Gadis Cantik Milik Sang Mafia

Gadis Cantik Milik Sang Mafia
Bab 11


__ADS_3

Rachel berjalan dengan perlahan memasuki gerbang, tapi Laysa yang berada di luar rumah melihat Rachel yang baru keluar dari sebuah mobil.


"Siapa orang yang bersama dengan wanita itu?" Pikir Laysa karena ia sendiri pun tahu mobil yang di tumpangi oleh Rachel bukan lah mobil murah.


Laysa tanpa rasa malu langsung berjalan mendekati mobil Jeki, ia langsung mengetuk kaca mobil.


Jeki yang berada di dalam mobil langsung membuka kaca mobil, ia melihat sosok wanita cantik dengan senyuman manis tengah berdiri di samping mobilnya.


"Anda baru saja menurunkan Kakak ku?" tanya Laysa dengan wajah polos layaknya seorang anak kecil.


Jeki terdiam saat melihat wajah wanita di depannya, "Iya, kau siapa?" tanya Jeki basa-basi meski sebenarnya ia tahu jika wanita itu adalah adik angkat Rachel.


"Aku adik nya Kak Rachel, apa anda pacar nya Kakak?" tanya Laysa.


"Bukan."


"Emm... Aku kira kau pria yang kemarin mengantar Kakak pulang, ternyata beda orang lagi." Ucap Laysa dengan wajah polosnya.


Jeki tersenyum saat mendengar perkataan dari Laysa, "Tolong berikan kartu nama ku kepada Kakak mu, aku lupa memberikannya." Jeki langsung memberikan kartu nama yang berisikan informasi tentang dirinya dan perusahaan miliknya.

__ADS_1


Setelah itu Jeki langsung pergi begitu saja meninggalkan Laysa, senyuman Laysa seketika luntur saat melihat Jeki pergi. Tatapannya kini tertuju pada kartu nama yang ada di tangannya, "Kenapa wanita itu bisa mengenal pria sehebat ini."


Laysa tahu siapa pria bernama Jeki Arisandi Nugraha, dia seorang CEO pemilik perusahaan besar nomor 1 di Indonesia dan pastinya terkena sangat kaya raya.


Laysa langsung memasukkan kartu nama Jeki ke dalam tas nya dan pergi begitu saja seakan tidak pernah bertemu dengan Jeki.


Laysa yang berada di rumah, melihat Rachel tengah memainkan handphone barunya di taman belakang.


Laysa mengerutkan keningnya saat melihat handphone Rachel, karena ia ingat handphone wanita itu bukan iPhone.


"Kak." Panggil Laysa dengan nada lembut dan senyuman hangat.


Rachel menoleh dengan tatapan biasa saja, "Ada apa?" tanya Rachel.


Rachel hanya tersenyum, "Iya karena handphone ku rusak." Jawab Rachel bohong karena handphone ini di berikan oleh Jeki sebagai ganti handphone Rachel yang sudah rusak karena pria itu.


"Tapi itu iPhone keluaran terbaru, Kakak punya uang darimana untuk beli handphone itu?" tanya Laysa dengan tatapan mata yang tidak bersahabat.


Rachel tahu apa yang ingin diketahui oleh Laysa, "Aku menabung selama bertahun-tahun, jadi aku bisa membeli handphone ini."

__ADS_1


"Bohong, handphone itu berharga puluhan juta." Jawab Laysa yang seakan tidak percaya dengan jawaban dari Rachel.


"Untuk apa aku bohong? Ah, kau mungkin tidak percaya karena selama ini keinginan mu di penuhi oleh ayah dan ibu." Jawab Rachel dengan senyuman di wajahnya, lalu ia memilih untuk pergi begitu saja meninggalkan Laysa yang menatapnya dengan tatapan marah dan kesal.


Rachel menghela nafas, ia tidak mengerti kenapa gadis itu selalu ingin mencari masalah dengannya.


Rachel yang hendak pergi pun langsung di cegat oleh Laysa yang berlari mengejarnya, "Ada apa lagi?" tanya Rachel yang mulai jengkel.


"Pria yang bersama Kakak tadi pagi, siapa dia? Dan darimana Kakak kenal dengan pria itu?" tanya Laysa.


Pertanyaan Laysa membuat Rachel terdiam dengan tatapan mata yang curiga, ia sudah tahu bagaimana watak dari Laysa yang selalu menginginkan apapun milik orang lain.


"Aku tidak sengaja terserempet olehnya dan dia mengantarkan ku pulang." jawab Rachel tanpa rasa gugup dan dengan nada yang tegas.


Laysa yang mendengar hal itu pun tersenyum senang seakan ia puas dengan jawaban yang di lontarkan oleh Rachel, setelah itu Laysa langsung pergi begitu saja meninggalkan Rachel sendirian.


Di saat Laysa tengah berjalan, ia tidak sengaja melihat seorang pelayan membuat sampah tapi ada sebuah benda yang langsung membuat perhatian Laysa tertuju pada benda itu.


Dengan perlahan Laysa memungut sebuah kalung yang ada cincinnya, "Darimana sampah ini?" tanya Laysa kepada pelayan yang bertugas membuang sampah.

__ADS_1


"Ini dari kamar Nona Rachel."


Mendengar hal itu Laysa tersenyum, ia langsung membawa kalung itu pergi dan memasukkannya ke dalam tas kecil milik nya.


__ADS_2