Gadis Cantik Milik Sang Mafia

Gadis Cantik Milik Sang Mafia
Bab 17


__ADS_3

Jeki terdiam dengan surat tagihan yang di berikan oleh beberapa butik dan restoran, ia ingat betul bagaimana sikap dan tampilan Rachel saat bertemu dengannya.


Wanita itu bahkan tidak menggunakan pakaian yang dia hadiahkan waktu itu, "Apa ada masalah Tuan?" tanya Restu dengan suara yang pelan.


"Panggilkan Sam." Ucap Jeki, ia merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Rachel.


Hingga Sam datang, ia langsung membawa dokumen dan bukti yang di inginkan oleh Jeki. Meski tanpa di suruh pun Sam sudah tahu apa yang Jeki inginkan, "Jadi aku sudah di tipu?" tanya Jeki yang baru mengetahui jika wanita yang mengaku sebagai kekasihnya bukanlah Rachel tapi wanita lain.


"Iya." Jawab Sam dengan wajah datar.


Terdengar suara tawa dari Jeki, ia menertawakan kebodohannya yang bahkan tidak bisa menyadari jika dirinya tengah di tipu oleh wanita itu.


"Jadi apa yang harus ku lakukan? Apa aku harus membereskan wanita itu?" tanya Sam yang siap menyelesaikan masalah dengan perlahan.


Jeki mulai berhenti tertawa, ia mulai menghapus air mata yang keluar karena tawanya yang tidak bisa berhenti.


"Jangan, biarkan saja." Jawab Jeki dengan tatapan mata yang serius.


"Apa kau tidak salah?" tanya Sam heran.


"Lakukan saja perintah ku, ah jangan lupa beri mereka hadiah yang paling mewah dan mahal. Manjakan keluarga itu dengan uang yang melimpah," jawab Jeki dengan santai.

__ADS_1


Sam tersenyum, ia langsung melakukan perintah dari atasannya.


Di tempat lain, Laysa dan Diana tengah duduk seraya memilih pakaian yang ada di butik. Semua pakai mewah dan bagus langsung keluarkan karena pihak butik sendiri sudah menerima perintah dari Jeki.


"Sayang, Mama sangat senang kau bisa mendapatkan calon suami yang kaya raya seperti Jeki." Puji Diana, ia sangat bangga dan senang karena berkat hal itu dirinya bisa menyombongkan Laysa kepada teman-teman arisannya.


"Mama jangan gitu, aku jadi malu. Mau bagaimana pun, aku dan Mas Jeki masih belum ada ikatan yang pasti." Jawab Laysa dengan senyuman manis yang membuat wanita itu nampak sangat cantik.


"Laysa sayang, kamu jangan merendah seperti itu. Cepat atau lambat, kau akan menjadi istri dari Jeki dan menjadi Nyonya besar keluarga Nugraha." Jawab Diana yang berusaha membantu mengembalikan rasa percaya diri Laysa.


Wanita itu tersenyum dan memilih untuk mengikuti perkataan Diana, setelah selesai berbelanja. Diana dan Laysa langsung pergi ke restoran, di sana ia langsung di sambut dengan ramah dan hangat. Bahkan manager restoran sendiri yang langsung melayani Diana dan Laysa.


"Saya pesan makanan ini dan yang ini," ucap Diana dengan gaya anggunnya.


Hingga seorang pelanggan bertanya kepada pelayan restoran.


"Maaf Nona, siapa wanita yang ada di sana? Kenapa mereka sangat di istimewa kan?"


"Saya dengar Nona muda yang di sana adalah calon istri Pak Jeki Arisandi Nugraha, CEO perusahaan Axion."


Pelanggan yang mendengar hal itu terkejut dan juga kagum dengan sosok wanita yang akan menjadi istri dari Jeki, karena pria itu di kenal dingin dan susah untuk di taklukkan.

__ADS_1


"Sayang, apa kau dengar apa yang mereka katakan? Mereka sangat kagum dan iri kepadamu." Bisik Diana dengan senyuman yang bangga karena kini ia merasa paling di hormati dan akan menjadi mertua dari pria paling kayak di Indonesia.


Laysa tersenyum dengan perasaan senang dan bangga, ia masih tidak percaya jika kepura-puraan menjadi kekasih Jeki akan berakhir bahagia seperti ini.


Hingga teman-teman arisan Diana datang dengan antusias mereka langsung menyapa Diana.


"Wah, jeng sebentar lagi akan jadi orang kaya." Puji Rani dengan senyuman di wajahnya.


"Dari dulu, saya memang orang kaya dan pastinya anak saya akan menikah dengan orang kaya. Tahukan siapa calon suami anak saya?" Jawab Diana dengan nada yang bangga dan sombong.


Mereka hanya tersenyum, "Iya tahu lah, Pak Jeki pemilik perusahaan Axion. Beruntung banget kamu Laysa bisa jadi kekasih dari orang nomor satu di Indonesia." Puji Rani.


"Iya yah, saya jadi iri sama Jeng Diana nih." Timpal Winda.


"Ah, bisa aja kalian nih. Silahkan pesan makanan yang paling mahal di sini, biar saya yang bayar." Ucap Diana dengan senyuman senang karena teman-temannya sudah memuji dirinya.


Hingga acara makan siang pun selesai, mereka langsung keluar dari restoran. Diana dan Laysa pamit duluan karena mereka masih memiliki banyak urusan yang penting.


Hingga sebuah mobil Limosin berhenti tepat di depan mereka, seorang supir dengan pakaian rapi langsung keluar.


Ia memperkenalkan diri sebagai utusan keluarga Nugraha yang bertugas untuk mengantarkan calon istri Jeki pulang ke rumah.

__ADS_1


Diana dan Laysa seketika senang, ia langsung masuk dengan gaya anggun. Banyak orang-orang yang melihat mereka berdua memasuki mobil Limosin yang berharga miliaran.


__ADS_2