
Laysa berjalan dengan membawa ember berisikan air kotor, ia baru saja selesai membersihkan cafe tempatnya bekerja. Setelah selesai, Laysa langsung bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mengganti baju.
Setelah itu, ia langsung keluar dari cafe dan mengunci pintu cafe. Tapi tatapan langsung tertuju pada seorang pria dengan masker di wajahnya, Laysa sudah menebak jika itu adalah pria yang ia temui waktu itu.
Dengan tatapan malas, Laysa langsung berjalan menghampiri pria itu. Ia langsung merogoh tas miliknya dan mengeluarkan sebungkus kue dan satu botol air mineral, "Aku tidak punya makanan lain, jadi makan saja ini." Jawab Laysa yang mengira jika Andrew datang untuk meminta makanan kepadanya.
Andrew terdiam dengan tatapan bingung, ia tersenyum di balik masker wajahnya. "Kenapa kau yakin jika aku datang untuk meminta makanan?" tanya Andrew.
"Kau mau atau tidak?" Bukannya menjawab Laysa malah balik bertanya dengan tatapan jutek dan wajah tidak bersahabat.
"Iya, aku mau." Jawab Andrew yang langsung mengambil makanan dari Laysa.
Setelah itu Laysa langsung berjalan pergi meninggalkan Andrew, tapi pria itu berjalan mengikuti Laysa.
"Ada apa lagi?" tanya Laysa yang kesal karena ia tidak suka di ikuti.
"Aku tidak punya tempat tinggal." Jawab Andrew yang entah kenapa kata-kata itu, tiba-tiba keluar dari mulutnya.
"Lalu, kau ingin aku membawa mu ke rumah ku? Apa kau pikir aku lembaga sosial, maaf Tuan. Aku tidak bisa membawa mu, dan kau bisa pergi ke lembaga sosial untuk mendapatkan tempat tinggal." Jawab Laysa yang kembali berjalan menjauhi Andrew.
Pria itu hanya diam dan perlahan mengikuti Laysa dari belakang dengan langkah perlahan, rasa penasaran mulai muncul di benak Andrew.
__ADS_1
Laysa yang merasa di ikuti langsung menoleh dan menatap malas ke arah Andrew, "Ada apa lagi sih?" tanya Laysa kesal.
Tapi sebelum Andrew menjawab tatapan mata Laysa langsung tertuju pada satu sosok pria, "Hey. Laysa," Erik tersenyum saat melihat Laysa yang sudah berbeda dari yang dulu.
Laysa hanya diam dan tidak merespon, ia memilih untuk pergi meninggalkan dua pria di depannya. Erik langsung berjalan menghampiri Laysa dan memegang tangan wanita itu, "Mau kemana?" tanya Erik tanpa menyadari tatapan Andrew dari belakang.
"Ada apa?" tanya Laysa yang menatap tajam pria di depannya.
"Hahaha... Ada apa dengan tatapan mata mu ini, setelah kau berpura-pura menjadi kekasih pria itu. Kini ku lihat kau sangat berbeda," Ejek Erik dengan senyuman di wajahnya.
"Bukan urusanmu dan lepaskan tangan ku!" Pinta Laysa yang langsung menghempaskan tangan Erik dengan kasar.
"Erik.. Erik, kau bodoh yah? Masih terjebak dengan masa lalu. Saat itu aku sedang bodoh dan buta, karena tidak bisa melihat pria jelek seperti mu." Maki Laysa yang kesal.
Plak...
Laysa terdiam dengan tangan yang memegang pipi miliknya yang terasa panas, ia menatap tak percaya jika pria itu tiba-tiba menamparnya.
Andrew yang melihat hal itu langsung memukul wajah Erik hingga ia tersungkur ke tanah dengan luka lebam parah di wajahnya.
Masih tidak puas dengan apa yang ia lakukan pada Erik, Andrew kembali memberikan pukulan yang lebih parah dari hingga Erik terbaring dengan darah segar yang keluar dari hidung nya.
__ADS_1
Laysa hanya diam dan tidak bergeming, entah kenapa ia ingin menangis. "Berhentilah menangis," ucap Andrew yang melihat Laysa yang menundukkan kepalanya.
"Terimakasih." Jawab Laysa yang buru-buru menghapus air mata di kedua pipinya.
Andrew hanya diam saat melihat wanita di hadapannya pura-pura tersenyum. "Mau ku antar pulang?" tanya Andrew.
"Tidak usah, aku bisa sendiri." Jawab Laysa yang berjalan menjauh.
Andrew melirik ke arah Erik yang tengah terbaring di atas tanah dengan kondisi yang menggemaskan.
"Ini sudah malam, tidak baik jika seorang perempuan jalan sendiri." Ucap Andrew yang berjalan mengikuti Laysa.
Wanita itu hanya diam dan tidak menjawab, ia juga tidak melarang Andrew untuk mengikuti dirinya.
Hingga Laysa berhenti di sebuah kontrakan kecil yang rapi dan bersih, "Sudah sampai, kau boleh pulang." Ucap Laysa dengan tatapan yang aneh.
"Kau tidak ingin meminta ku untuk beristirahat sejenak?" tanya Andrew.
"Ini sudah malam, tidak baik seorang wanita memasukkan laki-laki ke rumahnya." Jawab Laysa yang langsung masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rumahnya.
Andrew tersenyum saat melihat pintu tertutup, ia perlahan menjauh dan pergi meninggalkan rumah Laysa dengan senyuman di wajahnya.
__ADS_1