Gadis Cantik Milik Sang Mafia

Gadis Cantik Milik Sang Mafia
Bab 13


__ADS_3

Rachel yang baru pulang dari kampus melihat Erik berada di rumahnya tengah berdebat hebat dengan Diana.


Rachel perlahan berjalan mendekat dan ingin mengetahui apa yang sedang mereka bicarakan.


"Tante, kau yang waktu itu memaksa ku untuk putus dari Rachel dan meminta ku untuk bersama Laysa. Tapi apa ini? Laysa malah meninggalkan ku dan kau juga malah mendukung nya."


Erik masih tidak terima atas keputusan Laysa yang memutuskan hubungannya secara sepihak.


"Erik, memangnya kau anggap diri mu itu sangat istimewa. Jika di bandingkan dengan Jeki yang seorang CEO dari perusahaan Axion, kau tidak ada apa-apanya. Lagi pula Laysa sebentar lagi akan menjadi nyonya besar di keluarga Nugraha jadi kau sebaiknya pergi dan jangan pernah mengganggu kehidupan Laysa lagi!"


Diana langsung memberikan peringatan keras kepada Erik, ia bahkan tidak segan-segan menghina pria yang pernah ia bujuk untuk menjadi kekasih Laysa.


"Enggak! Hanya karena pria itu terkenal, bukan berarti kalian bisa buang saya seperti itu!"


Diana hanya tersenyum, "Sebaiknya kau balikan lagi dengan Rachel, saya tidak akan mempermasalahkannya." Jawab Diana dengan enteng karena menurutnya hal itu akan mengurangi masalah.


"Setelah kau meminta ku untuk putus dengan Rachel, dan sekarang kau seenaknya menyuruh ku untuk kembali lagi dengan wanita itu. Aku tidak mau dan yang ku inginkan hanyalah Laysa!"


"Sudah berapa kali ku katakan, Laysa akan menjadi nyonya besar di keluarga Nugraha dan kau tidak boleh mengganggu hidup nya lagi."

__ADS_1


Diana langsung meminta para pelayan untuk mengusir Erik secara paksa dari rumahnya dan meminta para pelayan dan penjaga agar jangan membiarkan pria itu masuk ke dalam rumah nya lagi.


Rachel mulai berjalan masuk ke dalam rumah, ia melihat bagaimana Diana memperhatikan kondisi wajah, rambut dan tubuh Laysa agar tetap dalam kondisi yang sehat dan sempurna.


"Rachel, darimana saja kau?" tanya Diana dengan tatapan dingin.


"Dari kampus." Jawab Rachel dengan tatapan mata acuh.


"Kau harus membantu Laysa menjaga kondisi tubuh dan wajahnya karena sebentar lagi dia akan menjadi Nyonya Nugraha."


Rachel hanya tersenyum dan mengangguk kepalanya tanda mengerti lalu ia pergi begitu saja.


Rachel juga tidak berpikir jika Laysa sampai memungut kalung itu dari tempat sampah hanya karena ingin menjadi Nyonya Nugraha. Rachel yang membayangkan betapa mengerikannya pria itu hanya bisa bergidik ngeri.


Terdengar suara ketukan di pintu kamar Rachel, dan seorang pelayan meminta Rachel untuk turun karena Diana sudah menyiapkan makan siang bersama-sama.


Kini Rachel berada di meja makan, ia heran karena tidak biasanya Diana menyiapkan makanan yang sangat banyak seperti ini.


"Rachel karena sebentar lagi Laysa akan menjadi Nyonya keluarga Nugraha, jadi aku sebagai ibunya ingin memberikan ucapan selamat kepada Laysa dengan acara makan siang kecil-kecilan ini. Dan kau juga Rachel harus memberikan selamat kepada adik mu karena sebentar lagi dia akan jadi konglomerat." Ucap Diana dengan mata yang berbinar-binar penuh rasa senang.

__ADS_1


Rachel tersenyum, "Laysa selamat yah sebentar lagi kau akan menjadi Nyonya besar keluarga Nugraha. Ku harap ku bahagia bersama suami ku nanti," ucap Rachel memberikan selamat dengan senyuman manis dan setulus mungkin.


"Tentu saja Laysa akan bahagia, secara calon suaminya adalah orang terkaya di Indonesia dan Laysa sudah mengalahkan banyak wanita-wanita kelas atas yang ingin menjadi Nyonya Nugraha tapi Jeki lebih memilih Laysa yang cantik dan polos ini." Ucap Diana dengan rasa bangga karena sebentar lagi putrinya akan menjadi wanita paling beruntung di Indonesia.


"Mama jangan seperti itu, aku jadi malu." Jawab Laysa dengan senyuman malu.


Rachel hanya tersenyum tanpa banyak bicara, ia lebih memilih memakan makanan yang ada di depannya.


"Rachel makan yang benar, kau juga harus belajar tata cara makan layaknya seorang konglomerat." ucap Diana yang kesal melihat cara makan Rachel.


"Kenapa?"


"Nanti pasti kita akan makan malam bersama dengan keluarga Nugraha, dan kau akan di ajak. Aku tidak mau jika kau malah membuat malu!"


"Baiklah."


Rachel hanya menyentuh perkataan yang di lontarkan oleh Diana, baginya percuma saja untuk melawan karena hanya akan menimbulkan keributan dan masalah besar.


"Sayang, kita harus membeli pakaian yang bagus untuk mu. Kau tidak boleh terlihat seperti ini, semua barang-barang mu harus baru agar kau tidak di pandang rendah oleh kerabat ataupun teman-teman wanitanya Jeki." Ucap Diana.

__ADS_1


Laysa tersenyum senang saat mendengar perkataan dari Diana, tapi berbeda dengan Rachel ia hanya makan dan tidak peduli sama sekali dengan pria itu ataupun hal yang menyangkut Jeki karena bagi Rachel, Jeki adalah pria brengsek dan juga kejam yang pernah ia temui.


__ADS_2