
Diana duduk terdiam dengan mata yang terus berkaca-kaca, ia sangat merindukan Rachel. Sudah satu bulan berlalu, tapi Rachel tidak bisa di temukan.
Dewa berusaha untuk mencari keberadaan Rachel, tapi ia tidak mengatakan jika Rachel telah di culik oleh Brian karena Diana pasti akan lebih histeris saat mendengar hal itu.
Di sisi lain...
Jeki duduk terdiam, ia melihat jam tangan miliknya. Hingga pintu ruangannya terbuka, menampilkan sosok Natalia yang tengah tersenyum dengan membawa segelas wine.
"Kita kehilangan beberapa anak buah, apa kau tahu kemana mereka pergi?" Tanya Jeki dengan tatapan mata yang masih menatap lautan.
"Aku tidak tahu, mungkin mereka berkhianat dan lebih memilih bersama dengan musuh kita." Jawab Natalia dengan tangan yang menuangkan segelas wine.
Jeki tersenyum tipis, ia mengambil wine miliknya.
Dor...
__ADS_1
Natalia terdiam dengan mata yang membulat, ia seketika terjatuh dengan kaki yang berdarah. "Arg.." Matanya menatap Jeki, yang tengah duduk dengan santai.
"Apa maksudnya ini?" Tanya Natalia dengan marah, ia berusaha menahan rasa sakit di kakinya yang terus mengeluarkan darah.
"Harusnya aku yang bertanya kepadamu, kenapa kau ingin membunuh Sam? Apa kau pikir, aku tidak akan tahu dengan semua perbuatan mu?" Tanya Jeki dengan tatapan mata yang dingin, tidak ada rasa kasihan ataupun penyesalan sama sekali.
"Jeki, aku ini anak buah mu. Mana mungkin aku ingin membunuh Sam, semua itu fitnah. Ada seseorang yang membenciku dan ingin menyingkirkan ku." Natalia berusaha membela dirinya, ia mendekati Jeki dan memegang kakinya. "Jeki, ku mohon percayalah kepada ku." Ucap Natalia dengan mata yang berkaca-kaca.
Tapi tatapan mata Natalia langsung melirik ke arah lain, saat ada seseorang yang tengah berjalan ke arah mereka. Matanya membulat sempurna saat melihat sosok Sam dengan perban di perutnya, "Sam." Ucap Natalia dengan mulut yang menganga.
"Sekarang keadaan ku baik," Sam menatap Natalia yang langsung memalingkan wajahnya.
"Jadi benar apa yang kau katakan? Bahwa wanita itu yang telah mencelakai mu dan ingin membunuh mu hanya demi keegoisan nya?" Tanya Jeki dengan tangan yang menyalakan sebatang rokok.
"Iya, dia menusuk ku karena aku ingin menyampaikan informasi tentang Rachel kepada mu." Jawab Sam dengan tatapan mata yang serius.
__ADS_1
Natalia seketika panik, ia menatap Sam. "Sam semua itu tidak benar, aku tidak sengaja melakukan hal itu. Kita sudah bersama sangat lama, mana mungkin aku berniat untuk membunuh mu."
"Kau memang tidak pernah berniat membunuh ku, tapi hanya karena masalah Rachel kau ingin membunuh ku." Jawab Sam.
Natalia langsung melihat ke arah Jeki, "Aku tahu aku salah, ku mohon maafkan aku." Ucap Natalia.
"Aku bukan orang yang suka memberikan kesempatan kedua." Jawab Jeki.
Natalia terdiam, ia sangat marah dengan sikap Jeki. "Aku melakukan ini demi melindungi mu, setelah kau terlibat dengan wanita itu. Kau jadi orang berbeda, kau malah semakin terlibat banyak masalah." Jelas Natalia yang tetap membela dirinya.
"Lempar wanita itu ke laut." Ucap Jeki dengan suara yang tegas.
"Tidak! Jeki, hanya karena wanita itu, kau bahkan rela membuang Ku. Orang yang sangat setia kepada mu, aku selama bertahun-tahun sudah mengabdi pada mu dan hanya karena wanita yang baru singgah selama beberapa saat. Kau membuang ku? Lalu apa artinya pengabdian ku selama ini kepada mu." Ucap Natalia dengan suara yang serak, kedua matanya berkaca-kaca.
Jeki terdiam, "Aku tahu apa maksud dari perbuatan mu, tapi menyakiti rekan setim mu bukan suatu hal yang patut untuk di maafkan." Jawab Jeki.
__ADS_1
Para pengawal langsung menyeret tubuh Natalia, sementara wanita itu terus berteriak dan meminta maaf pada Jeki.