Gadis Cantik Milik Sang Mafia

Gadis Cantik Milik Sang Mafia
Bab 37


__ADS_3

"Ayah ku?" Laysa menatap tak percaya pria di depannya.


"Iya Laysa, dan sekarang kau bisa kembali bersama ayah kandung mu." jawab Robert dengan senyuman senang karena ia sudah tidak ingin berurusan lagi dengan Laysa yang sangat manja dan membawa masalah.


"Enggak, aku gak mau pergi dengan pria itu. Dia bukan ayah ku!" jawab Laysa kesal dan marah.


"Laysa!" panggil Robert saat melihat Laysa langsung pergi begitu saja meninggalkan ruang tamu.


Herman hanya tersenyum tipis, ia tahu jika Laysa tidak akan mau menerimanya sebagai ayah kandungnya.


"Aku akan membawa anak itu hari ini." Jelas Herman yang langsung bangkit dan berjalan menuju ke kamar Laysa.


Herman langsung masuk ke dalam kamar Laysa dan membawa gadis itu pergi dengan paksa, Robert berusaha untuk menasehati Herman agar tidak menggunakan cara kasar.


"Aku akan bicara dengan Laysa agar dia mengerti, kau jangan menggunakan cara seperti ini." Bujuk Robert.


"Ayah, tolong aku." Teriak Laysa yang berusaha melepaskan tangan Herman pada tangannya.

__ADS_1


"Jangan banyak bergerak, atau aku akan mematahkan kedua kaki mu itu." ancam Herman.


"Herman, kau tidak bisa membawa Laysa dengan cara seperti itu." ucap Robert yang merasa kasihan dengan Laysa.


"Aku ayah kandungnya, jadi ini adalah urusan ku bukan urusan mu lagi." Tunjuk Herman yang langsung mendorong tubuh Laysa untuk masuk ke dalam mobil.


Laysa yang kini berada di dalam mobil hanya diam dengan perasaan kesal dan marah, ia tidak terima jika ayah kandungnya adalah pria seperti ini.


Hingga Laysa akhirnya tiba di sebuah rumah kecil, bahkan lebih kecil dari ruang tamunya.


"Rumah siapa ini?" tanya Laysa yang merasa jijik melihat keadaan rumah yang kumuh dan tidak terawat.


Tangan Herman langsung memegang tangan Laysa dan membawa gadis itu masuk ke dalam rumah, Laysa di buat shock saat masuk ke dalam kamar dengan seorang wanita yang terlihat acak-acakan seperti orang gila.


"Siapa wanita gila itu?!" tanya Laysa yang sangat jijik melihat tampilan wanita di depannya.


"Itu Ibumu." Jawab Herman.

__ADS_1


Laysa langsung menggelengkan kepalanya, ia tidak terima jika ibu kandungnya adalah wanita gila yang tengah di ikat dengan tampilan yang jelek.


"Dia bukan ibu ku!" Teriak Laysa yang langsung berlari keluar dari rumah.


Wanita itu segera pergi dari kawasan rumah kumuh dan ingin kembali ke rumah Robert, di sepanjang jalan Laysa hanya bisa menangis dan tidak tahu kemana ia harus pergi.


"Aku gak mau tinggal dengan pria itu, aku gak mau." Laysa langsung duduk di trotoar jalan, ia tak ingin kembali ke tempat itu lagi.


Tak beberapa lama hujan pun mulai turun, Laysa hanya duduk dan mulai menyesali apa yang telah ia lakukan kepada Rachel dan Diana.


"Mama aku ingin pulang." Ucap Laysa yang duduk dengan memeluk kedua lututnya.


Hingga ia terdiam saat tidak merasakan lagi tetesan, Laysa mengangkat wajahnya. Ia melihat sosok pria dengan masker di wajahnya, Laysa hanya diam dan menatap tajam pria di depannya.


"Pakai lah." Ucap Andrew saat melihat wanita yang tengah duduk di atas trotoar.


Laysa hanya diam dan enggan untuk menerima tawaran dari pria asing di depannya.

__ADS_1


"Aku tidak butuh." Jawab Laysa yang langsung berdiri dan segera pergi meninggalkan Andrew.


"Dasar wanita gila." Gumam Andrew yang berjalan pergi berlawanan arah dengan Laysa.


__ADS_2