
Seorang pria tua berjalan menyusuri lorong kantor, hingga langkahnya berhenti di sebuah pintu besar.
Ia langsung membuka pintu tanpa mengetuk sama sekali, "Tuan, gawat. Ada seorang wanita yang mengaku jika dia mendapatkan cincin milik Tuan."
Jeki tersenyum saat mendengar berita yang di katakan oleh ajudannya itu, "Ah, ternyata dia wanita yang lain di mulut lain di hati."
"Bagaimana ini Tuan? Apa kita harus menangkap wanita yang telah menyebarkan berita bohong itu?"
"Itu bukan berita bohong, aku memang memberi cincin itu kepadanya. Jangan lupa siapkan beberapa hadiah untuknya dan aku akan mengirimkan ukuran pakaian wanita ku."
"Baik."
Jeki langsung mengambil pulpen miliknya dan sebuah kertas, ia tersenyum tipis karena Rachel di depannya seolah menolak dirinya tapi di belakangnya ia sudah memamerkan posisinya kepada orang-orang jika dia adalah wanitanya.
"Ini, beli semua pakaian yang ukurannya sesuai dengan yg ku tulis."
Ajudan Jeki langsung pergi begitu saja dengan membawa secarik kertas, Jeki kini hanya bisa tersenyum. Ia langsung bangkit dan berniat untuk menemui Rachel tapi Sam langsung menghampiri Jeki dan memberikan beberapa dokumen yang harus di selesaikan.
__ADS_1
"Arg.. Sial, aku tidak bisa bertemu dengan wanita ku." Maki Jeki dengan tatapan sinis ke arah Sam.
Sam hanya tersenyum dan tidak peduli dengan tatapan membunuh yang di berikan oleh Jeki.
2 Minggu berlalu...
Berita tentang salah satu putri keluarga Robert akan menjadi Nyonya keluarga Nugraha sudah tersebar luas. Tapi awak media masih belum mengetahui siapa nama wanita yang akan menjadi nyonya keluarga Nugraha, di tambah lagi banyaknya hadiah yang di kirimkan oleh Jeki kepada Rachel yang langsung di klaim di kirimkan untuk Laysa.
Rachel yang tidak peduli hanya diam dan enggan untuk mengatakan jika Laysa berbohong, karena Rachel sendiri tidak ingin memiliki hubungan dengan Jeki.
"Laysa, kamu cantik banget. Semua baju-baju dan perhiasan ini sangat cocok untuk mu, sepertinya kau dan Jeki akan segera menikah sebentar lagi." Ucap Diana yang senang melihat semua hadiah yang selalu Jeki kirimkan untuk Laysa.
"Ma, aku mau pergi dulu." Ucap Rachel yang mengambil tas ransel miliknya.
Diana yang berada di situasi senang langsung memberikan uang jajan untuk Rachel, wanita itu tersenyum dan berterimakasih karena jarang-jarang Diana bersikap baik kepadanya.
Rachel pun langsung pergi keluar dari rumah untuk membeli buku, tapi saat tengah berjalan kaki. Sebuah mobil hitam langsung menghampirinya, Rachel bisa melihat pria yang ia benci berada di dalam mobil dengan senyuman manis tapi baginya itu senyuman yang sangat menyeramkan.
__ADS_1
Rachel yang takut langsung berlari, tapi pria itu lebih cepat berlari dan menangkap Rachel. Kini Rachel berada di dalam mobil bersama dengan Jeki, pria itu terus memeluknya tanpa henti.
"Ternyata wanita manis ku ini, lain di mulut lain di hati. Kau mengatakan pada semua orang jika kau adalah kekasih ku dan memamerkan cincin dari ku," Bisik Jeki dengan wajah yang di gosok-gosok ke leher Rachel.
Rachel terdiam, ia baru tahu jika Jeki belum mengetahui orang yang mengaku sebagai kekasihnya adalah Laysa bukan dirinya.
"Apa aku katakan yang sebenarnya jika bukan aku yang mengaku sebagai kekasih pria itu?" Pikir Rachel.
Jeki yang melihat Rachel tengah memikirkan sesuatu langsung mencubit pinggang wanita itu.
"Aww..."
"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Jeki.
"Bukan hal yang penting." Rachel memutuskan untuk tidak mengatakan yang sebenarnya, ia ingin sekali melihat ekspresi kesal Jeki kepada Laysa jika tahu yang sebenarnya.
"Ah.. Aku ingin sekali membelah kepala mu dan melihat apa yang sedang kau pikirkan." Bisik Jeki yang membuat Rachel merinding ketakutan.
__ADS_1
"Dasar psikopat!."