
Rachel berlari tak tentu arah, ia kecewa dan marah dengan apa yang di katakan oleh Jeki. Hatinya terasa hancur berkeping-keping saat mengingat semua kata-kata yang di lontarkan oleh mulut pria itu.
Hingga Rachel berjalan perlahan menunju sebuah taman yang sepi, ia duduk di sebuah bangku taman dan kembali menangis.
"Jeki bajingan.. Hiks.. Hiks.. Hiks.." Rachel terus memaki pria itu, perasaan marah dan kecewanya terus meluap-luap sampai ke ubun-ubun.
Hingga Rachel merasakan ada seseorang di depannya, ia melihat sebuah tangan putih dengan memegang tisu.
Ia menengadahkan, di tatapannya wajah wanita yang pernah ada di kehidupannya. "Laysa," ucap Rachel dengan perasaan terkejut.
Laysa hanya diam dan tidak menjawab, ia melihat kedua mata Rachel yang bengkak ia tahu jika wanita itu habis menangis. "Pakai lah ini." Ucap Laysa.
Tapi Rachel mengingat bagaimana Laysa dulu memperlakukannya, ia langsung melemparkan tisu itu dan menatap tajam ke arah Laysa.
Laysa hanya diam dan tidak berbicara, tidak ada ekspresi marah ataupun sedih sama sekali. "Aku tidak butuh bantuan mu," jawab Rachel dengan tatapan mata yang tajam.
Laysa hanya mengangguk dan berjalan memungut tisu Paseo yang berukuran cukup besar itu.
Rachel melihat kepergian Laysa yang begitu saja, ada rasa bersalah di hatinya. "Tunggu." Panggil Rachel dengan suara yang sedikit serak.
Laysa berbalik dan melihat ke arah Rachel, "Maaf, aku membentak mu." Ucap Rachel.
Laysa tersenyum, "Iya, aku tahu kau tidak sengaja."
Laysa pun langsung duduk di samping Rachel, ia mendengarkan semua tangisan Rachel dan ia juga tahu jika Jeki tidak mau menikahi wanita itu.
__ADS_1
Laysa juga meminta maaf atas apa yang telah ia lakukan kepadanya dulu, "Terimakasih, kau telah mendengarkan keluhan ku." Ucap Rachel yang merasa terharu melihat sosok Laysa yang sekarang.
"Bagaimana kabar Mama?" tanya Laysa.
"Kabarnya baik, apa kau ingin bertemu dengan Mama?"
Laysa tersenyum dan langsung menggelengkan kepalanya, "Tidak." Jawabnya singkat, ia merasa tidak pantas untuk bertemu dengan Diana setelah apa yang ia lakukan dulu.
Rachel terdiam, ia masih memikirkan masa depannya dan bayinya apalagi Jeki sama sekali tidak ingin menikahinya dan bertanggung jawab.
Rachel langsung bangkit dan berpamitan kepada Laysa, setelah itu Rachel berjalan pelan menghampiri sebuah mobil yang ia pesan melalui aplikasi Grab.
Di rumah.
Tapi ia di buat heran saat melihat tampilan wanita itu, yang tidak terlihat bahagia dan seperti habis menangis.
"Rachel, apa yang terjadi?" tanya Diana dengan senyuman di wajahnya.
Rachel terdiam, mulutnya seperti terkunci rapat dan tidak mampu mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Rachel, ada apa?" tanya Diana.
Rachel perlahan membuka mulutnya dengan suara gemetar dan air mata yang mengalir ia langsung mengatakan kebenarannya.
Diana terdiam tak percaya dengan apa yang baru saja putrinya alami, Rachel langsung memeluk Diana dan menangis di dalam pelukan Ibunya.
__ADS_1
Tangisan Rachel yang keras dan kencang membuat orang-orang rumah langsung menghampirinya, tak terkecuali Dewa dan Andrew yang sedang berada di rumah.
"Ada apa dengan Rachel?" tanya Dewa yang menatap tajam ke arah Diana.
Diana terdiam sesaat, ia menghela nafas. "Aku akan mengantarkan Rachel ke kamarnya dulu." Ucap Diana.
Tapi Dewa menahan tangan Diana dan menatap serius istrinya, "Apa yang terjadi, kenapa Rachel menangis?" tanya Dewa.
"Mas, aku akan jelaskan nanti. Biarkan Rachel istirahat dulu." Jawab Diana.
"Tidak, Rachel katakan apa yang sebenarnya terjadi!" Bentak Dewa yang langsung menarik tangan Rachel.
Rachel hanya diam, Diana langsung menarik kembali putrinya dan membawanya ke dalam kamar.
Dewa menatap tajam ke arah Diana dan Rachel, "Ma, aku takut." Ucap Rachel pelan.
"Sut.. Jangan banyak bicara, sekarang kau istirahat saja dan jaga kesehatan bayi mu." Ucap Diana yang menyelimuti tubuh Rachel.
Perlahan Diana berjalan keluar dan mengunci pintu kamar Rachel, ia takut jika Dewa akan masuk dan memaki putrinya habis-habisan.
"Sayang, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Dewa yang langsung menghampiri Diana.
Diana melihat Dewa dan Andrew menatapnya dengan tatapan penuh rasa penasaran, Diana menghela nafas pelan.
"Jeki tidak ingin menikahi Rachel."
__ADS_1