Gadis Cantik Milik Sang Mafia

Gadis Cantik Milik Sang Mafia
Bab 38


__ADS_3

Rachel duduk di depan sebuah cermin besar, ia melihat sosoknya yang cantik jelita dengan balutan gaun berwarna navy.


Hari ini Dewa ingin memperkenalkan dirinya ke semua orang, tapi Rachel awalnya menolak dan tidak ingin tapi Dewa dan Diana memaksa yang akhirnya ia harus mengikuti keinginan Dewa.


Di dalam hari yang mulai sibuk, banyak orang berlalu-lalang untuk menyiapkan semua kebutuhan pesta. Hingga akhirnya, Dewa berjalan bersama Diana memasuki aula pesta dengan gaya yang anggun dan membuat orang-orang di buat terkejut.


Karena mereka tahu jika Diana adalah istri dari Robert, banyak pertanyaan yang mulai muncul di benak parah hadirin yang datang dan begitu juga dengan Jeki yang duduk di meja VIP yang khusus di sediakan oleh Dewa untuk pria itu.


Dewa langsung naik ke atas panggung, "Aku tahu, diantara kalian semua pasti banyak pertanyaan tentang istri ku. Dia adalah Diana, istri ku yang lama hilang. Dan dia mengalami amnesia yang membuatnya tidak mengingatku. Tapi akhirnya aku telah menemukannya." Dewa memegang tangan Diana dan mencium punggung tangan wanita itu dengan lembut.


Terdengar suara tepuk tangan dari para tamu undangan yang hadir, kini Dewa meminta Rachel untuk masuk ke dalam ruang pesta. Dengan tangan yang menggandeng tangan Andrew, Rachel masuk dengan balutan gaun yang indah.


Semua mata langsung tertuju pada sosok Rachel, begitu juga dengan Jeki. Ia terdiam dengan tatapan mata yang serius, seakan mengerti dengan situasi di depannya.


"Perkenalkan, ini putri dan putra ku. Rachel adalah putri ku yang ikut hilang bersama dengan istri ku, tapi kini dia telah kembali pulang."


Rachel hanya tersenyum, tapi matanya langsung tertuju pada sosok Jeki yang tengah duduk dan menatapnya dengan tatapan serius.

__ADS_1


Semua orang yang hadir langsung memberikan ucapan selamat dan tepuk tangan atas hadirnya putri Dewa yang telah lama hilang.


Setelah itu pesta pun di gelar, Dewa sengaja memanggil artis-artis ternama untuk mengisi kemeriahan pesta miliknya.


Tak lupa juga makanan mewah dan berkualitas tinggi di sajikan untuk para tamu undangan, Jeki hanya duduk dengan segelas alkohol di depannya.


Pikirannya menjadi sangat kacau dan kesal saat mengetahui jika Rachel adalah putri dari musuhnya sendiri.


Mata Jeki tertuju pada Rachel yang mulai pergi sendirian ke belakang aula, pria itu langsung pergi meninggalkan ruang pesta dan berjalan mengikuti Rachel.


Rachel yang berjalan menuju ruang istirahat, saat dirinya tengah membuka pintu sosok pria langsung memeluk dan mendorong tubuhnya masuk ke dalam ruang istirahat.


Jeki langsung mengunci pintu kamar, ia kini berbalik melihat ke arah Rachel. "Jadi kau putri dari pria itu?" tanya Jeki dengan tatapan mata yang serius.


"Iya." Jawab Rachel yang langsung memalingkan wajahnya.


Jeki yang sangat merindukan Rachel langsung memeluk dan menciumi bibir Rachel, "Jeki hentikan." Pinta Rachel.

__ADS_1


Tapi Jeki tidak peduli, ia langsung mengangkat tubuh Rachel dan membawanya ke atas ranjang. Rachel terdiam dengan mata yang melihat wajah Jeki, jantungnya seketika berdetak saat Jeki merapatkan tubuhnya.


"Aku sangat merindukanmu." Bisik Jeki.


Rachel hanya diam dan terbuai akan kenikmatan yang Jeki berikan kepadanya, bahkan wanita itu kini bersikap sedikit agresif pada Jeki.


Jeki hanya bisa memejamkan matanya saat Rachel berada di atas tubuhnya, "Oh.. Yes, baby." Ucap Jeki yang sesekali meremas bagian tubuh yang lain.


Rachel hanya bisa memasang ekspresi penuh rasa kenikmatan, sesekali ia memanggil nama Jeki dan memeluk pria itu dengan sangat erat.


Hingga Jeki mempercepat pergerakannya yang membuat Rachel menjerit-jerit, "Ah.."


Terdengar nada kepuasan dari Rachel maupun Jeki saat keduanya sudah sampai pada puncak kegiatan, hingga Jeki berbaring di samping tubuh Rachel.


"Kau adalah wanita ku." Bisik Jeki dengan nada lembut dan menggoda.


"Apa kau tidak takut pada ayah ku dan Kakak, bagaimana jika mereka tahu kau melakukan hal ini kepada ku?" tanya Rachel dengan senyuman di wajahnya.

__ADS_1


"Aku tidak peduli siapa keluarga mu karena dari awal, aku sudah menandai mu menjadi milik ku." Jawab Jeki yang kembali menciumi leher dan bibir Rachel.


__ADS_2