Gadis Cantik Milik Sang Mafia

Gadis Cantik Milik Sang Mafia
Bab 22


__ADS_3

Rachel terdiam dengan mata yang membulat sempurna, anak buah Jeki yang melihat langsung berlari.


"Apa kalian buta! Cepat angkat semua ini dan keluarkan Bos." Teriak Natalia.


Cepat kasar Natalia menyenggol tubuh Rachel, wanita itu hanya bisa diam dan perlahan mundur. Ia bisa melihat orang-orang tengah berusaha menyingkirkan reruntuhan gedung.


"Apa yang terjadi? Dimana Bos?" tanya Sam yang baru datang.


Natalia hanya diam dan tidak menjawab, lalu mata Sam melihat apa yang tengah dilakukan oleh anak buah yang lain.


Sam dengan kepala yang masih terluka berusaha untuk membantu tapi Natalia melarang, "Jangan halangi aku, Jeki sedang berada di bawah reruntuhan dan kau meminta ku hanya diam?" Teriak Sam marah.


"Sebaiknya kau diam! Meski kau ingin membantu, tapi dengan keadaan mu seperti ini. Kau malah akan menjadi beban!" Ucap Natalia dengan suara tegas.


Sam hanya diam dan menahan rasa marah penuh kekecewaan, cukup lama menunggu akhirnya anak buah Jeki menemukan pria itu sudah tergeletak dengan bagian kepala yang berdarah.


"Cepat bawa!" Ucap Natalia, wanita itu langsung memeriksa detak jantung Jeki. Natalia langsung tersenyum dan menghela nafas karena Jeki masih hidup, ia langsung meminta anak buahnya untuk membawa bos nya ke rumah sakit.


Rachel hendak ikut naik mobil bersama Jeki, tapi Natalia langsung menarik tangan wanita itu. "Kau bisa naik mobil yang lain dan anak buah ku akan mengantarkan mu pulang dengan selamat!" Ucap Natalia dengan pelan tapi dengan nada marah.

__ADS_1


Rachel diam, ia langsung masuk ke mobil yang lain. Perasaan cemas dan khawatir dengan keadaan Jeki, ia langsung meminta supir untuk pergi ke rumah sakit tempat Jeki di rawat.


Natalia bersama dengan Sam, kini berada di rumah sakit mereka langsung meminta dokter khusus untuk segera menangani kondisi Jeki.


"Sebaiknya kau juga pergi ke dokter," ucap Natalia yang melirik ke arah Sam.


"Aku baik-baik," jawab Sam yang tidak ingin meninggalkan Jeki saat pria itu dalam keadaan yang seperti ini.


"Aku akan menjaga Bos, dan ini perintah!" Ucap Natalia.


Sam hanya bisa menghela nafas, ia langsung berjalan pergi tapi saat di tengah perjalanan. Sam tidak sengaja berpapasan dengan Rachel, pria itu diam dan mengabaikan Rachel.


"Apa yang sedang kau lakukan di sini? Apa kau tuli atau bodoh? Aku sudah menyuruh mu untuk pulang," ucap Natalia yang langsung memaki Rachel dengan kasar.


"Aku ingin melihat keadaan Jeki," jawab Rachel.


"Keadaannya tidak ada hubungannya dengan mu! Jadi sekarang kau pergi dari sini," jawab Natalia dengan sedikit membentak.


Tapi Rachel tidak peduli, ia memilih untuk duduk dan menunggu Jeki hingga pria itu sadar.

__ADS_1


Natalia yang kesal langsung menarik tangan Rachel, dan mencengkram dagunya.


"Jika buka karena kau, Jeki tidak akan pernah mengalami hal seperti ini! Dan kau tanpa tahu malu malah berada di sini, jika aku jadi kau! Aku akan pergi yang jauh." Ucap Natalia yang langsung melepaskan cengkeramannya para Rachel dengan kasar.


Tapi Rachel tidak peduli, "Apa kau tuli, cepat pergi dari sini?!" Teriak Natalia yang membuat suster yang tengah lewat pun langsung menegurnya.


"Nona, maaf jangan bertengkar di sini. Ini rumah sakit dan jika ingin bertengkar kalian bisa di luar saja!"


"Baik Sus." Jawab Rachel dengan senyuman tipis.


Suster pun langsung pergi, Natalia kembali menatap Rachel. "Sebaiknya kau pergi dari sini, atau aku akan menyeret mu dengan cara yang lebih kasar!" Ancam Natalia.


"Aku tidak mau pergi." Jawab Rachel dengan mata yang menatap Natalia.


Natalia yang kesal dan marah pun langsung berjalan pergi, ia muak melihat wajah Rachel.


Kini Rachel hanya duduk di ruang tunggu, berjam-jam ia terus duduk dan menunggu Dokter yang mengobati Jeki tapi Dokter sama sekali belum keluar.


Hingga Rachel pun perlahan memejamkan matanya dan terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2