
Andrew berjalan masuk ke dalam rumah, ia melihat keluarganya tengah berkumpul dengan tatapan mata yang serius.
Mata Andrew menatap Rachel yang duduk di atas sofa dengan mata yang menunduk, "Ada apa ini?" tanya Andrew.
Dewa menghela nafas kasar, "Adikmu, dia hamil anak dari pria itu!" Teriak Dewa yang kesal saat mengetahui jika putrinya masih menjalin hubungan dengan Jeki.
Diana hanya bisa diam, ia tidak tahu jika Rachel hamil anak Jeki.
"Pokoknya aku tidak ingin menggugurkan kandungan ku, dan aku akan menikah dengan Jeki." Ucap Rachel yakin.
"Apa dia tahu jika kau hamil?" tanya Andrew.
Rachel terdiam dan langsung menggelengkan kepalanya, "Tapi kalian tenang saja, Jeki pasti akan tanggung jawab." Jelas Rachel.
"Ini bukan masalah tanggung jawab, tapi ini masalah keluarga. Aku tidak mungkin menerima pria itu sebagai menantu ku, mau di taruh dimana wajah ku jika semua orang tahu. Putri ku hamil anak dari musuh ku!" Teriak Dewa yang tidak terima kenyataan di depan matanya.
"Sudah hentikan semua pertengkaran ini, biarkan saja Rachel memilih dengan siapa dia hidup." Ucap Andrew.
Rachel terdiam saat mendengar perkataan Andrew yang membela dirinya, karena tadi pagi pria itu memakinya saat mengetahui ia hamil.
"Apa kau bilang? Membiarkan adikmu bersama dengan pria itu, Andrew! Apa kau lupa siapa yang telah membuat wajahmu seperti ini, apa kau lupa? Dan kau malah membiarkan adikmu bersamanya?" Tanya Dewa yang kesal dengan perkataan Andrew.
"Mau bagaimana lagi, semua sudah terlanjur. Kita tidak bisa memutar waktu dan mengembalikan semuanya seperti sedia kala, selagi hal itu membuat Rachel bahagia. Maka kita tidak berhak untuk menghalangi nya." Jawab Andrew.
__ADS_1
Rachel terdiam dengan mata yang berkaca-kaca, ia merasa senang dan terharu dengan sikap Andrew yang sangat baik kepadanya.
"Tidak, jika kau ingin bersama dengan pria itu maka langkahi dulu mayat ku!" Teriak Dewa dengan marah.
"Mas, apa yang kau katakan? Sudahlah, semua sudah terjadi, apa sulitnya menyetujui hal ini." Ucap Diana yang berusaha untuk menenangkan Dewa.
"Aku sudah berusaha tapi aku tidak bisa berbohong, aku tidak bisa menerima pria itu sebagai menantu ku." Jawab Dewa.
"Rachel, kau masuk ke dalam kamar dan beristirahat saja. Mama dan Ayahmu akan bicara dulu," ucap Diana yang langsung menarik Dewa untuk pergi ke kamar.
Rachel duduk dengan tubuh yang lemas, ia merasa tidak bisa bernafas saat pertengkaran tadi. Baru pertama kali ini, Rachel melihat Dewa yang marah besar.
"Beristirahatlah," ucap Andrew.
Di saat Andrew hendak pergi, Rachel langsung memanggil namanya. "Kenapa kau malah menyetujui hubungan ku dengan Jeki?" tanya Rachel karena ia tahu, Andrew merupakan orang yang paling menentang hubungannya dengan Jeki.
"Siapa?" tanya Rachel, ia yakin jika orang itu adalah Diana.
"Bukan siapa-siapa."
Andrew pun langsung pergi meninggalkan Rachel sendirian, kini wanita itu terdiam dengan pikiran yang kalang kabut.
Hingga Diana tiba-tiba datang dengan senyuman di wajahnya, "Aku sudah membujuk Ayahmu dan dia menyetujuinya." Jawab Diana.
__ADS_1
Rachel tersenyum senang, "Apa Mama yakin?" tanya Rachel tidak percaya.
"Tentu, meski memang butuh waktu untuk menerima hal ini. Tapi sekarang kau hubungi Jeki dan minta dia agar datang ke rumah." Ucap Diana.
Rachel langsung menghubungi Jeki, tapi pria itu tidak mengangkat panggilan dari Rachel.
Tak ingin berlama-lama, Rachel langsung keluar dari rumah untuk menemui Jeki yang pastinya ada di perusahaan.
Kini Rachel berada di depan perusahaan Jeki, ia langsung masuk begitu saja ke ruangan Jeki. Matanya berbinar-binar senang saat melihat pria itu duduk di kursi kebesarannya.
"Jeki." Panggil Rachel senang.
Jeki tersenyum dan langsung merentangkan kedua tangannya, "Ada apa, kau sepertinya sangat senang?" tanya Jeki.
"Aku punya kabar gembira," ucap Rachel senang.
"Apa itu?" tanya Jeki penasaran.
"Aku hamil dan kedua orang tua ku juga sudah tahu, dan mereka menyetujui hubungan kita. Dan kapan kau akan menikahi ku?"
Jeki tersenyum dan menyipitkan matanya, "Kau hamil? Menikah?"
"Iya, orang tua ku juga meminta mu untuk datang malam ini ke rumah. Sekaligus membicarakan pernikahan...."
__ADS_1
"Tunggu Rachel."
Rachel terdiam dengan ekspresi bingung, "Tidak akan ada pernikahan diantara kita."