
Rachel terbangun dengan tubuh yang lemas, ia mulai melihat jam dinding yang ada tak jauh darinya. Matanya mulai melihat sekeliling, tempatnya kini masih terasa sangat asing.
Sosok pria tanpa pakaian sudah berada di sampingnya dengan tangan yang melingkar di pinggang mungil miliknya, dengan kasar Rachel langsung melemparkan tangan Jeki agar menjauh dari tubuhnya.
"Kau sudah bangun?" tanya Jeki dengan mata yang masih tertutup.
Tapi Rachel hanya diam dan tidak menjawab, saat ia ingin pergi Jeki malah menarik tubuhnya dan mendekapnya dengan erat.
"Lepaskan," pinta Rachel dengan suara pelan.
"Tidak, sebaiknya kita tidur lagi." jawab Jeki.
Rachel hanya bisa diam dengan pikiran yang melayang jauh, ia memikirkan tentang Laysa yang harusnya kini sudah bertunangan dengan Jeki.
Disaat keduanya tengah terlena dalam pelukan, Handphone milik Jeki berbunyi dengan keras. Pria itu dengan malam mengambil handphone miliknya, ia sedikit terdiam saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
"Ada apa?" tanya Rachel heran saat melihat ekspresi wajah Jeki yang tiba-tiba berubah.
"Supir ku akan menjemput mu ke sini," ucap Jeki yang langsung bangkit dan memakai pakaian miliknya.
Rachel tidak mengerti dengan sikap Jeki, pria itu langsung pergi begitu saja dan meninggalkannya tanpa memberikan penjelasan sama sekali.
Rachel kini berjalan mondar-mandir dengan perasaan yang bingung, ia kini berada sendirian di villa yang berada di tengah hutan.
"Jeki sialan, dia malah meninggalkan ku sendirian di sini?!" Maki Rachel.
__ADS_1
Hingga pintu villa pun di ketuk, Rachel langsung melihat anak buah Jeki datang. Pria itu langsung membawa Rachel ke dalam mobil untuk mengantarkannya pulang, "Kemana Jeki pergi?" tanya Rachel penasaran.
Sam hanya diam, ia tidak menjawab pertanyaan dari Rachel.
Cukup lama mereka di perjalanan, Rachel langsung turun di depan gang tempatnya kini tinggal. Tapi langkahnya langsung terhenti saat melihat Diana berdiri di depan kontrakannya.
"Ma?" tanya Rachel heran, Diana melihat ke arah Rachel tatapan dingin wanita itu menatap Rachel.
Rachel terdiam, ia merasa tatapan Diana yang sekarang terasa sangat berbeda dari biasanya. "Kau tinggal di sini?" tanya Diana.
"Iya, ada apa?"
"Besok kau berangkat ke luar negeri," jelas Diana.
"Aku akan membiayai pendidikan mu di luar negeri, jadi sekarang kau segera berkemas." Jawab Diana.
"Untuk apa?" tanya Rachel karena ia tahu Diana bukan orang yang ingin mengeluarkan uang banyak untuk dirinya.
"Kau tidak perlu banyak nanya, sekarang kau bersiap." Diana langsung mengambil tas milik Rachel dan mengambil kunci kontrakan wanita itu, Rachel yang kesal berusaha untuk melawan tapi Diana tetap masuk dan segera membereskan semua pakaian milik Rachel.
Hingga seorang pria berdiri di depan kontrakan milik Rachel, "Hahaha.. Apa kau pikir, dia tidak akan menemukan mu?" Ucap Herman dengan senyuman di wajahnya.
Diana berbalik dengan tatapan marah dan kesal, "Jika kau tetap menuruti permintaan ku untuk memperlakukan Laysa seperti yang ku minta, semua ini tidak akan pernah terjadi." Ucap Herman.
"Jika kau menyayangi Laysa, harusnya kau urus saja anak itu!" Teriak Diana yang kesal.
__ADS_1
Rachel terdiam dengan wajah yang bingung, ia tidak paham apa yang tengah kedua orang itu bicarakan.
Diana langsung menarik tangan Rachel, tapi Herman langsung berbicara dengan nada keras. "Rachel, sebenarnya kau bukan anak Robert! Ibu hamil dengan pria lain, dan ayahmu sebentar lagi akan datang ke sini untuk menemui kalian berdua." Ucap Herman dengan suara lantang.
Rachel langsung melihat ke arah Diana, wanita itu nampak terkejut dan takut. Ia langsung menarik tangan Rachel dan membawanya masuk ke dalam mobil, "Ma, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Rachel.
"Tidak ada sayang, sekarang kita pergi."
"Aku gak mau pergi sampai Mama menjelaskan semuanya!" Tolak Rachel.
Diana terdiam dengan tangan yang memegang kemudi, "Mungkin ini terdengar tidak masuk akal untukmu. Tapi percayalah, Mama sangat menyayangi mu." Ucap Diana dengan mata yang berkaca-kaca.
Rachel tersenyum mengejek, "Setelah semua yang Mama lakukan, Mama masih bilang menyayangi ku?"
"Mama tahu, semua yang Mama lakukan kepada mu salah. Tapi semua itu bukan tanpa alasan, Rachel." Jawab Diana.
"Lalu karena apa? Mama bahkan tidak tahu bagaimana perasaan ku saat kau memperlakukan ku dengan sangat buruk dan kau memperlakukan Laysa dengan sangat baik."
"Mama tahu, dan Mama juga tidak ingin melakukan hal itu."
"Lalu kenapa?"
"Semua ini karena perjanjian dengan Herman, jika Mama tidak memperlakukan Laysa dengan baik. Ayah kandung mu akan menangkap ku dan juga dirimu," jawab Diana dengan nada tinggi dan suara tangisan.
"Ayah kandung ku?"
__ADS_1