Gadis Cantik Milik Sang Mafia

Gadis Cantik Milik Sang Mafia
Bab 27


__ADS_3

Laysa terdiam dengan wajah yang panik dan bingung, tangannya bergetar tak karuan saat melihat jumlah hutang yang harus ia bayar.


"Ma, bagaimana ini?" tanya Laysa bingung.


"Kau harusnya tanya pada Jeki, bagaimana bisa dia memperlakukan mu seperti ini? Kau adalah kekasihnya, atau jangan-jangan selama ini kau berbohong?" tanya Diana yang kini mulai curiga.


Laysa terdiam dengan mata yang membulat, ia langsung mengalihkan tatapan matanya. Diana segera mendekat dan mencengkram pundak Laysa, "Jawab jujur Laysa? Darimana kau dapatkan cincin itu?" tanya Diana.


"Dari Jeki, darimana lagi." Jawab Laysa


"Jika itu benar dari Jeki, dia tidak mungkin mempermalukan mu di depan umum, dan kita juga tidak akan memiliki hutang yang sangat besar!" Teriak Diana.


"Baik-baiklah, aku memungut cincin itu dari tong sampah yang di buang dari kamar Rachel," jawab Laysa dengan tatapan sendu.


Plak...


Mata Laysa seketika membulat sempurna saat pipinya terasa panas karena tamparan yang di berikan Diana.


"Mama menampar ku?" tanya Laysa dengan mata yang berkaca-kaca, ia masih tidak percaya jika Diana yang lemah lembut kepadanya selama ini telah menampar pipinya.

__ADS_1


"Aku telah memanjakan mu selama ini, jika bukan karena orang itu kau sudah ku buang dari dulu!" Maki Diana yang kesal, ia langsung keluar dari kamar Laysa dan membanting pintu dengan keras.


Laysa terdiam dengan tubuh yang terjatuh ke lantai, ia tidak bisa membayangkan Diana yang kini bersikap jahat kepadanya.


Diana berjalan dengan langkah cepat, ia sangat kesal dengan Laysa yang bersikap seperti itu dan kini mereka malah terlilit hutang yang banyak.


Hingga telpon Diana berbunyi, tangannya gemetar saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


Kini Diana berada di sebuah cafe yang berada di pinggiran kota, matanya tertuju pada sosok pria yang ada di meja pojok atas.


"Ada apa?" tanya Diana kesal.


"Bukan urusanmu, ini semua gara-gara kau dan perjanjian itu! Jika bukan karena perjanjian itu, aku tidak akan pernah mau mengadopsi Laysa jadi anak ku. Bahkan gara-gara kau, aku sampai tidak bisa memberikan perhatian ku kepada putri kandung ku sendiri."


"Ini semua adalah salahmu, ingat jika kau sampai melanggar perjanjian kita. Aku bisa saja mengatakan kepada pria itu tentang dirimu dan juga anakmu, aku yakin dia pasti masih tergila-gila kepada mu." Ejek pria itu dengan senyuman di wajahnya. "Terlebih dia pasti sangat senang karena kau telah mengandung putrinya."


"Tutup mulutmu!" Bentak Diana.


Setelah itu Diana langsung pergi dengan emosi yang membara, ia masuk kedalam mobil dengan tangan yang mencengkram erat kemudi mobil.

__ADS_1


"Tidak, dia tidak boleh tahu jika aku masih hidup." Gumam Diana dengan mata yang berkaca-kaca.


Sementara itu...


Rachel duduk terdiam dengan tangan yang menyentuh air sungai yang sangat jernih, sudah 2 hari berlalu ia tidak mengetahui kabar tentang keluarganya karena Jeki menyita semua barang elektronik miliknya.


"Kenapa, apa kau bosan?" tanya Jeki yang langsung memeluk Rachel dari belakang.


Rachel diam dan tidak menjawab, entah kenapa hatinya terasa sakit. "Ada apa, sayang?" tanya Jeki yang menciumi pipi dan leher Rachel.


"Lepaskan," jawab Rachel yang memasang wajah kesal.


"Tidak mau, aku sangat merindukan tubuhmu." Bisik Jeki karena selama 2 hari, Rachel melarang keras dirinya agar tidak menyentuh tubuh wanita itu.


Rachel langsung mendorong tubuh Jeki, "Dasar otak mesum!" Teriak Rachel kesal dan marah, ia langsung bangkit.


Tapi kakinya malah terkilir dan wanita itu tercebur ke sungai, Jeki yang panik langsung masuk ke dalam air untuk menyelamatkan Rachel.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Jeki yang berhasil menyematkan Rachel, pria itu mulai berjalan ke luar dari sungai yang cukup dangkal dengan tubuh Rachel yang berada di pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2