Gadis Cantik Milik Sang Mafia

Gadis Cantik Milik Sang Mafia
Bab 71


__ADS_3

8 Tahun kemudian...


Seorang anak laki-laki berjalan dengan lincah, di usianya yang masih muda ia sudah sangat hebat dalam berlari dan bersembunyi.


Para pelayan yang bermain bersamanya selalu kesulitan jika ia sudah bersembunyi, karena ia adalah orang yang paling handal dalam mencari tempat persembunyian.


"Damian."


Terdengar seorang wanita memanggil nama anak yang tengah bersembunyi, mendengar panggilan dari ibunya Damian langsung keluar dari tempat persembunyiannya dan berlari memeluk Rachel.


"Mama." Panggil Damian dengan tangan yang memeluk kaki Rachel.


Rachel tersenyum, ia mulai menyetarakan tingginya dengan Damian. "Sudah bermainnya, kau harus segera bersiap-siap. Bukankah hari ini kau akan pergi ke sekolah?" Tanya Rachel.


Damian bersorak senang, ia langsung berlari di ikuti oleh para pelayan yang setia menjaganya. Tatapan mata Rachel menatap sendu putra semata wayangnya.


Damian yang tengah bersiap melihat Nicholas yang baru datang, ia tersenyum dan memeluk Nicholas.


"Papa." Panggil Nicholas dengan senyuman di wajahnya, ia sangat senang bertemu Nicholas karena dari kecil Damian lebih sering menghabiskan hari-harinya bersama dengan Nicholas.


"Kau sangat ceria, apa anak Papa sudah siap untuk pergi ke sekolah?" Tanya Nicholas dengan senyuman hangat di wajahnya.

__ADS_1


Damian tersenyum, ia menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat. Rachel berjalan mendekati Damian, tatapan matanya langsung berubah. Ia berjalan dengan cepat dan menarik tangan Damian, "Sudah berapa kali ku katakan, jangan dekati putra ku." Ucap Rachel dengan tatapan tajam.


Nicholas hanya tersenyum, ia kemudian langsung pergi meninggalkan Rachel dan Damian begitu saja.


"Mama?" Tanya Damian bingung, sikap Rachel yang selalu marah saat Damian bersama Nicholas menimbulkan banyak pertanyaan pada benak Damian.


"Sudah, Mama katakan kepadamu berapa kali? Jangan panggil pria itu dengan panggilan Papa, dia bukan Papa mu." Jelas Rachel dengan tangan yang memegang kedua pundak Damian, ia menatap marah dan serius putranya.


Damian terdiam, "Lalu dimana Papa ku?" Tanya Damian dengan wajah yang sendu, Rachel sama sekali tidak pernah membahas keberadaan ayah kandungnya dan lebih memilih bungkam.


"Ayahmu ada, dan dia akan menjemput kita. Jadi jangan panggil Nicholas dengan panggilan Papa." Jawab Rachel dengan senyuman di wajahnya.


Selama ini, ia tidak pernah bisa keluar dari tempat ini. Semuanya di jaga ketat, bahkan dirinya tidak memiliki handphone untuk mencari informasi.


Rachel terdiam dengan rasa bersama, "Jika kau tahu, Nicholas lah yang membuatmu terpisah dengan ayahmu. Apa kau masih bisa menyebut pria itu sebagai orang baik?"


"Iya Mama janji, tapi kau juga harus berjanji untuk tidak pernah lagi memanggil Nicholas sebagai Papa." Jelas Rachel.


Damian tersenyum, Rachel lalu mengajaknya untuk pergi ke kamar. Hari ini hari pertama Damian masuk sekolah, meski sebenarnya Nicholas maupun Brian melarang Damian untuk keluar dari tempat ini.


Tapi Damian terus merengek dan ingin bersekolah, memiliki banyak teman di luar sana. Tetapi dengan syarat, Rachel sama sekali tidak boleh keluar dari tempat ini.

__ADS_1


Rachel melihat Damian tengah bersiap-siap, beberapa pelayan menyiapkan semua keperluan Damian untuk pergi ke sekolah. Mata Rachel menatap sendu anaknya yang harus besar di tempat seperti ini.


"Mama?" Tanya Damian yang melihat Rachel terlihat sedih.


"Iya sayang?" Tanya Rachel.


"Mama baik-baik saja?" Tanya Damian, ia tidak ingin melihat Mamanya sedih.


"Mama baik, ingat ucapan Mama. Jangan main sembarangan dan jangan jauh-jauh dari pengawal mu." Jelas Rachel dengan senyuman hangat.


"Baik Mama," Damian langsung mencium pipi Rachel.


Kemudian anak itu berjalan keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan untuk mengantar jemput Damian.


"Anak itu sudah besar yah?" Tanya Nicholas yang menyandarkan punggungnya di tembok rumah.


Rachel melihat ke arah Nicholas, tatapan mata yang tajam dan penuh kebencian terlihat jelas di mata Rachel.


"Sebaiknya kau jangan macam-macam dengan putra ku." Ucap Rachel.


"Tentu, dan kau jangan harap bisa pergi dari sini ataupun mengatakan siapa ayah Damian. Ingat jika kau berani mengatakan hal itu, nyawa Damian ada di tangan ku. Kau tidak ingin kan, melihat tubuh anak mu hancur." Jawab Nicholas dengan senyuman di wajahnya.

__ADS_1


"Tentu, aku tidak akan mengatakan hal itu." Jawab Rachel dengan mata yang berkaca-kaca.


__ADS_2