
Jeki melihat handphone miliknya, beberapa kali ia mencoba menghubungi Sam tapi tidak ada satupun panggil darinya yang tersambung pada handphone Sam. Dan saat di lacak pun, handphone Sam tidak dapat di lacak.
"Kemana pria itu?" Gumam Jeki, ia menatap tajam hamparan lautan di depannya.
Ia meminta Natalia untuk datang, Jeki menatap Natalia dari atas sampai bawah. "Apa kau tahu, dimana Sam berada? Sudah hampir 3 Minggu lebih dia tidak ada kabar." Ucap Jeki, tersirat nada khawatir dari Jeki.
Natalia menatap Jeki, "Aku tidak tahu, bukankah Sam memiliki misi untuk mencari informasi tentang Rachel?" Tanya Natalia dengan tatapan mata yang hangat.
"Iya, tapi pria biasanya dia tidak akan pernah pergi terlalu lama." Jawab Jeki karena ia tahu bagaimana sikap Sam. "Kau boleh pergi." Sambung Jeki.
Tapi Natalia hanya diam dan tidak pergi sama sekali, Jeki melirik ke arah Natalia yang tidak menuruti perintahnya. Wanita itu nampak menghindari tatapan matanya dengan wajah yang memerah layaknya buah tomat.
"Ada apa lagi?" Tanya Jeki heran.
__ADS_1
"Tuan, apa kau membutuhkanku bantuan ku. Maksudnya dalam hal yang lain?" Tanya Natalia dengan senyuman di wajahnya, Jeki menatap Natalia. Ia tahu apa maksud wanita itu, "Tidak, kau boleh pergi." Jawab Jeki singkat.
Natalia terdiam, ia langsung berbalik dan segera pergi meninggalkan ruangan Jeki. Ia mulai teringat dengan Jeki yang kini sudah mencari keberadaan Sam, ia melihat anak buahnya yang ikut terlibat dalam pembunuhan Sam.
"Kalian, panggil anak-anak yang lain. Aku ada tugas yang harus di selesaikan sekarang." Ucap Natalia yang berjalan pergi.
Mereka langsung menganggukkan kepalanya, tak lupa juga memanggil anak buah yang lain untuk ikut bersama dengan Natalia.
Natalia memasuki mobil hitam miliknya, ia sengaja tidak membawa supir dan memilih mengendarai mobilnya sendiri.
Mobil Natalia berhenti di sebuah tebing curam yang langsung menghadap pada lautan dengan ombak yang tengah mengamuk, anak buah Natalia pun ikut turun dari mobil. Natalia melihat ada 15 anak buahnya yang ikut dan itu semua sudah sangat pas.
"Aku ke sini ingin merayakan sesuatu, sebuah kenaikan pangkat yang telah Jeki berikan kepada ku." Ucap Natalia dengan wajah yang senang, ia memamerkan deretan gigi rapi miliknya.
__ADS_1
Anaknya saling melihat satu sama lain, mereka pun ikut memberikan selamat pada Natalia.
"Aku sangat sedih atas kematian Sam yang tidak terduga, dan kalian tahu kematiannya sangat mendadak." Sambung Natalia dengan nada yang sedih, anak buahnya hanya diam karena mereka tahu siapa yang telah membunuh Sam.
"Jadi untuk merayakan kenaikan pangkat ku, aku akan merayakan minum-minum. Kalian boleh minum sepuasnya." Natalia mengeluarkan mobil wine dengan kualitas terbaik, ia sengaja membukanya dan menuangkan ke dalam gelas yang sudah ia sediakan.
"Untuk kenaikan pangkat ku." Ucap Natalia dengan tangan yang mengangkat gelas miliknya.
"Untuk kenaikan pangkat Nona Natalia." Ucap mereka serentak.
Natalia langsung meminum wine miliknya, ia kini duduk di atas kursi dengan memandang matahari yang mulai tenggelam.
Perlahan-lahan anak buahnya mulai tumbang, mereka langsung muntah darah dan mati di tempat.
__ADS_1
Natalia hanya diam dengan tatapan dingin tanpa ada rasa bersalah sama sekali, di saat orang-orang tengah sekarat ia memilih untuk menikmati wine miliknya.
"Aku menghargai kalian, ku harap kalian tenang di surga." Ucap Natalia dengan mata yang melirik ke arah mayat yang terparkir di atas tanah.