Gadis Cantik Milik Sang Mafia

Gadis Cantik Milik Sang Mafia
Bab 48


__ADS_3

Rachel terdiam dengan tatapan mata sulit di artikan, "Apa maksudmu, tidak ada pernikahan diantara kita?"


Jeki menghela nafas, ia mulai bangkit dan berjalan ke arah Rachel yang menatapnya. "Untuk apa kita menikah?" Jeki malah balik bertanya.


"Tentu saja untuk melakukan hal yang selayaknya suami istri, dan aku sedang mengandung anakmu."


"Hanya itu? Apa perlu menikah, meski tidak menikah pun kita bisa melakukan hal seperti itu. Jadi untuk apa kita menikah, dan untuk masalah anak. Aku tetap akan membiayai kehidupannya." Jawab Jeki dengan tatapan dingin.


Rachel terdiam saat melihat tatapan Jeki yang baru ia lihat, sebuah tatapan mata yang seakan tidak peduli sama sekali.


"Kau sudah menghamili ku, dan kau tidak ingin menikahi ku?" tanya Rachel.


"Kau bilang kau mencintaiku tapi kenapa kau tidak ingin menikahi ku?!" Sambung Rachel yang sangat emosi saat mendengar hal itu.

__ADS_1


"Apakah cinta harus di buktikan dengan sebuah pernikahan? Tidak Rachel, aku akan tetap bersamamu dan kau akan tetap menjadi wanita Ku. Tapi untuk pernikahan aku tidak bisa." Jawab Jeki dengan tatapan mata yang serius.


"Kau gila, aku sudah berusaha untuk membela mu di depan keluarga ku agar mereka mau menerima mu sebagai menantu, tapi ini yang ku dapat? Kau malah tidak ingin menikahi ku!" Teriak Rachel kesal.


Jeki tertawa saat mendengar hal itu, "Rachel, aku tidak pernah meminta mu untuk membela ku di depan Dewa maupun Andrew, lagi pula di sukai oleh mereka berdua tidak ada untungnya bagi ku." Jawab Jeki.


"Kau bajingan." Maki Rachel yang kesal.


Ia mencengkram kedua pundak Rachel yang membuat wanita itu terdiam dengan Isak tangis yang mulai terdengar.


"Kenapa kau tidak mau menikahi ku, bukankah hubungan kita ini istimewa?" Tanya Rachel yang berusaha untuk mencari jawaban meski ia tahu jawaban yang akan di berikan Jeki kepadanya.


"Rachel, aku tidak pernah berjanji untuk menikahi mu. Aku hanya mengatakan jika kau adalah wanita ku bukan calon istri ku," jawab Jeki.

__ADS_1


Jawaban Jeki membuat Rachel menghempaskan tangan pria itu dari pundaknya, ia langsung memberikan tamparan keras pada Jeki tapi pria itu hanya diam dan tidak memaki Rachel.


Di saat Rachel ingin pergi Jeki langsung menahan kedua tangannya, "Semarah itu lah kau, hanya karena aku tidak menikahi mu?"


"Lepaskan aku!" Teriak Rachel.


"Rachel, aku bisa memberikan harta ku untukmu dan aku tetap akan mencintai mu seperti dulu. Tapi untuk pernikahan aku tidak bisa memberikan nya, tapi lihat sisi baiknya. Meski kita tidak menikah, kita tetap bisa bersama dan kau tetap akan ku cintai seperti dulu."


Rachel berbalik dengan mata yang berkaca-kaca, ia langsung menggelengkan kepalanya. "Pernikahan itu bentuk dari seberapa besar cinta seorang pria kepada wanitanya, dan aku sebagai seorang wanita ingin memiliki seorang suami. Hanya itu yang aku inginkan, Jeki. Tidak lebih.." Jawab Rachel.


Jeki langsung melepaskan tangannya dari tangan Rachel, "Jika kau masih menginginkan sebuah pernikahan, maka aku tidak bisa mencintaimu lagi seperti dulu dan kau sudah bukan wanita ku lagi. Maka sekarang kau boleh pergi! Carilah pria yang ingin menikahi mu, tapi yang jelas pria itu bukan aku." Jawab Jeki yang langsung berjalan melewati Rachel dan meninggalkan wanita itu sendirian.


Rachel berlari keluar dari ruangan, ia hanya bisa menahan air matanya agar semua orang tidak tahu apa yang terjadi kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2