Gadis Cantik Milik Sang Mafia

Gadis Cantik Milik Sang Mafia
Bab 16


__ADS_3

Rachel bisa menghela nafas dengan lega, akhirnya ia bisa lepas dari cengkraman pria itu dengan banyak alasan akhirnya Jeki melepaskan Rachel.


Kini Rachel berada di rumah kontrakan yang kumuh, ia berniat untuk pindah ke sana dan mencari pekerjaan. Untungnya Diana memberikan uang jajan 1 juta kepadanya dan bisa untuk bayar kontrakan.


"Jadi kapan kau akan pindah ke sini?" tanya pemilik kontrakan.


"Minggu depan, aku akan pindah ke sini."


"Baiklah, aku akan memberikannya sebelum kau pindah."


Setelah itu Rachel langsung keluar dari kawasan perumahan yang cukup kumuh, ia tadinya ingin mencari tempat yang lebih layak tapi mengingat dirinya sekarang masih belum memiliki kerjaan membuat Rachel mengurungkan niatnya.


Tapi langkahnya terhenti saat melihat Erik tengah berdiri di hadapannya dengan ekspresi wajah terkejut.


"Rachel, kau darimana?" tanya Erik yang baru melihat Rachel keluar dari sebuah gang sempit.


"Bukan urusanmu." Jawab Rachel acuh, ia memilih untuk pergi tapi Erik langsung menahan pergelangan tangannya.


"Ada apa?" tanya Rachel kesal, ia langsung melepaskan tangan Erik.

__ADS_1


"Bagaimana jika kita makan sambil ngobrol." Ajak Erik.


"Aku tidak punya waktu."


"Ayolah, hanya sebentar."


Rachel pun menyetujui ajakan dari Erik, ia dan Erik langsung berjalan ke restoran yang berada tidak jauh dari tempat mereka.


Di sana Erik meminta maaf atas apa yang telah ia lakukan kepada Rachel, lagi-lagi Rachel tidak peduli sama sekali dengan permintaan maaf dari Erik karena baginya hal itu sudah berlalu dan tidak pantas untuk di bahas lagi.


"Aku tidak peduli dengan permintaan maaf mu karena bagi ku itu sudah masalah yang sudah berlalu." Jawab Rachel dengan nada tegas.


"Rachel, bagaimana jika kita memulai semuanya dari awal."


Rachel diam dengan tatapan mata yang menatap kesal ke arah Erik, "Tidak," jawabnya tegas.


"Rachel, aku janji tidak akan melakukan kesalahan lagi. Aku berjanji akan setia kepada mu," bujuk Erik dengan tangan yang langsung memegang tangan Rachel, tapi Rachel dengan tegas menolak dan menghempaskan tangan Erik dengan kasar.


"Apa kau pikir aku sebuah tempat sampah?" tanya Rachel dengan emosi yang membara.

__ADS_1


"Di saat kau sudah di campakkan oleh Laysa, kau langsung berlari kepada ku dengan perkataan manis mu? Apa kau pikir aku adalah wanita yang dulu? Yang terus mengemis-ngemis cinta kepada mu, dan kau masih menganggap aku mau bersama mu setelah apa yang kau lakukan kepada ku waktu itu?! Kau mencampakkan ku seperti sebuah barang yang tidak berguna hanya demi Laysa! Dan sekarang wanita itu telah mencampakkan mu sama seperti apa yang kau lakukan kepada ku! Dan aku sangat puas melihatnya."


Erik yang kesal dengan perkataan Rachel langsung berbalik memaki wanita itu, "Memangnya kau anggap dirimu apa? Kau bahkan tidak lebih dari anak yang tidak di anggap di keluarga itu, jika bukan aku yang mau bersama mu. Apa kau pikir ada pria lain yang mau dengan wanita seperti mu, kau harusnya bersyukur aku masih mau menjadi mu sebagai kekasih ku."


Rachel tersenyum mengejek, "Daripada bersama mu, aku lebih baik menjadi jomblo seumur hidup ku." Jawab Rachel seraya bangkit dan pergi begitu saja.


Melihat Rachel yang pergi, Erik langsung marah-marah. Dan membuatnya menjadi perhatian dari semua pengunjung restoran.


Rachel berjalan dengan wajah yang kesal, suasana hatinya semakin buruk setelah perbincangannya jadi bersama dengan Erik. Rachel tidak mengira jika pria itu bermuka tebal karena ia berani mengajak Rachel untuk menjalin hubungan lagi setelah apa yang dilakukannya dulu.


Kini Mata Rachel melihat butik pakaian, ia bisa melihat Laysa dan Diana tengah berjalan masuk ke dalam butik dengan seorang wanita dengan yang menggunakan pakaian kerja.


Tapi Rachel tidak peduli dan tidak mau tahu urusan mereka, hingga handphone Rachel berdering dan rupanya itu nomor Jeki.


Pria itu langsung menanyakan tentang kunjungan Rachel ke butik yang sengaja Jeki sewa untuk Rachel, tapi Rachel hanya bisa berbohong karena sebenarnya yang pergi bukan dirinya tapi Laysa.


"Memangnya aku peduli dengan mereka." Gumam Rachel yang langsung mematikan panggilan dari Jeki.


.

__ADS_1


__ADS_2