Gadis Cantik Milik Sang Mafia

Gadis Cantik Milik Sang Mafia
Bab 70


__ADS_3

Rachel membuka matanya, ia melihat kesekeliling tempatnya berada. Matanya seketika berkaca-kaca, ia ingin menangis saat mengingat Jeki yang terluka parah karena Nicholas.


Rachel pun bangkit dari tempat duduknya, ia melihat orang-orang tengah berlarian ke sana ke sini. Hari ini orang-orang rumah tengah panik karena kondisi Brian semakin memburuk, tapi Rachel tidak merasa sedih sedikitpun ia malah bersyukur jika pria itu mati.


Rachel menatap tajam Brian yang tengah terbaring di atas tempat tidur, di sampingnya sudah ada para pengawal yang siap menjaga pria itu dua puluh empat jam.


"Bagaimana kondisinya?" Tanya Nicolas pada Dokter yang menangani Brian.


"Kondisinya cukup parah, di tambah Tuan Brian sudah tidak lagi muda. Dan luka yang ia terima membuat tubuhnya sudah sulit untuk di gerakkan lagi. Dan tulang betisnya pun patah, dan akan sulit untuk di gerakkan." Jelas Dokter dengan nada sendu.


Nicholas mengepalkan tangannya, ia tidak percaya jika Jeki bisa melakukan hal ini pada Brian. Mata Nicholas pun menatap ke arah Rachel yang berdiri di ujung pintu, pria itu tahu jika Rachel mendengar obrolan antara dirinya dan Dokter.


Rachel yang masih kesal hanya bisa berbalik pergi, yang ia inginkan hanya pergi dari sini dan bisa bertemu lagi dengan Jeki.

__ADS_1


Tapi langkah Rachel terhenti saat suara Nicholas memanggil namanya, Rachel bisa tahu jika pria itu tengah menahan amarah.


"Apa yang kau lakukan di sini? Harusnya kau berada di kamar dan jangan keluar." ucap Nicholas.


"Bukan urusan mu jika aku keluar dari kamar, jika kau tidak suka melihat ku. Maka kembali kan aku ke tempat ku, dan aku berjanji tidak akan pernah menampakkan diri ku lagi di depan wajah mu." Jawab Rachel dengan tatapan mata yang tajam.


Nicholas tersenyum, ia tertawa saat mendengar perkataan Rachel. "Kau berharap untuk pergi? Jangan mimpi Rachel, kau selamanya akan tinggal di sini dan akan ku pastikan bayi itu akan membenci ayah kandungnya sendiri." Jawab Nicholas dengan tangan yang menarik tangan Rachel.


Ia membawa Rachel ke dalam kamar, "Apa maksud mu?" Tanya Rachel.


"Aku tidak mau, aku hanya ingin pulang." Jelas Rachel.


"Pulang? Kau ingin pergi bertemu dengan pria itu? Apa kau tidak ingat, siapa yang membuat Jeki terluka parah?" Tanya Nicholas dengan senyuman di wajahnya.

__ADS_1


Wajah Rachel menatap bingung, ia tahu orang yang membuat Jeki seperti itu adalah Brian dan juga Nicholas.


"Tentu saja Brian, dia yang menembak Jeki hingga pria itu berlumuran darah." Jelas Rachel karena ia melihat banyak darah di dada Jeki.


Nicolas tertawa, ia berjalan ke arah Rachel. "Kau salah, kau lah yang membuat pria itu terluka parah." Bisik Nicholas dengan senyuman di wajahnya.


Rachel terdiam dengan mata yang membulat sempurna, ia tidak ingat jika pernah menembak Jeki. "Kau bohong, aku tidak pernah menembak Jeki. Bahkan aku sama sekali tidak ingat," jawab Rachel dengan suara yang berteriak.


"Untuk apa aku berbohong, kau tidak ingat karena suatu alasan. Tapi aku yakin, mungkin pria itu kini telah mati. Jika pun telah mati, dia pasti sangat membencimu karena dia datang ke sini untuk menyelamatkan mu, tapi yang dia dapatkan adalah orang yang ingin pria itu selamat kan malah ingin membunuhnya." Jelas Nicholas dengan senyuman di wajahnya, ia sangat puas saat melihat ekspresi kaget dan tak percaya Rachel saat mengetahui kebenarannya.


"Dan kau tenang saja, di sini kau akan aman. Dan ku pastikan anak mu, akan menjadi anak yang hebat dan tentunya dia adalah orang yang sangat-sangat membenci Jeki." Jawab Nicholas.


"Aku tidak akan membiarkan hal itu, dia akan menyayangi Jeki karena pria itu adalah ayah kandungnya." Jawab Rachel dengan mata yang menatap tajam Nicholas.

__ADS_1


"Ayah kandungnya? Baiklah, secara biologis dia menang ayah kandung anak itu. Tapi kita tidak tahu bagaimana kedepannya, bisa saja ada orang lain yang akan di panggil ayah oleh anak mu dan yang pasti bukanlah Jeki." Jawab Nicholas yang berlaku pergi meninggalkan Rachel.


__ADS_2