang sesekali melirik ke arah Rachel.
"Baik, kau sekarang bisa keluar dan jangan biarkan seseorang masuk. Termasuk Dokter ataupun perawat jika aku tidak mengizinkannya," ucap Jeki.
"Baik." Natalia langsung pergi keluar dari ruang rawat Jeki.
Rachel merasa malu ketika mengingat kegiatan mereka di lihat oleh Natalia, saat Rachel hendak pergi untuk menggunakan pakaian.
Tangan Rachel langsung pegang oleh Jeki, pria itu kembali memeluk dan menciumi Rachel.
Perlahan Jeki kembali membuka handuk Rachel, ia meminta wanita itu untuk memasukkan barang miliknya ke dalam bagian sensitif Rachel.
Rachel langsung menolak tapi Jeki meminta dan kembali mencium Rachel dengan lembut, perlahan ia melepaskan celana miliknya.
Dengan lembut dan perlahan, Jeki berhasil membuat Rachel terbuai kenikmatan. Hingga Rachel merasakan sesuatu menusuk bagian bawah tubuhnya, "Rasakan dengan perlahan-lahan," bisik Jeki.
Pria itu mulai membantu Rachel menggerakkan tubuhnya, perlahan Rachel kehilangan kendali. Tanpa di bantu pun Rachel sudah mulai memegang kendali dan membuat Jeki tersenyum senang.
"Gadis pintar," ucap Jeki yang terus melihat wajah Rachel.
Wanita itu seakan tidak bisa mengendalikan tubuhnya, "Hentikan," pinta Rachel.
__ADS_1
Jeki tersenyum, "No, bukan aku yang bergerak sayang. Tapi kau, aku hanya diam saja." bisik Jeki.
Terdengar suara ******* yang sangat jelas, anak buah Jeki yang berada di luar hanya bisa menahan rasa malu saat mendengar jika Bos nya tengah bercinta.
"Good, aku akan membantumu sayang." Bisik Jeki yang langsung mengaktifkan mode bayi, membuat Rachel semakin bergairah dan tidak bisa berhenti.
Tangan Rachel langsung memegang rambut Jeki, ia terus meremas dan memeluk kepala pria itu.
"Jeki..." Panggil Rachel yang seperti merasakan sesuatu.
Jeki tersenyum, ia paham apa yang akan terjadi pada Rachel. Pria itu langsung membalikkan posisi mereka tanpa melepaskan barang miliknya, kini Rachel berada di bawah.
Jeki dengan sekuat tenaga mulai menggagahi tubuh Rachel, wanita itu mulai menegang saat ia mencapai puncak dan begitu juga dengan Jeki.
Pria itu langsung berbaring di atas sofa dan meminta Dokter untuk memeriksa tubuhnya, Dokter yang masuk pun terdiam saat melihat pasiennya malah tidur di atas sofa sementara ranjang malah di pakai oleh orang lain.
"Apa yang kau lihat, cepat lakukan tugas mu." Ucap Jeki.
Dokter pun langsung memeriksa luka di kaki Jeki yang kembali terbuka, "Jahit lagi lukanya, sepertinya aku terlalu bersemangat hingga lukanya terbuka lagi." Jelas Jeki yang paham maksud dari tatapan mata Dokter di depannya.
Dokter kembali menjahit luka di kaki Jeki, setelah selesai ia langsung pergi. Natalia dan Sam pun buru-buru masuk, tatapan mata Natalia langsung mengarah para Rachel yang tengah terbaring di atas ranjang.
"Bos, apa aku harus memindahkan mu ke kamar yang lain?" tanya Natalia.
__ADS_1
"Tidak usah," jawab Jeki singkat.
"Bagaimana jika aku menyiapkan ranjang satu lagi untuk mu beristirahat?" tanya Natalia.
"Tidak usah." Jawab Jeki singkat.
"Untuk apa kau menyiapkan ranjang? Bukankah di sana ada ranjang?" tanya Sam heran.
"Ranjang itu sudah di isi orang lain, aku hanya takut Bos jadi lebih sakit." Jawab Natalia.
"Sakit, Hahaha... Bercinta saja dia sanggup, apalagi untuk hal yang lainnya. Jadi jangan khawatirkan hal itu, sebaiknya kita keluar." Ajak Sam pada Natalia.
Natalia nampak tidak senang dengan ucapan Sam, ia melihat ke arah Jeki yang nampak sibuk dengan handphone miliknya.
"Ayo." Ajak Sam dengan sedikit memaksa.
Natalia terpaksa keluar dari kamar rawat Jeki, kini Sam dan Natalia berada di luar kamar. Wanita itu langsung memaki Sam habis-habisan, "Kenapa kau malah mengajak ku keluar, apa kau tidak khawatir dengan keadaan Bos terlebih lagi wanita itu ada bersamanya. Bagaimana jika wanita itu malah menyakiti Tuan?"
Sam menghela nafas, "Itu tidak akan terjadi, sebaiknya kau kembali pada tugas mu." Jawab Sam dengan tatapan sinis ke arah Natalia.
"Tidak akan terjadi, apa kau lupa siapa yang menjadi penyebab Jeki hampir mati!? Wanita itu, dialah penyebab Jeki hampir mati." Teriak Natalia.
Sam terdiam dan berbalik pergi, ia enggan untuk meladeni Natalia yang tengah marah-marah.
__ADS_1